Bab 76 Penculikan

Larut malam, lorong rumah sakit itu sunyi senyap. Hanya terdengar gema langkah kaki sesekali dan bunyi bip ritmis dari mesin pemantau jantung di kejauhan. Ratna berdiri kaku di depan pintu kamar rawat inap nomor 305. Dengan tangan gemetar, dia mendorong pintu itu pelan-pelan. Jantungnya berdegup k...

Masuk dan lanjutkan membaca