PASAL SERATUS DUA BELAS

“Ngaco,” balasku, muak setengah mati mendengar idenya.

Dia mengembuskan napas panjang, lalu mondar-mandir lagi sebelum berhenti tepat di depanku.

“Dengar, aku nggak punya waktu nungguin kamu ngolah-ngolah ini pakai otak manusia kamu. Jadi, kamu lakukan sendiri, atau aku yang bantu,” katanya mengan...

Masuk dan lanjutkan membaca