Bab [21]: Ancaman

Aku tadi sempat terbawa emosi. Hampir saja meremas dada Luna Wijaya di depan mata Julia Hartini. Untung Luna masih cukup tenang, pipinya merah padam, dan buru‑buru menghindar.

Aku melangkah lebar masuk ke dalam hutan. Di saat itu juga, Wahyu Santoso malah mengikuti tepat di belakangku.

Di kepalan...

Masuk dan lanjutkan membaca