
Terdampar Bersama si Cantik
Budi Santoso · Sedang Diperbarui · 121.5k Kata
Pendahuluan
Dari awal dengan seorang cantik di genggaman dan persediaan di tangan lainnya, saksikan bagaimana aku membangun komunitas yang beragam di pulau tak bernama ini.
Namun, di tengah kelicikan kodrat manusia dan peradaban misterius yang mulai bermunculan, ke mana takdir akan menuntunku?
Bab 1
"Ssst! Aduh ... kenapa seluruh badanku sakit begini?"
Di tengah kesadaranku yang masih remang-remang, rasa sakit yang menusuk tulang membangunkanku dengan paksa.
Seketika, telingaku dipenuhi oleh paduan suara serangga dan kicauan burung yang riuh.
Rerumputan liar yang lembap terus menggelitik kulitku. Saat membuka mata, pemandangan di hadapanku hanyalah semak belukar rimbun yang menutupi langit, tampak seperti lautan hijau di mana-mana.
Dengan susah payah aku mencoba berdiridan baru sadar ternyata aku terbaring di tengah semak-semak setinggi pinggang, dikelilingi oleh hutan lebat yang menjulang tinggi.
"Tunggu, bukannya aku sedang di kapal, menghadiri pernikahan mantan pacarku, Clara Wijaya? Kok, bisa aku terdampar di sini? Jangan-jangan aku mabuk berat dan masih bermimpi?!"
Karena terlalu banyak minum, setelah sadar dari mabuk bukan hanya mulutku yang kering kerontang, kepalaku juga sakit luar biasa. Semua sensasi fisik ini seolah berteriak padaku, memberitahu bahwa ini semua adalah kenyataan.
"Jangan-jangan mantan pacarku dan suaminya itu melihatku mabuk dan diam-diam membuangku ke pulau terpencil, lalu kabur begitu saja? Sialan, jahat sekali mereka berdua!"
Aku lantas merogoh saku. Rokok, korek api, dan ponselku ternyata masih ada. Begitu juga pisau lipat Swiss pemberian Clara Wijaya saat aku ulang tahun dulu.
Kukeluarkan ponsel dan memeriksa tanggal serta waktu. Ternyata, aku sudah tertidur di tempat ini selama sehari penuh.
Yang lebih membuatku putus asa adalah kenyataan bahwa tidak ada satu bar pun sinyal di sini. Menelepon untuk minta tolong pun mustahil.
Sekarang aku semakin yakin, tempatku berpijak ini kemungkinan besar adalah sebuah pulau terpencil di tengah lautan. Aku pernah menonton banyak film dan video tentang bertahan hidup di alam liar, dan semua yang ada di hadapanku ini sangat cocok dengan deskripsi itu.
Meskipun dulu aku sangat mengagumi kehidupan liar yang penuh eksplorasi dan tantangan, saat kesempatan ini benar-benar menimpaku, hatiku justru dipenuhi rasa takut dan putus asa.
Pulau di tengah laut biasanya tidak berpenghuni. Artinya, jika aku tidak bisa menemukan kapal untuk pulang, aku harus menghabiskan sisa hidupku sendirian di pulau ini. Membayangkannya saja sudah membuatku ngeri.
"Arrrggghhhhh!!!"
Karena tidak sanggup menerima kenyataan, aku berteriak sekeras-kerasnya di pulau kecil ini, mencoba melampiaskan semua amarah dalam hati.
Namun, yang tidak kuduga, saat teriakanku menggema di dalam hutan, dari kejauhan seorang wanita balas berteriak, seolah merespons panggilanku.
"Hah? Apa jangan-jangan aku tidak sendirian di pulau ini?"
Aku mengikuti arah suara itu. Setelah menemukan sebatang dahan kayu, aku mulai berjalan dengan hati-hati, lalu memukul-mukul semak di depanku sambil berjinjit ke arah sumber suara wanita itu.
Alasan aku memukul semak di depan adalah karena takut saat sedang asyik berjalan, tiba-tiba muncul ular berbisa dari rerumputan dan menggigitku. Terkena racun di tempat terpencil seperti ini sama saja dengan menunggu kematian.
Setelah berjalan sekitar lima menit, aku melihat seorang wanita berambut lurus panjang hingga ke pinggangnya yang ramping. Dia mengenakan gaun malam berwarna merah, sedang duduk di antara semak belukar, tak lebih dari belasan meter dariku.
Wanita itu mendengar suara pukulanku pada semak-semak, dan dia pun menoleh ke arahku.
Matanya dalam dan cemerlang, sepasang alisnya membentuk bingkai yang sempurna, memancarkan pesona yang menawan. Hidungnya yang mancung dan bibirnya yang merah muda melengkapi fitur wajahnya yang sempurna. Dia benar-benar seorang wanita yang sangat cantik.
Meskipun aku tidak langsung mengenalinya, gaun yang dia kenakan sangat familier bagiku. Dan sesaat sebelum aku pingsan karena mabuk, aku seperti samar-samar mendengar banyak teriakan minta tolong.
Menggabungkan potongan ingatan itu dengan kondisi wanita di hadapanku, aku sampai pada sebuah kesimpulan yang mengerikan, yaitu saat aku mabuk, kemungkinan besar terjadi kecelakaan kapal. Mengenai kenapa kami tidak terdampar di pantai, mungkin wanita di depanku ini tahu jawabannya.
Saat aku terus menatap wajahnya yang terasa semakin akrab, tiba-tiba, aku menepuk dahiku. Aku ingat siapa wanita cantik ini.
Luna Mertawan, teman kuliah mantan pacarku Clara Wijaya, dan salah satu pengiring pengantin di pernikahan Clara.
Dulu waktu kuliah, aku pernah sekali ikut makan malam bersama Clara dan teman-temannya. Di meja makan itulah aku pernah bertemu dengannya. Alasan aku masih mengingatnya sampai sekarang adalah karena saat itu, di seluruh meja hanya dia yang paling cantik. Aku bahkan sampai beberapa kali memperhatikannya. Benar kata orang, orang cantik memang punya daya tarik tersendiri.
Kecelakaan kapal, pulau terpencil, hutan, seorang wanita cantik, dan aku.
'Apakah ini berkah dari Tuhan? Dia tidak ingin aku kesepian sampai mati di tempat ini? Makanya Dia mengirim wanita secantik ini untuk menemaniku.'
Memandangi wajah Luna Mertawan yang indah dan tubuhnya yang sintal, membayangkan hanya kami berdua di tempat ini ... sepertinya bukan hal yang buruk juga.
Pikiranku mulai melayang, membayangkan masa depanku bersama Luna Mertawan, menikah, punya anak, dan membangun keluarga di pulau ini.
"Dasar mesum! Mau sampai kapan kamu menatapku seperti itu?" Melihatku yang terus menatapnya, Luna Mertawan sontak memeluk dadanya, menatapku dengan ekspresi ketakutan.
Seketika, suaranya menarikku kembali ke dunia nyata. Melihat ekspresi Luna yang seolah takut aku akan menerkamnya kapan saja, aku hanya bisa menertawakan diriku sendiri. Bagaimanapun, pikiran kotor itu memang baru saja terlintas di benakku.
'Astaga, ada apa denganku belakangan ini? Kenapa pikiran seperti itu bisa muncul? Seingatku, aku tidak seperti ini dulu.'
Padahal kami sekarang berada di pulau terpencil. Seharusnya aku memikirkan cara bertahan hidup di hutan belantara ini dan mencari jalan pulang, bukan malah memikirkan urusan ranjang antara pria dan wanita.
Dibandingkan menghabiskan sisa hidupku bersama Luna di pulau ini, aku lebih ingin kembali ke kota asalku. Masih ada Ayah dan Ibu yang mencintaiku dan menungguku di rumah. Aku harus pulang.
Setelah menetapkan tujuanku, aku menatap Luna Mertawan di hadapanku. Mau tidak mau, sepertinya aku dan wanita cantik ini harus hidup bersama untuk beberapa waktu ke depan, mencari jalan pulang bersama.
Aku akan menyapanya dulu untuk berkenalan, sekaligus menanyakan apa yang terjadi kemarin.
Namun siapa sangka, saat aku melangkah mendekatinya, Luna justru menjerit dengan suara melengking yang menggema di seluruh hutan.
"Aaaaaahhhhh ...!"
'Apa aku semenakutkan itu? Aku ini orang baik, lho,' gumamku dalam hati. Melihat Luna begitu menolakku, aku jadi meragukan penampilanku sendiri. Apa wajahku memang terlihat seperti penjahat?
"Ular! Ada ular besar sekali! Aku digigit! Aku akan mati! Hiks ... hiks ... hiks ...."
Mendengar Luna berkata dia digigit ular, aku menahan rasa sakit di sekujur tubuhku dan segera berlari ke dekatnya. Aku melihat wajahnya pucat pasi karena ketakutan, tangannya tanpa henti memukul-mukul area sekitarnya dengan sebatang dahan kering. Aku tidak langsung mendekat untuk memeriksa lukanya.
Aku memang mengenalnya, tetapi dia belum tentu mengenalku. Untuk memeriksa lukanya, perlu ada kontak fisik. Dengan kondisinya yang panik seperti sekarang, jika aku mendekat, aku bisa ikut diserang tanpa pandang bulu. Aku tidak mau kena getahnya.
Aku menatapnya dan berkata dengan tenang, "Luna Mertawan, kalau kamu memang mau mati, terus saja bergerak seperti itu."
Luna yang sudah pucat pasi karena ketakutan, mendengar aku memanggil namanya. Dia sontak membuka matanya yang berkaca-kaca, menghentikan gerakannya yang membabi buta, lalu mulai terisak sambil bertanya dengan heran, "Kamu ... kenal aku?"
"Apa itu penting sekarang? Kamu digigit di bagian mana? Cepat biarkan aku lihat." Melihat Luna sudah tidak menyerang dengan membabi buta, aku mulai bertanya kepadanya.
Mendengar pertanyaanku, Luna perlahan menggeser kaki kirinya. Di pergelangan kakinya, sebilah kain entah dari mana mengikat beberapa potong kayu. Lalu sedikit ke atas, aku melihat dua titik merah kecil di betisnya. Area di sekitar luka itu bengkak dan samar-samar berwarna biru kehitaman.
"Benar, kamu keracunan. Coba tenangkan dirimu dulu. Ikatan kayu ini menghalangi lukanya, jadi harus dilepas sementara. Aku akan segera mengeluarkan darah beracunnya. Nanti akan sedikit sakit, kamu harus tahan, ya?"
Mendengar kata-kataku, semburat merah tipis tiba-tiba muncul di pipi Luna. Matanya terus menghindar, tetapi tidak lama kemudian, seolah sudah mengambil keputusan, dia menundukkan kepala dan menjawab dengan suara pelan, "Iya."
Melihat ekspresi Luna, aku tiba-tiba merasa sedikit aneh. Hanya mengeluarkan darah beracun, kenapa harus merasa malu?
Bab Terakhir
#100 Bab [100] Semut Tentara yang Bijaksana
Terakhir Diperbarui: 1/23/2026#99 Bab [99] Serbuan Semut
Terakhir Diperbarui: 5/10/2026#98 Bab [98] Rencana Eksplorasi
Terakhir Diperbarui: 5/10/2026#97 Bab [97] Hati yang Terpecah
Terakhir Diperbarui: 5/10/2026#96 Bab [96] Tiba di Pantai
Terakhir Diperbarui: 5/10/2026#95 Bab [95] Penyebab Demam
Terakhir Diperbarui: 5/10/2026#94 Bab [94] Gairah Bangkit Lagi
Terakhir Diperbarui: 5/10/2026#93 Bab [93] Sudah Lama Tidak Melakukannya
Terakhir Diperbarui: 5/9/2026#92 Bab [92] Hidup Kembali
Terakhir Diperbarui: 5/10/2026#91 Bab [91] Menyeberangi Sungai
Terakhir Diperbarui: 5/9/2026
Anda Mungkin Suka 😍
Cinta Terlarang: Aku dan Ayah Sahabatku
BUKU INI MENGANDUNG BANYAK ADEGAN EROTIS, PERMAINAN NAFAS, PERMAINAN TALI, SOMNOPHILIA, DAN PERMAINAN PRIMAL. ISINYA DEWASA KARENA DIBERIKAN RATING 18+. BUKU-BUKU INI ADALAH KOLEKSI BUKU YANG SANGAT PANAS YANG AKAN MEMBUAT KAMU MENCARI VIBRATOR DAN MENINGGALKAN CELANA DALAMMU BASAH. Nikmati, cewek-cewek, dan jangan lupa untuk berkomentar.
XoXo
Dia menginginkan keperawananku.
Dia ingin memiliki diriku.
Aku hanya ingin menjadi miliknya.
Tapi aku tahu ini lebih dari sekadar membayar hutang. Ini tentang dia yang ingin memiliki diriku, bukan hanya tubuhku, tapi setiap bagian dari siapa diriku.
Dan yang paling gila dari semuanya adalah kenyataan bahwa aku ingin memberikan segalanya padanya.
Aku ingin menjadi miliknya.
Kecanduan Teman Ayahku
BUKU INI MENGANDUNG BANYAK ADEGAN EROTIS, PERMAINAN NAFAS, PERMAINAN TALI, SOMNOPHILIA, DAN PERMAINAN PRIMAL.
BUKU INI DIBERIKAN RATING 18+ DAN PENUH DENGAN KONTEN DEWASA.
BUKU INI ADALAH KOLEKSI BUKU-BUKU YANG SANGAT PANAS YANG AKAN MEMBUAT CELANA DALAMMU BASAH DAN MENCARI VIBRATORMU.
SELAMAT BERSENANG-SENANG, DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN KOMENTARMU.
**XoXo**
"Kamu akan menghisap kontolku seperti gadis baik yang kamu adalah, oke?"
Setelah bertahun-tahun dibully dan harus menghadapi hidupnya sebagai tomboy, ayah Jamie mengirimnya ke sebuah peternakan untuk bekerja pada seorang pria tua, tetapi pria tua ini ternyata adalah fantasi terliarnya.
Seorang pria yang menidurinya dan mengeluarkan sisi femininnya. Jamie jatuh cinta pada Hank, tetapi ketika wanita lain muncul, apakah Jamie memiliki dorongan untuk memperjuangkan pria yang memberi hidupnya sedikit bumbu dan makna untuk terus hidup?
Guru Montok dan Menggoda Saya
(Terdapat banyak konten seksual dan merangsang, anak di bawah umur tidak diperbolehkan membaca!!!)
Hasrat Liar {Cerita Pendek Erotis}
Tangannya terasa begitu kuat dan yakin, dan dia tahu dia pasti bisa merasakan cairan basahnya yang merembes melalui bahan stokingnya. Dan begitu dia mulai menekan jari-jarinya ke celah lembutnya, cairan segarnya mengalir semakin panas.
Buku ini adalah kumpulan cerita pendek erotis yang menggairahkan yang mencakup romansa terlarang, romansa dominan & submisif, romansa erotis, dan romansa tabu, dengan akhir yang menggantung.
Buku ini adalah karya fiksi dan kesamaan dengan orang, hidup atau mati, atau tempat, peristiwa atau lokasi adalah kebetulan belaka.
Koleksi erotis ini penuh dengan seks panas dan grafis! Ini hanya dimaksudkan untuk orang dewasa di atas usia 18 tahun dan semua karakter digambarkan berusia 18 tahun atau lebih.
Baca, Nikmati, dan beri tahu saya cerita favorit Anda.
Setelah Bercinta di Mobil dengan CEO
Tak Terjangkau
Ketika wanita lain menuduhku dengan fitnah, bukan hanya dia tidak membelaku, tapi dia malah berpihak pada mereka untuk menindasku dan menyakitiku...
Aku benar-benar kecewa padanya dan menceraikannya!
Setelah kembali ke rumah orang tuaku, ayahku memintaku untuk mewarisi miliaran aset, dan ibuku serta nenekku memanjakanku, membuatku menjadi wanita paling bahagia di dunia!
Pada saat ini, pria itu menyesal. Dia datang padaku, berlutut, dan memohon agar aku menikah lagi dengannya.
Jadi, katakan padaku, bagaimana seharusnya aku menghukum pria tak berperasaan ini?
Bermain Dengan Api
“Kita akan ngobrol sebentar lagi, oke?” Aku tidak bisa bicara, hanya bisa menatapnya dengan mata terbelalak sementara jantungku berdegup kencang. Aku hanya bisa berharap bukan aku yang dia incar.
Althaia bertemu dengan bos mafia berbahaya, Damiano, yang tertarik pada mata hijaunya yang besar dan polos, dan tidak bisa mengeluarkannya dari pikirannya. Althaia telah disembunyikan dari iblis berbahaya itu. Namun takdir membawanya kembali padanya. Kali ini, dia tidak akan pernah membiarkannya pergi lagi.
Cinderella Sang Miliarder
Benar, ini hanya urusan bisnis...
Tapi sentuhannya hangat dan...menggoda.
"Masih perawan?" dia tiba-tiba menatapku...
Emma Wells, seorang mahasiswi yang akan segera lulus. Dia disiksa dan dianiaya oleh ibu tirinya, Jane, dan saudara tirinya, Anna. Satu-satunya harapan dalam hidupnya adalah pacarnya yang seperti pangeran, Matthew David, yang berjanji akan membuatnya menjadi wanita paling bahagia di dunia.
Namun, dunianya hancur berantakan ketika ibu tirinya menerima $50000 sebagai hadiah pertunangan dari seorang pria tua dan setuju untuk menikahkannya. Lebih buruk lagi, dia menemukan pacarnya yang tercinta berselingkuh dengan teman sekamarnya, Vivian Stone.
Berjalan di jalan di bawah hujan deras, dia putus asa dan tanpa harapan...
Menggenggam erat tinjunya, dia memutuskan. Jika dia memang harus dijual, maka dia akan menjual dirinya sendiri.
Berlari ke jalan dan berhenti di depan mobil mewah, dia hanya bertanya-tanya berapa harga keperawanannya...
Update Harian
Istri Kontrak CEO
Malaikat Tawanan Mafia
☆☆☆
Ketika seorang penculik berbahaya mengincar seorang gadis muda dan dia tahu dia harus memilikinya, bahkan jika itu berarti mengambilnya dengan paksa.
Suamiku Miliarder Memanjakanku Habis-Habisan
(Pembaruan harian dengan dua bab)
Mantan Istriku adalah Bos Misterius
Dia berkata, "Dia sudah kembali. Kita cerai saja. Kamu bisa ambil apa pun yang kamu mau."
Setelah dua tahun menikah, Daphne Murphy tidak bisa lagi mengabaikan kenyataan bahwa dia tidak lagi mencintainya, dan jelas bahwa ketika hubungan masa lalu menyebabkan tekanan emosional, hubungan saat ini akan menderita.
Daphne Murphy tidak bertengkar, dia memilih untuk merestui pasangan ini dan mengajukan syarat-syaratnya sendiri.
"Aku mau mobil sport edisi terbatasmu yang paling mahal."
"Ya."
"Sebuah vila di pinggiran kota."
"Baiklah."
"Bagikan miliaran dolar yang kita hasilkan setelah dua tahun menikah."
"?"
Buku ini diperbarui dengan satu bab per minggu.












