Pengantin Pengganti

Pengantin Pengganti

Miss Yulie 2 · Selesai · 418.7k Kata

483
Populer
1.5k
Dilihat
126
Ditambahkan
Tambah ke Rak
Mulai Membaca
Bagikan:facebooktwitterpinterestwhatsappreddit

Pendahuluan

Mentari si pengantin dadakan. Terpaksa menggantikan posisi Kakak kembarnya, Samantha yang hilang di hari pernikahan. Namun, menjadi pengantin dadakan tak cukup menyelesaikan masalah. Tidak ada cinta, tidak ada perlakuan istimewa. Hanya cemoohan dan hal menyakitkan yang Mentari dapat.

Arga, laki-laki baik yang seharusnya adalah Kakak ipar kepada Mentari, tetapi justru menjadi suami. Seketika menjelma sebagai sosok dingin tak tersentuh. Dia tidak pernah ikhlas dengan kenyataan bahwa Samantha hilang dan digantikan oleh Mentari. Tak sehari pun waktu berlalu tanpa bayang mantan calon istrinya, tidak sekalipun memandang Mentari seperti sosok seharusnya. Tidak pernah ada cinta.

Bab 1

"Mantha, kamu pasti akan sangat cantik dalam balutan gaun putih ini. Coraknya indah, semua dirancang sangat luar biasa. Sempurna. Bikin aku makin nggak sabaran aja," ungkap Mentari. Tak berhenti ia memandang takjub pada pakaian panjang, berujung gelombang, mengembang indah di hadapannya. Pakaian itu dirancang menyerupai gaun-gaun khas putri kerajaan dalam negeri dongeng, dan coraknya dibuat mengikuti selera modern.

"Kamu pengin pakai gaun itu?" tanya Mantha menanggapi omongan adiknya.

Mentari sigap menggeleng. "Nggak. Aku cuma kagum."

"Kalau kamu pengin, nggak apa-apa. Ambil gaun itu buat kamu."

Mentari tersenyum. "Mungkin, aku akan memakai gaun bercorak dan berukuran sama persis dengan milikmu. Tapi, nanti. Ketika jodohku sudah tiba. Tentunya pula bukan gaun ini."

Mantha hanya menatap sekilas Mentari. "Kenapa nggak pakai baju pengantin itu saja. Aku nggak tertarik memakainya."

Mentari terdiam. Dia tak berniat lagi membalas omongan kakaknya. Mantha memang begitu, semakin diladeni, semakin melantur.

Untuk menghindari omongan sang kakak yang kian menyimpang dan nyaris tak masuk akal, Mentari memutuskan keluar dari kamar Mantha.

"Mantha, aku keluar. Nikmati baik-baik malam ini. Sebelum besok hari bahagiamu tiba," pesan Mentari kemudian menutup pintu kamar Mantha.

Itu hanyalah perbincangan singkat tadi malam. Dan pagi ini perbincangan itu tak lagi berlanjut. Karena pagi ini jauh lebih menggemparkan dibanding percakapan melintur itu.

"Mentari, Mantha kabur!" Beberapa jam yang lalu Mama histeris mengaungkan kalimat ini.

Di ruang rias, Mentari menangis terisak. Bagaimana tidak? Tadi pagi Mantha dinyatakan hilang. Ia kabur dari jendela kamarnya. Apa motif Mantha, tidak ada yang tahu pasti. Yang jelas, cara Mantha cukup menjelaskan kalau dia tidak suka dengan pernikahannya. Pernikahan yang memang terjadi demi hutang budi keluarga. Orang tua Mantha dan Mentari, tepatnya Papa mereka berhutang saham kepada keluarga calon suami yang andai Mantha tidak kabur, detik ini telah menjadi suami Mantha.

Kaburnya sang kakak, membawa balada untuk Mentari. Dia dipaksa menjadi pengantin pengganti. Menggantikan posisi Mantha sebagai mempelai wanita hari ini.

Mentari sedih. Bukan karena menolak dinikahkan dengan mantan calon suami Mantha. Dia sedih karena hanya menjadi pihak yang bertanggung jawab, pihak pelarian saat di mana secara tidak langsung Mantha menolak menikah dengan calonnya.

"Sudahlah, Nak. Jangan menangis lagi," bujuk Mama. Entah sudah berapa kali beliau mengusap pundak Mentari. Berulang kali membawa Mentari ke pelukannya. Menenangkan Mentari.

Andai ujungnya harus begini. Kenapa tidak dari dulu Mantha menolak daripada tega mengorbankan Mentari untuk menutupi semua aibnya? Hidup memang tidak pernah adil, seadil timbangan neraca yang kalau kedua mangkuknya diisi dengan benda bervolume sama.

"Kenapa Mantha kabur, Ma?" tanya Mentari di tengah isak sendunya.

"Entahlah, Sayang. Dia nggak ninggalin apa pun. Sepucuk surat pun nggak ada," jawab Mama.

Mentari menyelisik parasnya di dasar pantulan cermin. Dia cantik seperti Mantha. Namun, dia tidak selalu seberuntung kakaknya. Terus saja begini. Setiap kali Mantha melakukan kesalahan dengan sendirinya kesalahan itu dilempar pada dirinya. Lagi-lagi, dia juga yang menanggung semua ketidaksukaan Mantha.

"Sudah waktunya, Sayang. Sebentar lagi lonceng gereja memanggil pengantin akan segera berbunyi." Mama menadahkan telapak tangannya ke hadapan Mentari.

Mau tidak mau, Mentari harus membalas uluran tangan Mama. Mungkin sepatutnya demikian. Mentari hidup di bawah bayang kesalahan Mantha. Tetapi, daripada semua itu, Mentari hanya khawatir hal-hal ini; bagaimana jika laki-laki yang seharusnya suami Mantha tidak menyukai dirinya? Bagaimana dia harus melanjutkan pernikahan yang tidak pernah diingini ini? Bagaimana jika dia tak menemukan setitik jejak kebahagiaan untuk dinikmati? Dan keresahan diiring tanya bagaimana yang lain.

Semua begitu gempar. Bahkan tanpa terasa kaki Mentari sudah menjejak di lantai pelataran gereja. Tinggal beberapa langkah lagi, maka sampailah dia di hadapan laki-laki mantan calon kakak iparnya yang dalam hitungan menit ke depan pula akan berpindah status menjadi suaminya.

"Jangan tegang," bisik Papa tepat di telinga Mentari.

Mentari mengangguk kecil. Dia lebih daripada tegang. Dia lebih cocok disebut resah bercampur takut.

Seharusnya Mentari lebih bijak dalam mengartikan omongan Mantha tadi malam. Seharusnya Mentari mengerti kalau maksud Mantha adalah hal ini; dia tidak menyukai pernikahannya. Namun berpulang, kenapa di acara malam perjodohan Mantha tidak menolak? Seharusnya saat itu Mantha menolak.

Mentari menatapi langkahnya yang terus menjejak mendekati altar. Sembari pula dia meratapi nasibnya yang tidak pernah sampai di garis keberuntungan. Belum apa-apa dia sudah melihat betapa perihnya bayangan kehidupan di depan sana.

"Kuserahkan putriku padamu." Akhirnya kalimat Papa terlontar begitu saja. Menyentak Mentari dari lamunan panjangnya. "Jagalah dia lebih baik daripada aku menjaganya. Cintailah dia lebih besar daripada aku mencintainya. Tuntun dia lebih pantas daripada aku menuntutnya. Berdirilah terus di sisinya. Peluk dia lebih dekap daripada aku memeluknya. Jangan biarkan sebulir air mata lolos tercurah dari salah satu atau kedua belah pipinya. Sebab dia putri yang kusayang."

Berakhirlah ucapan cinta tulus Papa, maka lepas pula genggamannya dari dekapan tangan Mentari. Kini, tangan Mentari berpindah haluan pada telapak tangan hangat. Walau hangat, telapak tangan itu tidak bisa berbohong kalau dia tetaplah menyirat dingin.

Sedikit demi sedikit, Mentari menegakkan kepala. Di depannya begitu kentara paras rupawan, mata biru sebiru laut dan menyala terang seterang mata kucing, rahang tegas kokoh mengukuhkan bahwa pemiliknya adalah manusia tampan setampan Pangeran Philip dalam dongeng Barbie Aurora. Tidak lupa tatanan rambut yang rapi dan stelan jas sedemikian rupa turut menambah kharisma laki-laki itu. Dan lagi-lagi diikuti kata tetapi; tidak ada senyum, tidak ada gurat kebahagiaan. Sedikit pun tidak.

Mentari dan mempelai laki-laki terus berjalan mengitari terpal merah hingga langkah mereka benar-benar tiba di altar, di hadapan pendeta—seorang hamba Tuhan—yang tengah tersenyum dengan sukacita. Mungkin si pendeta berpikir bahwa sepasang pengantin di depannya adalah dua sosok yang sedang diselimuti rasa bahagia.

Tidak ada basa-basi. Rangkaian acara demi rangkaian acara berjalan. Kini sampailah pada pengucapan janji suci oleh kedua mempelai.

"Di hadapan Tuhan, hamba-Nya dan jemaat-Nya yang kudus. Saya Arga Benjamin Wijaya Kusuma. Memilih dan menerima engkau Mentari Anindya Husein sebagai satu-satunya istriku yang sah. Berjanji setia dalam setiap keadaan. Pada waktu senang maupun susah, sehat maupun sakit, berkelimpahan maupun kekurangan. Untuk saling menghargai dan mengasihi. Bersedia membimbing dan mendidik anak yang dititipkan Tuhan sesuai dengan kehendak-Nya sampai maut memisahkan kita, seturut dengan hukum Allah yang kudus." Kalimat itu tercetus dari alat ucap mempelai pria; Arga.

"Di hadapan Tuhan, hamba-Nya dan jemaat-Nya yang kudus. Saya Mentari Anindya Husein. Memilih dan menerima engkau Arga Benjamin Wijaya Kusuma sebagai satu-satunya suamiku yang sah. Berjanji setia dalam setiap keadaan. Pada waktu senang maupun susah, sehat maupun sakit, berkelimpahan maupun kekurangan. Untuk saling menghargai dan mengasihi. Bersedia membimbing dan mendidik anak yang dititipkan Tuhan sesuai dengan kehendak-Nya sampai maut memisahkan kita, seturut dengan hukum Allah yang kudus." Ini pula giliran Mentari. Air mata yang sejak tadi menggenang di pelupuk mata dengan mudahnya mengucur menganak sungai di kedua pipi Mentari. Tidak pernah menyangka akan berakhir seperti ini masa lajangnya.

Ketika itu terdengar sorak-sorai para tamu. Semua mereka menggema, menyuarakan, "Cium ...! Cium ...! Cium ...!"

Dari ekor matanya, Mentari menatap nanar semua tamu. Kemudian dia melirik ke arah Arga. Tidak ada ungkapan apa pun, Arga segera mendaratkan sebuah kecup di bibir Mentari. Sedang Mentari hanya bisa mengikuti permainan Arga. Sejenak dia tepekur. Mencari jejak nyata pada hal yang baru saja dia rasakan; benda kenyal lembut sedikit berair menempel di bibirnya.

"Jangan berpikir barusan itu serius. Kita hanya sedang bermain peran di hadapan para penonton." Satu kalimat mencelos dari alat ucap Arga tentu berhasil merobohkan pertahanan Mentari.

Mentari termenung.

"Arga benar. Kami hanya sedang bersandiwara. Aku berdiri di sini tidak lebih dari pengantin pengganti. Pahlawan kesiangan yang hadir semata untuk menyelamatkan nama baik orang tuaku," gumam hati Mentari.

Kembali terdengar sorak riuh para tamu. Menggurat kebahagiaan di wajah mereka masing-masing. Padahal, mereka tidak tahu kalau pemandangan di altar sana bukanlah penampakan yang sebenarnya. Semua hanya tonil, sekadar permainan di atas panggung. Mentari dan Arga berhasil menipu semua orang tidak terkecuali dinding gereja yang turut menjadi saksi.


Noted:

Mari berkunjung ke novel terbaru saya. Judulnya, Dendam Termanis.

Bab Terakhir

Anda Mungkin Suka 😍

Pengantin Pengganti

Pengantin Pengganti

1.5k Dilihat · Selesai · Miss Yulie 2
Mentari si pengantin dadakan. Terpaksa menggantikan posisi Kakak kembarnya, Samantha yang hilang di hari pernikahan. Namun, menjadi pengantin dadakan tak cukup menyelesaikan masalah. Tidak ada cinta, tidak ada perlakuan istimewa. Hanya cemoohan dan hal menyakitkan yang Mentari dapat.

Arga, laki-laki baik yang seharusnya adalah Kakak ipar kepada Mentari, tetapi justru menjadi suami. Seketika menjelma sebagai sosok dingin tak tersentuh. Dia tidak pernah ikhlas dengan kenyataan bahwa Samantha hilang dan digantikan oleh Mentari. Tak sehari pun waktu berlalu tanpa bayang mantan calon istrinya, tidak sekalipun memandang Mentari seperti sosok seharusnya. Tidak pernah ada cinta.
Ayah Sahabat Terbaikku

Ayah Sahabat Terbaikku

40.1k Dilihat · Sedang Diperbarui · P.L Waites
Elona, yang berusia delapan belas tahun, sedang berada di ambang babak baru dalam hidupnya—tahun terakhirnya di SMA. Dia memiliki impian untuk menjadi model. Namun, di balik penampilan percaya dirinya, ada rahasia yang ia simpan—perasaan suka pada seseorang yang tak terduga—Pak Crane, ayah dari sahabatnya.

Tiga tahun lalu, setelah kehilangan istrinya secara tragis, Pak Crane, seorang pria yang sangat tampan, kini menjadi seorang miliarder pekerja keras, simbol kesuksesan dan rasa sakit yang tak terucapkan. Dunianya bersinggungan dengan Elona melalui sahabatnya, jalan yang mereka tinggali, dan persahabatannya dengan ayah Elona.

Suatu hari yang menentukan, sebuah kesalahan kecil mengubah segalanya. Elona secara tidak sengaja mengirimkan serangkaian foto yang agak terbuka kepada Pak Crane, yang seharusnya dikirimkan kepada sahabatnya. Saat dia duduk di meja rapat, Pak Crane menerima gambar-gambar tak terduga tersebut. Pandangannya tertahan di layar, dia harus membuat pilihan.

Apakah dia akan menghadapi pesan yang tidak disengaja itu, mempertaruhkan persahabatan yang rapuh dan mungkin membangkitkan emosi yang tak terduga?

Ataukah dia akan bergulat dengan keinginannya sendiri dalam diam, mencari cara untuk menavigasi wilayah yang belum terpetakan ini tanpa mengganggu kehidupan di sekitarnya?
Mantan Istri yang Tak Terlupakan

Mantan Istri yang Tak Terlupakan

9k Dilihat · Sedang Diperbarui · Dewi Sartika
Momen paling memalukan dalam hidupku adalah ketika ayahku mengusir ibu dan aku keluar dari rumah. Setelah insiden itulah aku menerobos masuk ke dalam kehidupan Ari Limbong. Sejak saat itu, duniamu hancur berantakan, dan satu-satunya harapanku hanyalah menua bersamanya.

Dia melamarku, dan kuterima. Bagaimana mungkin aku menolak pria yang sudah lama kusukai? Dia menjelaskan dengan tegas bahwa hubungan kami hanya berdasarkan uang dan seks, dan aku tidak keberatan. Dalam pernikahan tanpa cinta itu, aku sudah puas hanya bisa berada di sampingnya.

Dia mengajukan gugatan cerai, dan kusetujui. Lima tahun pernikahan berakhir dalam satu hari. Aku merasa putus asa, dan hanya berharap untuk tidak pernah melihatnya lagi.

Setelahnya, dia berkata, "Sari, mari kita menikah lagi." Aku sama sekali tidak merasa apa-apa dan menjawab, "Pak Limbong, kurasa tidak ada yang perlu kita bicarakan selain urusan bisnis."

Dia meraih pinggangku dan berkata, "Kau yakin? Anak itu baru saja memanggilku Ayah!"
Bermain Dengan Api

Bermain Dengan Api

13.7k Dilihat · Selesai · Mariam El-Hafi🔥
Dia menarikku ke depannya, dan aku merasa seperti sedang berhadapan dengan setan sendiri. Dia mendekatkan wajahnya ke arahku, begitu dekat hingga jika aku bergerak sedikit saja, kepala kami akan bertabrakan. Aku menelan ludah saat menatapnya dengan mata terbelalak, takut akan apa yang mungkin dia lakukan.

“Kita akan ngobrol sebentar lagi, oke?” Aku tidak bisa bicara, hanya bisa menatapnya dengan mata terbelalak sementara jantungku berdegup kencang. Aku hanya bisa berharap bukan aku yang dia incar.

Althaia bertemu dengan bos mafia berbahaya, Damiano, yang tertarik pada mata hijaunya yang besar dan polos, dan tidak bisa mengeluarkannya dari pikirannya. Althaia telah disembunyikan dari iblis berbahaya itu. Namun takdir membawanya kembali padanya. Kali ini, dia tidak akan pernah membiarkannya pergi lagi.
Pak Limbong, Nyonya telah meninggal. Kami turut berdukacita.

Pak Limbong, Nyonya telah meninggal. Kami turut berdukacita.

8.4k Dilihat · Sedang Diperbarui · Aji Pratama
Setelah kematiannya yang tragis, didorong oleh keputusasaan dan pengkhianatan, miliader yang dulu memburu balas dendam kini hanya bisa bersujud memohon ampun.
Dia pernah menjadi istrinya selama tiga tahun, namun takkan pernah bisa menyaingi cintanya selama sepuluh tahun terhadap wanita lain.
Kesayangan CEO

Kesayangan CEO

1.8k Dilihat · Selesai · PageProfit Studio
Dalam sebuah persekongkolan, Gu Mengmeng menikahi kakak perempuan tertuanya, dan calon kakak iparnya menjadi seorang suami. Sejak saat itu, ia memulai kehidupan pernikahan yang harmonis setiap malam.
Dia adalah kaisar gelap yang ditakuti semua orang, dikabarkan kejam dan kejam, dan tegas, tetapi dia hanya memanjakannya tanpa hukum.
Suatu hari, reporter bertanya: "Nyonya Lu, apakah Anda memiliki sesuatu yang perlu ditakuti?"
Gu Mengmeng tidak meneteskan air mata di wajahnya.
Dia hanya takut pada dua hal sekarang.
Pertama, cium suamimu!
Kedua, suami tercinta setelah mematikan lampu!
Dimanjakan oleh Miliarder setelah Dikhianati

Dimanjakan oleh Miliarder setelah Dikhianati

367.4k Dilihat · Sedang Diperbarui · FancyZ
Menikah selama empat tahun, Emily tetap tidak memiliki anak. Diagnosis rumah sakit membuat hidupnya terjun ke neraka. Tidak bisa hamil? Tapi suaminya jarang di rumah selama empat tahun ini, jadi bagaimana dia bisa hamil?
Emily dan suaminya yang miliarder berada dalam pernikahan kontrak; dia berharap bisa memenangkan cintanya melalui usaha. Namun, ketika suaminya muncul dengan seorang wanita hamil, dia putus asa. Setelah diusir, Emily yang tunawisma diambil oleh seorang miliarder misterius. Siapa dia? Bagaimana dia mengenal Emily? Yang lebih penting, Emily hamil.
Bapak Ryan

Bapak Ryan

131.9k Dilihat · Selesai · Mary D. Sant
"Apa yang tidak bisa kamu kendalikan malam ini?" Aku memberikan senyum terbaikku, bersandar di dinding.
Dia mendekat dengan ekspresi gelap dan lapar,
begitu dekat,
tangannya meraih wajahku, dan dia menekan tubuhnya ke tubuhku.
Mulutnya mengambil milikku dengan rakus, sedikit kasar.
Lidahnya membuatku terengah-engah.
"Kalau kamu tidak ikut denganku, aku akan meniduri kamu di sini." Dia berbisik.


Katherine menjaga keperawanannya selama bertahun-tahun bahkan setelah dia berusia 18 tahun. Tapi suatu hari, dia bertemu dengan seorang pria yang sangat seksual, Nathan Ryan, di klub. Dia memiliki mata biru paling menggoda yang pernah dia lihat, dagu yang tegas, rambut pirang keemasan, bibir penuh, sempurna, dan senyum yang luar biasa, dengan gigi yang sempurna dan lesung pipit yang sialan itu. Sangat seksi.

Dia dan dia memiliki malam yang indah dan panas...
Katherine berpikir dia mungkin tidak akan bertemu pria itu lagi.
Tapi takdir punya rencana lain.

Katherine akan mengambil pekerjaan sebagai asisten seorang miliarder yang memiliki salah satu perusahaan terbesar di negara ini dan dikenal sebagai pria yang menaklukkan, otoritatif, dan sangat menggoda. Dia adalah Nathan Ryan!

Apakah Kate bisa menahan pesona pria yang menarik, kuat, dan menggoda ini?
Baca untuk mengetahui hubungan yang terombang-ambing antara kemarahan dan hasrat yang tak terkendali.

Peringatan: R18+, Hanya untuk pembaca dewasa.
Cinta Manis dengan Suamiku Milyarder

Cinta Manis dengan Suamiku Milyarder

4.2k Dilihat · Sedang Diperbarui · Dewi Sartika
Setelah bertahun-tahun menghilang, Sari tiba-tiba mengumumkan comebacknya, membuat para penggemarnya menangis haru.
Dalam sebuah wawancara, Sari mengaku masih single, menyebabkan sensasi besar.
"Nyonya Limbong bercerai" langsung melesat ke puncak trending search.
Semua orang tahu Ari Limbong adalah taktisi yang kejam.
Persis ketika semua orang mengira dia akan menyikat habis Sari, sebuah akun baru terdaftar memberi komentar di profil pribadi Sari: "Bersimpuh di lantai atau di hadapanku, pilih!"
Setelah Bercinta di Mobil dengan CEO

Setelah Bercinta di Mobil dengan CEO

88.5k Dilihat · Sedang Diperbarui · Robert
Setelah dikhianati oleh pacarku, aku langsung beralih ke temannya, seorang CEO tampan dan kaya, dan tidur dengannya. Awalnya aku pikir itu hanya tindakan impulsif semalam saja, tapi aku tidak pernah menyangka bahwa CEO ini sudah lama tergila-gila padaku. Dia mendekati pacarku hanya karena aku...
Ayah Presiden, ayo segera

Ayah Presiden, ayo segera

856 Dilihat · Selesai · PageProfit Studio
Dia dikhianati oleh saudara tirinya dan secara tidak sengaja kehilangan dirinya dari seorang pria asing.
Dengan tubuh yang patah, tetapi dalam sedih mereka tidak berdaya ketika kecelakaan mobil ...
Empat tahun kemudian, dia memiliki putra yang cantik dan suami nominal.
Karena anaknya mengalami masalah, dia tidak sengaja bertemu dengan pria pengganggu bernama Li Shengtian, dan sejak saat itu, dia terjerat dengan itu.
Pria itu tidak hanya menciumnya pada kesempatan pertama, tetapi dia bahkan mengambil hati putranya se seakan-sesering itu.
Hidupnya benar-benar dalam kesulitan karena penampilannya.
Ketika orang-orang munafik suaminya mendirikan runtuh, kekejaman saudara perempuan terekspos, orang tua dan penggemar kehidupan sedikit tidak terwujud, ingatannya, juga mulai berangsur pulih.
Bekas luka dilucuti lapisan demi lapisan, dia menemukan bahwa dia telah terbiasa dengan keberadaan pria itu, bahkan jika semua orang meninggalkannya, hanya dia, masih ada untuk tidak meninggalkan ...
Sudah waktunya untuk menemukan suami untuk diri sendiri dan menemukan ayah kandungnya untuk anak anda!