Bab 391: Penolakan

Kalimat itu jadi pemantik terakhir.

Tangan Raka melesat naik—tapi bukan untuk mendorongnya menjauh. Ia justru mencengkeram tengkuk Alya, cukup kuat sampai Alya meringis. Raka menunduk, napas panasnya menyapu bibir Alya, matanya menyala oleh lapar yang seolah mau melahap apa pun.

Jantung Alya mengg...

Masuk dan lanjutkan membaca