47: Pengecut.

Aku sama sekali nggak tidur semalaman.

Setiap kali kelopak mataku turun, suara Willow seakan merembes lewat celah pintu—getarannya yang pecah waktu dia ngomong soal liontin itu, dan betapa keras kepalanya dia masih menolak menyerah meski aku sudah berkali-kali ngedorong dia menjauh. Lagi. Dan lagi....

Masuk dan lanjutkan membaca