Bab 127. YOSUA

“Kemana saja kamu, bos?”

“Bukan urusanmu.”

Erick berdiri di ambang pintu, tangannya bersilang di dada.

“Tentu saja ini urusanku. Kamu belum lupa kita pulang ke Jakarta hari ini, kan? Kamu punya pertemuan penting sore ini. Itu tidak bisa ditawar.”

“Aku tahu, bajingan. Dan aku belum lupa kita pulang k...

Masuk dan lanjutkan membaca