Bab 467: Kebangkitan

“Aku tahu.” Suara Sebastian tenang—terlalu tenang sampai bikin merinding.

Maurice rupanya sempat terbangun entah sejak kapan. Ia menelan ludah, lalu berkata, “Sebastian, ada orang menyamar jadi kamu. Apa kita perlu—”

“Tidak.”

Sebastian menoleh. Tatapannya tak terbaca di balik kacamata.

Oscar sud...

Masuk dan lanjutkan membaca