Bab [79]

Saat mengatakan ini, tatapan mata Pandu Wijaya memancarkan aura dingin.

“Tapi aku tahu betul, rumah itu milik Pak Jingga!”

“Berani-beraninya si Rian Pratama ini….”

Pandu Wijaya sebenarnya ingin melontarkan kata-kata yang lebih kasar lagi.

Namun, detik berikutnya, Ari Jingga langsung menampar waj...

Masuk dan lanjutkan membaca