BAB SERATUS LIMA PULUH DUA

Kupikir aku bakal merasa aneh, kupikir kabut birahi itu bakal buyar, tapi yang terjadi malah sebaliknya—aku tenggelam makin dalam di ciuman itu, tubuhku menyala.

“Hmm,” erangnya pelan saat aku mengisap bibirnya rakus. “Kamu liar juga, ya? Bukan berarti aku keberatan,” ia terkekeh.

Tadi aku yang me...

Masuk dan lanjutkan membaca