Bab 36 36

Ia menutup satu lubang hidung lalu meniup keras-keras, menyemprotkan darah sampai tercecer ke karpet balkon. “Jadi, dia imut banget. Namanya siapa?”

Rahangku mengeras. Aku tahu Ilya sadar. “Dia tukang ajak jalan anjing.”

“Cerita itu yang mau kamu pertahankan?” Kelakar yang menari di matanya bilang...

Masuk dan lanjutkan membaca