Bab [22] Dia Sendiri Mendukungnya

Saat itu, sekretarisnya mengetuk pintu.

Setelah jeda sejenak, sekretaris itu menjulurkan kepalanya dan berkata kepada Arya Prawiro, "Pak Arya, Nona Wijaya masih menunggu di lantai atas. Sudah tiga kali orangnya menelepon untuk menanyakan Bapak."

Mendengar nama Rania Wijaya, untuk pertama kalinya A...

Masuk dan lanjutkan membaca