Bab 325

Mulutnya menempel di bibirku, pelan tapi sungguh-sungguh, seolah ia punya waktu seharian hanya untuk mengeja napasku. Satu tangannya menahan tengkukku, sementara yang lain bertengger di pinggangku—ibu jarinya mengusap lingkaran-lingkaran kecil di atas kain gaunku, bikin kulitku meremang tanpa ampun...

Masuk dan lanjutkan membaca