42: Coba lagi nanti.

Rumah itu sunyi, dan aku menyusuri lorong-lorongnya seperti bayangan—seolah aku memang pantas ada di sana.

Dan, dalam arti tertentu, memang begitu. Bertahun-tahun keluar-masuk kediaman Alpha membuat para staf nyaris tak lagi melirikku. Wajahku sudah terlalu akrab, langkahku terlalu biasa.

Tapi mal...

Masuk dan lanjutkan membaca