20 Book(s) Related to old testament story of soldiers drinking water

Cinta Merah Darah

Cinta Merah Darah

997 Dilihat · Sedang Diperbarui · Dripping Creativity
“Apa kamu lagi nawar?”

“Hati-hati, Charmeze. Kamu lagi main-main sama api yang bakal ngebakar kamu sampai jadi abu.”

Perempuan itu pernah jadi salah satu pramusaji terbaik yang melayani mereka setiap pertemuan Kamis. Dia bos mafia—dan juga vampir.

Dia suka saat perempuan itu duduk di pangkuannya. Tubuhnya lembut, berisi di tempat yang tepat. Dan dia terlalu menyukainya—itu makin jelas ketika Millard memanggil perempuan itu mendekat ke arahnya. Naluri Vidar langsung menolak, ingin menahan perempuan itu tetap di pangkuannya.

Dia menarik napas dalam-dalam, lalu kembali menghirup aroma si pramusaji. Dia mencoba menganggap kelakuannya malam itu semata karena sudah terlalu lama dia tanpa perempuan—atau laki-laki, sekalian saja. Mungkin tubuhnya sedang memberi tanda kalau sudah waktunya menuruti sisi gelap yang selama ini dia tahan. Tapi bukan dengan pramusaji itu. Semua nalurinya bilang, itu akan berujung jadi ide paling buruk.


Kerja di “Nyonya Merah” adalah penyelamatan yang dibutuhkan Caca. Uangnya lumayan dan dia cocok sama bosnya. Satu-satunya hal yang selalu dia jauhi adalah klub Kamis. Sekelompok pria misterius—ganteng, berbahaya—yang datang setiap Kamis buat main kartu di ruang belakang. Sampai suatu hari, dia nggak punya pilihan.

Detik matanya menangkap Vidar dan sorot mata birunya yang dingin seperti es, dia langsung tahu: dia nggak bakal bisa pura-pura biasa saja. Ada sesuatu yang bikin pria itu mustahil ditolak. Dan makin parah karena Vidar seperti selalu ada di mana-mana—menawarkan hal-hal yang dia pengin, dan hal-hal yang selama ini dia nggak sadar dia pengin, tapi ternyata dia butuh.

Vidar tahu dia tamat sejak pertama kali melihat Caca. Setiap naluri di tubuhnya berteriak: jadikan dia milikmu. Tapi ada aturan. Dan yang lain memperhatikan.
Timbangan Serigala

Timbangan Serigala

744 Dilihat · Sedang Diperbarui · Dripping Creativity
Alpha Mikael merasa dirinya dikutuk oleh dewi bulan dan tidak akan pernah menemukan pasangannya. Dia hidup untuk menepati janji yang dia buat kepada seseorang yang tidak bisa dia lindungi, untuk memastikan dia menjadi alpha yang baik.

Ketika teman masa kecilnya, alpha Graham, memintanya untuk membiarkan seorang agen tinggal di kawanan serigalanya, dia setuju. Agen tersebut ditugaskan untuk menyelidiki hilangnya seorang polisi. Mikael tidak tahu bahwa ini akan membawa segala yang dia cari, dan beberapa hal yang tidak dia duga.

Rayvin telah menghabiskan sembilan tahun terakhir memastikan dia tidak perlu kembali ke kawanan Whiteriver. Bahwa alpha Mikael akan tetap menjadi masa lalunya. Tapi ketika alpha-nya menuntut dia menangani penyelidikan yang akan membawanya kembali ke hal-hal yang dia hindari. Dia perlu menghadapi masa lalunya dan memutuskan apa yang akan dia lakukan tentang masa depannya.

Sekuel mandiri dari From omega to luna
Jatuh ke Dalam Dirimu

Jatuh ke Dalam Dirimu

1.2k Dilihat · Sedang Diperbarui · Dripping Creativity
Setelah empat tahun jadi istri Simon, akhirnya gue bebas.

Rasanya kayak baru bisa napas lagi. Selama ini gue hidup dalam rumah yang dindingnya rapi, tapi udaranya penuh tekanan. Sekarang, kunci udah ada di tangan gue sendiri. Tinggal satu langkah terakhir: perceraian selesai, uang kompensasi yang wajib Simon kasih masuk ke rekening gue, dan gue bisa mulai hidup baru.

Bukan sekadar hidup baru.

Itu juga penutup rapi buat balas dendam gue.

Gue udah ngitung semuanya: pengacara, dokumen, saksi, bahkan kalimat yang bakal gue ucapin di depan hakim. Simon selalu suka merasa paling mengendalikan keadaan—jadi gue pengin momen itu, momen ketika dia sadar ada satu hal yang lepas dari genggamannya. Uang itu bukan hadiah. Itu harga.

Pagi itu, gue baru selesai bikin kopi ketika bel rumah bunyi.

Satu kali. Dua kali. Lalu jeda pendek, seperti orang di luar menahan napas.

Gue nengok jam. Baru jam sembilan lewat dikit.

Bel bunyi lagi.

Gue taruh cangkir, ngusap tangan ke celana santai, lalu jalan ke pintu. Kebiasaan lama bikin langkah gue ringan tapi hati gue tetap waspada—karena di rumah ini, dulu, suara langkah di lorong aja bisa jadi awal dari sesuatu yang gue nggak mau ingat.

“Siapa?” suara gue pelan, tangan udah nempel di kunci pengaman.

“Polisi, Bu. Bisa bicara sebentar?”

Dada gue langsung mengeras.

Gue intip lewat lubang pintu. Dua orang berseragam. Satu di depan, satu sedikit ke belakang. Wajah mereka datar, tapi tatapannya jelas: mereka nggak datang buat basa-basi.

Gue buka pintu secukupnya, rantai masih terpasang.

“Iya, Pak?”

Yang di depan mengangkat map.

“Bu Hana Pradipta?”

Gue kaku mendengar nama itu keluar dari mulut orang asing, seolah hidup gue yang baru aja gue bangun lagi langsung dikembalikan ke masa-masa yang gue pengin kubur.

“Iya. Ada apa?”

“Kami mau tanya soal mantan suami Ibu… Simon Wijaya.”

Nama itu seperti kuku yang menyeret kulit.

Gue tahan napas, menahan refleks lama yang selalu mau minta maaf untuk sesuatu yang bukan salah gue.

“Kenapa?” suara gue lebih tajam daripada yang gue niatkan.

Polisi itu bertukar pandang dengan rekannya.

“Kami sedang melakukan penyelidikan. Ada beberapa pertanyaan. Kapan terakhir kali Ibu bertemu beliau?”

Gue kepal tangan di balik pintu.

“Sudah lama. Kami pisah rumah. Proses cerai juga jalan.” Gue sengaja pakai kata-kata yang rapi, formal, supaya mereka nggak bisa baca gemetar di dalamnya.

“Beliau ada menghubungi Ibu? Telepon, pesan, datang ke sini?”

“Nggak.”

“Apakah Ibu tahu beliau punya masalah dengan… orang-orang tertentu?”

Bibir gue terasa kering. Orang-orang tertentu itu bisa berarti apa pun. Tapi dari tatapan mereka, gue ngerti ini bukan soal selingkuh atau utang kecil.

“Setahu saya, nggak,” jawab gue. “Kalau memang ada, itu urusan dia.”

Mereka menatap gue beberapa detik, seolah mencari celah retak.

“Kami mungkin akan kembali kalau ada yang perlu dikonfirmasi,” kata polisi itu akhirnya. “Kalau Ibu ingat sesuatu, atau kalau beliau muncul, segera hubungi kami.”

Gue mengangguk, menutup pintu setelah mereka pergi, dan baru sadar tangan gue dingin seperti es.

Gue berdiri di depan pintu beberapa saat, mencoba meyakinkan diri: ini cuma formalitas. Polisi cuma tanya-tanya. Simon selalu cari masalah, dan kali ini dia kena batunya. Selesai.

Gue berbalik, mau kembali ke dapur.

Bel rumah bunyi lagi.

Bulu kuduk gue langsung berdiri.

Bunyi belnya berbeda. Lebih keras. Lebih lama ditekan.

Gue melangkah pelan, tapi setiap langkah rasanya ditarik masa lalu. Gue pegang gagang pintu, lalu berhenti. Ada sesuatu di dalam diri gue yang bilang: jangan buka.

Tapi bel itu dibarengi ketukan.

Bukan ketukan sopan. Ketukan yang seperti memerintah.

Tok. Tok. Tok.

Gue intip lewat lubang pintu.

Bukan polisi.

Dua lelaki berjaket hitam berdiri di depan. Rambut rapi, wajah tanpa ekspresi, tapi mata mereka kosong—jenis kosong yang bikin orang waras mundur. Ada satu lagi berdiri sedikit jauh di samping, seolah menjaga sudut, tangan di saku, bahunya tegang.

Gue mundur satu langkah.

Bel bunyi lagi, kali ini disertai suara pria yang datar.

“Buka.”

Bukan permintaan.

Itu perintah.

Gue menelan ludah. Suara gue nyaris nggak keluar.

“Siapa?”

“Orang yang perlu ketemu lo.”

Gue merasakan mual naik dari perut. Kata “lo” dari mulutnya terdengar seperti ancaman yang sengaja dibuat santai.

“Ada urusan apa?” gue berusaha terdengar tegas, tapi tenggorokan gue bergetar.

Salah satu dari mereka mendekat ke pintu, menempelkan wajahnya dekat lubang intip, seakan tahu gue sedang mengintip.

“Jangan bikin ribet. Kita cuma mau tanya.”

Jantung gue memukul keras. Gue ngerasa seperti empat tahun itu balik lagi: momen ketika segala pilihan gue selalu salah, ketika pintu apa pun yang gue buka selalu berakhir sama—sakit.

“Aku nggak tahu apa-apa,” kata gue cepat. “Kalau soal Simon, kalian tanya dia.”

Yang di luar tertawa kecil. Tanpa humor.

“Kalau dia bisa ditanya, kita nggak bakal di sini.”

Gue mundur lagi. Tubuh gue mencari rute: jendela? pintu belakang? telepon? Tapi gue sadar, tangan gue bergetar terlalu parah untuk menekan angka dengan benar.

Ketukan itu datang lagi. Lebih keras.

Tok. Tok. Tok.

“Kita nggak suka nunggu,” kata suara yang sama.

Gue menahan napas sampai dada terasa sakit. Lalu, seperti yang selalu terjadi saat panik, otak gue memunculkan bayangan paling buruk: mereka mendobrak, menyeret gue, membuat gue “menghilang”—dan nggak ada yang peduli karena gue cuma mantan istri Simon.

Gue mundur menjauh dari pintu, berdiri di ruang tamu dengan napas pendek. Gue nggak buka. Nggak peduli apa pun. Kalau perlu, gue akan menunggu mereka pergi.

Ketukan itu berhenti.

Hening.

Gue berdiri, telinga menajam. Baru setelah beberapa menit, gue berani mendekat lagi dan mengintip.

Teras kosong.

Tapi rasa dingin itu masih menempel di kulit gue, seperti aroma asap yang nggak kelihatan.

Gue mengunci semua kunci, memastikan jendela tertutup, lalu duduk di sofa dengan punggung menempel kaku. Kopi di dapur sudah dingin. Dan hidup gue yang baru, yang tadi pagi terasa dekat, tiba-tiba menjauh seperti lampu yang redup.

Sore menjelang, langit mulai berubah abu-abu. Gue belum makan apa-apa. Setiap bunyi di luar—motor lewat, tetangga menutup pagar—membuat gue tersentak.

Dan ketika bel rumah bunyi untuk ketiga kalinya, tubuh gue membeku.

Belnya pelan. Satu kali. Lalu jeda. Lalu ketukan yang lebih… manusiawi.

Tok. Tok.

Gue tetap diam.

Tok. Tok.

Ada suara, lebih tua, lebih rendah, tapi tenang.

“Hana?”

Nama gue.

Bukan “Bu Hana.” Bukan “lo.”

Hana.

Tenggorokan gue mengering. Gue berdiri pelan, seperti bergerak di air keruh. Langkah gue mendekati pintu, tapi otak gue teriak: jangan. Setelah polisi dan orang-orang itu, orang ketiga nggak mungkin membawa kabar baik.

“Hana, saya nggak akan lama,” suara itu lanjut. “Saya cuma perlu bicara. Penting.”

Gue menempelkan telinga ke pintu. Suara napasnya terdengar terkendali. Nggak terburu-buru. Nggak agresif.

“Siapa?” akhirnya gue bertanya, hampir berbisik.

“Nama saya Hunter Wijaya.”

Nama keluarga itu menghantam gue seperti pintalan besi.

Wijaya.

Jantung gue melompat.

“Ayahnya Simon,” dia menambahkan, seolah tahu gue butuh penjelasan itu.

Gue menutup mata. Selama empat tahun menikah, gue nggak pernah ketemu ayah Simon. Simon selalu bilang ayahnya “nggak ada gunanya,” “hilang entah ke mana,” “nggak perlu dikenal.” Seakan lelaki itu cuma noda di riwayat hidupnya.

Kenapa sekarang dia di depan pintu gue?

Semua alarm dalam diri gue seharusnya berbunyi. Dia harusnya musuh. Dia bagian dari darah Simon, bagian dari sistem yang membentuk pria itu. Kehadirannya harusnya bikin gue lari.

Tapi entah kenapa, ada sesuatu dalam suara itu yang membuat gue… berhenti.

Bukan percaya.

Cuma… berhenti.

Gue mengintip lewat lubang pintu.

Seorang pria berdiri di teras. Usianya sekitar akhir empat puluhan atau awal lima puluhan. Tubuhnya tinggi dan kokoh, rambutnya gelap dengan sedikit uban di pelipis. Dia pakai kemeja gelap yang sederhana, celana bahan, tanpa atribut mencolok. Tapi ada sesuatu di cara dia berdiri—tenang, siap, seperti orang yang terbiasa menghadapi situasi buruk tanpa banyak bicara.

Matanya menatap lurus ke pintu, bukan ke sekeliling, bukan mencurigakan. Tatapan itu… tajam, tapi bukan mengancam. Lebih seperti orang yang memikul beban.

Gue menelan ludah. Tangan gue di rantai pengaman.

Seharusnya gue nggak buka.

Gue tahu itu.

Tapi setelah hari ini, setelah dua ketukan yang masing-masing membawa rasa takut berbeda, suara pria ini malah terdengar seperti… jeda.

Gue buka pintu sedikit, rantai masih terpasang.

Dia langsung melihat gue. Seketika, tatapannya berubah, seperti ada sesuatu yang terhenti di dalam dirinya.

“Hana,” katanya lagi, pelan. “Maaf datang mendadak.”

“Bapak mau apa?” gue bertanya. Suara gue berusaha tegas, tapi tubuh gue masih waspada.

Dia menarik napas, seolah memilah kata-kata.

“Saya dengar polisi datang ke sini,” katanya. “Dan saya… saya dengar ada orang lain juga.”

Darah gue terasa dingin.

“Bapak tahu dari mana?”

“Teman lama,” jawabnya singkat. “Yang penting, saya nggak datang buat bela Simon.”

Nama itu keluar dari mulutnya dengan nada yang keras, bukan hangat.

Gue menatapnya curiga.

“Terus Bapak datang buat apa?”

Hunter menunduk sebentar, lalu menatap gue lagi.

“Buat pastikan kamu aman.”

Kata “aman” membuat dada gue berdenyut. Empat tahun gue jarang dengar kata itu dengan makna yang benar.

“Aku bisa jaga diri,” gue cepat membalas, refleks yang udah mendarah daging.

Dia nggak tersenyum, tapi ada sesuatu di wajahnya yang melunak.

“Saya harap begitu,” katanya. “Tapi saya juga tahu orang-orang yang datang ke sini bukan tipe yang akan berhenti cuma karena kamu bilang ‘nggak tahu’.”

Gue menggigit bibir.

“Aku memang nggak tahu,” bisik gue, lebih lemah.

“Saya percaya,” jawabnya tanpa ragu.

Rantai pengaman di pintu terasa seperti garis tipis antara gue dan masalah. Tapi untuk pertama kalinya hari itu, gue merasa kalau gue buka sedikit lebih lebar, bukan berarti gue menyerahkan diri.

Seharusnya aku minta dia pergi, pikir gue.

Seharusnya.

Tapi kata-kata itu nggak keluar.

Malah, yang keluar:

“Bapak mau masuk… sebentar?”

Hunter mengangguk perlahan. “Kalau kamu mengizinkan.”

Gue lepas rantai. Pintu terbuka.

Dan entah kenapa, ketika dia melangkah masuk, ruang tamu gue yang tadi terasa sempit dan mencekik mendadak terasa… lebih tenang.

Itu yang paling mengganggu.

Karena dia seharusnya jadi bagian dari ketakutan gue.

Tapi tubuh gue—yang biasanya paling cepat mengenali bahaya—malah merasakan sesuatu yang nyaris seperti aman.
Kebahagiaan Malaikat

Kebahagiaan Malaikat

6.5k Dilihat · Sedang Diperbarui · Dripping Creativity
"Jangan dekat-dekat, jangan dekat-dekat aku, jangan dekat-dekat," teriaknya berulang kali. Dia terus berteriak meskipun sepertinya dia sudah kehabisan barang untuk dilempar. Zane lebih dari sekadar tertarik untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Tapi dia tidak bisa fokus dengan wanita itu membuat keributan.

"Diam, dong!" dia mengaum padanya. Dia terdiam dan Zane melihat air mata mulai menggenang di matanya, bibirnya bergetar. Oh sial, pikirnya. Seperti kebanyakan pria, wanita yang menangis membuatnya ketakutan setengah mati. Dia lebih memilih baku tembak dengan seratus musuh terburuknya daripada harus berurusan dengan satu wanita yang menangis.

"Dan namamu siapa?" tanyanya.

"Ava," jawabnya dengan suara tipis.

"Ava Cobler?" dia ingin tahu. Namanya belum pernah terdengar begitu indah sebelumnya, itu mengejutkannya. Dia hampir lupa mengangguk. "Namaku Zane Velky," dia memperkenalkan diri, mengulurkan tangan. Mata Ava membesar saat mendengar nama itu. Oh tidak, jangan itu, apa saja tapi jangan itu, pikirnya.

"Kamu pernah dengar tentang aku," dia tersenyum, terdengar puas. Ava mengangguk. Semua orang yang tinggal di kota tahu nama Velky, itu adalah kelompok mafia terbesar di negara bagian dengan pusatnya di kota. Dan Zane Velky adalah kepala keluarga, don, bos besar, honcho besar, Al Capone dunia modern. Ava merasa otaknya yang panik berputar di luar kendali.

"Tenang, sayang," Zane berkata padanya dan meletakkan tangannya di bahunya. Ibu jarinya turun di depan tenggorokannya. Jika dia menekan, dia akan kesulitan bernapas, Ava menyadari, tapi entah bagaimana tangannya menenangkan pikirannya. "Gadis yang baik. Kamu dan aku perlu bicara," katanya padanya. Pikiran Ava menolak dipanggil gadis. Itu mengganggunya meskipun dia takut. "Siapa yang memukulmu?" tanyanya. Zane memindahkan tangannya untuk memiringkan kepalanya ke samping sehingga dia bisa melihat pipinya dan kemudian bibirnya.

******************Ava diculik dan dipaksa menyadari bahwa pamannya telah menjualnya kepada keluarga Velky untuk melunasi hutang judinya. Zane adalah kepala kartel keluarga Velky. Dia keras, brutal, berbahaya, dan mematikan. Hidupnya tidak punya ruang untuk cinta atau hubungan, tapi dia punya kebutuhan seperti pria berdarah panas lainnya.

Peringatan:
Pembicaraan tentang SA
Masalah citra tubuh
BDSM ringan
Deskripsi serangan yang mendetail
Penyakitan diri
Bahasa kasar
Dari omega menjadi luna

Dari omega menjadi luna

3.2k Dilihat · Sedang Diperbarui · Dripping Creativity
Pikiran Graham tiba-tiba kosong. Dia berhadapan dengan serigala betina paling cantik yang pernah dia lihat. Matanya mengikuti lekuk tubuhnya. Dia pendek dan ramping, tapi memiliki lekuk di tempat-tempat yang membuat mulutnya kering dan celananya terasa sempit.

Saat dia menatap wajahnya, matanya bertemu dengan mata biru es miliknya, dan dia berhenti bernapas sejenak.

Sementara dia terdiam, serigalanya sangat gembira dan mencoba mendorongnya maju. Dia terlihat sama terkejutnya dengan Graham. Dia melangkah dua kali dan berakhir hanya beberapa inci dari wajahnya.

"Pasangan!" dia menggeram, tanpa pernah melepaskan kontak mata.

***Bella adalah seorang omega, peringkat terendah dalam kawanan. Tapi dia telah menerima posisinya dalam hidup. Graham adalah alfa, peringkat tertinggi. Kuat, garang, dan bertekad untuk melakukan yang terbaik bagi kawanannya. Dalam pikirannya, dia tidak punya waktu untuk pasangan. Namun mereka bertemu di tengah konflik terbesar antara kawanan dan para pengembara hingga saat ini.
Permainan Takdir

Permainan Takdir

3.2k Dilihat · Sedang Diperbarui · Dripping Creativity
Serigala Amie belum menunjukkan dirinya. Tapi siapa peduli? Dia punya kawanan yang baik, sahabat terbaik, dan keluarga yang mencintainya. Semua orang, termasuk Alfa, mengatakan bahwa dia sempurna apa adanya. Itu sampai dia menemukan pasangan jiwanya dan dia menolaknya. Patah hati, Amie melarikan diri dari segalanya dan memulai dari awal. Tidak ada lagi manusia serigala, tidak ada lagi kawanan.

Ketika Finlay menemukannya, dia hidup di antara manusia. Dia terpesona oleh serigala keras kepala yang menolak mengakui keberadaannya. Mungkin dia bukan pasangan jiwanya, tapi dia ingin Amie menjadi bagian dari kawanannya, serigala laten atau tidak.

Amie tak bisa menolak Alfa yang datang ke dalam hidupnya dan menyeretnya kembali ke kehidupan kawanan. Bukan hanya dia menemukan dirinya lebih bahagia daripada sebelumnya, serigalanya akhirnya datang padanya. Finlay bukan pasangan jiwanya, tapi dia menjadi sahabat terbaiknya. Bersama dengan serigala-serigala teratas lainnya di kawanan, mereka bekerja untuk menciptakan kawanan yang terbaik dan terkuat.

Ketika saatnya tiba untuk permainan kawanan, acara yang menentukan peringkat kawanan untuk sepuluh tahun ke depan, Amie harus menghadapi kawanannya yang lama. Ketika dia melihat pria yang menolaknya untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun, semua yang dia pikir dia tahu berubah. Amie dan Finlay harus beradaptasi dengan kenyataan baru dan menemukan jalan ke depan untuk kawanannya. Tapi apakah kejutan tak terduga ini akan memisahkan mereka?
Alpha Dom dan Pengganti Manusianya

Alpha Dom dan Pengganti Manusianya

4.2k Dilihat · Sedang Diperbarui · Caroline Above Story
Setelah bertahun-tahun berjuang melawan ketidaksuburan dan dikhianati oleh kekasihnya, Ella akhirnya memutuskan untuk memiliki bayi sendiri. Namun, semuanya menjadi kacau ketika dia diinseminasi dengan sperma miliarder yang menakutkan, Dominic Sinclair. Tiba-tiba hidupnya terbalik ketika kekeliruan itu terungkap -- terutama karena Sinclair bukan hanya miliarder biasa, dia juga seorang werewolf yang sedang berkampanye untuk menjadi Raja Alpha! Dia tidak akan membiarkan sembarang orang memiliki anaknya, bisakah Ella meyakinkannya untuk membiarkannya tetap dalam kehidupan anaknya? Dan kenapa dia selalu menatapnya seperti dia adalah makanan berikutnya?! Dia tidak mungkin tertarik pada manusia, kan?
Raja Alpha Panggilan

Raja Alpha Panggilan

955 Dilihat · Sedang Diperbarui · Jane Above Story
Fiona, seorang Luna yang sempurna, merasa hancur ketika mengetahui tunangannya telah berselingkuh. Dalam tindakan impulsif untuk membalas dendam, dia memesan seorang gigolo untuk malam penuh gairah. Saat matahari terbit keesokan paginya, dia meninggalkan uang tunai dan pergi diam-diam, percaya bahwa dia telah mendapatkan balas dendam manisnya.

Tanpa disadari Fiona, hidupnya akan berubah drastis ketika dia mendapati dirinya hamil setelah malam penuh gairah dengan gigolo tersebut. Di tengah kekacauan dan krisis kehamilan yang tidak direncanakan, dia secara tidak sengaja bertemu kembali dengan pria dari malam yang menentukan itu. Namun, pria yang berdiri di depannya bukanlah sembarang gigolo, melainkan calon Raja Alpha—bos tunangannya.

Jantungnya berdegup kencang saat dia menatap sosok kuat yang menjulang di depannya. Raja Alpha menyeringai, menyudutkannya dengan aura dominasi dan hasrat. Mengangkat alis, dia mengejek Fiona dengan pertanyaan yang membuat bulu kuduknya merinding: "Gigolo, ya?"
Penyesalan Bintang Hoki

Penyesalan Bintang Hoki

1.6k Dilihat · Sedang Diperbarui · Riley Above Story
Ketika kamu seorang kutu buku dan menghabiskan malam yang penuh gairah dengan si bad boy terkenal. Hatimu 💔 saat mengetahui malam itu hanyalah permainan. Dia ditantang untuk mengambil keperawananmu. Bertahun-tahun kemudian, kamu melihatnya, bintang hoki yang sedang naik daun, di acara TV nasional. Ketika dia ditanya mengapa dia selalu jomblo, Dia: Aku menunggu gadisku menerima permintaan maafku. Lalu dia menatap langsung ke kamera. Kamu mendengar namamu disebut, "Evie, aku minta maaf." Dalam waktu kurang dari satu jam, #foundevie menjadi hashtag terpanas di media sosial.
Bosku Suami Rahasiaku

Bosku Suami Rahasiaku

2.6k Dilihat · Sedang Diperbarui · Jane Above Story
Hazel siap menerima lamaran di Las Vegas, namun ia mendapatkan kejutan terbesar dalam hidupnya ketika pacarnya mengaku cinta pada saudara perempuannya.
Dengan hati yang hancur, ia akhirnya menikahi seorang asing. Keesokan paginya, wajahnya hanya samar-samar.
Kembali bekerja, cerita semakin rumit ketika ia menemukan bahwa CEO baru adalah suami misteriusnya dari Vegas?!
Sekarang, Hazel harus mencari cara untuk menghadapi kejutan tak terduga ini dalam kehidupan pribadi dan profesionalnya ...
Mantan Luna-nya Adalah Dokter Terkenal

Mantan Luna-nya Adalah Dokter Terkenal

983 Dilihat · Sedang Diperbarui · Caroline Above Story
Aria hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa, seorang yatim piatu yang kemudian menjadi Luna.
Pada hari peringatan pernikahannya dengan suaminya, sang raja alpha,
Raja alpha melelang kalung favoritnya dengan harga tinggi...
Dia sangat bersemangat menunggu kedatangannya, tetapi hanya untuk melihatnya memasangkan kalung itu pada wanita lain.
Ternyata ini bukan hanya hari peringatan mereka, tetapi juga hari cinta pertamanya bercerai...


3 tahun setelah perceraian,
Beberapa orang mengatakan mantan istri rumah tangganya adalah dokter paling terkenal di dunia, tetapi dia menolak untuk mempercayainya.
"Tuhan. Akhirnya, ya?"
Mantan istri Luna-nya akhirnya menjawab telepon.
"Apakah kamu mencari Ibu?"
seorang gadis kecil di ujung sana berkata.
Hamil dengan Anak Kembar Jenius Sang Alpha

Hamil dengan Anak Kembar Jenius Sang Alpha

1k Dilihat · Sedang Diperbarui · Jane Above Story
Ketika Evelyn menemukan suaminya berselingkuh dengan adik perempuannya yang masih muda saat bulan madu mereka, hatinya hancur berkeping-keping. Akhirnya, dia menghabiskan malam terbaik dengan seorang pria asing yang tampan. Enam tahun kemudian, Evelyn menjadi ibu tunggal dari sepasang anak kembar jenius. Mereka sedang melakukan siaran langsung untuk mencari ayah mereka di acara terkenal, Quiz Nation. Dia berkata kepada beta-nya: "Anak-anak itu milikku! Temukan dia!"
Putri Raja Alpha

Putri Raja Alpha

346 Dilihat · Sedang Diperbarui · Caroline Above Story
Dia adalah raja alfa, pujaanku, pelindungku. Dan dia 20 tahun lebih tua dariku.
**
"Berapa umurmu?"
"D-Dua puluh," aku menggigit bibir bawahku, tergagap dalam kebohongan. "Aku sudah dewasa."
Aku gemetar tapi memalingkan kepala, membiarkan dia menggesekkan hidungnya di leherku dan menghirup aroma tubuhku. Aku tidak tahu apa yang dia cium dariku. Apakah dia bisa mencium kebohonganku?
Aku tetap diam. Dia bergerak sedikit, seolah-olah mundur, dan aku langsung melingkarkan tanganku di lehernya, menahannya.
"Tolong, Raja Alfa," kataku. Suaraku bergetar meskipun aku mencoba terdengar menggoda. "Aku... yakin bisa memuaskanmu."
"Tahu nggak apa yang terjadi kalau kamu bohong sama Raja Alfa, gadis kecil?"
Dia tahu. Aku seharusnya tahu bahwa dia akan tahu aku bukan dua puluh tahun.
"Kamu kelihatan begitu sengaja, tapi aku nggak tertarik dengan tawaranmu. Gimana kalau kita main game?"
"G-Gimana?"
Dia menyipitkan mata dan memberiku senyum lambat yang kejam.
"Kalau kamu menang, aku akan memberimu perlindungan."
Mataku melebar dengan secercah harapan.
"Tapi kalau kamu kalah...."
Menolak Pasangan Alfa Saya

Menolak Pasangan Alfa Saya

924 Dilihat · Sedang Diperbarui · Caroline Above Story
"Siapa kamu?" Aku terbangun dengan kaget, merasa bingung dan sakit di seluruh tubuh.
Sebuah tubuh pria yang berat terbaring di sampingku—kami berdua telanjang kecuali selimut yang menutupi tubuh kami.

Rasa malu membuat kulitku memerah terang. Aku mencari ingatan tentang malam sebelumnya, mencoba mengingat bagaimana aku bisa sampai di sini sambil berusaha membungkus tubuhku dengan selimut. Aku berhenti ketika menyadari aku akan meninggalkan pasangan tidurku benar-benar telanjang.

Kulitku terasa terlalu panas dan terlalu ketat saat aku mencoba mencari cara untuk keluar dari situasi ini.
Aku tidak terbiasa berada di sekitar pria telanjang meskipun aku adalah seorang werewolf. Kami peduli tentang kesopanan tidak peduli apa yang dipikirkan manusia!

Aku ingat diriku berkata berulang kali, "Aku pasanganmu!"

Aku perlahan-lahan turun dari tempat tidur untuk mencari pakaian. Aku berusaha sepelan mungkin agar tidak membangunkan orang asing itu.

Aku tidak mengambil selimut untuk menjaga kesopanannya, malah mengorbankan kesopananku sendiri: aku lebih baik ketahuan telanjang daripada harus menghadapi pria telanjang yang jelas-jelas telah aku goda dengan segala kehalusan seekor anjing betina yang sedang birahi!

Aromanya ada di seluruh tubuhku, di seluruh ruangan sebenarnya. Kaya dan maskulin, setiap kali aku bernapas aku merasa seolah-olah dikelilingi oleh hutan dengan sentuhan kayu dan rempah hangat yang tidak bisa aku namai. Aku ingin merangkak kembali ke tempat tidur di sampingnya dan tidak pernah pergi.

Serigalaku, Rayne, menggerutu di kepalaku, "Kita tidak boleh pergi! Dia adalah pasangan kita!"
Berkencan Palsu dengan Kapten Tim Hoki Alpha

Berkencan Palsu dengan Kapten Tim Hoki Alpha

685 Dilihat · Sedang Diperbarui · Riley Above Story
Saat kamu, seorang kutu buku, ditinggal pergi oleh mantanmu dan menunggu semalaman di bar pada malam Tahun Baru. Saat itulah kamu bertemu dengan kapten tim hoki paling ganteng yang memintamu untuk pura-pura menjadi pacarnya agar dia bisa memutuskan pacar terbarunya.

Ketika mantanmu mengganggumu untuk kembali bersama, dia muncul dan mengatakan kepada mantanmu untuk pergi jauh-jauh.

Mantanmu berkata, "Aku tahu ini hanya kesepakatan dan kamu tidak mungkin menyukainya."

Dia (menciummu di depan semua orang): "Kesepakatan, seperti ini?"
Pengganti Tak Sengaja untuk Alpha

Pengganti Tak Sengaja untuk Alpha

6.1k Dilihat · Sedang Diperbarui · Caroline Above Story
Setelah bertahun-tahun berjuang melawan ketidaksuburan dan dikhianati oleh kekasihnya, Ella akhirnya memutuskan untuk memiliki bayi sendiri. Namun, semuanya menjadi kacau ketika dia diinseminasi dengan sperma miliarder yang menakutkan, Dominic Sinclair. Tiba-tiba hidupnya terbalik ketika kesalahan itu terungkap -- terutama karena Sinclair bukan hanya miliarder biasa, dia juga seorang werewolf yang sedang berkampanye untuk menjadi Raja Alpha! Dia tidak akan membiarkan sembarang orang memiliki anaknya, bisakah Ella meyakinkannya untuk membiarkannya tetap dalam kehidupan anaknya? Dan kenapa dia selalu menatap Ella seperti dia adalah makanan berikutnya?! Dia tidak mungkin tertarik pada manusia, kan?
Pengasuh dan Ayah Alpha

Pengasuh dan Ayah Alpha

1.2k Dilihat · Sedang Diperbarui · eve above story
Aku adalah seorang lulusan baru yang terlilit hutang besar, dan dikhianati oleh pacar Omega-ku.
Ketika aku mabuk di bar, aku tidak menyangka akan mengalami seks terbaik dalam hidupku.
Dan keesokan paginya, aku juga tidak menyangka akan bangun dan menemukan bahwa pasangan one night stand-ku adalah bos Alpha miliarder pacarku….
Bagaimana jadinya setelah aku secara tidak sengaja menjadi pengasuh anak perempuannya yang berusia 5 tahun?


Bagaimana ini bisa terjadi? Bagaimana aku akhirnya mendapatkan pekerjaan, hanya untuk mengetahui bahwa majikan baruku adalah orang yang sama dengan yang aku tiduri dua malam yang lalu?
“Aku tidak tahu kalau kamu yang akan jadi majikannya. Kalau aku tahu, aku tidak akan melamar….”
“Tidak apa-apa. Aku tahu itu kamu saat aku mempekerjakanmu. Aku sengaja melakukannya.”
Aku mengernyitkan alisku. “Maksudmu apa?”
Pengorbanan Perawan untuk Lycan Terakhir

Pengorbanan Perawan untuk Lycan Terakhir

1.4k Dilihat · Sedang Diperbarui · Jane Above Story
Setelah satu malam bersama, aku membuka mata dan menemukan seorang pria tampan telanjang berbaring di sebelahku. Dia adalah Lycan terakhir.

Menurut rumor, Lycan terakhir menjadi gila setiap bulan purnama. Dia hanya bisa dijinakkan dengan berhubungan seks dengan seorang perawan serigala.

Setiap kawanan mengirim perawan untuk dikorbankan kepada Lycan terakhir, dan aku adalah yang terpilih.

Sebelum dia bangun, aku melarikan diri dengan diam-diam.

Tapi anehnya, serigalaku menjadi lebih kuat!

Apakah berhubungan seks dengan Lycan bisa membuatku lebih kuat?!

Lycan itu adalah tembok otot maskulin di belakangku. Panas tubuhnya membakar bahkan melalui gaun pengantinku; napasnya menghanguskan telingaku saat dia mendekat dan berbisik, "Pasangan..."

Jika Lycan terakhir adalah Iblis, aku pikir aku mungkin ingin pergi ke neraka.

Ketika aku menyelamatkan Lycan terakhir dari kandangnya, aku tidak pernah berpikir bahwa suatu hari, aku akan dimasukkan ke dalam kandang olehnya.
Pengantin Pengganti Omega Raja Alpha

Pengantin Pengganti Omega Raja Alpha

2.5k Dilihat · Sedang Diperbarui · Jane Above Story
"Kalau kamu mau bunuh aku, silakan saja, bajingan," aku terisak.

Aku merasa kalah saat terbaring di bawah tubuh keras Raja Alpha. Dia menekan tubuhnya dengan berat ke arahku. Air mata membasahi wajahku dan dia menatap wajahku dengan penasaran. Dia berhenti sejenak, terengah-engah dan gemetar.

Baru beberapa saat yang lalu, dia merobek gaun pengantin khusus yang aku kenakan dan mencabik-cabiknya. Aku gemetar tak terkendali saat dia menekanku ke tempat tidurnya, mencium setiap tanda di tubuhku dan menggigitku hingga berdarah.

Tatapan biru gelapnya menjadi liar dan pada saat itu, aku benar-benar takut akan hidupku. Aku takut malam pernikahanku akan menjadi akhir dari hidupku.

Kenangan hari itu menyerbu pikiranku saat aku terus bertanya pada diri sendiri, "bagaimana aku bisa sampai di sini?"


Untuk menyelamatkan adik laki-lakinya, Hannah terpaksa menggantikan saudara tirinya, Amy, dalam pernikahan yang diatur, menikahi Raja Alpha yang kejam, Peter. Sedikit yang dia tahu, banyak bahaya yang menantinya.

Alpha Peter, pria paling sombong, dingin, dan terkuat di Kerajaan Werewolf, menerima pernikahan ini karena dia perlu menemukan pasangannya, seperti yang diramalkan. Hanya pasangannya yang bisa menyelamatkannya dari amarahnya yang mengerikan. Dia tidak tahu bahwa segera dia akan jatuh cinta pada gadis omega kecil ini.
Hamil dan Ditolak oleh Alpha Pasanganku

Hamil dan Ditolak oleh Alpha Pasanganku

3k Dilihat · Sedang Diperbarui · Caroline Above Story
Aku adalah serigala Volana, target dari Kejahatan. Darahku bisa memberikan kehidupan abadi.
Ayahku mengurungku sejak aku berusia 10 tahun. Dia membunuh serigalaku dan mencoba memperkosaku.

Tidak ada serigala. Tidak ada pasangan. Tidak ada harapan.
Sampai Bastien menawariku untuk menjadi pasangan kontraknya.

Ketika kontrak 3 tahun berakhir, aku hamil.
Namun, dia akan menolakku.


"Aku akan menjadi seorang ibu!" Aku menghela napas dengan ketidakpercayaan yang penuh kebahagiaan.

Aku tidak sabar untuk memberitahu Bastien.

Aku sudah tersenyum seperti orang bodoh sejak meninggalkan kantor dokter dan berlatih menyampaikan kabar ini saat mengemudi.

Kupu-kupu berterbangan cepat di perutku saat aku menaiki tangga, tubuhku bergetar dengan antisipasi.

Namun senyum bahagia itu hilang dari wajahku begitu aku masuk.

Bastien sudah ada di sana, menungguku. Dia duduk sendirian di ruang tamu yang gelap, segelas cairan berwarna amber di genggaman tangannya yang besar dan kerutan serius mendominasi wajah tampannya.

Akhirnya dia berbicara, "Besok aku akan meminta ayahku untuk memulai upacara penolakan kita."
1