BAB SERATUS DUA PULUH TUJUH

POV ARIA

“Kamu bercanda, kan?” tanyaku gemetar, masih berharap, walau cuma setipis benang, kalau ini semua cuma lelucon.

Dia tidak menjawab. Tangannya tetap menarikku menerobos ruangan gelap, dan nyeri di pergelangan tanganku kembali merambat, tajam.

Kakiku menabrak sesuatu dalam gelap dan ak...

Masuk dan lanjutkan membaca