181. “Tapi—,”

LAYLA || SEKARANG

Mimpi-mimpi itu kembali mencarinya saat tidur, seperti bayangan yang merayap ke dalam cahaya, seperti monster yang mencengkeram kewarasannya dan menyeretnya pulang—ke masa lalu; ke malam-malam gelap yang sepi, meninggalkannya sendirian bersama jeritannya sendiri. Keheningan ta...

Masuk dan lanjutkan membaca