Bab 507

Alexander mendadak diam.

Ia merangkul Elizabeth, memeluknya erat.

Rasa bersalah menghantam dadanya seperti ombak yang datang bertubi-tubi.

Elizabeth menangis tanpa bisa dikendalikan. Suaranya pecah, parau, putus-putus. “Mama… aku kangen banget. Itu Mama, ya? Kenapa Mama nggak mau keluar ketemu ak...

Masuk dan lanjutkan membaca