Bab [48] Aku Hamil, Lalu Kenapa

Melihat wajah Maya Tanaka yang memerah karena marah, hasrat Arya Prawiro untuk menggodanya semakin sulit dikendalikan.

Ia perlahan mendekat. Tepat saat ujung hidungnya hampir menyentuh lekuk leher Maya, pintu kamar tidur mereka diketuk.

"Arya, Arya, kamu sudah bangun? Nenek menyuruhku memanggilmu ...

Masuk dan lanjutkan membaca