Bunga Teratai dan Mayat: Aku Bangkit di Hari Kematianku

Bunga Teratai dan Mayat: Aku Bangkit di Hari Kematianku

Iwan Setiawan · Sedang Diperbarui · 114.0k Kata

1.2k
Populer
1.2k
Dilihat
0
Ditambahkan
Tambah ke Rak
Mulai Membaca
Bagikan:facebooktwitterpinterestwhatsappreddit

Pendahuluan

Ginjal putriku dicuri oleh suamiku dan wanita simpanannya, lalu ia dibunuh dengan kejam!
Hatiku hancur berdarah! Kesedihan dan kemarahan itu kuubah menjadi kekuatan untuk meledakkan diri bersama para pembunuh itu!
Namun, yang tak kusangka, setelah kematianku, aku justru terlahir kembali. Aku kembali ke masa di mana putriku masih hidup. Kali ini, aku akan mengubah takdir kami berdua dengan tanganku sendiri...

Bab 1

"Tolong, selamatkan putriku, aku mohon!"

Di koridor rumah sakit, Sandi Nanda, yang baru saja berhasil lolos dari para penculik, langsung ambruk berlutut begitu mendengar kabar kematian putrinya. Dia menangis histeris, membenturkan kepalanya ke lantai di hadapan dokter.

"Dia masih sangat kecil, tolong selamatkan dia, aku mohon...."

Para staf medis yang ada di sana ikut merasakan kepedihannya, mata mereka memerah menahan tangis.

Dokter kepala yang merawatnya menelan ludah dengan susah payah, lalu mengulurkan tangan untuk membantunya berdiri. "Bu Sandi, tolong tenang dulu. Infeksi pasca operasi yang dialami Maharani terlalu parah, komplikasi yang timbul sangat serius. Kami benar-benar sudah berusaha semaksimal mungkin!"

Sebenarnya, itu hanyalah infeksi biasa. Jika ditangani tepat waktu, gadis kecil itu bisa selamat.

Masalahnya, pihak rumah sakit sudah berkali-kali menghubungi ayah si anak, tetapi pria itu malah menuduh mereka penipu. Dia menganggap ini semua hanya sandiwara yang dirancang oleh istrinya dan menolak datang ke rumah sakit untuk menandatangani surat persetujuan tindakan.

Sementara itu, ibu si anak tidak bisa dihubungi sama sekali. Akhirnya, waktu terbaik untuk penyelamatan pun terlewatkan.

Namun, melihat kondisi ibu si anak sekarang sepertinya dia juga baru saja lolos dari maut dan mengalami penderitaan yang luar biasa.

Wanita yang berlutut di lantai itu tiba-tiba mengangkat kepalanya. Wajahnya yang bengkak dan penuh lebam ungu terlihat jelas oleh semua orang.

Dia menatap dokter dengan tajam. "Putriku selalu sehat. Operasi apa sebenarnya yang dia jalani sampai bisa mengalami infeksi seperti ini?"

"Apa Ibu tidak tahu? Maharani menjalani operasi donasi ginjal!" Dokter itu sedikit terkejut. Mungkinkah ibunya tidak tahu apa-apa?

Melihat raut duka yang mendalam di wajah wanita itu, sang dokter menghela napas. "Bu Sandi, kami turut berduka cita. Mohon tabah, ya. Maharani telah menjadi pahlawan kecil karena menyelamatkan nyawa orang lain. Sebaiknya Ibu segera mengurus jenazahnya untuk dikremasi di rumah duka, agar dia bisa beristirahat dengan tenang."

Mendengar itu, bulu mata Sandi Nanda bergetar. "Bolehkah saya tahu, siapa yang menandatangani surat persetujuan operasi?"

"Ayah kandungnya!"

Tubuh kurus Sandi Nanda terhuyung, nyaris jatuh tersungkur.

Benar-benar dia. Ternyata benar-benar dia!

Kukunya menancap dalam ke telapak tangan, kebencian membara di matanya.

Sandi Nanda menyeka air matanya dengan kasar, lalu bangkit dari lantai dan menggendong tubuh mungil putrinya yang sudah tak bernyawa.

"Bu Sandi..." Dokter itu bingung harus berkata apa untuk menghibur wanita yang putus asa ini. Dia hanya bisa berkata dengan kaku, "Anak yang diselamatkan oleh ginjal Maharani pasti akan hidup dengan baik untuknya. Anggap saja ini sebagai cara lain Maharani untuk tetap hidup di sisimu."

Sandi Nanda tersenyum getir. "Yang merampas ginjal putriku dan membunuhnya adalah anak haram suamiku. Apa menurut Anda aku bisa menganggapnya sebagai kenang-kenangan?"

Dokter itu langsung terdiam seribu bahasa.

Dia mengira sang ayah begitu mulia karena mengizinkan anaknya yang masih kecil mendonorkan ginjal. Ternyata kenyataannya...

Sandi Nanda tak lagi memedulikan ekspresi rumit di wajah dokter itu. Wajahnya yang basah oleh air mata dia tempelkan ke pipi dingin putrinya. "Rani, jangan takut, Sayang. Ibu akan segera menyusulmu!"

"Tunggu Ibu membalaskan dendam pada semua orang yang telah membunuhmu. Setelah itu, Ibu akan datang menemanimu!"

"Di kehidupan selanjutnya, jadilah putri Ibu lagi, ya. Tapi... kita cari Ayah yang lain!"


Di rumah duka, tubuh mungil Maharani terbaring di atas brankar, didorong menuju ruang kremasi.

Dia sangat kurus. Kain putih yang menutupi tubuhnya nyaris tidak menunjukkan lekukan apa pun.

Di sampingnya, Sandi Nanda mengenakan gaun panjang hitam. Rambutnya yang tergerai menutupi sebagian besar wajahnya yang lebam.

Pandangannya kosong dan putus asa, tertuju pada tubuh mungil putrinya. Tangannya yang kurus kering tak henti-hentinya menggenggam tangan kecil Maharani.

Dia teringat Maharani pernah bertanya, "Ibu, kenapa Ayah hanya mau menggandeng tangan Tante Luna dan Rangga, tapi tidak pernah mau menggandeng tanganku dan Ibu?"

"Apa karena aku perempuan dan Rangga laki-laki?"

"Maafkan Rani ya, Bu. Ini semua salah Rani. Coba saja Rani anak laki-laki, pasti Ayah akan lebih sayang padaku, dan lebih sayang pada Ibu juga."

Tante Luna yang dimaksud Maharani adalah cinta pertama Galih Gunawan, Luna Wijaya.

Lima tahun lalu, sebuah insiden membuat Sandi Nanda dan Galih Gunawan terpaksa melakukan hubungan terlarang. Tak lama kemudian, Sandi Nanda diketahui hamil. Mau tak mau, Galih Gunawan harus menikahinya.

Luna Wijaya, yang saat itu bertunangan dengan Galih, pergi ke luar negeri karena sakit hati. Sejak saat itu, Galih membenci Sandi Nanda sampai ke tulang sumsum.

Hingga lima tahun kemudian, Luna kembali ke Indonesia bersama Rangga, putranya yang lahir prematur dengan kelainan ginjal. Sambil menangis, dia memohon bantuan Galih, mengatakan dengan tegar bahwa dia tidak akan pernah kembali mengganggu kehidupan Galih dan Sandi jika bukan karena kondisi anaknya yang sangat parah. Melihat itu, kebencian Galih pada Sandi Nanda semakin menjadi-jadi, seolah ingin membunuhnya.

Sejak saat itu, Galih tak pernah lagi memandangnya, bahkan tak pernah menunjukkan wajah ramah pada Maharani.

Seluruh waktu dan kasih sayangnya dia curahkan untuk Luna dan putra mereka. Dia melakukan segala cara untuk mencari donor ginjal bagi anak itu.

Setiap kali Maharani mencoba mendekat, Galih akan membentaknya dengan wajah muram.

Sandi masih ingat, saat ulang tahun Galih belum lama ini, Maharani membuat kue kecil dengan tangannya sendiri, berharap bisa memakannya bersama sang ayah. Namun, Galih tidak pulang hingga larut malam.

Keesokan harinya, saat Galih pulang, Maharani dengan penuh harap membawakan kue itu padanya. Namun, Galih justru menepis kue itu hingga jatuh ke lantai.

Mendengar tangisan histeris Maharani, Sandi bergegas masuk, namun Galih malah mencekik lehernya dan mendorongnya ke dinding.

Mata pria itu merah menyala, menatapnya seolah dia adalah musuh bebuyutan.

Nadanya bengis dan kejam. "Sandi Nanda, kamu sudah mencelakai Rangga. Aku mau kalian membayarnya dengan nyawa!"

Sekarang, dia berhasil.

Putrinya, anak yang begitu manis dan penurut, rela mendonorkan ginjalnya hanya demi mendapatkan sedikit saja cinta dari Galih.

Dia masih sangat kecil, baru lima tahun!

Dan kini dia mati di tangan Galih Gunawan dan Luna Wijaya!

Matanya terasa perih, tetapi tak setetes pun air mata yang keluar, seolah sudah kering.

Yang tersisa hanyalah tatapan kosong dan jenazah putrinya yang kaku di hadapannya.

Akhirnya, Maharani dimasukkan ke dalam tungku kremasi, dan abunya disimpan di dalam sebuah guci kecil.

Saat Sandi Nanda keluar dari rumah duka sambil memeluk guci abu Maharani, hujan deras tiba-tiba turun.

Seperti mayat hidup, Sandi berjalan menembus hujan sambil memeluk guci itu.

Seorang petugas rumah duka yang merasa kasihan menghampirinya dan menawarkan payung.

Tanpa menoleh, Sandi berjalan ke pinggir jalan, masuk ke dalam mobil, dan dengan hati-hati meletakkan guci abu Maharani di kursi sebelahnya. Kemudian, dia mengambil ponsel dan menelepon seseorang.

"Tolong cari tahu di mana Luna Wijaya dan anaknya sekarang."

Setelah menutup telepon, Sandi menoleh ke arah guci abu di kursi penumpang. Gumpalan kegilaan perlahan merayap di matanya.

Dia mengulurkan tangan, mengelus guci itu dengan lembut. "Rani, Sayang, tunggu Ibu sebentar lagi, ya. Sebentar lagi Ibu akan menyusulmu!"

Ponselnya berbunyi, sebuah pesan masuk.

Setelah membacanya, Sandi Nanda langsung menyalakan mesin mobil.

Putrinya yang malang meninggal karena infeksi pasca operasi, sementara Galih justru sedang asyik bermain komidi putar di taman hiburan bersama Luna dan putranya!

Semasa hidupnya, Maharani berkali-kali memohon pada ayahnya untuk diajak ke taman hiburan.

Beraninya mereka? Pantaskah mereka bahagia?!

Sandi Nanda menginjak pedal gas hingga ke dasar. Mobilnya melesat menembus hujan deras seperti anak panah yang lepas dari busurnya.

Tak lama, ia tiba di taman hiburan. Dari kejauhan, Sandi melihat Luna Wijaya berdiri di pinggir jalan sambil memegang payung dan menggandeng putranya, seolah sedang menunggu seseorang.

Matanya dipenuhi kebencian. Tanpa berpikir panjang, Sandi menginjak pedal gas lebih dalam dan menabrak lurus ke arah mereka!

Semua ini gara-gara Luna Wijaya!

Dulu, dialah yang membius Galih. Dialah yang menerima uang dari keluarga Gunawan untuk pergi ke luar negeri. Dan dialah yang kembali untuk terus mengganggu Galih, sambil menyebar fitnah tentangnya.

Dan sekarang, dia juga yang telah membunuh putrinya.

Setelah melakukan semua kejahatan itu, kenapa dia masih bisa hidup dengan tenang?

Luna hanya bisa menatap ngeri saat sebuah mobil melaju gila ke arahnya. Di balik kaca depan, dia melihat wajah Sandi Nanda yang bengis dan penuh amarah!

"Aaaah!" Luna menjerit ketakutan, mencoba menarik anaknya untuk menghindar.

Namun, mobil Sandi melaju terlalu kencang!

BRAKK!

Luna Wijaya dan Rangga Wijaya, yang tak sempat menghindar, terlempar ke udara sebelum jatuh terhempas dengan keras.

Melihat keduanya terkapar bersimbah darah, Sandi Nanda tersenyum lega bercampur gila.

Kemudian, tanpa jeda, dia segera memutar balik mobilnya.

Setelah menghukum pembunuh putrinya, kini saatnya dia menyusul sang buah hati.

Adapun Galih Gunawan, bukankah dia sangat peduli pada Luna dan anak itu?

Maka, biarkan dia hidup. Biarkan dia hidup untuk menanggung penderitaan karena kehilangan mereka!

Saat mobilnya melaju pergi, dia melihat sebuah Bentley hitam melesat gila ke arah Luna.

Ketika berpapasan, dia bisa melihat dengan jelas wajah panik Galih Gunawan di kursi pengemudi.

Galih juga melihatnya.

Sandi Nanda memberinya senyum penuh tantangan.

Setibanya di rumah pernikahan mereka, Sandi Nanda mengumpulkan semua barang kesayangan Maharani.

Jika dia membawa semua ini saat menemuinya, Maharani pasti akan sangat senang.

Setelah selesai, Sandi Nanda memotong selang gas, lalu menyalakan pemantik api!

DUARR!

Saat vila itu meledak, Sandi Nanda melihat ke luar jendela. Samar-samar dia melihat Galih Gunawan turun dari mobil dan berlari gila-gilaan mencoba masuk ke dalam.

Apa dia datang untuk menuntut balas?

Sayang sekali, dia tidak akan pernah punya kesempatan lagi.

Rani, jangan lari terlalu kencang, ya. Tunggu Ibu. Ibu datang menemuimu!

Bab Terakhir

Anda Mungkin Suka 😍

Sang Profesor

Sang Profesor

17.3k Dilihat · Selesai · Mary Olajire
"Di tangan dan lututmu," dia memerintah.
Suaranya penuh dengan beban dan urgensi
dan aku segera menurut sebelum dia mengarahkan pinggulku.
Tubuh kami bertemu dengan irama yang keras dan marah.
Aku semakin basah dan panas saat mendengarkan suara kami bercinta.
"Sial, vaginamu gila."


Setelah satu malam panas dengan seorang pria asing yang dia temui di klub, Dalia Campbell tidak mengira akan bertemu Noah Anderson lagi. Kemudian Senin pagi tiba, dan orang yang masuk ke ruang kuliah sebagai dosen adalah pria asing dari klub itu. Ketegangan meningkat dan Dalia berusaha sekuat tenaga untuk menjauhinya karena dia tidak ingin terganggu oleh siapa pun atau apa pun - ada juga fakta bahwa dia benar-benar terlarang - tetapi ketika dia menjadi asisten dosennya, batasan hubungan dosen/mahasiswa mereka menjadi kabur.
Ayo! Mas Leng!

Ayo! Mas Leng!

599 Dilihat · Selesai · PageProfit Studio
Dia adalah "ayah baptis elektronik" paling terkenal di dunia, dia adalah seorang psikolog yang tidak diheralkan.
Dia berkata: "Garis hidup Anda begitu lama, itu berarti bahwa sumpah Anda dapat dilakukan untuk waktu yang lama, wanita yang Anda cintai akan sangat bahagia dan bahagia ..."
"Apakah Anda ingin menjadi wanita bahagia itu?" tanyanya. "
Dia pikir dia mencintainya, tapi itu masih konspirasi.
Pada hari pernikahan, cinta lama datang dan pergi, dan melihat dinginnya pria itu sendiri dalam sekejap, dan dia tahu bahwa cinta itu berakhir lagi.
Untuk melupakan rasa sakit, lupakan dia, dia mengeluarkan jam saku menghipnotis dirinya sendiri, menghapus semua kenangan tentang dia,
Tapi pria itu tidak membiarkannya pergi, "Wanita! Tidak peduli berapa kali kau melupakanku! Aku akan memanggil kembali cintamu untukku!
Mami, Papi Memintamu Kembali

Mami, Papi Memintamu Kembali

2k Dilihat · Selesai · I S M I
Binar Mentari menikah dengan Barra Atmadja,pria yang sangat berkuasa, namun hidupnya tidak bahagia karena suaminya selalu memandang rendah dirinya. Tiga tahun bersama membuat Binar meninggalkan suaminya dan bercerai darinya karena keberadaannya tak pernah dianggap dan dihina dihadapan semua orang. Binar memilih diam dan pergi.
Enam tahun kemudian, Binar kembali ke tanah air dengan dua anak kembar yang cerdas dan menggemaskan, sekarang dia telah menjadi dokter yang berbakat dan terkenal dan banyak pria hebat yang jatuh cinta padanya!
Mantan suaminya, Barra, sekarang menyesal dan ingin kembali pada pelukannya. Akankah Binar memaafkan sang mantan?
“Mami, Papi memintamu kembali? Apakah Mami masih mencintainya?”
Sang Putri Hamil Kabur Usai Diceraikan

Sang Putri Hamil Kabur Usai Diceraikan

10k Dilihat · Sedang Diperbarui · Budi Santoso
Selama Tiga Tahun Menikah, Suaminya Selalu Menghilang Setiap Malam.

Ia bertahan dalam pernikahan tanpa cinta dan gairah selama tiga tahun, dengan keras kepala percaya bahwa suatu hari suaminya akan melihat nilainya. Namun, yang tidak pernah dia duga adalah malah menerima surat cerai darinya.

Akhirnya, dia mengambil keputusan: dia tidak menginginkan lelaki yang tidak mencintainya. Maka, di tengah malam yang pekat, dia pergi membawa serta janin dalam kandungannya.

Lima tahun kemudian, dia telah bertransformasi total. Ia kini adalah ahli bedah ortopedi terkemuka, seorang hacker tingkat atas, arsitek peraih medali emas di industri konstruksi, dan bahkan terungkap sebagai pewaris konglomerat triliunan rupiah. Semua identitas rahasianya berhasil terbongkar satu persatu.

Sampai suatu hari, seseorang membongkar fakta mengejutkan bahwa di sampingnya ada dua bocah berusia empat tahun yang wajahnya mirip sekali dengan bayi kembar naga-phoenix milik seorang CEO ternama.

Melihat sertifikat perceraian mereka, sang mantan suami tak bisa lagi duduk tenang. Dengan gegas dia memojokkan mantan istrinya, mendesaknya ke dinding, dan dengan suara bergetar penuh emosi dia bertanya, "Mantan istriku yang cantik, bukankah ini saatnya kau memberiku penjelasan?"
Cinta Terburu-buru Sang CEO

Cinta Terburu-buru Sang CEO

13.7k Dilihat · Sedang Diperbarui · Budi Santoso
Setelah pengantinnya kabur, dia terpaksa menikahi keluarga kaya raya dengan reputasi buruk, menjadi Nyonya Fajar. Saat hamil dua bulan, sang suami memberinya surat cerai dan pergi tanpa ampun. Bertahun-tahun kemudian, dia telah menjadi seorang selebriti yang bersinar, dikelilingi banyak pelamar. Melihat anak lelaki yang sangat tampan di dekatnya, pria itu tersenyum sinis: "Hei, putramu mirip sekali denganku!" "Kita sudah cerai!" hardik wanita itu, menahan amarah.
Ketika Aku Mencintaimu

Ketika Aku Mencintaimu

1k Dilihat · Selesai · Yulinda Li
Cinta. Bolehkah seorang Shakila memperjuangkannya? Bertahan atas nama CINTA.
Bahagia. Meski terkadang, Shakila tahu untuk saat ini ia belum mendapatkan cinta.

Memperjuangkan cinta sepihaknya. Mengejar laki-laki yang telah memiliki seorang kekasih. Tapi, bukankah seseorang memiliki sebuah alasan ketika ia memutuskan untuk terus berjuang?

Shakila bukanlah seorang pelakor, namun tanpa sengaja sebuah peristiwa membuat dirinya dapat menikah dengan pria impiannya.
Tentu saja, hal tersebut merupakan sebuah keberuntungan baginya. Namun, berbanding terbalik dengan Delvin Arsalan Davendra. Bos Shakila itu menganggap jika pernikahannya adalah salah. Benar-benar salah. Tetapi, untuk saat ini ia tak mungkin menceraikan Shakila dengan cepatnya.

Lantas, bagaimana dengan saat yang akan datang? Apa Delvin masih menganggap jika pernikahannya adalah kesalahan? Atau malah sebaliknya?
Pak Limbong, Nyonya telah meninggal. Kami turut berdukacita.

Pak Limbong, Nyonya telah meninggal. Kami turut berdukacita.

8.6k Dilihat · Sedang Diperbarui · Aji Pratama
Setelah kematiannya yang tragis, didorong oleh keputusasaan dan pengkhianatan, miliader yang dulu memburu balas dendam kini hanya bisa bersujud memohon ampun.
Dia pernah menjadi istrinya selama tiga tahun, namun takkan pernah bisa menyaingi cintanya selama sepuluh tahun terhadap wanita lain.
Mantan Istri yang Tak Terlupakan

Mantan Istri yang Tak Terlupakan

9.3k Dilihat · Sedang Diperbarui · Dewi Sartika
Momen paling memalukan dalam hidupku adalah ketika ayahku mengusir ibu dan aku keluar dari rumah. Setelah insiden itulah aku menerobos masuk ke dalam kehidupan Ari Limbong. Sejak saat itu, duniamu hancur berantakan, dan satu-satunya harapanku hanyalah menua bersamanya.

Dia melamarku, dan kuterima. Bagaimana mungkin aku menolak pria yang sudah lama kusukai? Dia menjelaskan dengan tegas bahwa hubungan kami hanya berdasarkan uang dan seks, dan aku tidak keberatan. Dalam pernikahan tanpa cinta itu, aku sudah puas hanya bisa berada di sampingnya.

Dia mengajukan gugatan cerai, dan kusetujui. Lima tahun pernikahan berakhir dalam satu hari. Aku merasa putus asa, dan hanya berharap untuk tidak pernah melihatnya lagi.

Setelahnya, dia berkata, "Sari, mari kita menikah lagi." Aku sama sekali tidak merasa apa-apa dan menjawab, "Pak Limbong, kurasa tidak ada yang perlu kita bicarakan selain urusan bisnis."

Dia meraih pinggangku dan berkata, "Kau yakin? Anak itu baru saja memanggilku Ayah!"
Cinta Terlarang Dengan Istriku

Cinta Terlarang Dengan Istriku

1.4k Dilihat · Selesai · PageProfit Studio
Kakak ipar yang hijau, mengaduk-aduk pernikahan, He Wei menepuk pantatnya!
Tak disangka atau oleh pria kulit hitam yang ketahuan tertangkap kembali, menjadi kekasih kontraknya.
Empat tahun kemudian, dia kembali dengan mengbao yang luar biasa, tetapi menunggu berjam-jam dalam lingkaran kedok pria itu di lengannya.
"Apakah Anda membutuhkan pekerjaan?" Aku menawarkannya. "
"Apakah Anda membutuhkan seorang pria?" Saya bisa. "
"Apakah Anda membutuhkan ayah susu?" Saya. "
Dia Wei tidak tahan: "Keluar dari sini!" "
Bayi dengan lengannya bersenandung membuka mulutnya, ingin mengejar kaleng ibuku, kesulitan untuk menandatangani laris terjual terlebih dahulu! "
Seseorang penuh dengan garis hitam, apakah itu disebut koran?
Kesempatan Kedua Sang Miliarder

Kesempatan Kedua Sang Miliarder

15.5k Dilihat · Selesai · Nia Kas
McKenzie Peirce menyembunyikan masa lalunya dengan alasan tertentu. Dia malu dengan masa lalunya dan tidak ingin hal itu terbuka. Penyelamatnya adalah seseorang dari keluarga terkaya di Ardwell. Dia setuju untuk menikahi cucu penyelamatnya yang dingin dan jauh. Sedikit demi sedikit, Dimitri mulai terbuka, begitu juga dengan McKenzie. Ketika dia berpikir dia bisa mempercayainya, pihak ketiga masuk ke dalam kehidupan mereka dan membuat McKenzie tidak nyaman.

Jasmine Dupree, sahabat dan karyawan Dimitri, selalu mencintai Dimitri tanpa sepengetahuannya. Sahabat mereka, Grayson Paul dan Dimitri, tidak tahu bahwa kembalinya sahabat mereka akan mengakhiri pernikahannya. McKenzie dituduh mengkhianati Dimitri dan diusir, hanya untuk muncul kembali lima tahun kemudian sebagai dokter yang menyelamatkan nyawa sahabatnya, Grayson.

McKenzie mencoba menjauh, berjanji untuk menjauh dari Dimitri. Lima tahun berlalu dan dia masih membencinya karena mengkhianatinya, namun detail baru terungkap yang membuat Dimitri meragukan tuduhannya lima tahun lalu. Jasmine melihat kesempatan untuk mengacaukan McKenzie dan melakukannya, yang tidak diketahui Jasmine adalah bahwa Dimitri masih mencintai McKenzie dan dia masih istrinya. Dia tidak pernah menceraikannya meskipun McKenzie telah menandatangani surat cerai.

Ketika Dimitri mengetahui bahwa dia salah, dia merasa jijik dengan cara dia memperlakukannya dan mulai mencari jalan untuk kembali padanya. McKenzie Peirce di sisi lain tidak tahu bahwa dia akan diberi kesempatan kedua untuk cinta, dengan pria yang selalu dia cintai. Dengan sahabat dan keluarganya di sisinya, dia berniat untuk memenangkan kembali hati McKenzie, namun saat mereka mencoba membuat pernikahan kesempatan kedua mereka berhasil, masalah mulai muncul. Jasmine menolak untuk menyerah pada Dimitri.
Bapak Forbes

Bapak Forbes

17.5k Dilihat · Selesai · Mary D. Sant
"Menunduklah. Aku ingin melihat pantatmu saat aku menyetubuhimu."

Ya ampun! Kata-katanya membuatku terangsang sekaligus kesal. Dia masih sama seperti dulu, brengsek yang arogan dan bossy, selalu ingin segalanya sesuai keinginannya.

"Kenapa aku harus melakukan itu?" tanyaku, merasakan kakiku mulai lemas.

"Maaf kalau aku membuatmu berpikir kamu punya pilihan," katanya sebelum menarik rambutku dan mendorong tubuhku, memaksaku menunduk dan meletakkan tanganku di atas meja kerjanya.

Astaga. Itu membuatku tersenyum, dan membuatku semakin basah. Bryce Forbes jauh lebih kasar daripada yang kubayangkan.



Anneliese Starling bisa menggunakan setiap sinonim untuk kata kekejaman dalam kamus untuk menggambarkan bos brengseknya, dan itu masih belum cukup. Bryce Forbes adalah lambang kekejaman, tapi sayangnya juga lambang hasrat yang tak tertahankan.

Sementara ketegangan antara Anne dan Bryce mencapai tingkat yang tak terkendali, Anneliese harus berjuang untuk menahan godaan dan harus membuat pilihan sulit, antara mengikuti ambisi profesionalnya atau menyerah pada hasrat terdalamnya, karena batas antara kantor dan kamar hampir sepenuhnya hilang.

Bryce tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan untuk mengeluarkannya dari pikirannya. Untuk waktu yang lama, Anneliese Starling hanyalah gadis yang bekerja dengan ayahnya, dan kesayangan keluarganya. Tapi sayangnya bagi Bryce, dia telah menjadi wanita yang tak tergantikan dan provokatif yang bisa membuatnya gila. Bryce tidak tahu berapa lama lagi dia bisa menahan diri untuk tidak menyentuhnya.

Terlibat dalam permainan berbahaya, di mana bisnis dan kenikmatan terlarang saling terkait, Anne dan Bryce menghadapi garis tipis antara profesional dan pribadi, di mana setiap tatapan yang dipertukarkan, setiap provokasi, adalah undangan untuk menjelajahi wilayah berbahaya dan tak dikenal.
Boneka Iblis

Boneka Iblis

12.5k Dilihat · Selesai · Williane Kassia
Aku menambahkan satu jari lagi, merasakan ketegangannya meningkat saat jariku menjelajahi setiap inci vaginanya.

"Rileks, ya." Aku mencium bokong kirinya dan memutar jariku di dalamnya, lalu mendorongnya dengan keras.

"Ahh!"

Dia mengeluarkan erangan panas saat aku menyentuh titik sensitifnya, dan aku mendekati payudara kanannya, menandainya dengan gigitan dan hisapan. Aku ingin semua orang tahu besok bahwa dia sekarang punya seorang pria, pria yang akan menjadi satu-satunya pemiliknya. Setiap gerakannya akan kuketahui, hanya aku yang bisa memilikinya. Aku akan membunuh siapa pun yang berani mendekati boneka kecilku yang cantik ini.


Hidup Aurelia berubah drastis ketika dia dituduh salah membawa ganja di dalam ranselnya, dia dikirim ke Penjara Horizon yang terkenal, yang dikenal sebagai neraka di bumi. Di lingkungan di mana hukum dan ketertiban tampak seperti ilusi belaka, Aurelia mendapati dirinya dikelilingi oleh penjahat kejam dan bayangan menyeramkan yang mengintai di setiap sudut penjara.

Putus asa untuk bertahan hidup dan melarikan diri dari mimpi buruk ini, Aurelia menarik perhatian Iblis yang ditakuti, pemimpin tertinggi penjara itu. Dengan aura kekuasaan dan dominasi mutlaknya, Iblis melihatnya sebagai mangsa yang menggoda, bertekad untuk memilikinya sebagai miliknya. Saat dia berjuang untuk bertahan hidup di lingkungan di mana kekerasan merajalela, dia mendapati dirinya terlibat dalam permainan kucing dan tikus yang berbahaya dengan Iblis.

Di antara kegelapan penjara dan bayangan koridor, Aurelia berjuang untuk menjaga kemanusiaannya tetap utuh, bahkan saat dia mencoba mengubahnya menjadi boneka patuh. Di dunia di mana garis antara kebaikan dan kejahatan kabur, dia harus menemukan cara untuk menolak godaannya sebelum terlambat.

"Boneka Iblis" adalah kisah tentang keberanian, pengorbanan, dan penebusan di tempat di mana harapan adalah kemewahan langka dan bertahan hidup adalah perjuangan sehari-hari.