Bab [97] Rencana yang Lebih Mendalam

“Kakek.”

Pak Liem masuk ke ruang kerja sambil membawa secangkir teh yang baru diseduh.

Dia melihat Kakek Wijaya sedang berdiri sendirian di depan jendela. Matanya sedikit menyipit, alisnya berkerut dalam, menatap ke kejauhan, entah apa yang sedang dipikirkannya.

“Semua orang sudah pergi.”

Kakek ...

Masuk dan lanjutkan membaca