Bab 92 Penjara

Amara menatap hampa ke udara, bibirnya terkatup rapat tanpa sepatah kata pun.

Dia berdiri mematung di sana, tak ubahnya sebuah boneka yang kehilangan nyawa, sama sekali tak bereaksi terhadap ancaman maupun hinaan yang dilontarkan Galih.

Tak ada suara, tak ada tanggapan, bahkan matanya tak berkedi...

Masuk dan lanjutkan membaca