Bab 644

Hanya terpisah oleh satu pintu.

Di dalam kamar.

Suara-suara tajam terus terdengar, bercampur dengan erangan dan jeritan Kartika.

Hendra tampak begitu bersemangat, matanya memerah seolah berlumuran darah.

Ia menghentakkan pinggulnya, kejantanannya tanpa henti menghunjam ke dalam kewanitaan Kartik...

Masuk dan lanjutkan membaca