Bab [39] Bingung dan Terpesona

Hati Maya Tanaka tersentuh. Perlahan, ia menyandarkan kepalanya di pangkuan Nyonya Prawiro.

"Terima kasih, Nek, sudah mau mengerti aku."

Rasa haru Maya bukanlah pura-pura atau sekadar basa-basi.

Selama ini ia berpikir, meskipun tumbuh di desa, ia sangat dicintai oleh Ayah, Ibu, dan adiknya. Namun...

Masuk dan lanjutkan membaca