Bab 112: Dok, Apa yang Terjadi

“Kamu pasti bisa, Sweetcheeks.” Zoltan berbisik, lalu mengusap keringat di dahi Safyer. “Tarik napas… lewatin aja. Tiga… dua… satu…” katanya pelan saat gelombang sakit itu mereda.

Safyer mencengkeram bagian depan kaus Zoltan. “Kamu JANGAN sentuh aku lagi… untuk waktu yang sangat lama.” geramnya, ra...

Masuk dan lanjutkan membaca