Bunga Teratai dan Mayat: Aku Bangkit di Hari Kematianku

Bunga Teratai dan Mayat: Aku Bangkit di Hari Kematianku

Iwan Setiawan · Sedang Diperbarui · 114.0k Kata

1.2k
Populer
1.2k
Dilihat
0
Ditambahkan
Tambah ke Rak
Mulai Membaca
Bagikan:facebooktwitterpinterestwhatsappreddit

Pendahuluan

Ginjal putriku dicuri oleh suamiku dan wanita simpanannya, lalu ia dibunuh dengan kejam!
Hatiku hancur berdarah! Kesedihan dan kemarahan itu kuubah menjadi kekuatan untuk meledakkan diri bersama para pembunuh itu!
Namun, yang tak kusangka, setelah kematianku, aku justru terlahir kembali. Aku kembali ke masa di mana putriku masih hidup. Kali ini, aku akan mengubah takdir kami berdua dengan tanganku sendiri...

Bab 1

"Tolong, selamatkan putriku, aku mohon!"

Di koridor rumah sakit, Sandi Nanda, yang baru saja berhasil lolos dari para penculik, langsung ambruk berlutut begitu mendengar kabar kematian putrinya. Dia menangis histeris, membenturkan kepalanya ke lantai di hadapan dokter.

"Dia masih sangat kecil, tolong selamatkan dia, aku mohon...."

Para staf medis yang ada di sana ikut merasakan kepedihannya, mata mereka memerah menahan tangis.

Dokter kepala yang merawatnya menelan ludah dengan susah payah, lalu mengulurkan tangan untuk membantunya berdiri. "Bu Sandi, tolong tenang dulu. Infeksi pasca operasi yang dialami Maharani terlalu parah, komplikasi yang timbul sangat serius. Kami benar-benar sudah berusaha semaksimal mungkin!"

Sebenarnya, itu hanyalah infeksi biasa. Jika ditangani tepat waktu, gadis kecil itu bisa selamat.

Masalahnya, pihak rumah sakit sudah berkali-kali menghubungi ayah si anak, tetapi pria itu malah menuduh mereka penipu. Dia menganggap ini semua hanya sandiwara yang dirancang oleh istrinya dan menolak datang ke rumah sakit untuk menandatangani surat persetujuan tindakan.

Sementara itu, ibu si anak tidak bisa dihubungi sama sekali. Akhirnya, waktu terbaik untuk penyelamatan pun terlewatkan.

Namun, melihat kondisi ibu si anak sekarang sepertinya dia juga baru saja lolos dari maut dan mengalami penderitaan yang luar biasa.

Wanita yang berlutut di lantai itu tiba-tiba mengangkat kepalanya. Wajahnya yang bengkak dan penuh lebam ungu terlihat jelas oleh semua orang.

Dia menatap dokter dengan tajam. "Putriku selalu sehat. Operasi apa sebenarnya yang dia jalani sampai bisa mengalami infeksi seperti ini?"

"Apa Ibu tidak tahu? Maharani menjalani operasi donasi ginjal!" Dokter itu sedikit terkejut. Mungkinkah ibunya tidak tahu apa-apa?

Melihat raut duka yang mendalam di wajah wanita itu, sang dokter menghela napas. "Bu Sandi, kami turut berduka cita. Mohon tabah, ya. Maharani telah menjadi pahlawan kecil karena menyelamatkan nyawa orang lain. Sebaiknya Ibu segera mengurus jenazahnya untuk dikremasi di rumah duka, agar dia bisa beristirahat dengan tenang."

Mendengar itu, bulu mata Sandi Nanda bergetar. "Bolehkah saya tahu, siapa yang menandatangani surat persetujuan operasi?"

"Ayah kandungnya!"

Tubuh kurus Sandi Nanda terhuyung, nyaris jatuh tersungkur.

Benar-benar dia. Ternyata benar-benar dia!

Kukunya menancap dalam ke telapak tangan, kebencian membara di matanya.

Sandi Nanda menyeka air matanya dengan kasar, lalu bangkit dari lantai dan menggendong tubuh mungil putrinya yang sudah tak bernyawa.

"Bu Sandi..." Dokter itu bingung harus berkata apa untuk menghibur wanita yang putus asa ini. Dia hanya bisa berkata dengan kaku, "Anak yang diselamatkan oleh ginjal Maharani pasti akan hidup dengan baik untuknya. Anggap saja ini sebagai cara lain Maharani untuk tetap hidup di sisimu."

Sandi Nanda tersenyum getir. "Yang merampas ginjal putriku dan membunuhnya adalah anak haram suamiku. Apa menurut Anda aku bisa menganggapnya sebagai kenang-kenangan?"

Dokter itu langsung terdiam seribu bahasa.

Dia mengira sang ayah begitu mulia karena mengizinkan anaknya yang masih kecil mendonorkan ginjal. Ternyata kenyataannya...

Sandi Nanda tak lagi memedulikan ekspresi rumit di wajah dokter itu. Wajahnya yang basah oleh air mata dia tempelkan ke pipi dingin putrinya. "Rani, jangan takut, Sayang. Ibu akan segera menyusulmu!"

"Tunggu Ibu membalaskan dendam pada semua orang yang telah membunuhmu. Setelah itu, Ibu akan datang menemanimu!"

"Di kehidupan selanjutnya, jadilah putri Ibu lagi, ya. Tapi... kita cari Ayah yang lain!"


Di rumah duka, tubuh mungil Maharani terbaring di atas brankar, didorong menuju ruang kremasi.

Dia sangat kurus. Kain putih yang menutupi tubuhnya nyaris tidak menunjukkan lekukan apa pun.

Di sampingnya, Sandi Nanda mengenakan gaun panjang hitam. Rambutnya yang tergerai menutupi sebagian besar wajahnya yang lebam.

Pandangannya kosong dan putus asa, tertuju pada tubuh mungil putrinya. Tangannya yang kurus kering tak henti-hentinya menggenggam tangan kecil Maharani.

Dia teringat Maharani pernah bertanya, "Ibu, kenapa Ayah hanya mau menggandeng tangan Tante Luna dan Rangga, tapi tidak pernah mau menggandeng tanganku dan Ibu?"

"Apa karena aku perempuan dan Rangga laki-laki?"

"Maafkan Rani ya, Bu. Ini semua salah Rani. Coba saja Rani anak laki-laki, pasti Ayah akan lebih sayang padaku, dan lebih sayang pada Ibu juga."

Tante Luna yang dimaksud Maharani adalah cinta pertama Galih Gunawan, Luna Wijaya.

Lima tahun lalu, sebuah insiden membuat Sandi Nanda dan Galih Gunawan terpaksa melakukan hubungan terlarang. Tak lama kemudian, Sandi Nanda diketahui hamil. Mau tak mau, Galih Gunawan harus menikahinya.

Luna Wijaya, yang saat itu bertunangan dengan Galih, pergi ke luar negeri karena sakit hati. Sejak saat itu, Galih membenci Sandi Nanda sampai ke tulang sumsum.

Hingga lima tahun kemudian, Luna kembali ke Indonesia bersama Rangga, putranya yang lahir prematur dengan kelainan ginjal. Sambil menangis, dia memohon bantuan Galih, mengatakan dengan tegar bahwa dia tidak akan pernah kembali mengganggu kehidupan Galih dan Sandi jika bukan karena kondisi anaknya yang sangat parah. Melihat itu, kebencian Galih pada Sandi Nanda semakin menjadi-jadi, seolah ingin membunuhnya.

Sejak saat itu, Galih tak pernah lagi memandangnya, bahkan tak pernah menunjukkan wajah ramah pada Maharani.

Seluruh waktu dan kasih sayangnya dia curahkan untuk Luna dan putra mereka. Dia melakukan segala cara untuk mencari donor ginjal bagi anak itu.

Setiap kali Maharani mencoba mendekat, Galih akan membentaknya dengan wajah muram.

Sandi masih ingat, saat ulang tahun Galih belum lama ini, Maharani membuat kue kecil dengan tangannya sendiri, berharap bisa memakannya bersama sang ayah. Namun, Galih tidak pulang hingga larut malam.

Keesokan harinya, saat Galih pulang, Maharani dengan penuh harap membawakan kue itu padanya. Namun, Galih justru menepis kue itu hingga jatuh ke lantai.

Mendengar tangisan histeris Maharani, Sandi bergegas masuk, namun Galih malah mencekik lehernya dan mendorongnya ke dinding.

Mata pria itu merah menyala, menatapnya seolah dia adalah musuh bebuyutan.

Nadanya bengis dan kejam. "Sandi Nanda, kamu sudah mencelakai Rangga. Aku mau kalian membayarnya dengan nyawa!"

Sekarang, dia berhasil.

Putrinya, anak yang begitu manis dan penurut, rela mendonorkan ginjalnya hanya demi mendapatkan sedikit saja cinta dari Galih.

Dia masih sangat kecil, baru lima tahun!

Dan kini dia mati di tangan Galih Gunawan dan Luna Wijaya!

Matanya terasa perih, tetapi tak setetes pun air mata yang keluar, seolah sudah kering.

Yang tersisa hanyalah tatapan kosong dan jenazah putrinya yang kaku di hadapannya.

Akhirnya, Maharani dimasukkan ke dalam tungku kremasi, dan abunya disimpan di dalam sebuah guci kecil.

Saat Sandi Nanda keluar dari rumah duka sambil memeluk guci abu Maharani, hujan deras tiba-tiba turun.

Seperti mayat hidup, Sandi berjalan menembus hujan sambil memeluk guci itu.

Seorang petugas rumah duka yang merasa kasihan menghampirinya dan menawarkan payung.

Tanpa menoleh, Sandi berjalan ke pinggir jalan, masuk ke dalam mobil, dan dengan hati-hati meletakkan guci abu Maharani di kursi sebelahnya. Kemudian, dia mengambil ponsel dan menelepon seseorang.

"Tolong cari tahu di mana Luna Wijaya dan anaknya sekarang."

Setelah menutup telepon, Sandi menoleh ke arah guci abu di kursi penumpang. Gumpalan kegilaan perlahan merayap di matanya.

Dia mengulurkan tangan, mengelus guci itu dengan lembut. "Rani, Sayang, tunggu Ibu sebentar lagi, ya. Sebentar lagi Ibu akan menyusulmu!"

Ponselnya berbunyi, sebuah pesan masuk.

Setelah membacanya, Sandi Nanda langsung menyalakan mesin mobil.

Putrinya yang malang meninggal karena infeksi pasca operasi, sementara Galih justru sedang asyik bermain komidi putar di taman hiburan bersama Luna dan putranya!

Semasa hidupnya, Maharani berkali-kali memohon pada ayahnya untuk diajak ke taman hiburan.

Beraninya mereka? Pantaskah mereka bahagia?!

Sandi Nanda menginjak pedal gas hingga ke dasar. Mobilnya melesat menembus hujan deras seperti anak panah yang lepas dari busurnya.

Tak lama, ia tiba di taman hiburan. Dari kejauhan, Sandi melihat Luna Wijaya berdiri di pinggir jalan sambil memegang payung dan menggandeng putranya, seolah sedang menunggu seseorang.

Matanya dipenuhi kebencian. Tanpa berpikir panjang, Sandi menginjak pedal gas lebih dalam dan menabrak lurus ke arah mereka!

Semua ini gara-gara Luna Wijaya!

Dulu, dialah yang membius Galih. Dialah yang menerima uang dari keluarga Gunawan untuk pergi ke luar negeri. Dan dialah yang kembali untuk terus mengganggu Galih, sambil menyebar fitnah tentangnya.

Dan sekarang, dia juga yang telah membunuh putrinya.

Setelah melakukan semua kejahatan itu, kenapa dia masih bisa hidup dengan tenang?

Luna hanya bisa menatap ngeri saat sebuah mobil melaju gila ke arahnya. Di balik kaca depan, dia melihat wajah Sandi Nanda yang bengis dan penuh amarah!

"Aaaah!" Luna menjerit ketakutan, mencoba menarik anaknya untuk menghindar.

Namun, mobil Sandi melaju terlalu kencang!

BRAKK!

Luna Wijaya dan Rangga Wijaya, yang tak sempat menghindar, terlempar ke udara sebelum jatuh terhempas dengan keras.

Melihat keduanya terkapar bersimbah darah, Sandi Nanda tersenyum lega bercampur gila.

Kemudian, tanpa jeda, dia segera memutar balik mobilnya.

Setelah menghukum pembunuh putrinya, kini saatnya dia menyusul sang buah hati.

Adapun Galih Gunawan, bukankah dia sangat peduli pada Luna dan anak itu?

Maka, biarkan dia hidup. Biarkan dia hidup untuk menanggung penderitaan karena kehilangan mereka!

Saat mobilnya melaju pergi, dia melihat sebuah Bentley hitam melesat gila ke arah Luna.

Ketika berpapasan, dia bisa melihat dengan jelas wajah panik Galih Gunawan di kursi pengemudi.

Galih juga melihatnya.

Sandi Nanda memberinya senyum penuh tantangan.

Setibanya di rumah pernikahan mereka, Sandi Nanda mengumpulkan semua barang kesayangan Maharani.

Jika dia membawa semua ini saat menemuinya, Maharani pasti akan sangat senang.

Setelah selesai, Sandi Nanda memotong selang gas, lalu menyalakan pemantik api!

DUARR!

Saat vila itu meledak, Sandi Nanda melihat ke luar jendela. Samar-samar dia melihat Galih Gunawan turun dari mobil dan berlari gila-gilaan mencoba masuk ke dalam.

Apa dia datang untuk menuntut balas?

Sayang sekali, dia tidak akan pernah punya kesempatan lagi.

Rani, jangan lari terlalu kencang, ya. Tunggu Ibu. Ibu datang menemuimu!

Bab Terakhir

Anda Mungkin Suka 😍

Pelacur Kakakku

Pelacur Kakakku

12.6k Dilihat · Selesai · Melody Raine
"Ucapin, Payton! Minta aku buat kamu klimaks dan kamu akan klimaks seperti belum pernah sebelumnya." Dia berjanji padaku. Saat dia mengatakannya, jarinya menelusuri segitiga kecil celana dalamku.
"Tolong, Jake. Sekarang. Buat aku klimaks." Aku memohon.
Payton selalu menjadi gadis baik sepanjang hidupnya. Dia hanya ingin keluar dari rumah ibu dan ayah tirinya dan menjalani hidupnya sendiri. Yang tidak dia duga adalah saudara tiri yang sudah lama hilang tiba-tiba muncul dalam hidup mereka dan menjadi teman sekamarnya. Memang benar dia adalah mantan Marinir dengan perut berotot, tapi dia juga seorang mekanik motor yang suka bicara kotor padanya. Kata-katanya membuat Payton bergetar dalam antisipasi, dan tangannya membuat tubuhnya berkedut dan kejang.
Pak Limbong, Nyonya telah meninggal. Kami turut berdukacita.

Pak Limbong, Nyonya telah meninggal. Kami turut berdukacita.

8.5k Dilihat · Sedang Diperbarui · Aji Pratama
Setelah kematiannya yang tragis, didorong oleh keputusasaan dan pengkhianatan, miliader yang dulu memburu balas dendam kini hanya bisa bersujud memohon ampun.
Dia pernah menjadi istrinya selama tiga tahun, namun takkan pernah bisa menyaingi cintanya selama sepuluh tahun terhadap wanita lain.
Sang Putri Hamil Kabur Usai Diceraikan

Sang Putri Hamil Kabur Usai Diceraikan

9.8k Dilihat · Sedang Diperbarui · Budi Santoso
Selama Tiga Tahun Menikah, Suaminya Selalu Menghilang Setiap Malam.

Ia bertahan dalam pernikahan tanpa cinta dan gairah selama tiga tahun, dengan keras kepala percaya bahwa suatu hari suaminya akan melihat nilainya. Namun, yang tidak pernah dia duga adalah malah menerima surat cerai darinya.

Akhirnya, dia mengambil keputusan: dia tidak menginginkan lelaki yang tidak mencintainya. Maka, di tengah malam yang pekat, dia pergi membawa serta janin dalam kandungannya.

Lima tahun kemudian, dia telah bertransformasi total. Ia kini adalah ahli bedah ortopedi terkemuka, seorang hacker tingkat atas, arsitek peraih medali emas di industri konstruksi, dan bahkan terungkap sebagai pewaris konglomerat triliunan rupiah. Semua identitas rahasianya berhasil terbongkar satu persatu.

Sampai suatu hari, seseorang membongkar fakta mengejutkan bahwa di sampingnya ada dua bocah berusia empat tahun yang wajahnya mirip sekali dengan bayi kembar naga-phoenix milik seorang CEO ternama.

Melihat sertifikat perceraian mereka, sang mantan suami tak bisa lagi duduk tenang. Dengan gegas dia memojokkan mantan istrinya, mendesaknya ke dinding, dan dengan suara bergetar penuh emosi dia bertanya, "Mantan istriku yang cantik, bukankah ini saatnya kau memberiku penjelasan?"
Cinta Terburu-buru Sang CEO

Cinta Terburu-buru Sang CEO

13.6k Dilihat · Sedang Diperbarui · Budi Santoso
Setelah pengantinnya kabur, dia terpaksa menikahi keluarga kaya raya dengan reputasi buruk, menjadi Nyonya Fajar. Saat hamil dua bulan, sang suami memberinya surat cerai dan pergi tanpa ampun. Bertahun-tahun kemudian, dia telah menjadi seorang selebriti yang bersinar, dikelilingi banyak pelamar. Melihat anak lelaki yang sangat tampan di dekatnya, pria itu tersenyum sinis: "Hei, putramu mirip sekali denganku!" "Kita sudah cerai!" hardik wanita itu, menahan amarah.
Mantan Istri yang Tak Terlupakan

Mantan Istri yang Tak Terlupakan

9.1k Dilihat · Sedang Diperbarui · Dewi Sartika
Momen paling memalukan dalam hidupku adalah ketika ayahku mengusir ibu dan aku keluar dari rumah. Setelah insiden itulah aku menerobos masuk ke dalam kehidupan Ari Limbong. Sejak saat itu, duniamu hancur berantakan, dan satu-satunya harapanku hanyalah menua bersamanya.

Dia melamarku, dan kuterima. Bagaimana mungkin aku menolak pria yang sudah lama kusukai? Dia menjelaskan dengan tegas bahwa hubungan kami hanya berdasarkan uang dan seks, dan aku tidak keberatan. Dalam pernikahan tanpa cinta itu, aku sudah puas hanya bisa berada di sampingnya.

Dia mengajukan gugatan cerai, dan kusetujui. Lima tahun pernikahan berakhir dalam satu hari. Aku merasa putus asa, dan hanya berharap untuk tidak pernah melihatnya lagi.

Setelahnya, dia berkata, "Sari, mari kita menikah lagi." Aku sama sekali tidak merasa apa-apa dan menjawab, "Pak Limbong, kurasa tidak ada yang perlu kita bicarakan selain urusan bisnis."

Dia meraih pinggangku dan berkata, "Kau yakin? Anak itu baru saja memanggilku Ayah!"
Perangkap Ace

Perangkap Ace

31.4k Dilihat · Selesai · Eva Zahan
Tujuh tahun yang lalu, Emerald Hutton meninggalkan keluarga dan teman-temannya untuk bersekolah di New York City, sambil memeluk hatinya yang hancur, demi melarikan diri dari satu orang saja. Sahabat kakaknya, yang telah ia cintai sejak hari dia menyelamatkannya dari para pengganggu saat berusia tujuh tahun. Hancur oleh anak laki-laki impiannya dan dikhianati oleh orang-orang yang dicintainya, Emerald belajar untuk mengubur kepingan hatinya di sudut terdalam ingatannya.

Hingga tujuh tahun kemudian, dia harus kembali ke kampung halamannya setelah menyelesaikan kuliahnya. Tempat di mana sekarang tinggal seorang miliarder berhati dingin, yang dulu hatinya yang mati pernah berdetak untuknya.

Terluka oleh masa lalunya, Achilles Valencian telah berubah menjadi pria yang ditakuti semua orang. Kehidupan yang membakar telah memenuhi hatinya dengan kegelapan tanpa dasar. Dan satu-satunya cahaya yang membuatnya tetap waras adalah Rosebud-nya. Seorang gadis dengan bintik-bintik dan mata pirus yang dia kagumi sepanjang hidupnya. Adik sahabatnya.

Setelah bertahun-tahun berjarak, ketika saatnya akhirnya tiba untuk menangkap cahayanya ke dalam wilayahnya, Achilles Valencian akan memainkan permainannya. Permainan untuk mengklaim apa yang menjadi miliknya.

Apakah Emerald akan mampu membedakan api cinta dan hasrat, serta pesona gelombang yang pernah membanjirinya untuk menjaga hatinya tetap aman? Atau dia akan membiarkan iblis itu memikatnya ke dalam perangkapnya? Karena tidak ada yang pernah bisa lolos dari permainannya. Dia mendapatkan apa yang dia inginkan. Dan permainan ini disebut...

Perangkap Ace.
Sang Profesor

Sang Profesor

17.2k Dilihat · Selesai · Mary Olajire
"Di tangan dan lututmu," dia memerintah.
Suaranya penuh dengan beban dan urgensi
dan aku segera menurut sebelum dia mengarahkan pinggulku.
Tubuh kami bertemu dengan irama yang keras dan marah.
Aku semakin basah dan panas saat mendengarkan suara kami bercinta.
"Sial, vaginamu gila."


Setelah satu malam panas dengan seorang pria asing yang dia temui di klub, Dalia Campbell tidak mengira akan bertemu Noah Anderson lagi. Kemudian Senin pagi tiba, dan orang yang masuk ke ruang kuliah sebagai dosen adalah pria asing dari klub itu. Ketegangan meningkat dan Dalia berusaha sekuat tenaga untuk menjauhinya karena dia tidak ingin terganggu oleh siapa pun atau apa pun - ada juga fakta bahwa dia benar-benar terlarang - tetapi ketika dia menjadi asisten dosennya, batasan hubungan dosen/mahasiswa mereka menjadi kabur.
Rayuan untuk Kakak Tiriku si Mafia

Rayuan untuk Kakak Tiriku si Mafia

8.6k Dilihat · Sedang Diperbarui · Aji Pratama
Pada hari tergelap dalam hidupku, aku bertemu dengan seorang pria yang sangat tampan di sebuah bar jalanan di Jakarta. Pria itu memiliki otot dada yang sangat menawan untuk disentuh. Kami melewatkan malam penuh gairah yang tak terlupakan, namun itu hanyalah hubungan satu malam, dan aku bahkan tidak tahu namanya.

Ketika aku kembali ke Bali dan melanjutkan karierku sebagai dokter, aku dipaksa untuk menghadiri pernikahan ibu angkatku — dan di sanalah dia berada. Kakak tiriku ternyata adalah partner satu malamku!

Jantungku hampir berhenti berdetak.

Keluarga ayah tiriku adalah dinasti yang sangat kaya dan berkuasa di Bali, terlibat dalam jaringan bisnis yang kompleks dan diselubungi misteri, termasuk nuansa gelap serta kekerasan.

Aku ingin menjauh dari siapa pun dari keluarga mafia tradisional Indonesia ini.

Tapi kakak tiriku tidak mau melepaskanku!

Dan sekarang, dia kembali ke Bali, mengelola bisnis keluarganya dengan efisiensi yang kejam. Dia adalah perpaduan berbahaya dari kalkulasi dingin dan daya tarik yang tak terbantahkan, menarikku ke dalam jalinan takdir yang tidak bisa kuhindari.

Secara naluri aku ingin menjauhi bahaya, menjauh darinya, tetapi takdir terus mendorongku kepadanya lagi dan lagi, dan aku kecanduan padanya di luar kendaliku. Seperti apa masa depan kami?
Bacalah bukunya.
Kesayangan CEO

Kesayangan CEO

1.9k Dilihat · Selesai · PageProfit Studio
Dalam sebuah persekongkolan, Gu Mengmeng menikahi kakak perempuan tertuanya, dan calon kakak iparnya menjadi seorang suami. Sejak saat itu, ia memulai kehidupan pernikahan yang harmonis setiap malam.
Dia adalah kaisar gelap yang ditakuti semua orang, dikabarkan kejam dan kejam, dan tegas, tetapi dia hanya memanjakannya tanpa hukum.
Suatu hari, reporter bertanya: "Nyonya Lu, apakah Anda memiliki sesuatu yang perlu ditakuti?"
Gu Mengmeng tidak meneteskan air mata di wajahnya.
Dia hanya takut pada dua hal sekarang.
Pertama, cium suamimu!
Kedua, suami tercinta setelah mematikan lampu!
Trilogi Efek Carrero

Trilogi Efek Carrero

3.3k Dilihat · Sedang Diperbarui · Leanne Marshall
Emma Anderson memiliki segalanya dalam hidupnya yang sudah terencana dengan baik. Dia memiliki pekerjaan sempurna di sebuah perusahaan besar di Manhattan yang memungkinkannya menjalani kehidupan yang tenang dan teratur. Hal ini sangat penting baginya, setelah masa kecil yang penuh dengan kenangan buruk, pelecehan, dan seorang ibu yang tidak berguna. Namun, ada satu masalah yang bisa menggagalkan semua yang dia pikir dia butuhkan dalam hidupnya. Promosinya membawanya langsung ke dalam pekerjaan dekat dengan Jacob Carrero, seorang miliarder muda, tampan, dan playboy dengan reputasi yang menakutkan sebagai pemain. Terjebak sebagai tangan kanannya, setiap saat dalam setiap hari, dia menyadari bahwa Jacob adalah tipe orang yang bisa membuatnya gila, dan bukan dalam arti yang baik. Seperti langit dan bumi, dia adalah segalanya yang bukan Emma. Impulsif, percaya diri, santai, dominan, dan menyenangkan, dengan sikap yang sangat santai terhadap seks kasual dan kencan. Jake adalah satu-satunya yang mampu menghancurkan eksterior dingin dan teratur Emma, yang tidak terpengaruh oleh sikap tertutup dan sopan santunnya, tetapi meskipun dia ingin, membiarkannya masuk adalah hal yang sangat berbeda. Masa lalu yang membuatnya waspada terhadap pria dan tidak ada keinginan untuk membiarkan satu pun cukup dekat untuk menyakitinya lagi, Jacob Carrero memiliki pekerjaan yang sulit. Dia bukan seseorang yang menerima jawaban TIDAK dan harus belajar bagaimana menembus jika dia menginginkan lebih dari topeng yang dia tunjukkan kepada dunia. Jake perlu menunjukkan padanya bahwa bahkan seseorang seperti dia bisa berubah ketika gadis yang penting itu berhasil menembus. Karakter yang seksi dan menyenangkan serta topik emosional yang mendalam. Mengandung beberapa konten dewasa dan bahasa yang matang.
Ayah Sahabat Terbaikku

Ayah Sahabat Terbaikku

40.3k Dilihat · Sedang Diperbarui · P.L Waites
Elona, yang berusia delapan belas tahun, sedang berada di ambang babak baru dalam hidupnya—tahun terakhirnya di SMA. Dia memiliki impian untuk menjadi model. Namun, di balik penampilan percaya dirinya, ada rahasia yang ia simpan—perasaan suka pada seseorang yang tak terduga—Pak Crane, ayah dari sahabatnya.

Tiga tahun lalu, setelah kehilangan istrinya secara tragis, Pak Crane, seorang pria yang sangat tampan, kini menjadi seorang miliarder pekerja keras, simbol kesuksesan dan rasa sakit yang tak terucapkan. Dunianya bersinggungan dengan Elona melalui sahabatnya, jalan yang mereka tinggali, dan persahabatannya dengan ayah Elona.

Suatu hari yang menentukan, sebuah kesalahan kecil mengubah segalanya. Elona secara tidak sengaja mengirimkan serangkaian foto yang agak terbuka kepada Pak Crane, yang seharusnya dikirimkan kepada sahabatnya. Saat dia duduk di meja rapat, Pak Crane menerima gambar-gambar tak terduga tersebut. Pandangannya tertahan di layar, dia harus membuat pilihan.

Apakah dia akan menghadapi pesan yang tidak disengaja itu, mempertaruhkan persahabatan yang rapuh dan mungkin membangkitkan emosi yang tak terduga?

Ataukah dia akan bergulat dengan keinginannya sendiri dalam diam, mencari cara untuk menavigasi wilayah yang belum terpetakan ini tanpa mengganggu kehidupan di sekitarnya?