119: Ayah, tukang.

Dadaku rasanya kayak ditembus peluru, dan kakiku sudah selemas agar-agar setelah seharian ngejar-ngejar grandpa Khan. Dia itu memang yang terbaik—atau setidaknya, dia selalu berusaha jadi yang terbaik. Tapi jujur saja, mengejar singa dewasa yang lagi di puncak kejayaannya, sementara dia loncat-lonca...

Masuk dan lanjutkan membaca