
Dokter Forensik Mawar
Wanda Tantomo · Sedang Diperbarui · 123.0k Kata
Pendahuluan
Tapi gadis bernama Nara itu balas menyerang: "Kalau aku tidak cocok jadi dokter forensik, kamu juga tidak pantas jadi polisi!"
Nara, dengan kata-katanya yang tajam, sering membuat Ferdi terdiam. Ferdi pikir, satu-satunya yang kuat dari gadis ini cuma mulutnya. Tim ini pasti bakal bubar!
Namun, Nara membuktikan dirinya dengan membawa jantung korban yang berdarah: "Siap rekam, Ferdi!" Ferdi menahan mual sambil memberi isyarat.
Yang membuatnya semakin terpukul: Nara yang terlihat lemah ternyata bertarung lebih garang darinya, sampai-sampai Ferdi sendiri hampir mundur. Dikira hanya kutu buku yang bisa membedah mayat, ternyata dia ahli menyusun strategi dan berbohong dengan meyakinkan!
Ketika atasan menawarkan untuk memindahkan Nara, Ferdi justru menghalangi: "Kalau perlu yang pergi, aku saja. Dia harus tetap di sini!"
Bab 1
Lapas Lima Semarang. Suara bariton Setyo Wibowo yang berat memecah keheningan di ruang interogasi yang pengap.
"Aku mabuk berat waktu itu. Di lantai bawah, aku melihat seorang gadis sedang menari di dekat jendela. Dia cantik sekali. Jantungku berdesir hebat. Didorong pengaruh alkohol, aku mendobrak masuk ke rumahnya ...."
"Mereka melarangku menyentuh gadis itu, jadi aku bunuh mereka semua. Saat gadis itu menangis di bawahku, aku merasakan kenikmatan yang belum pernah kurasakan sebelumnya."
Setyo Wibowo terkekeh pelan, tawa yang terdengar kosong. Jika diperhatikan saksama, tatapannya hampa, seolah jiwanya sedang tidak berada di sana, seperti orang yang terhipnotis.
Sebuah suara bening dan tenang menuntunnya menelusuri lorong ingatan.
"Kamu membunuh gadis itu juga, lalu meninggalkan rumahnya. Setelah itu?"
Setyo Wibowo memiringkan kepalanya, menyeringai lebar. "Aku melewati toko bunga, membeli seikat mawar, lalu pergi ke Gang Cikapundung, ke kediaman Keluarga Ramadhan."
"Terdengar suara piano dari dalam rumah itu. Aku masuk, mendorong pintu, dan aku melihat ... aku melihat ...." Suaranya tiba-tiba melemah. Keningnya berkerut dalam, seolah menahan sakit.
Nara Wijaya bertanya dengan nada lembut, "Apa yang kamu lihat? Jangan terburu-buru, ingat pelan-pelan."
Adegan malam itu berputar cepat di kepala Setyo Wibowo. Keraguan melintas di matanya, hingga sebuah ingatan yang teramat amis dan berdarah menyentaknya kembali pada kenyataan.
Sadar akan apa yang baru saja dia ucapkan, Setyo Wibowo menatap Nara Wijaya dengan tatapan horor. "Siapa kamu sebenarnya! Kenapa ingatanku bisa kau kendalikan!"
Nara Wijaya mengepalkan tangannya di bawah meja. Dia tidak menjawab. Dalam hati dia mengeluh, waktu hipnotisnya terlalu singkat. Selalu terputus di momen krusial.
Nara Wijaya menarik napas panjang, lalu bertanya lagi, "Setelah itu, apa yang terjadi pada Keluarga Ramadhan?"
Setyo Wibowo menendang meja dengan keras hingga bergetar. "Mana kutahu! Itu sudah lima tahun lalu, siapa peduli? Memangnya kau ingat apa yang kau lakukan lima tahun lalu?"
Tatapan Nara Wijaya datar, tanpa emosi sedikit pun. Tenang, seolah sedang menatap mayat. Seperti genangan air yang mematikan.
Setyo Wibowo, seorang terpidana mati yang sadis, entah mengapa merasa ciut nyalinya melihat ekspresi wanita itu.
Seorang sipir penjara berkata dengan ragu, "Ibu Wijaya, waktunya habis. Dia harus kembali ke sel."
Nara Wijaya bangkit berdiri, matanya tak lepas dari Setyo. "Kalau kau ingat sesuatu, sampaikan lewat sipir."
Setyo Wibowo meludah. "Tidak akan pernah."
"Tidak, kau pasti akan mengingatnya," ucap Nara Wijaya singkat.
Keluar dari gerbang Lapas Lima, sinar matahari Semarang yang terik jatuh menimpa tubuh Nara Wijaya, terasa berat. Dia mengembuskan napas kasar, membuang beban di dada. Ada kenangan yang memang terpahat begitu dalam, tak mungkin hilang.
Ponsel di saku blazernya terus bergetar. Nara melirik layar. Panggilan dari Pak Gunawan.
Dia mengangkatnya. "Halo, Pak Gunawan. Baik, saya mengerti. Saya akan segera melapor ke lokasi."
Sepuluh menit sebelumnya.
Ferdi Ramadhan keluar rumah hanya mengenakan pakaian tidur yang kusut. Rambutnya berantakan seperti sarang burung, dan dagunya dipenuhi sisa-sisa janggut yang belum dicukur berhari-hari akibat penyelidikan maraton.
Dia baru saja sampai di rumah dan tidur kurang dari satu jam.
Hujan deras mengguyur semalam. Takut merusak TKP, Ferdi membungkus sepatunya dengan plastik pelindung sebelum melangkah masuk ke area yang dibatasi garis polisi. Nada bicaranya sedingin es, "Korban kali ini kehilangan bagian tubuh apa?"
Ini sudah kasus pembunuhan keempat bulan ini. Modusnya mirip, tetapi tanpa titik temu yang jelas.
Tanggal tiga Oktober, laporan dari sebuah galeri seni. Korban ditemukan tewas tergantung di langit-langit dengan kedua telinga yang diiris hingga putus.
Lalu tanggal sepuluh, korban ditemukan di kawasan vila elit. Wajahnya dikuliti hidup-hidup hingga menyisakan daging merah, tergantung di pintu gerbang.
Tanggal tujuh belas, korban ditemukan tergantung dengan hidung yang dipotong.
Hari ini, tanggal dua puluh empat. Tepat satu minggu jaraknya. Kesamaan kasus ini hanya satu, korbannya perempuan, dimutilasi bagian wajahnya, lalu digantung.
Pelakunya sangat keji. Dokter forensik mengatakan bahwa semua korban dimutilasi dalam keadaan sadar sebelum akhirnya tewas.
Yang paling membuat Ferdi Ramadhan murka adalah kemampuan anti-investigasi si pembunuh yang sangat tinggi. Mereka sudah menyelidik begitu lama, tetapi bayangan pelaku pun tak terlihat, sementara korban terus bertambah.
Arif Hidayat, asistennya, berwajah pucat saat menjawab, "Kedua matanya, Pak. Mayatnya tergantung di pohon."
Ferdi Ramadhan mengernyit, berjalan perlahan mendekat. Rongga mata korban tampak kosong melompong, darah merah segar masih menetes satu demi satu ke tanah yang becek. Namun, dia tidak melihat ada tim medis di sana.
Bangun tidur dengan paksa, hasil nihil, ditambah tekanan dari atasan membuat sumbu emosinya memendek. "Mana dokter forensiknya? Kenapa jam segini belum sampai!"
Arif Hidayat menggeleng, sama bingungnya.
Tepat saat itu, ponsel Ferdi berdering. Pak Gunawan. Ini atasan langsungnya, mau tak mau dia harus menelan amarahnya. "Siap, Pak Gunawan. Ada perintah?"
Ferdi mengacak rambutnya yang sudah kusut, bersandar pada batang pohon tempat mayat itu tergantung, mendengarkan dengan wajah masam.
"Dokter forensik baru sebentar lagi sampai. Dia agak penakut, jadi tolong simpan dulu temperamen burukmu itu. Dia orang kiriman langsung dari Polda, pernah memecahkan Kasus Mutilasi 319. Perlakukan dia dengan baik, mengerti?"
Ferdi Ramadhan memijat pelipisnya, menyahut dengan nada setengah menyindir, "Pak Gunawan, Bapak tahu kan situasi kasus ini segenting apa? Bapak malah kirim anak baru? Siapa yang mau membimbingnya?"
"Apalagi ini posisi dokter forensik. Kalau dia menangis lihat mayat, siapa yang mau membujuknya?"
Hampir saja Ferdi kelepasan bicara, 'Kalau Bapak tidak bisa bantu memecahkan kasus, setidaknya jangan menambah beban kerja saya.'
"Polda mau memberinya kredit prestasi, itu urusan Polda. Jangan biarkan dia mengacau di sini."
Suara Pak Gunawan berubah serius, "Dia itu di tingkat nasional."
Ferdi mendengar seseorang memanggilnya. Dia memutar bola mata, memotong ucapan atasannya. "Pak Gunawan, ada petunjuk baru. Saya harus cek dulu." Dia mematikan sambungan.
Dua orang dari Unit Inafis dan IT berjalan mendekat.
Adi Nugroho, pria dengan wajah baby face yang penuh kekhawatiran, sungguh tidak terlihat seperti polisi.
"Pak Ferdi," lapor Adi, "Hujan semalam bikin kacau. Jejak kaki terlalu berantakan. Butuh waktu agak lama untuk memilah mana jejak pelaku dan mana yang bukan."
Bayu Wibowo, si ahli IT yang tampak kaku dengan potongan rambut cepak dan laptop di pelukan, bicara dengan nada datar, "Hutan kota ini tidak ada CCTV di bagian dalamnya. Beberapa hari ini pengunjung juga ramai. Melacaknya butuh waktu."
Adi Nugroho menghela napas panjang. "Ini sudah korban keempat. Kalau detail kasus ini bocor ke media, satu negara bisa gempar. Pelakunya pasti psikopat gila."
Ferdi Ramadhan menekan lidahnya ke bagian dalam pipi, menatap mayat di atasnya. Karena dokter forensik belum datang, mereka tidak berani menurunkan jenazah, takut ada bukti yang rusak.
Tatapannya mengeras, kilat kelam melintas di matanya. "Meski pelakunya jelmaan arwah penasaran sekalipun, akan kuseret dia keluar dari neraka paling dalam!"
Taman Naga Sumber adalah taman kota terbesar di Semarang. Di luar garis polisi, kerumunan warga sudah mulai terbentuk. Pelapornya adalah petugas kebersihan tua yang kini sedang dimintai keterangan oleh petugas lain.
Ferdi mengamati sekeliling. Kecuali area hutan kecil ini, Taman Naga Sumber sebenarnya dipenuhi CCTV.
Tiga korban sebelumnya dibunuh di tempat tersembunyi. Kali ini, pelaku memilih tempat yang relatif terbuka.
Apakah ini provokasi untuk polisi?
Tiba-tiba, Arif Hidayat berlari tergesa-gesa. "Pak Ferdi! Dokter forensik ... dokter forensiknya sudah datang, tapi ...."
Belum sempat Arif menyelesaikan kalimatnya, sosok Nara Wijaya sudah muncul dalam pandangan mereka.
Tingginya hanya sekitar 160 sentimeter, rambut pendek sebahu, dan wajahnya masih menyisakan sedikit lemak bayi yang membuatnya terlihat sangat muda. Namun, di balik wajah polos itu, tubuhnya terbentuk matang dan proporsional. Sepasang matanya yang hitam jernih memancarkan aura manja, seolah dia adalah tuan putri yang salah masuk tempat bermain.
Ferdi Ramadhan mengerutkan kening dalam-dalam, langsung menoleh pada Arif.
"Suruh dia pulang. Panggilkan dokter forensik yang lebih senior."
Bab Terakhir
#101 Bab [101] Kakak Senior
Terakhir Diperbarui: 3/10/2026#100 Bab [100] Rela
Terakhir Diperbarui: 5/21/2026#99 Bab [99] Merona
Terakhir Diperbarui: 5/21/2026#98 Bab [98] Memarahi
Terakhir Diperbarui: 5/21/2026#97 Bab [97] Terluka
Terakhir Diperbarui: 5/21/2026#96 Bab [96] Tamparan
Terakhir Diperbarui: 5/21/2026#95 Bab [95] Sudah Menikah
Terakhir Diperbarui: 5/23/2026#94 Bab [94] Penguapan
Terakhir Diperbarui: 5/21/2026#93 Bab [93] Batas
Terakhir Diperbarui: 5/21/2026#92 Bab [92] Kecelakaan Mobil
Terakhir Diperbarui: 5/21/2026
Anda Mungkin Suka 😍
Kesempatan Kedua Sang Miliarder
Jasmine Dupree, sahabat dan karyawan Dimitri, selalu mencintai Dimitri tanpa sepengetahuannya. Sahabat mereka, Grayson Paul dan Dimitri, tidak tahu bahwa kembalinya sahabat mereka akan mengakhiri pernikahannya. McKenzie dituduh mengkhianati Dimitri dan diusir, hanya untuk muncul kembali lima tahun kemudian sebagai dokter yang menyelamatkan nyawa sahabatnya, Grayson.
McKenzie mencoba menjauh, berjanji untuk menjauh dari Dimitri. Lima tahun berlalu dan dia masih membencinya karena mengkhianatinya, namun detail baru terungkap yang membuat Dimitri meragukan tuduhannya lima tahun lalu. Jasmine melihat kesempatan untuk mengacaukan McKenzie dan melakukannya, yang tidak diketahui Jasmine adalah bahwa Dimitri masih mencintai McKenzie dan dia masih istrinya. Dia tidak pernah menceraikannya meskipun McKenzie telah menandatangani surat cerai.
Ketika Dimitri mengetahui bahwa dia salah, dia merasa jijik dengan cara dia memperlakukannya dan mulai mencari jalan untuk kembali padanya. McKenzie Peirce di sisi lain tidak tahu bahwa dia akan diberi kesempatan kedua untuk cinta, dengan pria yang selalu dia cintai. Dengan sahabat dan keluarganya di sisinya, dia berniat untuk memenangkan kembali hati McKenzie, namun saat mereka mencoba membuat pernikahan kesempatan kedua mereka berhasil, masalah mulai muncul. Jasmine menolak untuk menyerah pada Dimitri.
Putri Raja Judi: Kebangkitan Sang Putri
Perangkap Ace
Hingga tujuh tahun kemudian, dia harus kembali ke kampung halamannya setelah menyelesaikan kuliahnya. Tempat di mana sekarang tinggal seorang miliarder berhati dingin, yang dulu hatinya yang mati pernah berdetak untuknya.
Terluka oleh masa lalunya, Achilles Valencian telah berubah menjadi pria yang ditakuti semua orang. Kehidupan yang membakar telah memenuhi hatinya dengan kegelapan tanpa dasar. Dan satu-satunya cahaya yang membuatnya tetap waras adalah Rosebud-nya. Seorang gadis dengan bintik-bintik dan mata pirus yang dia kagumi sepanjang hidupnya. Adik sahabatnya.
Setelah bertahun-tahun berjarak, ketika saatnya akhirnya tiba untuk menangkap cahayanya ke dalam wilayahnya, Achilles Valencian akan memainkan permainannya. Permainan untuk mengklaim apa yang menjadi miliknya.
Apakah Emerald akan mampu membedakan api cinta dan hasrat, serta pesona gelombang yang pernah membanjirinya untuk menjaga hatinya tetap aman? Atau dia akan membiarkan iblis itu memikatnya ke dalam perangkapnya? Karena tidak ada yang pernah bisa lolos dari permainannya. Dia mendapatkan apa yang dia inginkan. Dan permainan ini disebut...
Perangkap Ace.
Cinta Manis dengan Suamiku Milyarder
Dalam sebuah wawancara, Sari mengaku masih single, menyebabkan sensasi besar.
"Nyonya Limbong bercerai" langsung melesat ke puncak trending search.
Semua orang tahu Ari Limbong adalah taktisi yang kejam.
Persis ketika semua orang mengira dia akan menyikat habis Sari, sebuah akun baru terdaftar memberi komentar di profil pribadi Sari: "Bersimpuh di lantai atau di hadapanku, pilih!"
Trilogi Efek Carrero
Gadis Gemerlap
Namun di luar dugaan, dia membalas dengan tamparan yang menyakitkan! Ternyata dia bergelar doktor dan adalah ilmuwan ternama. Dia juara catur nasional, investor jenius, legenda bela diri... Saat prestasi tak terbantahkan ini terungkap satu per satu, tak terhitung orang mengejarnya.
Sementara itu, Tuan Phillips, legenda bisnis yang dulu memandangnya dengan hina, kini panik: Itu istriku! Menyingkir kalian!
Mami, Papi Memintamu Kembali
Enam tahun kemudian, Binar kembali ke tanah air dengan dua anak kembar yang cerdas dan menggemaskan, sekarang dia telah menjadi dokter yang berbakat dan terkenal dan banyak pria hebat yang jatuh cinta padanya!
Mantan suaminya, Barra, sekarang menyesal dan ingin kembali pada pelukannya. Akankah Binar memaafkan sang mantan?
“Mami, Papi memintamu kembali? Apakah Mami masih mencintainya?”
Cinta Terburu-buru Sang CEO
Bapak Ryan
Dia mendekat dengan ekspresi gelap dan lapar,
begitu dekat,
tangannya meraih wajahku, dan dia menekan tubuhnya ke tubuhku.
Mulutnya mengambil milikku dengan rakus, sedikit kasar.
Lidahnya membuatku terengah-engah.
"Kalau kamu tidak ikut denganku, aku akan meniduri kamu di sini." Dia berbisik.
Katherine menjaga keperawanannya selama bertahun-tahun bahkan setelah dia berusia 18 tahun. Tapi suatu hari, dia bertemu dengan seorang pria yang sangat seksual, Nathan Ryan, di klub. Dia memiliki mata biru paling menggoda yang pernah dia lihat, dagu yang tegas, rambut pirang keemasan, bibir penuh, sempurna, dan senyum yang luar biasa, dengan gigi yang sempurna dan lesung pipit yang sialan itu. Sangat seksi.
Dia dan dia memiliki malam yang indah dan panas...
Katherine berpikir dia mungkin tidak akan bertemu pria itu lagi.
Tapi takdir punya rencana lain.
Katherine akan mengambil pekerjaan sebagai asisten seorang miliarder yang memiliki salah satu perusahaan terbesar di negara ini dan dikenal sebagai pria yang menaklukkan, otoritatif, dan sangat menggoda. Dia adalah Nathan Ryan!
Apakah Kate bisa menahan pesona pria yang menarik, kuat, dan menggoda ini?
Baca untuk mengetahui hubungan yang terombang-ambing antara kemarahan dan hasrat yang tak terkendali.
Peringatan: R18+, Hanya untuk pembaca dewasa.
Ayah Sahabat Terbaikku
Tiga tahun lalu, setelah kehilangan istrinya secara tragis, Pak Crane, seorang pria yang sangat tampan, kini menjadi seorang miliarder pekerja keras, simbol kesuksesan dan rasa sakit yang tak terucapkan. Dunianya bersinggungan dengan Elona melalui sahabatnya, jalan yang mereka tinggali, dan persahabatannya dengan ayah Elona.
Suatu hari yang menentukan, sebuah kesalahan kecil mengubah segalanya. Elona secara tidak sengaja mengirimkan serangkaian foto yang agak terbuka kepada Pak Crane, yang seharusnya dikirimkan kepada sahabatnya. Saat dia duduk di meja rapat, Pak Crane menerima gambar-gambar tak terduga tersebut. Pandangannya tertahan di layar, dia harus membuat pilihan.
Apakah dia akan menghadapi pesan yang tidak disengaja itu, mempertaruhkan persahabatan yang rapuh dan mungkin membangkitkan emosi yang tak terduga?
Ataukah dia akan bergulat dengan keinginannya sendiri dalam diam, mencari cara untuk menavigasi wilayah yang belum terpetakan ini tanpa mengganggu kehidupan di sekitarnya?
7 Malam dengan Tuan Black
"Apa yang kamu lakukan?" Dakota mencengkeram pergelangan tanganku sebelum mereka menyentuh tubuhnya.
"Menyentuhmu." Bisikan keluar dari bibirku dan aku melihat matanya menyipit padaku seolah aku telah menghinanya.
"Emara. Kamu tidak akan menyentuhku. Hari ini atau kapan pun."
Jari-jarinya yang kuat meraih tanganku dan menempatkannya dengan tegas di atas kepalaku.
"Aku di sini bukan untuk bercinta denganmu. Kita hanya akan bercinta."
Peringatan: Buku Dewasa 🔞
. . ......................................................................................................
Dakota Black adalah pria yang diselimuti karisma dan kekuasaan.
Tapi aku membuatnya menjadi monster.
Tiga tahun lalu, aku mengirimnya ke penjara. Secara tidak sengaja.
Dan sekarang dia kembali untuk membalas dendam padaku.
"Tujuh malam." Katanya. "Aku menghabiskan tujuh malam di penjara busuk itu. Aku memberimu tujuh malam untuk tinggal bersamaku. Tidur denganku. Dan aku akan membebaskanmu dari dosamu."
Dia berjanji untuk menghancurkan hidupku demi pemandangan yang bagus jika aku tidak mengikuti perintahnya.
Pelacur pribadinya, begitu dia memanggilku.
🔻KONTEN DEWASA🔻
Kesayangan CEO
Dia adalah kaisar gelap yang ditakuti semua orang, dikabarkan kejam dan kejam, dan tegas, tetapi dia hanya memanjakannya tanpa hukum.
Suatu hari, reporter bertanya: "Nyonya Lu, apakah Anda memiliki sesuatu yang perlu ditakuti?"
Gu Mengmeng tidak meneteskan air mata di wajahnya.
Dia hanya takut pada dua hal sekarang.
Pertama, cium suamimu!
Kedua, suami tercinta setelah mematikan lampu!












