BAB SERATUS DUA PULUH SEMBILAN

POV ALARIC

“Halo, Dad,” sapaku, seolah-olah aku nggak melihat tatapan mematikan yang dia lemparkan.

“Menurutmu kamu beneran sudah kebal dari kepalan tanganku?” desisnya, kerutan di keningnya makin dalam.

“Belum. Tapi sebaiknya jangan. Itu salah satu kemeja terbaik Dad,” balasku, lalu melangkah me...

Masuk dan lanjutkan membaca