Bab 162

“Ya Tuhan,” gumamku, bahkan untuk meninggikan suara pun aku tak sanggup.

Tubuhku terlalu lemah; napas yang masuk seolah tak cukup untuk menahanku tetap berdiri.

“Kamu ingat waktu kamu bilang penculikan itu makan malam? Itu benar-benar harfiah.”

“Gimana kamu...?”

Dia menggeleng.

“Sekarang bukan ...

Masuk dan lanjutkan membaca