Bab 568

Air mata sudah mengalir deras di pipi Donna saat ia sampai di titik ini.

Suaranya serak, seperti jam tua yang dipaksa berdetak terus sampai pegasnya nyaris putus.

Tatapannya jatuh ke Oliver yang terduduk miring lesu, lalu Donna bertanya dengan nada tenang—terlalu tenang—dingin seperti es.

“Oliver...

Masuk dan lanjutkan membaca