Bab [67]

Namun, sedetik kemudian, senyumnya langsung lenyap.

Karena pisau di tangan Rian Pratama terlalu tajam.

Pisau itu langsung mematahkan golok di tangannya, bahkan terus melesat menebas dadanya.

Darah segar seketika menyembur keluar.

Rian Pratama dengan tenang mundur beberapa langkah, menghindari ci...

Masuk dan lanjutkan membaca