Dokter Forensik Mawar

Dokter Forensik Mawar

Wanda Tantomo · Sedang Diperbarui · 123.0k Kata

990
Populer
993
Dilihat
0
Ditambahkan
Tambah ke Rak
Mulai Membaca
Bagikan:facebooktwitterpinterestwhatsappreddit

Pendahuluan

Tim khusus kedatangan anggota baru: gadis mungil yang terlihat rapuh. Ferdi kesal, ini bukan tempat bermain-main, dan menyuruhnya pindah tugas.

Tapi gadis bernama Nara itu balas menyerang: "Kalau aku tidak cocok jadi dokter forensik, kamu juga tidak pantas jadi polisi!"

Nara, dengan kata-katanya yang tajam, sering membuat Ferdi terdiam. Ferdi pikir, satu-satunya yang kuat dari gadis ini cuma mulutnya. Tim ini pasti bakal bubar!

Namun, Nara membuktikan dirinya dengan membawa jantung korban yang berdarah: "Siap rekam, Ferdi!" Ferdi menahan mual sambil memberi isyarat.

Yang membuatnya semakin terpukul: Nara yang terlihat lemah ternyata bertarung lebih garang darinya, sampai-sampai Ferdi sendiri hampir mundur. Dikira hanya kutu buku yang bisa membedah mayat, ternyata dia ahli menyusun strategi dan berbohong dengan meyakinkan!

Ketika atasan menawarkan untuk memindahkan Nara, Ferdi justru menghalangi: "Kalau perlu yang pergi, aku saja. Dia harus tetap di sini!"

Bab 1

Lapas Lima Semarang. Suara bariton Setyo Wibowo yang berat memecah keheningan di ruang interogasi yang pengap.

"Aku mabuk berat waktu itu. Di lantai bawah, aku melihat seorang gadis sedang menari di dekat jendela. Dia cantik sekali. Jantungku berdesir hebat. Didorong pengaruh alkohol, aku mendobrak masuk ke rumahnya ...."

"Mereka melarangku menyentuh gadis itu, jadi aku bunuh mereka semua. Saat gadis itu menangis di bawahku, aku merasakan kenikmatan yang belum pernah kurasakan sebelumnya."

Setyo Wibowo terkekeh pelan, tawa yang terdengar kosong. Jika diperhatikan saksama, tatapannya hampa, seolah jiwanya sedang tidak berada di sana, seperti orang yang terhipnotis.

Sebuah suara bening dan tenang menuntunnya menelusuri lorong ingatan.

"Kamu membunuh gadis itu juga, lalu meninggalkan rumahnya. Setelah itu?"

Setyo Wibowo memiringkan kepalanya, menyeringai lebar. "Aku melewati toko bunga, membeli seikat mawar, lalu pergi ke Gang Cikapundung, ke kediaman Keluarga Ramadhan."

"Terdengar suara piano dari dalam rumah itu. Aku masuk, mendorong pintu, dan aku melihat ... aku melihat ...." Suaranya tiba-tiba melemah. Keningnya berkerut dalam, seolah menahan sakit.

Nara Wijaya bertanya dengan nada lembut, "Apa yang kamu lihat? Jangan terburu-buru, ingat pelan-pelan."

Adegan malam itu berputar cepat di kepala Setyo Wibowo. Keraguan melintas di matanya, hingga sebuah ingatan yang teramat amis dan berdarah menyentaknya kembali pada kenyataan.

Sadar akan apa yang baru saja dia ucapkan, Setyo Wibowo menatap Nara Wijaya dengan tatapan horor. "Siapa kamu sebenarnya! Kenapa ingatanku bisa kau kendalikan!"

Nara Wijaya mengepalkan tangannya di bawah meja. Dia tidak menjawab. Dalam hati dia mengeluh, waktu hipnotisnya terlalu singkat. Selalu terputus di momen krusial.

Nara Wijaya menarik napas panjang, lalu bertanya lagi, "Setelah itu, apa yang terjadi pada Keluarga Ramadhan?"

Setyo Wibowo menendang meja dengan keras hingga bergetar. "Mana kutahu! Itu sudah lima tahun lalu, siapa peduli? Memangnya kau ingat apa yang kau lakukan lima tahun lalu?"

Tatapan Nara Wijaya datar, tanpa emosi sedikit pun. Tenang, seolah sedang menatap mayat. Seperti genangan air yang mematikan.

Setyo Wibowo, seorang terpidana mati yang sadis, entah mengapa merasa ciut nyalinya melihat ekspresi wanita itu.

Seorang sipir penjara berkata dengan ragu, "Ibu Wijaya, waktunya habis. Dia harus kembali ke sel."

Nara Wijaya bangkit berdiri, matanya tak lepas dari Setyo. "Kalau kau ingat sesuatu, sampaikan lewat sipir."

Setyo Wibowo meludah. "Tidak akan pernah."

"Tidak, kau pasti akan mengingatnya," ucap Nara Wijaya singkat.

Keluar dari gerbang Lapas Lima, sinar matahari Semarang yang terik jatuh menimpa tubuh Nara Wijaya, terasa berat. Dia mengembuskan napas kasar, membuang beban di dada. Ada kenangan yang memang terpahat begitu dalam, tak mungkin hilang.

Ponsel di saku blazernya terus bergetar. Nara melirik layar. Panggilan dari Pak Gunawan.

Dia mengangkatnya. "Halo, Pak Gunawan. Baik, saya mengerti. Saya akan segera melapor ke lokasi."


Sepuluh menit sebelumnya.

Ferdi Ramadhan keluar rumah hanya mengenakan pakaian tidur yang kusut. Rambutnya berantakan seperti sarang burung, dan dagunya dipenuhi sisa-sisa janggut yang belum dicukur berhari-hari akibat penyelidikan maraton.

Dia baru saja sampai di rumah dan tidur kurang dari satu jam.

Hujan deras mengguyur semalam. Takut merusak TKP, Ferdi membungkus sepatunya dengan plastik pelindung sebelum melangkah masuk ke area yang dibatasi garis polisi. Nada bicaranya sedingin es, "Korban kali ini kehilangan bagian tubuh apa?"

Ini sudah kasus pembunuhan keempat bulan ini. Modusnya mirip, tetapi tanpa titik temu yang jelas.

Tanggal tiga Oktober, laporan dari sebuah galeri seni. Korban ditemukan tewas tergantung di langit-langit dengan kedua telinga yang diiris hingga putus.

Lalu tanggal sepuluh, korban ditemukan di kawasan vila elit. Wajahnya dikuliti hidup-hidup hingga menyisakan daging merah, tergantung di pintu gerbang.

Tanggal tujuh belas, korban ditemukan tergantung dengan hidung yang dipotong.

Hari ini, tanggal dua puluh empat. Tepat satu minggu jaraknya. Kesamaan kasus ini hanya satu, korbannya perempuan, dimutilasi bagian wajahnya, lalu digantung.

Pelakunya sangat keji. Dokter forensik mengatakan bahwa semua korban dimutilasi dalam keadaan sadar sebelum akhirnya tewas.

Yang paling membuat Ferdi Ramadhan murka adalah kemampuan anti-investigasi si pembunuh yang sangat tinggi. Mereka sudah menyelidik begitu lama, tetapi bayangan pelaku pun tak terlihat, sementara korban terus bertambah.

Arif Hidayat, asistennya, berwajah pucat saat menjawab, "Kedua matanya, Pak. Mayatnya tergantung di pohon."

Ferdi Ramadhan mengernyit, berjalan perlahan mendekat. Rongga mata korban tampak kosong melompong, darah merah segar masih menetes satu demi satu ke tanah yang becek. Namun, dia tidak melihat ada tim medis di sana.

Bangun tidur dengan paksa, hasil nihil, ditambah tekanan dari atasan membuat sumbu emosinya memendek. "Mana dokter forensiknya? Kenapa jam segini belum sampai!"

Arif Hidayat menggeleng, sama bingungnya.

Tepat saat itu, ponsel Ferdi berdering. Pak Gunawan. Ini atasan langsungnya, mau tak mau dia harus menelan amarahnya. "Siap, Pak Gunawan. Ada perintah?"

Ferdi mengacak rambutnya yang sudah kusut, bersandar pada batang pohon tempat mayat itu tergantung, mendengarkan dengan wajah masam.

"Dokter forensik baru sebentar lagi sampai. Dia agak penakut, jadi tolong simpan dulu temperamen burukmu itu. Dia orang kiriman langsung dari Polda, pernah memecahkan Kasus Mutilasi 319. Perlakukan dia dengan baik, mengerti?"

Ferdi Ramadhan memijat pelipisnya, menyahut dengan nada setengah menyindir, "Pak Gunawan, Bapak tahu kan situasi kasus ini segenting apa? Bapak malah kirim anak baru? Siapa yang mau membimbingnya?"

"Apalagi ini posisi dokter forensik. Kalau dia menangis lihat mayat, siapa yang mau membujuknya?"

Hampir saja Ferdi kelepasan bicara, 'Kalau Bapak tidak bisa bantu memecahkan kasus, setidaknya jangan menambah beban kerja saya.'

"Polda mau memberinya kredit prestasi, itu urusan Polda. Jangan biarkan dia mengacau di sini."

Suara Pak Gunawan berubah serius, "Dia itu di tingkat nasional."

Ferdi mendengar seseorang memanggilnya. Dia memutar bola mata, memotong ucapan atasannya. "Pak Gunawan, ada petunjuk baru. Saya harus cek dulu." Dia mematikan sambungan.

Dua orang dari Unit Inafis dan IT berjalan mendekat.

Adi Nugroho, pria dengan wajah baby face yang penuh kekhawatiran, sungguh tidak terlihat seperti polisi.

"Pak Ferdi," lapor Adi, "Hujan semalam bikin kacau. Jejak kaki terlalu berantakan. Butuh waktu agak lama untuk memilah mana jejak pelaku dan mana yang bukan."

Bayu Wibowo, si ahli IT yang tampak kaku dengan potongan rambut cepak dan laptop di pelukan, bicara dengan nada datar, "Hutan kota ini tidak ada CCTV di bagian dalamnya. Beberapa hari ini pengunjung juga ramai. Melacaknya butuh waktu."

Adi Nugroho menghela napas panjang. "Ini sudah korban keempat. Kalau detail kasus ini bocor ke media, satu negara bisa gempar. Pelakunya pasti psikopat gila."

Ferdi Ramadhan menekan lidahnya ke bagian dalam pipi, menatap mayat di atasnya. Karena dokter forensik belum datang, mereka tidak berani menurunkan jenazah, takut ada bukti yang rusak.

Tatapannya mengeras, kilat kelam melintas di matanya. "Meski pelakunya jelmaan arwah penasaran sekalipun, akan kuseret dia keluar dari neraka paling dalam!"

Taman Naga Sumber adalah taman kota terbesar di Semarang. Di luar garis polisi, kerumunan warga sudah mulai terbentuk. Pelapornya adalah petugas kebersihan tua yang kini sedang dimintai keterangan oleh petugas lain.

Ferdi mengamati sekeliling. Kecuali area hutan kecil ini, Taman Naga Sumber sebenarnya dipenuhi CCTV.

Tiga korban sebelumnya dibunuh di tempat tersembunyi. Kali ini, pelaku memilih tempat yang relatif terbuka.

Apakah ini provokasi untuk polisi?

Tiba-tiba, Arif Hidayat berlari tergesa-gesa. "Pak Ferdi! Dokter forensik ... dokter forensiknya sudah datang, tapi ...."

Belum sempat Arif menyelesaikan kalimatnya, sosok Nara Wijaya sudah muncul dalam pandangan mereka.

Tingginya hanya sekitar 160 sentimeter, rambut pendek sebahu, dan wajahnya masih menyisakan sedikit lemak bayi yang membuatnya terlihat sangat muda. Namun, di balik wajah polos itu, tubuhnya terbentuk matang dan proporsional. Sepasang matanya yang hitam jernih memancarkan aura manja, seolah dia adalah tuan putri yang salah masuk tempat bermain.

Ferdi Ramadhan mengerutkan kening dalam-dalam, langsung menoleh pada Arif.

"Suruh dia pulang. Panggilkan dokter forensik yang lebih senior."

Bab Terakhir

Anda Mungkin Suka 😍

Cinta dan Nafsu: Skandal di Keluargaku

Cinta dan Nafsu: Skandal di Keluargaku

14.7k Dilihat · Sedang Diperbarui · Rangga Wijaya
Namaku Kevin. Di usia tiga puluh tahun, aku dikaruniai seorang istri yang baik, cantik, dan memesona, terkenal dengan tubuhnya yang menakjubkan, serta keluarga yang bahagia. Penyesalan terbesarku berawal dari sebuah kecelakaan mobil yang merusak ginjalku dan membuatku menjadi impoten. Meskipun berada di dekat istriku yang menggairahkan dan penuh hasrat, aku merasa tidak mampu mencapai ereksi.

Ibuku meninggal sejak aku kecil, dan ayahku yang baik hati serta kuat telah mengambil peran untuk merawat anak-anakku di rumah. Segala upaya dan obat-obatan telah kucoba untuk mengembalikan fungsi ereksiku yang normal, namun semuanya sia-sia. Suatu hari, saat berselancar di internet, tanpa sengaja aku menemukan literatur dewasa yang melibatkan hubungan antara ayah mertua dan menantu, yang tanpa kusadari langsung membuatku terpikat dan terangsang.

Berbaring di samping istriku yang sedang tidur dengan tenang, aku mulai membayangkan wajahnya pada karakter menantu dalam cerita itu, yang membuatku terangsang sampai tingkat yang luar biasa. Aku bahkan menemukan bahwa membayangkan istriku bersama ayahku sendiri saat aku memuaskan diri sendiri, terasa lebih memuaskan daripada bercinta dengannya secara langsung. Menyadari bahwa aku tanpa sengaja telah membuka kotak Pandora, aku mengakui bahwa tidak ada jalan kembali dari kegembiraan baru yang tak terkendali ini...
Setelah Bercinta di Mobil dengan CEO

Setelah Bercinta di Mobil dengan CEO

88.4k Dilihat · Sedang Diperbarui · Robert
Setelah dikhianati oleh pacarku, aku langsung beralih ke temannya, seorang CEO tampan dan kaya, dan tidur dengannya. Awalnya aku pikir itu hanya tindakan impulsif semalam saja, tapi aku tidak pernah menyangka bahwa CEO ini sudah lama tergila-gila padaku. Dia mendekati pacarku hanya karena aku...
Sang Profesor

Sang Profesor

17.1k Dilihat · Selesai · Mary Olajire
"Di tangan dan lututmu," dia memerintah.
Suaranya penuh dengan beban dan urgensi
dan aku segera menurut sebelum dia mengarahkan pinggulku.
Tubuh kami bertemu dengan irama yang keras dan marah.
Aku semakin basah dan panas saat mendengarkan suara kami bercinta.
"Sial, vaginamu gila."


Setelah satu malam panas dengan seorang pria asing yang dia temui di klub, Dalia Campbell tidak mengira akan bertemu Noah Anderson lagi. Kemudian Senin pagi tiba, dan orang yang masuk ke ruang kuliah sebagai dosen adalah pria asing dari klub itu. Ketegangan meningkat dan Dalia berusaha sekuat tenaga untuk menjauhinya karena dia tidak ingin terganggu oleh siapa pun atau apa pun - ada juga fakta bahwa dia benar-benar terlarang - tetapi ketika dia menjadi asisten dosennya, batasan hubungan dosen/mahasiswa mereka menjadi kabur.
Trilogi Efek Carrero

Trilogi Efek Carrero

3.3k Dilihat · Sedang Diperbarui · Leanne Marshall
Emma Anderson memiliki segalanya dalam hidupnya yang sudah terencana dengan baik. Dia memiliki pekerjaan sempurna di sebuah perusahaan besar di Manhattan yang memungkinkannya menjalani kehidupan yang tenang dan teratur. Hal ini sangat penting baginya, setelah masa kecil yang penuh dengan kenangan buruk, pelecehan, dan seorang ibu yang tidak berguna. Namun, ada satu masalah yang bisa menggagalkan semua yang dia pikir dia butuhkan dalam hidupnya. Promosinya membawanya langsung ke dalam pekerjaan dekat dengan Jacob Carrero, seorang miliarder muda, tampan, dan playboy dengan reputasi yang menakutkan sebagai pemain. Terjebak sebagai tangan kanannya, setiap saat dalam setiap hari, dia menyadari bahwa Jacob adalah tipe orang yang bisa membuatnya gila, dan bukan dalam arti yang baik. Seperti langit dan bumi, dia adalah segalanya yang bukan Emma. Impulsif, percaya diri, santai, dominan, dan menyenangkan, dengan sikap yang sangat santai terhadap seks kasual dan kencan. Jake adalah satu-satunya yang mampu menghancurkan eksterior dingin dan teratur Emma, yang tidak terpengaruh oleh sikap tertutup dan sopan santunnya, tetapi meskipun dia ingin, membiarkannya masuk adalah hal yang sangat berbeda. Masa lalu yang membuatnya waspada terhadap pria dan tidak ada keinginan untuk membiarkan satu pun cukup dekat untuk menyakitinya lagi, Jacob Carrero memiliki pekerjaan yang sulit. Dia bukan seseorang yang menerima jawaban TIDAK dan harus belajar bagaimana menembus jika dia menginginkan lebih dari topeng yang dia tunjukkan kepada dunia. Jake perlu menunjukkan padanya bahwa bahkan seseorang seperti dia bisa berubah ketika gadis yang penting itu berhasil menembus. Karakter yang seksi dan menyenangkan serta topik emosional yang mendalam. Mengandung beberapa konten dewasa dan bahasa yang matang.
Gadis Gemerlap

Gadis Gemerlap

3.4k Dilihat · Sedang Diperbarui · Budi Santoso
Setelah bersatu kembali dengan orang tua kandungnya, Sari dikenal sebagai seorang pecundang. Di kuliahnya, dia menjilat, suka berkelahi, dan bolos setiap hari. Bahkan pertunangannya dengan keluarga Rahman putus akibat kehidupan pribadinya yang berantakan! Semua orang menanti kehancurannya.

Namun di luar dugaan, dia membalas dengan tamparan yang menyakitkan! Ternyata dia bergelar doktor dan adalah ilmuwan ternama. Dia juara catur nasional, investor jenius, legenda bela diri... Saat prestasi tak terbantahkan ini terungkap satu per satu, tak terhitung orang mengejarnya.

Sementara itu, Tuan Phillips, legenda bisnis yang dulu memandangnya dengan hina, kini panik: Itu istriku! Menyingkir kalian!
Anak Sambung? Sang Putri Palsu Kembali ke Pangkuan Konglomerat Triliunan

Anak Sambung? Sang Putri Palsu Kembali ke Pangkuan Konglomerat Triliunan

11.1k Dilihat · Sedang Diperbarui · Aji Pratama
[Ada male lead, alur romance 1 point, alur karier 9 point]
Pada kehidupan sebelumnya, Ayu Hartatiberjuang mati-matian untuk mempertahankan apa yang disebut 'ikatan keluarga'. Ia bersaing sengit dengan putri kandung yang bangkit kembali, berusaha mencengkeram segalanya justru berakhir dengan kehilangan segalanya, dan mati penuh dendam.

Setelah terlahir kembali, ia memutuskan untuk melepaskan.
Siapa peduli! Ia tidak akan melayani lagi!
Dengan gesit ia membereskan koper dan mengosongkan tempatnya, pergi mencari orang tua kandungnya.
Dengan persiapan hati untuk menerima takdirnya, tapi ternyata! Ini tidak seperti yang ia bayangkan!
Bukannya katanya keluarganya miskin melarat dan tak punya apa-apa?
Lalu, dinding bata emas yang berkilauan di sekeliling ini apa ini!?

Bukannya katanya ayahnya seorang penjudi yang menghabiskan semua harta keluarga dan lelaki tak berguna?
Pria yang memiliki setengah dari bisnis properti dengan beberapa blok jalan ini, benarkah itu dia?!
Bukannya katanya ibunya seorang perempuan pemarah dengan reputasi buruk di lingkungannya?
Seniman opera legendaris yang tiketnya sangat sulit didapat ini, benarkah itu dia?!
Bukannya katanya kakak laki-lakinya seorang lajang miskin yang mengayuh becak?
Bos tambang minyak yang kaya raya karena menggali sumur minyak ini, benarkah itu dia?!

Putri kandung yang telah dicari keluarga Hartati selama delapan belas tahun akhirnya kembali.
Titan bisnis, Jason Hartati, menyatakan: "Aku memang ditakdirkan memuja anak perempuan! Hatiku gelisah jika sehari saja tidak melihat putriku!"
Seniman legendaris, Shinta Widodo, berseru: "Kekasih hatiku! Buah jiwaku! Beli saja apa pun yang Ayu inginkan!"
Raja minyak, Keven Hartati, menggeram: "Adik perempuanku bukanlah sembarang orang yang bisa kalian incar! Siapapun yang berani menginginkan adikku, minggirlah!"
Tiga Ayahku adalah Saudara

Tiga Ayahku adalah Saudara

14.2k Dilihat · Sedang Diperbarui · Libby Lizzie Loo Author
Serena sedang mencari satu malam bersama seorang Daddy Dom dan dia menemukan pria yang sempurna di sebuah klub seks. Daddy itu juga merasa telah menemukan kesempurnaan dan bergegas mencarinya setelah dia melarikan diri. Apa yang akan Serena lakukan ketika dia mengetahui bahwa Daddy ingin berbagi dirinya dengan teman-temannya? Apakah dia akan mundur atau justru terjun langsung?
Kesempatan Kedua Sang Miliarder

Kesempatan Kedua Sang Miliarder

15.5k Dilihat · Selesai · Nia Kas
McKenzie Peirce menyembunyikan masa lalunya dengan alasan tertentu. Dia malu dengan masa lalunya dan tidak ingin hal itu terbuka. Penyelamatnya adalah seseorang dari keluarga terkaya di Ardwell. Dia setuju untuk menikahi cucu penyelamatnya yang dingin dan jauh. Sedikit demi sedikit, Dimitri mulai terbuka, begitu juga dengan McKenzie. Ketika dia berpikir dia bisa mempercayainya, pihak ketiga masuk ke dalam kehidupan mereka dan membuat McKenzie tidak nyaman.

Jasmine Dupree, sahabat dan karyawan Dimitri, selalu mencintai Dimitri tanpa sepengetahuannya. Sahabat mereka, Grayson Paul dan Dimitri, tidak tahu bahwa kembalinya sahabat mereka akan mengakhiri pernikahannya. McKenzie dituduh mengkhianati Dimitri dan diusir, hanya untuk muncul kembali lima tahun kemudian sebagai dokter yang menyelamatkan nyawa sahabatnya, Grayson.

McKenzie mencoba menjauh, berjanji untuk menjauh dari Dimitri. Lima tahun berlalu dan dia masih membencinya karena mengkhianatinya, namun detail baru terungkap yang membuat Dimitri meragukan tuduhannya lima tahun lalu. Jasmine melihat kesempatan untuk mengacaukan McKenzie dan melakukannya, yang tidak diketahui Jasmine adalah bahwa Dimitri masih mencintai McKenzie dan dia masih istrinya. Dia tidak pernah menceraikannya meskipun McKenzie telah menandatangani surat cerai.

Ketika Dimitri mengetahui bahwa dia salah, dia merasa jijik dengan cara dia memperlakukannya dan mulai mencari jalan untuk kembali padanya. McKenzie Peirce di sisi lain tidak tahu bahwa dia akan diberi kesempatan kedua untuk cinta, dengan pria yang selalu dia cintai. Dengan sahabat dan keluarganya di sisinya, dia berniat untuk memenangkan kembali hati McKenzie, namun saat mereka mencoba membuat pernikahan kesempatan kedua mereka berhasil, masalah mulai muncul. Jasmine menolak untuk menyerah pada Dimitri.
Obsesi Dia.

Obsesi Dia.

2k Dilihat · Selesai · Sheridan Hartin
Dia membunuh tanpa ampun. Dia mencintai tanpa alasan. Dan tidak ada yang bisa menghentikannya untuk memilikinya.

Selama tiga tahun, pemimpin Mafia Conner O’Neill merasa ada yang mengawasinya. Sentuhan hantu di malam hari. Aroma parfum yang tertinggal di bantalnya. Kue hangat di ovennya. Kepala musuh yang dikirim ke depan pintunya, dibungkus dengan sutra berlumuran darah. Bukan rasa takut yang menggelitik perutnya—melainkan rasa penasaran. Seseorang mengawasinya. Seseorang yang mengenalnya. Seseorang yang membunuh untuknya.

Namanya Sage—dan dia telah menjadi bayangannya sejak malam ketika Conner tanpa sadar mencuri hatinya dengan peluru yang menembus otak pria lain. Baginya, itu adalah cinta pada pandangan pertama. Kekerasan. Indah. Tak terhindarkan. Dibesarkan dalam kegelapan, dimiliki oleh monster, Sage tidak pernah ditakdirkan untuk mencintai. Tapi Conner mengubah itu. Dan dia telah menjadi miliknya sejak saat itu, menunggu hari di mana dia bisa keluar dari bayang-bayang dan masuk ke dalam pelukannya.

Namun, pria yang memilikinya tidak akan melepaskan mainannya. Dan pria yang dicintainya tidak tahu bahwa dia ada—belum.

Dia sudah selesai menonton. Saatnya dia mengetahui kebenaran.

Dia miliknya. Dan dia akan membunuh siapa pun yang mencoba mengambilnya.
Rayuan untuk Kakak Tiriku si Mafia

Rayuan untuk Kakak Tiriku si Mafia

7.9k Dilihat · Sedang Diperbarui · Aji Pratama
Pada hari tergelap dalam hidupku, aku bertemu dengan seorang pria yang sangat tampan di sebuah bar jalanan di Jakarta. Pria itu memiliki otot dada yang sangat menawan untuk disentuh. Kami melewatkan malam penuh gairah yang tak terlupakan, namun itu hanyalah hubungan satu malam, dan aku bahkan tidak tahu namanya.

Ketika aku kembali ke Bali dan melanjutkan karierku sebagai dokter, aku dipaksa untuk menghadiri pernikahan ibu angkatku — dan di sanalah dia berada. Kakak tiriku ternyata adalah partner satu malamku!

Jantungku hampir berhenti berdetak.

Keluarga ayah tiriku adalah dinasti yang sangat kaya dan berkuasa di Bali, terlibat dalam jaringan bisnis yang kompleks dan diselubungi misteri, termasuk nuansa gelap serta kekerasan.

Aku ingin menjauh dari siapa pun dari keluarga mafia tradisional Indonesia ini.

Tapi kakak tiriku tidak mau melepaskanku!

Dan sekarang, dia kembali ke Bali, mengelola bisnis keluarganya dengan efisiensi yang kejam. Dia adalah perpaduan berbahaya dari kalkulasi dingin dan daya tarik yang tak terbantahkan, menarikku ke dalam jalinan takdir yang tidak bisa kuhindari.

Secara naluri aku ingin menjauhi bahaya, menjauh darinya, tetapi takdir terus mendorongku kepadanya lagi dan lagi, dan aku kecanduan padanya di luar kendaliku. Seperti apa masa depan kami?
Bacalah bukunya.