BAB 309

“Ayo, D-Dimitri… aku… aku minta maaf…”

Aku mendecih. Permintaan maaf menyedihkan itu cuma pantas dibalas senyum dingin. Aku menarik tubuh sedikit ke belakang, menatapnya lama—membiarkan ketakutannya matang di udara.

“Aduh. Kasihan banget.” Suaraku nyaris mengejek, nyaris seperti sedang terhibur. “...

Masuk dan lanjutkan membaca