Bab [94] Cinta Monokrom Kakak

Pesawat mendarat dengan mulus. Aku tidak memberitahu Hakim Herman nomor penerbanganku, sebaliknya aku meminta Sinta Wijaya untuk menjemputku.

Aku berjalan perlahan keluar dari koridor bandara sambil menyeret koper. Dari kejauhan, aku sudah bisa melihat Sinta Wijaya melambaikan tangan ke arahku deng...

Masuk dan lanjutkan membaca