
Pengantin Pengganti
Miss Yulie 2 · Selesai · 418.7k Kata
Pendahuluan
Arga, laki-laki baik yang seharusnya adalah Kakak ipar kepada Mentari, tetapi justru menjadi suami. Seketika menjelma sebagai sosok dingin tak tersentuh. Dia tidak pernah ikhlas dengan kenyataan bahwa Samantha hilang dan digantikan oleh Mentari. Tak sehari pun waktu berlalu tanpa bayang mantan calon istrinya, tidak sekalipun memandang Mentari seperti sosok seharusnya. Tidak pernah ada cinta.
Bab 1
"Mantha, kamu pasti akan sangat cantik dalam balutan gaun putih ini. Coraknya indah, semua dirancang sangat luar biasa. Sempurna. Bikin aku makin nggak sabaran aja," ungkap Mentari. Tak berhenti ia memandang takjub pada pakaian panjang, berujung gelombang, mengembang indah di hadapannya. Pakaian itu dirancang menyerupai gaun-gaun khas putri kerajaan dalam negeri dongeng, dan coraknya dibuat mengikuti selera modern.
"Kamu pengin pakai gaun itu?" tanya Mantha menanggapi omongan adiknya.
Mentari sigap menggeleng. "Nggak. Aku cuma kagum."
"Kalau kamu pengin, nggak apa-apa. Ambil gaun itu buat kamu."
Mentari tersenyum. "Mungkin, aku akan memakai gaun bercorak dan berukuran sama persis dengan milikmu. Tapi, nanti. Ketika jodohku sudah tiba. Tentunya pula bukan gaun ini."
Mantha hanya menatap sekilas Mentari. "Kenapa nggak pakai baju pengantin itu saja. Aku nggak tertarik memakainya."
Mentari terdiam. Dia tak berniat lagi membalas omongan kakaknya. Mantha memang begitu, semakin diladeni, semakin melantur.
Untuk menghindari omongan sang kakak yang kian menyimpang dan nyaris tak masuk akal, Mentari memutuskan keluar dari kamar Mantha.
"Mantha, aku keluar. Nikmati baik-baik malam ini. Sebelum besok hari bahagiamu tiba," pesan Mentari kemudian menutup pintu kamar Mantha.
Itu hanyalah perbincangan singkat tadi malam. Dan pagi ini perbincangan itu tak lagi berlanjut. Karena pagi ini jauh lebih menggemparkan dibanding percakapan melintur itu.
"Mentari, Mantha kabur!" Beberapa jam yang lalu Mama histeris mengaungkan kalimat ini.
Di ruang rias, Mentari menangis terisak. Bagaimana tidak? Tadi pagi Mantha dinyatakan hilang. Ia kabur dari jendela kamarnya. Apa motif Mantha, tidak ada yang tahu pasti. Yang jelas, cara Mantha cukup menjelaskan kalau dia tidak suka dengan pernikahannya. Pernikahan yang memang terjadi demi hutang budi keluarga. Orang tua Mantha dan Mentari, tepatnya Papa mereka berhutang saham kepada keluarga calon suami yang andai Mantha tidak kabur, detik ini telah menjadi suami Mantha.
Kaburnya sang kakak, membawa balada untuk Mentari. Dia dipaksa menjadi pengantin pengganti. Menggantikan posisi Mantha sebagai mempelai wanita hari ini.
Mentari sedih. Bukan karena menolak dinikahkan dengan mantan calon suami Mantha. Dia sedih karena hanya menjadi pihak yang bertanggung jawab, pihak pelarian saat di mana secara tidak langsung Mantha menolak menikah dengan calonnya.
"Sudahlah, Nak. Jangan menangis lagi," bujuk Mama. Entah sudah berapa kali beliau mengusap pundak Mentari. Berulang kali membawa Mentari ke pelukannya. Menenangkan Mentari.
Andai ujungnya harus begini. Kenapa tidak dari dulu Mantha menolak daripada tega mengorbankan Mentari untuk menutupi semua aibnya? Hidup memang tidak pernah adil, seadil timbangan neraca yang kalau kedua mangkuknya diisi dengan benda bervolume sama.
"Kenapa Mantha kabur, Ma?" tanya Mentari di tengah isak sendunya.
"Entahlah, Sayang. Dia nggak ninggalin apa pun. Sepucuk surat pun nggak ada," jawab Mama.
Mentari menyelisik parasnya di dasar pantulan cermin. Dia cantik seperti Mantha. Namun, dia tidak selalu seberuntung kakaknya. Terus saja begini. Setiap kali Mantha melakukan kesalahan dengan sendirinya kesalahan itu dilempar pada dirinya. Lagi-lagi, dia juga yang menanggung semua ketidaksukaan Mantha.
"Sudah waktunya, Sayang. Sebentar lagi lonceng gereja memanggil pengantin akan segera berbunyi." Mama menadahkan telapak tangannya ke hadapan Mentari.
Mau tidak mau, Mentari harus membalas uluran tangan Mama. Mungkin sepatutnya demikian. Mentari hidup di bawah bayang kesalahan Mantha. Tetapi, daripada semua itu, Mentari hanya khawatir hal-hal ini; bagaimana jika laki-laki yang seharusnya suami Mantha tidak menyukai dirinya? Bagaimana dia harus melanjutkan pernikahan yang tidak pernah diingini ini? Bagaimana jika dia tak menemukan setitik jejak kebahagiaan untuk dinikmati? Dan keresahan diiring tanya bagaimana yang lain.
Semua begitu gempar. Bahkan tanpa terasa kaki Mentari sudah menjejak di lantai pelataran gereja. Tinggal beberapa langkah lagi, maka sampailah dia di hadapan laki-laki mantan calon kakak iparnya yang dalam hitungan menit ke depan pula akan berpindah status menjadi suaminya.
"Jangan tegang," bisik Papa tepat di telinga Mentari.
Mentari mengangguk kecil. Dia lebih daripada tegang. Dia lebih cocok disebut resah bercampur takut.
Seharusnya Mentari lebih bijak dalam mengartikan omongan Mantha tadi malam. Seharusnya Mentari mengerti kalau maksud Mantha adalah hal ini; dia tidak menyukai pernikahannya. Namun berpulang, kenapa di acara malam perjodohan Mantha tidak menolak? Seharusnya saat itu Mantha menolak.
Mentari menatapi langkahnya yang terus menjejak mendekati altar. Sembari pula dia meratapi nasibnya yang tidak pernah sampai di garis keberuntungan. Belum apa-apa dia sudah melihat betapa perihnya bayangan kehidupan di depan sana.
"Kuserahkan putriku padamu." Akhirnya kalimat Papa terlontar begitu saja. Menyentak Mentari dari lamunan panjangnya. "Jagalah dia lebih baik daripada aku menjaganya. Cintailah dia lebih besar daripada aku mencintainya. Tuntun dia lebih pantas daripada aku menuntutnya. Berdirilah terus di sisinya. Peluk dia lebih dekap daripada aku memeluknya. Jangan biarkan sebulir air mata lolos tercurah dari salah satu atau kedua belah pipinya. Sebab dia putri yang kusayang."
Berakhirlah ucapan cinta tulus Papa, maka lepas pula genggamannya dari dekapan tangan Mentari. Kini, tangan Mentari berpindah haluan pada telapak tangan hangat. Walau hangat, telapak tangan itu tidak bisa berbohong kalau dia tetaplah menyirat dingin.
Sedikit demi sedikit, Mentari menegakkan kepala. Di depannya begitu kentara paras rupawan, mata biru sebiru laut dan menyala terang seterang mata kucing, rahang tegas kokoh mengukuhkan bahwa pemiliknya adalah manusia tampan setampan Pangeran Philip dalam dongeng Barbie Aurora. Tidak lupa tatanan rambut yang rapi dan stelan jas sedemikian rupa turut menambah kharisma laki-laki itu. Dan lagi-lagi diikuti kata tetapi; tidak ada senyum, tidak ada gurat kebahagiaan. Sedikit pun tidak.
Mentari dan mempelai laki-laki terus berjalan mengitari terpal merah hingga langkah mereka benar-benar tiba di altar, di hadapan pendeta—seorang hamba Tuhan—yang tengah tersenyum dengan sukacita. Mungkin si pendeta berpikir bahwa sepasang pengantin di depannya adalah dua sosok yang sedang diselimuti rasa bahagia.
Tidak ada basa-basi. Rangkaian acara demi rangkaian acara berjalan. Kini sampailah pada pengucapan janji suci oleh kedua mempelai.
"Di hadapan Tuhan, hamba-Nya dan jemaat-Nya yang kudus. Saya Arga Benjamin Wijaya Kusuma. Memilih dan menerima engkau Mentari Anindya Husein sebagai satu-satunya istriku yang sah. Berjanji setia dalam setiap keadaan. Pada waktu senang maupun susah, sehat maupun sakit, berkelimpahan maupun kekurangan. Untuk saling menghargai dan mengasihi. Bersedia membimbing dan mendidik anak yang dititipkan Tuhan sesuai dengan kehendak-Nya sampai maut memisahkan kita, seturut dengan hukum Allah yang kudus." Kalimat itu tercetus dari alat ucap mempelai pria; Arga.
"Di hadapan Tuhan, hamba-Nya dan jemaat-Nya yang kudus. Saya Mentari Anindya Husein. Memilih dan menerima engkau Arga Benjamin Wijaya Kusuma sebagai satu-satunya suamiku yang sah. Berjanji setia dalam setiap keadaan. Pada waktu senang maupun susah, sehat maupun sakit, berkelimpahan maupun kekurangan. Untuk saling menghargai dan mengasihi. Bersedia membimbing dan mendidik anak yang dititipkan Tuhan sesuai dengan kehendak-Nya sampai maut memisahkan kita, seturut dengan hukum Allah yang kudus." Ini pula giliran Mentari. Air mata yang sejak tadi menggenang di pelupuk mata dengan mudahnya mengucur menganak sungai di kedua pipi Mentari. Tidak pernah menyangka akan berakhir seperti ini masa lajangnya.
Ketika itu terdengar sorak-sorai para tamu. Semua mereka menggema, menyuarakan, "Cium ...! Cium ...! Cium ...!"
Dari ekor matanya, Mentari menatap nanar semua tamu. Kemudian dia melirik ke arah Arga. Tidak ada ungkapan apa pun, Arga segera mendaratkan sebuah kecup di bibir Mentari. Sedang Mentari hanya bisa mengikuti permainan Arga. Sejenak dia tepekur. Mencari jejak nyata pada hal yang baru saja dia rasakan; benda kenyal lembut sedikit berair menempel di bibirnya.
"Jangan berpikir barusan itu serius. Kita hanya sedang bermain peran di hadapan para penonton." Satu kalimat mencelos dari alat ucap Arga tentu berhasil merobohkan pertahanan Mentari.
Mentari termenung.
"Arga benar. Kami hanya sedang bersandiwara. Aku berdiri di sini tidak lebih dari pengantin pengganti. Pahlawan kesiangan yang hadir semata untuk menyelamatkan nama baik orang tuaku," gumam hati Mentari.
Kembali terdengar sorak riuh para tamu. Menggurat kebahagiaan di wajah mereka masing-masing. Padahal, mereka tidak tahu kalau pemandangan di altar sana bukanlah penampakan yang sebenarnya. Semua hanya tonil, sekadar permainan di atas panggung. Mentari dan Arga berhasil menipu semua orang tidak terkecuali dinding gereja yang turut menjadi saksi.
Noted:
Mari berkunjung ke novel terbaru saya. Judulnya, Dendam Termanis.
Bab Terakhir
#285 Bab 285
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#284 Bab 284
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#283 Bab 283
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#282 Bab 282
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#281 Bab 281
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#280 Bab 280
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#279 Bab 279
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#278 Bab 278
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#277 Bab 277
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025#276 Bab 276
Terakhir Diperbarui: 10/31/2025
Anda Mungkin Suka 😍
Terdampar dengan Saudara Tiri Saya
"Kamu sudah membuatku merasa nyaman," jawabku spontan, tubuhku bergetar nikmat di bawah sentuhannya.
"Aku bisa membuatmu merasa lebih baik," kata Caleb, menggigit bibir bawahku. "Boleh?"
"A-Apa yang harus aku lakukan?" tanyaku.
"Tenang saja, dan tutup matamu," jawab Caleb. Tangannya menyelinap di bawah rokku, dan aku menutup mata erat-erat.
Caleb adalah kakak tiriku yang berusia 22 tahun. Ketika aku berusia 15 tahun, aku tanpa sengaja mengatakan bahwa aku mencintainya. Dia tertawa dan meninggalkan ruangan. Sejak saat itu, semuanya jadi canggung, setidaknya.
Tapi sekarang, ini ulang tahunku yang ke-18, dan kami akan pergi berkemah—dengan orang tua kami. Ayahku. Ibunya. Seru banget, kan. Aku berencana untuk tersesat sebanyak mungkin agar tidak perlu berhadapan dengan Caleb.
Aku memang akhirnya tersesat, tapi Caleb bersamaku, dan ketika kami menemukan diri kami di sebuah kabin terpencil, aku menemukan bahwa perasaannya terhadapku tidak seperti yang aku kira.
Sebenarnya, dia menginginkanku!
Tapi dia kakak tiriku. Orang tua kami akan membunuh kami—jika para penebang liar yang baru saja mendobrak pintu tidak melakukannya terlebih dahulu.
Permainan Penaklukan
Aku dorong lidahku sedalam mungkin ke dalamnya. Penisku berdenyut begitu keras sampai aku harus meraihnya dan mengelusnya beberapa kali agar dia tenang. Aku nikmati manisnya vaginanya sampai dia mulai gemetar. Aku menjilat dan menggigitnya sambil menggodanya dengan jari-jariku di klitorisnya.
Tia tidak pernah menyangka bahwa kencan semalamnya akan lebih dari yang bisa dia tangani.
Ketika dia bertemu lagi dengan pria yang sama di tempat kerja barunya, yang ternyata adalah bosnya sendiri, Dominic, semuanya berubah. Dominic menginginkannya dan ingin dia tunduk. Kehidupan kerja mereka menjadi terancam ketika Tia menolak untuk menyerah, dan Dominic tidak mau menerima penolakan. Kehamilan mendadak dan hilangnya mantan pacar Dominic membuat semua orang terkejut, dan hubungan mereka terhenti. Ketika Tia menghilang suatu malam dan mengalami trauma, Dominic dibiarkan tanpa jawaban dan merasa sengsara.
Tia menolak untuk mundur dan tidak mau menyerah pada pria yang dia inginkan, dan dia akan melakukan apa saja untuk memastikan dia tetap bersamanya. Dia akan menemukan orang yang menyakitinya dan membuat mereka membayar atas apa yang telah mereka lakukan.
Sebuah romansa kantor yang membuatmu terengah-engah. Dominic berusaha membuat Tia tunduk padanya, dan setelah semua yang Tia alami, hanya waktu yang akan menjawab apakah dia akan tunduk atau tidak. Bisakah mereka mendapatkan akhir yang bahagia atau semuanya akan hancur berantakan?
Sang Profesor
Suaranya penuh dengan beban dan urgensi
dan aku segera menurut sebelum dia mengarahkan pinggulku.
Tubuh kami bertemu dengan irama yang keras dan marah.
Aku semakin basah dan panas saat mendengarkan suara kami bercinta.
"Sial, vaginamu gila."
Setelah satu malam panas dengan seorang pria asing yang dia temui di klub, Dalia Campbell tidak mengira akan bertemu Noah Anderson lagi. Kemudian Senin pagi tiba, dan orang yang masuk ke ruang kuliah sebagai dosen adalah pria asing dari klub itu. Ketegangan meningkat dan Dalia berusaha sekuat tenaga untuk menjauhinya karena dia tidak ingin terganggu oleh siapa pun atau apa pun - ada juga fakta bahwa dia benar-benar terlarang - tetapi ketika dia menjadi asisten dosennya, batasan hubungan dosen/mahasiswa mereka menjadi kabur.
Bos Dominanku
Hubunganku dengan Pak Sutton hanya sebatas profesional. Dia memerintahku, dan aku mendengarkan. Tapi semua itu akan berubah. Dia butuh pasangan untuk menghadiri pernikahan keluarga dan memilihku sebagai targetnya. Aku bisa dan seharusnya menolak, tapi apa lagi yang bisa kulakukan ketika dia mengancam pekerjaanku?
Setuju untuk satu permintaan itu mengubah seluruh hidupku. Kami menghabiskan lebih banyak waktu bersama di luar pekerjaan, yang mengubah hubungan kami. Aku melihatnya dengan cara yang berbeda, dan dia melihatku dengan cara yang berbeda juga.
Aku tahu salah untuk terlibat dengan bosku. Aku mencoba melawan perasaan itu tapi gagal. Ini hanya seks. Apa salahnya? Aku sangat salah karena apa yang dimulai sebagai hanya seks berubah arah dengan cara yang tak pernah kubayangkan.
Bosku tidak hanya dominan di tempat kerja tapi di semua aspek kehidupannya. Aku pernah mendengar tentang hubungan Dom/sub, tapi itu bukan sesuatu yang pernah kupikirkan. Saat hubungan antara aku dan Pak Sutton semakin panas, aku diminta menjadi submisifnya. Bagaimana seseorang bisa menjadi seperti itu tanpa pengalaman atau keinginan untuk menjadi satu? Ini akan menjadi tantangan bagi kami berdua karena aku tidak suka diperintah di luar pekerjaan.
Aku tidak pernah menyangka bahwa hal yang sama sekali tidak kuketahui akan menjadi hal yang membuka dunia baru yang luar biasa bagiku.
Pelacur Kakakku
"Tolong, Jake. Sekarang. Buat aku klimaks." Aku memohon.
Payton selalu menjadi gadis baik sepanjang hidupnya. Dia hanya ingin keluar dari rumah ibu dan ayah tirinya dan menjalani hidupnya sendiri. Yang tidak dia duga adalah saudara tiri yang sudah lama hilang tiba-tiba muncul dalam hidup mereka dan menjadi teman sekamarnya. Memang benar dia adalah mantan Marinir dengan perut berotot, tapi dia juga seorang mekanik motor yang suka bicara kotor padanya. Kata-katanya membuat Payton bergetar dalam antisipasi, dan tangannya membuat tubuhnya berkedut dan kejang.
Alpha Dom dan Pengganti Manusianya
Nirvana: Dari Abu ke Kemuliaan
Dengan kesempatan hidup yang baru, Sophia bukan lagi wanita yang mudah dijatuhkan. Berbekal ingatan Diana dan hasrat membara untuk balas dendam, dia siap merebut kembali apa yang menjadi miliknya dan membuat musuh-musuhnya membayar. Balas dendam tak pernah terlihat semanis ini.
Cinderella Sang Miliarder
Benar, ini hanya urusan bisnis...
Tapi sentuhannya hangat dan...menggoda.
"Masih perawan?" dia tiba-tiba menatapku...
Emma Wells, seorang mahasiswi yang akan segera lulus. Dia disiksa dan dianiaya oleh ibu tirinya, Jane, dan saudara tirinya, Anna. Satu-satunya harapan dalam hidupnya adalah pacarnya yang seperti pangeran, Matthew David, yang berjanji akan membuatnya menjadi wanita paling bahagia di dunia.
Namun, dunianya hancur berantakan ketika ibu tirinya menerima $50000 sebagai hadiah pertunangan dari seorang pria tua dan setuju untuk menikahkannya. Lebih buruk lagi, dia menemukan pacarnya yang tercinta berselingkuh dengan teman sekamarnya, Vivian Stone.
Berjalan di jalan di bawah hujan deras, dia putus asa dan tanpa harapan...
Menggenggam erat tinjunya, dia memutuskan. Jika dia memang harus dijual, maka dia akan menjual dirinya sendiri.
Berlari ke jalan dan berhenti di depan mobil mewah, dia hanya bertanya-tanya berapa harga keperawanannya...
Update Harian
Istri Bersalah yang Menikah Diam-Diam
Pasangan Berdosa
"Mendapatkan reaksi," bisiknya di bibirku sebelum dia menciumku dengan keras. Bibirnya menabrak bibirku, dingin namun menuntut. Aku merasakan lidahnya menyentuh bibir bawahku dan bibirku terbuka. Lidah Theo bermain dengan lidahku, tangannya meraih dan meremas payudaraku melalui gaunku. Dia meremas cukup keras hingga menghilangkan kabut kecil yang menyelimuti pikiranku. Lalu aku sadar bahwa aku sedang mencium bukan hanya salah satu bosku, tapi juga pasangan bosku yang lain.
Aku mencoba mendorongnya, tapi bibirnya malah bergerak ke rahangku, tubuhku bereaksi terhadap bibirnya di kulitku. Aku bisa merasakan kabut tebal kembali mengaburkan pikiranku, mengambil alih tubuhku saat aku menyerah dengan sukarela. Theo menggenggam pinggulku, menempatkanku di atas meja, mendorong dirinya di antara kakiku, aku bisa merasakan ereksinya menekan diriku.
Bibirnya bergerak turun, mencium dan menghisap kulit leherku, tanganku meraih rambutnya. Mulut Theo dengan rakus melahap kulitku, mengirimkan bulu kuduk di mana pun bibirnya menyentuh. Kontras antara kulitku yang sekarang terbakar dengan bibirnya yang dingin membuatku menggigil. Saat dia sampai di tulang selangkaku, dia membuka tiga kancing teratas gaunku, mencium bagian atas payudaraku. Pikiranku hilang dalam sensasi giginya yang menggigit kulit sensitifku.
Saat aku merasakan dia menggigit payudaraku, aku menggeliat karena terasa perih, tapi aku merasakan lidahnya meluncur di atas bekas gigitan, menenangkan rasa sakit. Ketika aku melihat ke atas bahu Theo, aku tersadar dari lamunanku saat melihat Tobias berdiri di pintu, hanya menonton dengan tenang, bersandar di bingkai pintu dengan tangan terlipat di dada, seolah ini adalah hal paling normal yang bisa ditemukan di kantor.
Terkejut, aku melompat. Theo melihat ke atas, melihat mataku terkunci pada Tobias, mundur melepaskanku dari mantra yang dia berikan padaku.
"Akhirnya kamu datang mencari kami," Theo mengedipkan mata padaku, dengan senyum di wajahnya.
Imogen adalah seorang wanita manusia yang berjuang dengan tunawisma. Dia mulai bekerja di sebuah perusahaan sebagai sekretaris dua CEO. Tapi dia tidak menyadari rahasia mereka.
Kedua bos yang menawan itu adalah makhluk supernatural. Mereka mulai ikut campur dalam hidupnya ketika mereka mengetahui bahwa dia adalah pasangan kecil mereka.
Tapi aturannya adalah, tidak ada manusia yang bisa menjadi pasangan makhluk supernatural...
Peringatan
Buku ini mengandung konten erotis dan banyak adegan dewasa, bahasa kasar. Ini adalah roman erotis, harem terbalik werewolf/vampir dan mengandung BDSM ringan.
Pernikahan Tersembunyi
Dirantai (Seri Para Tuan)
Aku pikir Alekos, Reyes, dan Stefan akan menjadi penyelamatku, tapi mereka dengan cepat menunjukkan bahwa mereka sama seperti Tuan lainnya—kejam, brutal, dan tak berperasaan.
Ayahku benar tentang satu hal—Para Tuan menghancurkan segala yang mereka sentuh. Bisakah aku bertahan dari iblis-iblis ini? Kebebasanku bergantung padanya.
Aku harus bertahan dari semua yang Alekos, Reyes, dan Stefan lakukan padaku sampai aku bisa melarikan diri dari kota liar ini.
Hanya dengan begitu aku akhirnya akan bebas. Atau apakah aku?
Seri Para Tuan:
Buku 1 - Terbelenggu
Buku 2 - Dibeli
Buku 3 - Terperangkap
Buku 4 - Bebas












