
Gairah Sang Dokter Duda
Selfie Hurtness · Selesai · 120.7k Kata
Pendahuluan
Ia sudah melupakan semua tentang cinta, nikmatnya bercinta dan apapun itu yang berhubungan dengan cinta dan wanita, hingga kemudian kedatangan mahasiswa koas baru periode ini begitu memporak-porandakan Adnan dengan luar biasa.
Gadis cantik dan manis itu terlampau jauh sebenarnya untuk dia jangkau, namun cinta membawanya datang sendiri pada Adnan.
Kejadian malam itu membuktikan bahwa sebenarnya cinta itu masih ada, bahwa akhirnya ia kembali bisa jatuh cinta.
Cover by @reistyaa
Bab 1
"Dokter, semua sudah siap!" lapor perawat OK itu ketika Adnan masuk ke dalam salah satu ruangan di OK itu.
"Baik," hanya itu yang Adnan ucapkan, ia segera masuk sambil memakai surgical mask-nya.
Adnan menatap obyek bedahnya hari ini, seorang gadis yang sudah terbaring di atas meja operasi. Beberapa petugas medis yang lain sudah bersiap untuk ikut turun bersamanya dalam operasi kali ini. Hari ini Adnan ada jadwal laparatomi, ia dan dia sudah berdiri di depan meja operasi. Ia menatap beberapa orang yang sudah siap dengan gown mereka masing-masing.
"Anestesi?"
"Clear!"
"Peralatan?"
"Clear!"
"Koas?"
"Clear!"
"Hari ini koas yang ikut siapa saja?" tanya Adnan sambil menatap beberapa orang yang ikut bersamanya.
"Redita Fernanda, Dok."
"Gilbert Situmorang, Dok."
Adnan hanya mengangguk pelan.
"Residen?"
"Toni Ardiyanto."
"Kendrick Bagaskara."
Adnan tidak berkata-kata lagi, ia hanya mengangguk pelan tanda paham siapa saja mahasiwa baik koas atau residen bedah yang bergabung dengannya hari ini.
"Scalpel, please!" guman Adnan tegas meminta senjatanya di siapkan.
Seorang perawat OK bergegas menyodorkan alat yang Adnan minta, ia bergegas memulai prosedur-prosedur pembedahan. Dengan lincah Adnan membuat sayatan di perut itu. Ia kemudian menatap gadis yang ada di hadapannya itu, salah seorang koas yang sedang menjalani stase bedah bersamanya.
"Pegang ini yang kuat, udah sarapan kan?" guman Adnan pada Redita sambil mempersilahkan gadis itu memegang langebeck yang sudah ia posisikan untuk menahan sayatan yang sudah ia buat itu.
Gadis itu mengangguk patuh. Dengan gugup ia mengikuti instruksi yang diberikan Adnan. Adnan bisa melihat dengan jelas tangan itu bergetar hebat, wajahnya pucat luar biasa dengan keringat dingin mengucur dari dahinya.
"Dek ... ditahan to! Kok kendor sih?" bentak Adnan ketika Redita tidak bisa menahan alat itu seperti apa yang ia instruksikan.
"Ba-baik, Dokter."
Adnan kembali serius dengan pekerjaannya. Namun ia masih belum puas dengan pekerjaan Redita, koas nya itu.
"Dek, kamu bisa nggak sih? Masa kayak gini aja nggak bisa? Gilbert gantiin Redita!" suara Adnan meninggi, ia menatap tajam ke arah gadis itu.
Gilbert menggantikan Redita yang tampak bergetar hebat itu. Adnan menatap sekilas Redita yang makin pucat itu, matanya memerah, membuat Adnan tertegun sejenak. Ada sebuah perasaan yang tiba-tiba menyeruak di relung hati Adnan yang paling dalam. Perasaan yang sudah sangat lama sekali tidak pernah muncul dalam diri Adnan. Kenapa ia menjadi iba pada sosok yang begitu pucat dan matanya memerah itu.
Adnan menghela nafas panjang, ia kemudian kembali fokus pada pekerjaannya, ia melupakan sejenak perasaan aneh yang tiba-tiba muncul itu. Ada apa dengan dirinya?
"Dek, lanjutkan! Jahit yang rapi," guman Adnan lalu melepas handscoon-nya dan melangkah keluar.
Ia melirik sekilas Redita yang menundukkan pandangannya itu. Namun Adnan terus melangkah meninggalkan para koas dan residennya melanjutkan pekerjaannya.
Ia bergegas melepas gown-nya dan mencuci bersih-bersih kedua tangannya. Pikirannya malah terpusat pada sosok Redita, koas periode ini yang menjalani stase bedah di bawah pengawasannya.
Kenapa ia jadi memikirkan gadis itu sih? Dia bahkan lebih muda dari anak sulungnya! Ada apa ini? Adnan bergegas menyambar snelinya dan melangkah keluar dari OK. Pikirannya melayang memikirkan sosok itu. Ada sebuah perasaan timbul dan menyeruak dalam hati Adnan, dia kenapa sih? Kenapa jadi seperti ini?
Adnan melangkah menuju ruangannya, hendak mengambil tas dan barang bawaannya. Ia masuk dan duduk di kursinya, memijit keningnya dengan gemas. Sejak awal memang ia sudah begitu terganggu dengan sosok Redita itu. Bukan karena anaknya menyebalkan atau banyak tingkah, melainkan karena hadirnya sosok itu membuat perasaan aneh yang sudah lama mati dalam diri Adnan kembali hidup.
Sebuah gairah yang sudah Adnan kesampingkan selama hampir lima tahun ini. Gairah yang sukses membuat Adnan selalu sakit kepala dan berakhir dengan ia menuntaskan semua gairha itu sendirian.
Dia tidak pernah lagi tertarik dengan siapapun sejak perceraiannya dengan sang mantan isteri. Rasa sakit yang mendalam itu benar-benar sudah membuat Adnan mati rasa, membuat ia trauma dengan wanita.
Namun Redita ... kenapa Adnan bisa langsung tertarik pada gadis belia dua puluh satu tahun itu? Ia harusnya tahu umur bukan? Dia mungkin seumuran dengan bapak gadis itu! Dan dia jatuh cinta pada gadis itu? Astaga, nyebut Nan ... nyebut!
Adnan bergegas bangkit dan melangkah keluar dari ruang prakteknya. Sudah jam pulang bukan? Dengan santai ia melangkah menuju parkiran. Ia melirik sekilas lift yang tampak dipenuhi beberapa orang di depannya itu, ahh ... mending lewat tangga saja, lebih sehat bukan?
Adnan membuka pintu tangga dan tersentak menemukan sosok itu tengah duduk di tangga sambil memeluk lututnya. Suara Isak terdengar oleh indera pendengaran Adnan. Dari snelli yang dipeluknya, Adnan tahu dia anak koas. Dan dari badge namanya ... astaga ini Redita? gadis yang sejak tadi menganggu pikirannya itu? Kenapa dia menangis?
Adnan menghela nafas panjang ia kemudian duduk tepat di samping gadis itu, gadis itu masih memeluk lututnya dan terisak.
"Baru satu stase aja udah nangis, bagaimana stase-stase selanjutnya?" guman Adnan lirih.
Sosok itu tersentak, ia mengangkat wajahnya dan buru-buru menyeka air matanya. Adnan dapat melihat dengan jelas air mata itu masih mengambang di pelupuk mata gadis itu.
"Do-dokter Adnan?" Redita tampak sangat terkejut, ia langsung terlihat salah tingkah.
"Iya, kenapa? Kamu nangisnya nggak gara-gara saya tadi kan?" tanya Adnan to the point.
"E-enggak kok, Dok."
"Yakin? Lha trus kenapa nangis di sini?" Adnan tersenyum kecut, ia percaya bahwa ada sesuatu yang terjadi pada sosok itu.
"Sa-saya ... sa-saya ...,"
"Daripada nangis di sini, mending ikut saya!" titah Adnan lalu bergegas bangkit.
"Gi-gimana, Dok?" untuk sekali lagi Redita tampak sangat terkejut.
"Ikut saya, kamu nggak budek kan? Atau perlu saya bawa ke poli THT?" tanya Adnan sambil tersenyum kecut.
"Ng-nggak perlu, Dok. Memangnya mau kemana?" Redita menatap Adnan takut-takut.
"Sudah ikut saja!" Adnan meraih tangan Redita, membawanya menuruni tangga darurat itu.
Redita tersentak luar biasa ketika tangan itu menyentuh dan menggenggam erat tangannya. Membawanya menuruni anak tangga dengan begitu lembut.
Jantungnya berdegup kencang, kenapa tiba-tiba konsulennya itu seperti ini? Dokter Adnan bukan tipe orang kurang ajar dan sok dekat dengan mahasiswanya. Terlebih pada mahasiswi, ia seperti jaga jarak dan menciptakan sekat diantara mereka. Lantas kenapa hari ini sosok dokter bedah senior itu begitu berbeda?
Redita hanya membisu, Dokter Adnan terus membawanya menuruni anak tangga, hingga kemudian dengan perlahan ia melepaskan genggamannya.
"Ikut saya, tengang saya tidak ada niat jahat, percayalah."
Redita menatap mata itu, mata itu begitu tajam namun begitu lembut dan hangat di mata Redita. Sorotnya seolah memberi rasa nyaman di hati Redita, ada apa dengan dirinya? Nggak mungkin kan dia jatuh cinta pada sosok konsulennya itu?
Redita mengikuti langkah konsulennya itu, ia tidak berkata-kata apapun. Diam membisu melangkah di belakang sosok Adnan Sanjaya itu. Kemana laki-laki itu hendak membawanya pergi?
Bab Terakhir
#114 Bab 114
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#113 Bab 113
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#112 Bab 112
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#111 Bab 111
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#110 Bab 110
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#109 Bab 109
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#108 Bab 108
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#107 Bab 107
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#106 Bab 106
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#105 Bab 105
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025
Anda Mungkin Suka 😍
Boneka Iblis
"Rileks, ya." Aku mencium bokong kirinya dan memutar jariku di dalamnya, lalu mendorongnya dengan keras.
"Ahh!"
Dia mengeluarkan erangan panas saat aku menyentuh titik sensitifnya, dan aku mendekati payudara kanannya, menandainya dengan gigitan dan hisapan. Aku ingin semua orang tahu besok bahwa dia sekarang punya seorang pria, pria yang akan menjadi satu-satunya pemiliknya. Setiap gerakannya akan kuketahui, hanya aku yang bisa memilikinya. Aku akan membunuh siapa pun yang berani mendekati boneka kecilku yang cantik ini.
Hidup Aurelia berubah drastis ketika dia dituduh salah membawa ganja di dalam ranselnya, dia dikirim ke Penjara Horizon yang terkenal, yang dikenal sebagai neraka di bumi. Di lingkungan di mana hukum dan ketertiban tampak seperti ilusi belaka, Aurelia mendapati dirinya dikelilingi oleh penjahat kejam dan bayangan menyeramkan yang mengintai di setiap sudut penjara.
Putus asa untuk bertahan hidup dan melarikan diri dari mimpi buruk ini, Aurelia menarik perhatian Iblis yang ditakuti, pemimpin tertinggi penjara itu. Dengan aura kekuasaan dan dominasi mutlaknya, Iblis melihatnya sebagai mangsa yang menggoda, bertekad untuk memilikinya sebagai miliknya. Saat dia berjuang untuk bertahan hidup di lingkungan di mana kekerasan merajalela, dia mendapati dirinya terlibat dalam permainan kucing dan tikus yang berbahaya dengan Iblis.
Di antara kegelapan penjara dan bayangan koridor, Aurelia berjuang untuk menjaga kemanusiaannya tetap utuh, bahkan saat dia mencoba mengubahnya menjadi boneka patuh. Di dunia di mana garis antara kebaikan dan kejahatan kabur, dia harus menemukan cara untuk menolak godaannya sebelum terlambat.
"Boneka Iblis" adalah kisah tentang keberanian, pengorbanan, dan penebusan di tempat di mana harapan adalah kemewahan langka dan bertahan hidup adalah perjuangan sehari-hari.
KEHAMILAN MANTAN ISTRI MILYARDER
Beberapa bulan kemudian Miselia mendapati dirinya hamil. Tiba-tiba Evan kembali datang dan mendeklarasikan jika Miselia adalah miliknya. Tetapi, Miselia yang kini menjadi ahli waris menolak kedatangan Evan, sang mantan suami.
Akankah CEO yang penuh teka-teki itu memenangkan cintanya kembali atau kebencian akan menang pada akhirnya?
Anak Sambung? Sang Putri Palsu Kembali ke Pangkuan Konglomerat Triliunan
Pada kehidupan sebelumnya, Ayu Hartatiberjuang mati-matian untuk mempertahankan apa yang disebut 'ikatan keluarga'. Ia bersaing sengit dengan putri kandung yang bangkit kembali, berusaha mencengkeram segalanya justru berakhir dengan kehilangan segalanya, dan mati penuh dendam.
Setelah terlahir kembali, ia memutuskan untuk melepaskan.
Siapa peduli! Ia tidak akan melayani lagi!
Dengan gesit ia membereskan koper dan mengosongkan tempatnya, pergi mencari orang tua kandungnya.
Dengan persiapan hati untuk menerima takdirnya, tapi ternyata! Ini tidak seperti yang ia bayangkan!
Bukannya katanya keluarganya miskin melarat dan tak punya apa-apa?
Lalu, dinding bata emas yang berkilauan di sekeliling ini apa ini!?
Bukannya katanya ayahnya seorang penjudi yang menghabiskan semua harta keluarga dan lelaki tak berguna?
Pria yang memiliki setengah dari bisnis properti dengan beberapa blok jalan ini, benarkah itu dia?!
Bukannya katanya ibunya seorang perempuan pemarah dengan reputasi buruk di lingkungannya?
Seniman opera legendaris yang tiketnya sangat sulit didapat ini, benarkah itu dia?!
Bukannya katanya kakak laki-lakinya seorang lajang miskin yang mengayuh becak?
Bos tambang minyak yang kaya raya karena menggali sumur minyak ini, benarkah itu dia?!
Putri kandung yang telah dicari keluarga Hartati selama delapan belas tahun akhirnya kembali.
Titan bisnis, Jason Hartati, menyatakan: "Aku memang ditakdirkan memuja anak perempuan! Hatiku gelisah jika sehari saja tidak melihat putriku!"
Seniman legendaris, Shinta Widodo, berseru: "Kekasih hatiku! Buah jiwaku! Beli saja apa pun yang Ayu inginkan!"
Raja minyak, Keven Hartati, menggeram: "Adik perempuanku bukanlah sembarang orang yang bisa kalian incar! Siapapun yang berani menginginkan adikku, minggirlah!"
Pelacur Kakakku
"Tolong, Jake. Sekarang. Buat aku klimaks." Aku memohon.
Payton selalu menjadi gadis baik sepanjang hidupnya. Dia hanya ingin keluar dari rumah ibu dan ayah tirinya dan menjalani hidupnya sendiri. Yang tidak dia duga adalah saudara tiri yang sudah lama hilang tiba-tiba muncul dalam hidup mereka dan menjadi teman sekamarnya. Memang benar dia adalah mantan Marinir dengan perut berotot, tapi dia juga seorang mekanik motor yang suka bicara kotor padanya. Kata-katanya membuat Payton bergetar dalam antisipasi, dan tangannya membuat tubuhnya berkedut dan kejang.
Ayah Presiden, ayo segera
Dengan tubuh yang patah, tetapi dalam sedih mereka tidak berdaya ketika kecelakaan mobil ...
Empat tahun kemudian, dia memiliki putra yang cantik dan suami nominal.
Karena anaknya mengalami masalah, dia tidak sengaja bertemu dengan pria pengganggu bernama Li Shengtian, dan sejak saat itu, dia terjerat dengan itu.
Pria itu tidak hanya menciumnya pada kesempatan pertama, tetapi dia bahkan mengambil hati putranya se seakan-sesering itu.
Hidupnya benar-benar dalam kesulitan karena penampilannya.
Ketika orang-orang munafik suaminya mendirikan runtuh, kekejaman saudara perempuan terekspos, orang tua dan penggemar kehidupan sedikit tidak terwujud, ingatannya, juga mulai berangsur pulih.
Bekas luka dilucuti lapisan demi lapisan, dia menemukan bahwa dia telah terbiasa dengan keberadaan pria itu, bahkan jika semua orang meninggalkannya, hanya dia, masih ada untuk tidak meninggalkan ...
Sudah waktunya untuk menemukan suami untuk diri sendiri dan menemukan ayah kandungnya untuk anak anda!
Perangkap Ace
Hingga tujuh tahun kemudian, dia harus kembali ke kampung halamannya setelah menyelesaikan kuliahnya. Tempat di mana sekarang tinggal seorang miliarder berhati dingin, yang dulu hatinya yang mati pernah berdetak untuknya.
Terluka oleh masa lalunya, Achilles Valencian telah berubah menjadi pria yang ditakuti semua orang. Kehidupan yang membakar telah memenuhi hatinya dengan kegelapan tanpa dasar. Dan satu-satunya cahaya yang membuatnya tetap waras adalah Rosebud-nya. Seorang gadis dengan bintik-bintik dan mata pirus yang dia kagumi sepanjang hidupnya. Adik sahabatnya.
Setelah bertahun-tahun berjarak, ketika saatnya akhirnya tiba untuk menangkap cahayanya ke dalam wilayahnya, Achilles Valencian akan memainkan permainannya. Permainan untuk mengklaim apa yang menjadi miliknya.
Apakah Emerald akan mampu membedakan api cinta dan hasrat, serta pesona gelombang yang pernah membanjirinya untuk menjaga hatinya tetap aman? Atau dia akan membiarkan iblis itu memikatnya ke dalam perangkapnya? Karena tidak ada yang pernah bisa lolos dari permainannya. Dia mendapatkan apa yang dia inginkan. Dan permainan ini disebut...
Perangkap Ace.
Putri Raja Judi: Kebangkitan Sang Putri
Mantan Istri yang Tak Terlupakan
Dia melamarku, dan kuterima. Bagaimana mungkin aku menolak pria yang sudah lama kusukai? Dia menjelaskan dengan tegas bahwa hubungan kami hanya berdasarkan uang dan seks, dan aku tidak keberatan. Dalam pernikahan tanpa cinta itu, aku sudah puas hanya bisa berada di sampingnya.
Dia mengajukan gugatan cerai, dan kusetujui. Lima tahun pernikahan berakhir dalam satu hari. Aku merasa putus asa, dan hanya berharap untuk tidak pernah melihatnya lagi.
Setelahnya, dia berkata, "Sari, mari kita menikah lagi." Aku sama sekali tidak merasa apa-apa dan menjawab, "Pak Limbong, kurasa tidak ada yang perlu kita bicarakan selain urusan bisnis."
Dia meraih pinggangku dan berkata, "Kau yakin? Anak itu baru saja memanggilku Ayah!"
Sang Putri Hamil Kabur Usai Diceraikan
Ia bertahan dalam pernikahan tanpa cinta dan gairah selama tiga tahun, dengan keras kepala percaya bahwa suatu hari suaminya akan melihat nilainya. Namun, yang tidak pernah dia duga adalah malah menerima surat cerai darinya.
Akhirnya, dia mengambil keputusan: dia tidak menginginkan lelaki yang tidak mencintainya. Maka, di tengah malam yang pekat, dia pergi membawa serta janin dalam kandungannya.
Lima tahun kemudian, dia telah bertransformasi total. Ia kini adalah ahli bedah ortopedi terkemuka, seorang hacker tingkat atas, arsitek peraih medali emas di industri konstruksi, dan bahkan terungkap sebagai pewaris konglomerat triliunan rupiah. Semua identitas rahasianya berhasil terbongkar satu persatu.
Sampai suatu hari, seseorang membongkar fakta mengejutkan bahwa di sampingnya ada dua bocah berusia empat tahun yang wajahnya mirip sekali dengan bayi kembar naga-phoenix milik seorang CEO ternama.
Melihat sertifikat perceraian mereka, sang mantan suami tak bisa lagi duduk tenang. Dengan gegas dia memojokkan mantan istrinya, mendesaknya ke dinding, dan dengan suara bergetar penuh emosi dia bertanya, "Mantan istriku yang cantik, bukankah ini saatnya kau memberiku penjelasan?"
Cinta dan Nafsu: Skandal di Keluargaku
Ibuku meninggal sejak aku kecil, dan ayahku yang baik hati serta kuat telah mengambil peran untuk merawat anak-anakku di rumah. Segala upaya dan obat-obatan telah kucoba untuk mengembalikan fungsi ereksiku yang normal, namun semuanya sia-sia. Suatu hari, saat berselancar di internet, tanpa sengaja aku menemukan literatur dewasa yang melibatkan hubungan antara ayah mertua dan menantu, yang tanpa kusadari langsung membuatku terpikat dan terangsang.
Berbaring di samping istriku yang sedang tidur dengan tenang, aku mulai membayangkan wajahnya pada karakter menantu dalam cerita itu, yang membuatku terangsang sampai tingkat yang luar biasa. Aku bahkan menemukan bahwa membayangkan istriku bersama ayahku sendiri saat aku memuaskan diri sendiri, terasa lebih memuaskan daripada bercinta dengannya secara langsung. Menyadari bahwa aku tanpa sengaja telah membuka kotak Pandora, aku mengakui bahwa tidak ada jalan kembali dari kegembiraan baru yang tak terkendali ini...
Ayah Sahabat Terbaikku
Tiga tahun lalu, setelah kehilangan istrinya secara tragis, Pak Crane, seorang pria yang sangat tampan, kini menjadi seorang miliarder pekerja keras, simbol kesuksesan dan rasa sakit yang tak terucapkan. Dunianya bersinggungan dengan Elona melalui sahabatnya, jalan yang mereka tinggali, dan persahabatannya dengan ayah Elona.
Suatu hari yang menentukan, sebuah kesalahan kecil mengubah segalanya. Elona secara tidak sengaja mengirimkan serangkaian foto yang agak terbuka kepada Pak Crane, yang seharusnya dikirimkan kepada sahabatnya. Saat dia duduk di meja rapat, Pak Crane menerima gambar-gambar tak terduga tersebut. Pandangannya tertahan di layar, dia harus membuat pilihan.
Apakah dia akan menghadapi pesan yang tidak disengaja itu, mempertaruhkan persahabatan yang rapuh dan mungkin membangkitkan emosi yang tak terduga?
Ataukah dia akan bergulat dengan keinginannya sendiri dalam diam, mencari cara untuk menavigasi wilayah yang belum terpetakan ini tanpa mengganggu kehidupan di sekitarnya?
Putri Sang Kesatria
Saat ia berusaha mempertahankan hubungan mereka, pria itu membalasnya dengan tuduhan pedas — menyebutnya sebagai pencari untung yang tak peduli pada tanggung jawab dan kehormatan yang lebih besar.
Kini, tekadnya bulat. Dengan pedang terhunus dan hati yang teguh, ia menaiki kudanya dan pergi meninggalkan segalanya.
Sebagai putri seorang legenda, ia akan membuktikan pada dunia: seorang perempuan pun mampu memikul tanggung jawab keluarganya, dan menjadi seorang kesatria sejati — sekaligus pemimpin yang tangguh.
PUTRI SANG KESATRIA












