Bab Seratus Lima Belas

Carter kembali menghampiriku sambil menggenggam pisau. Jantungku langsung berdentum tak karuan. Pisau itu bisa jadi jalan keluarku.

Dia berhenti di depanku dan tersenyum, seolah-olah semua ini cuma permainan.

“Oke, Sayang. Duduk sedikit, biar aku lepas iketannya.”

Tenang sekali suaranya. Terlalu ...

Masuk dan lanjutkan membaca