BAB ENAM PULUH EMPAT

Pintu masuk klub dipenuhi oleh antrian orang-orang yang berdandan untuk malam yang meriah.

"Mungkin kita harus pulang saja. Aku nggak mau berdiri di sini selamanya," keluhku padanya, siap kembali ke pesta kasihan diriku sendiri.

Tapi Maggie tidak tergoyahkan.

"Ayo, aku kenal seseorang," jawabnya da...

Masuk dan lanjutkan membaca