Bab [56]

Kemampuan menembakku jelas masih harus banyak diasah, panah pertama yang kulepaskan melenceng jauh dari sasaran.

Melihat itu, Indira Wijaya sama sekali tidak menertawakan aku. Dia justru sabar sekali mengarahkan. “Coba rileksin ototmu. Rasain arah angin sama jalur anak panah waktu meluncur. Begitu ...

Masuk dan lanjutkan membaca