Meninju

Mesin-mesin di samping ranjangnya menjaga irama sunyi, lampunya berkedip, bunyinya sesekali memecah hening—seolah kalau mereka terus menghitung, waktu bisa diajak tawar-menawar. Aku duduk cukup dekat untuk merasakan hangat yang masih terperangkap di kulitnya, dan melihat denyut samar di pergelangan ...

Masuk dan lanjutkan membaca