Bab [97]

Aku mengangguk pelan. “Oke.”

Lalu aku jalan bersama Indira Wijaya masuk ke dalam hutan.

Makin lama, kami makin jauh dari tempat semula.

Tiba‑tiba Indira mengangkat tangan, memberi isyarat supaya aku diam dan tenang.

Tubuhnya sedikit merunduk.

Tangan kanannya dengan ringan menekan pelatuk busur ...

Masuk dan lanjutkan membaca