Bab [82] Tidak Mengizinkanmu Pergi

Arya Prawiro tertawa sinis, sorot matanya sedingin es.

"Pak Arya, ucapan Anda sudah kelewatan!"

Malik Kusuma melangkah maju, berdiri di depan Maya Tanaka, menghalangi pandangan Arya Prawiro.

Dia menatap Arya Prawiro. Meskipun sehari-harinya Malik adalah pria yang lembut dan tidak pernah cari gara...

Masuk dan lanjutkan membaca