Di sana, di sana

LINCOLN

Dia sama sekali tidak bergerak saat aku melangkah mundur. Lampu kamar kuturunkan sampai tinggal temaram tipis, lalu aku keluar dan menutup pintu pelan. Di dapur, Ghost sudah menunggu dengan secangkir kopi baru seduh, uapnya masih mengepul.

“Jadi kita tetap jalan jam tiga pagi?” tanyany...

Masuk dan lanjutkan membaca