Dikejar CEO Dingin, Sang Mantan Istri Jadi Idama

Dikejar CEO Dingin, Sang Mantan Istri Jadi Idama

Linda Handayani · Sedang Diperbarui · 112.0k Kata

763
Populer
765
Dilihat
0
Ditambahkan
Tambah ke Rak
Mulai Membaca
Bagikan:facebooktwitterpinterestwhatsappreddit

Pendahuluan

Suamiku jatuh cinta pada wanita lain dan minta cerai. Aku setuju.
Bercerai itu mudah, tetapi rujuk lagi tidak akan semudah itu.

Setelah bercerai, mantan suamiku baru tahu bahwa aku ternyata putri keluarga konglomerat. Ia pun jatuh cinta lagi padaku, bahkan sampai berlutut memohon untuk menikahinya kembali.

Untuk itu, aku hanya punya satu kata: "Pergi sana!"

Bab 1

PEMBERITAHUAN DARURAT! PEMBERITAHUAN DARURAT! SEORANG PRAJURIT PASUKAN PENJAGA PERDAMAIAN TERLUKA DI GARIS DEPAN. SITUASI KRITIS! MOHON BANTUAN!

Tanpa ragu, Putri Maharani segera mengenakan seragam tempurnya, menyambar tas medisnya, dan bergerak maju bersama timnya menuju titik koordinat yang telah ditentukan.

Medan perang diselimuti asap tebal. Mereka bergerak dengan sangat hati-hati, menghindari rentetan tembakan musuh. Saat mendekati posisi Rizky Wijaya, desingan peluru dan ledakan mortir masih terus bersahutan. Situasi sangat berbahaya.

Rizky Wijaya sudah di depan mata, tetapi api pertempuran yang tak kunjung reda membuat mereka mustahil untuk mendekat. Dengan tekad bulat, Putri Maharani mengambil keputusan nekat. Dia seorang diri merangkak maju dengan tas medis di punggungnya.

Akhirnya, Putri berhasil sampai di sisi Rizky Wijaya. Kakinya terluka parah, darah segar terus merembes keluar. Putri menarik napas dalam-dalam, menenangkan dirinya, lalu dengan sigap membersihkan luka, menghentikan pendarahan, dan membalutnya dengan cepat.

"Rizky Wijaya! Rizky Wijaya, jangan tidur! Tetap sadar, jangan pingsan!" Suara Putri yang tegas dan kuat menembus telinga Rizky.

Di tengah rasa sakit yang menyiksa dan panasnya mesiu yang membakar, melalui kabut asap yang samar, Rizky justru merasakan kesejukan yang menenangkan meresap hingga ke paru-parunya.

Suara itu seolah memiliki kekuatan penyembuh. Rasa sakitnya terasa sedikit berkurang. Dia berusaha keras untuk melihat wajah dokter militer wanita itu, tetapi pandangannya kabur tertutup lapisan darah. Semuanya buram sehingga dia tidak bisa melihat apa pun dengan jelas.

Dia hanya merasakan tubuhnya diguncang, dipindahkan, lalu semuanya menjadi gelap.


"Pak Wijaya, Pak Wijaya, bangun, Pak." Sebuah suara pria yang tegas dan jelas terdengar di telinganya, diikuti guncangan pada tubuhnya. Secara refleks, Rizky Wijaya langsung membanting pria di sampingnya ke atas meja kerja dan menguncinya.

"Pak Wijaya, ini saya." Handi, sekretarisnya, hanya memberontak sesaat sebelum kembali bersikap pasrah. Dia sudah terbiasa. Bosnya ini adalah mantan prajurit penjaga perdamaian yang pernah bertugas di medan perang. Tingkat kewaspadaannya luar biasa tinggi, dan beberapa reaksi stres pascatrauma masih tersisa. Beruntung Handi sudah sangat akrab dengannya, jadi dia hanya dilumpuhkan. Jika orang asing, mungkin lehernya sudah terkunci.

"Ada apa?" Rizky sudah sadar sepenuhnya dan segera melepaskan Handi. Dia menatap pemandangan di luar jendela kaca besar, lalu tanpa sadar menggelengkan kepalanya.

Sudah jelas dia telah kembali ke kota metropolitan yang ramai, kenapa lagi-lagi dia teringat hari-harinya di medan perang?

Dokter militer wanita itu, apakah dia masih hidup?

"Apa yang saya suruh sudah kamu kerjakan?"

"Sudah, Pak." Handi mengambil sebuah map dari atas meja dan menyerahkannya kepada Rizky. Melalui sampul plastik transparan, tulisan "Surat Perjanjian Cerai" tercetak jelas.

"Sesuai permintaan Bapak, kompensasi untuk Nyonya berupa satu unit vila dan uang tunai empat puluh miliar rupiah. Setelah ditandatangani, kita bisa langsung mengurusnya ke Kantor Catatan Sipil." Handi berpikir sejenak, lalu memberanikan diri untuk menasihati, "Pak Wijaya, sebenarnya Nyonya itu orang yang sangat baik. Kami semua bisa lihat, perasaannya pada Bapak ...."

"Cukup!" potong Rizky dengan suara tajam. Dia menyambar surat cerai itu dan berbalik pergi. Handi tak punya pilihan selain berlari kecil untuk mengikutinya.


Malam telah larut. Lampu-lampu kota berkelip redup, dan jalanan yang sesekali diselingi suara klakson mobil terasa begitu sunyi. Rizky melangkah masuk melalui pintu yang sudah sangat dikenalnya.

Cahaya lembut dari ruang keluarga menerangi sofa yang hangat. Saat itu, pandangan Rizky tanpa sadar terpaku pada sosok di atas sofa. Putri Maharani meringkuk di sana, tertidur dengan ekspresi damai di wajahnya. Jelas sekali dia menunggunya hingga terlelap. Suara napasnya yang teratur terdengar begitu merdu di keheningan malam.

Rizky tiba-tiba teringat suara Putri. Rasanya mirip dengan suara dokter militer itu.

Memikirkan hal itu, Rizky tersenyum sinis pada dirinya sendiri. Putri hanyalah seorang gadis desa biasa. Kalau bukan karena kakeknya menyukainya, mereka berdua tidak akan pernah bertemu seumur hidup. Bagaimana mungkin orang seperti dia adalah dokter militer yang cekatan dan tegas di medan perang?

Di atas meja makan, hidangan lezat tersaji rapi. Uap tipis masih mengepul, menebarkan aroma harum yang seolah menyiratkan ketulusan hati Putri.

Perasaan rumit yang tak terlukiskan menjalari hati Rizky. Dia membenci Putri, tetapi karena kakeknya, dia terpaksa menikahinya. Kini, setelah tiga tahun berlalu, janjinya pada sang kakek telah terpenuhi. Dia akhirnya bisa menceraikannya dan menikahi Kirana.

Mengenai wanita ini, Rizky tidak akan berbuat kejam. Sebuah vila dan empat puluh miliar rupiah sudah lebih dari cukup untuk menjamin sisa hidupnya dalam kemewahan.

Karena sudah memutuskan untuk bercerai, lebih baik tidak ada ikatan apa pun lagi.

Rizky tidak ingin menyentuh Putri, jadi dia membiarkannya tidur di sofa.

Tepat saat Rizky mendorong pintu kamar tidur, suara itu mungkin sedikit terlalu keras dan membangunkan Putri. Dia mengucek matanya, mengangkat kepala, dan saat melihat Rizky, matanya berbinar kaget bercampur lega. "Kamu sudah pulang. Aku kira kamu akan lembur lagi malam ini..."

"Kamu tidak perlu menungguku," kata Rizky dingin.

"Tidak apa-apa." Suara Putri lembut tetapi tegas. Dia bangkit dengan tubuh yang terasa lemas dan tersenyum hangat. "Aku suka menunggumu."

"Putri, perjanjian kita sudah berakhir," ujar Rizky, tidak lagi berbasa-basi dan langsung ke pokok permasalahan. "Ayo, kita bercerai."

Putri seakan disambar petir. Jantungnya terasa jatuh ke dasar jurang. "Apa ... Kakek tahu kamu mau menceraikanku?"

"Memangnya kenapa kalau dia tidak tahu?"

Hati Putri terasa seperti diremas. Air mata mulai menggenang di pelupuk matanya. Dia tidak mau percaya bahwa semua ini nyata, rasanya seperti mimpi buruk.

"Rizky Wijaya, apa kamu benar-benar yakin ingin menceraikanku?" Suara Putri bergetar. Meskipun dia berusaha keras untuk tetap tenang, isak tangisnya telah mengkhianati perasaannya. Dia tidak percaya pengorbanan tulusnya selama tiga tahun ini tidak mampu meluluhkan sedikit pun hati pria ini.

"Aku sudah muak, Putri," kata Rizky sambil melambaikan tangan, bahkan tidak sabar untuk mendengarkan lebih lanjut. "Pernikahanmu denganku sejak awal adalah sebuah kesalahan. Kamu tahu betul aku sedang berselisih dengan Kakek, kamu juga tahu aku punya orang yang kucintai, kami hanya tidak bisa bersama karena beberapa alasan. Sekarang, tiga tahun telah berlalu, Kirana juga sudah kembali dari Malaysia. Aku akan menikahinya. Jadi, kamu harus menyerahkan posisimu sebagai Nyonya Wijaya."

"Kirana." Nama itu bagaikan duri yang menusuk dalam ke hati Putri. "Benar juga, Kirana teman masa kecilmu itu. Dibandingkan dengannya, aku memang bukan apa-apa."

"Bagus kalau kamu sadar diri," jawab Rizky dingin dan tegas, tanpa sedikit pun keraguan.

"Aku tidak mau bercerai, Rizky! Apa masa lalu kita begitu mudahnya kamu buang?" Putri melompat ke depan, menghalangi langkah Rizky. Air mata akhirnya tumpah membasahi wajahnya. Suaranya dipenuhi permohonan dan keputusasaan. "Aku mencintaimu, Rizky. Aku masih ingin menjadi istrimu... meskipun kamu tidak punya perasaan apa pun padaku .... "

"Aku tidak mau pernikahan tanpa cinta." Suara Rizky terdengar lelah. Dia meletakkan surat perjanjian cerai di atas meja. "Aku sudah tanda tangan. Kamu juga segeralah urus. Sebelum Kirana kembali, aku mau semua proses hukum kita selesai."

Setelah berkata demikian, Rizky berbalik menuju kamar tidur tanpa menoleh sedikit pun, hanya menyisakan kalimat terakhirnya. "Sebagai kompensasi, aku akan memberimu empat puluh miliar rupiah ditambah satu vila di Jakarta Barat. Bagaimanapun, kamu datang tanpa membawa apa-apa. Aku akan sulit menjelaskannya pada kakek."

Kalimat yang membelah keheningan malam itu bagaikan pisau tajam yang memutus ikatan di antara mereka. Hati Putri terasa terkoyak, air matanya tak terbendung. Dia memalingkan wajah, tak sanggup lagi menatap pria itu, hatinya dipenuhi keputusasaan.

Setelah pintu kamar tertutup rapat, tubuh kurus Putri seakan kehilangan tumpuan. Dia hanya bisa berpegangan erat pada tepi meja, berbisik pada dirinya sendiri dengan suara yang sangat lirih dan berlinang air mata.

"Rizky, apa kita bisa ... tidak bercerai?"

Namun, bisikan lirih Putri tenggelam oleh dering ponsel dari dalam kamar. Tak ada seorang pun yang mendengarnya.

Malam berlalu dalam keheningan.


Sinar mentari pagi menyelinap melalui celah tirai, menyelimuti ruangan dengan cahaya keemasan. Namun, saat Rizky keluar dari kamar, yang menyambutnya adalah rumah yang kosong. Tak ada lagi sosok Putri yang familier, tak ada lagi aroma sarapan yang hangat. Hanya beberapa piring berisi makanan dingin dan sebuah mangkuk sarapan kosong di atas meja, yang dengan kejam mengingatkannya bahwa rumah ini telah kehilangan kehangatannya.

Rizky sedikit mengernyit, perasaan tidak nyaman mulai menjalari hatinya. Tanpa sadar dia berjalan ke dapur, ingin melihat apakah ada sesuatu yang ditinggalkan wanita itu. Namun, di dalam kulkas hanya ada beberapa jenis buah dan sayuran seadanya. Sarapan mewah yang biasa disiapkan Putri untuknya kini terasa begitu menusuk mata. Kekosongan mulai menyergap hatinya. Pada saat itulah dia sadar, yang hilang bukanlah makanan lezat itu, melainkan wanita yang telah berkorban dan merawatnya.

"Selamat pagi, Pak Wijaya." Suara Handi membuyarkan lamunannya. Sekretarisnya itu memasang senyum profesional, tetapi senyum itu justru terasa menyakitkan bagi Rizky saat ini.

"Pagi," jawabnya acuh tak acuh. Perasaan rumit di hatinya membuatnya tak punya waktu untuk basa-basi. Tepat pada saat itu, ucapan Handi bagai petir di siang bolong, menghantam telak jantungnya.

"Nyonya ... beliau sudah pergi," kata Handi dengan suara pelan.

Ekspresi Rizky meredup. Kenangan-kenangan kecil antara dirinya dan Putri seketika membanjiri benaknya. Wanita yang selalu patuh merawatnya tanpa pernah mengeluh itu telah pergi.

"Apa dia sesabar itu?" Hati Rizky terasa sesak. Seharusnya dia merasa lega, tetapi kenyataannya, dia tidak bisa menutupi penyesalan yang merayap di dasar hatinya. Dia teringat mata Putri yang memerah, teringat keputusasaannya.

Tiba-tiba Rizky ingat, dia tidak mendengar suara apa pun dari kamarnya semalaman. Apa Putri pergi begitu saja tanpa mengemasi barang-barangnya? Apa wanita itu pikir dia masih bisa kembali lagi nanti?

Handi sepertinya mengerti keraguan Rizky dan berinisiatif menjelaskan, "Nyonya tidak membawa apa-apa, Pak. Beliau hanya meninggalkan sebuah buku catatan kecil untuk saya, lalu dijemput oleh sebuah sedan hitam."

Rizky mengedarkan pandangan ke seluruh ruang keluarga. Surat perjanjian cerai yang telah ditandatangani tergeletak diam di atas meja, dengan bekas noda air mata di atasnya.

Tadi malam menangis tersedu-sedu, paginya sudah tidak sabar untuk pergi?!

Rizky merasa seperti sedang dipermainkan. Dengan kesal, dia bertanya pada sekretarisnya.

"Handi, cepat cari tahu mobil siapa itu!"

"Baik, Pak Wijaya."

Lima menit kemudian.

"Pak Wijaya, sudah ketemu. Itu mobil dinas Presiden Direktur Grup KS!"

KS ... Tuan Muda Keluarga Kesuma?!

Putri, seorang gadis desa tanpa uang dan latar belakang, yang selama tiga tahun bersamanya bahkan tidak punya lingkaran pertemanan, ternyata punya kemampuan untuk menggaet Tuan Muda Keluarga Kesuma?

Langsung dapat pengganti, ya? Hebat sekali!

"Pak Wijaya, apa hari ini ... Bapak benar-benar sudah mengajukan cerai pada Nyonya?" tanya sekretarisnya hati-hati.

Bab Terakhir

Anda Mungkin Suka 😍

Ayah Presiden, ayo segera

Ayah Presiden, ayo segera

905 Dilihat · Selesai · PageProfit Studio
Dia dikhianati oleh saudara tirinya dan secara tidak sengaja kehilangan dirinya dari seorang pria asing.
Dengan tubuh yang patah, tetapi dalam sedih mereka tidak berdaya ketika kecelakaan mobil ...
Empat tahun kemudian, dia memiliki putra yang cantik dan suami nominal.
Karena anaknya mengalami masalah, dia tidak sengaja bertemu dengan pria pengganggu bernama Li Shengtian, dan sejak saat itu, dia terjerat dengan itu.
Pria itu tidak hanya menciumnya pada kesempatan pertama, tetapi dia bahkan mengambil hati putranya se seakan-sesering itu.
Hidupnya benar-benar dalam kesulitan karena penampilannya.
Ketika orang-orang munafik suaminya mendirikan runtuh, kekejaman saudara perempuan terekspos, orang tua dan penggemar kehidupan sedikit tidak terwujud, ingatannya, juga mulai berangsur pulih.
Bekas luka dilucuti lapisan demi lapisan, dia menemukan bahwa dia telah terbiasa dengan keberadaan pria itu, bahkan jika semua orang meninggalkannya, hanya dia, masih ada untuk tidak meninggalkan ...
Sudah waktunya untuk menemukan suami untuk diri sendiri dan menemukan ayah kandungnya untuk anak anda!
Cinta Terlarang Dengan Istriku

Cinta Terlarang Dengan Istriku

1.4k Dilihat · Selesai · PageProfit Studio
Kakak ipar yang hijau, mengaduk-aduk pernikahan, He Wei menepuk pantatnya!
Tak disangka atau oleh pria kulit hitam yang ketahuan tertangkap kembali, menjadi kekasih kontraknya.
Empat tahun kemudian, dia kembali dengan mengbao yang luar biasa, tetapi menunggu berjam-jam dalam lingkaran kedok pria itu di lengannya.
"Apakah Anda membutuhkan pekerjaan?" Aku menawarkannya. "
"Apakah Anda membutuhkan seorang pria?" Saya bisa. "
"Apakah Anda membutuhkan ayah susu?" Saya. "
Dia Wei tidak tahan: "Keluar dari sini!" "
Bayi dengan lengannya bersenandung membuka mulutnya, ingin mengejar kaleng ibuku, kesulitan untuk menandatangani laris terjual terlebih dahulu! "
Seseorang penuh dengan garis hitam, apakah itu disebut koran?
Trilogi Efek Carrero

Trilogi Efek Carrero

3.3k Dilihat · Sedang Diperbarui · Leanne Marshall
Emma Anderson memiliki segalanya dalam hidupnya yang sudah terencana dengan baik. Dia memiliki pekerjaan sempurna di sebuah perusahaan besar di Manhattan yang memungkinkannya menjalani kehidupan yang tenang dan teratur. Hal ini sangat penting baginya, setelah masa kecil yang penuh dengan kenangan buruk, pelecehan, dan seorang ibu yang tidak berguna. Namun, ada satu masalah yang bisa menggagalkan semua yang dia pikir dia butuhkan dalam hidupnya. Promosinya membawanya langsung ke dalam pekerjaan dekat dengan Jacob Carrero, seorang miliarder muda, tampan, dan playboy dengan reputasi yang menakutkan sebagai pemain. Terjebak sebagai tangan kanannya, setiap saat dalam setiap hari, dia menyadari bahwa Jacob adalah tipe orang yang bisa membuatnya gila, dan bukan dalam arti yang baik. Seperti langit dan bumi, dia adalah segalanya yang bukan Emma. Impulsif, percaya diri, santai, dominan, dan menyenangkan, dengan sikap yang sangat santai terhadap seks kasual dan kencan. Jake adalah satu-satunya yang mampu menghancurkan eksterior dingin dan teratur Emma, yang tidak terpengaruh oleh sikap tertutup dan sopan santunnya, tetapi meskipun dia ingin, membiarkannya masuk adalah hal yang sangat berbeda. Masa lalu yang membuatnya waspada terhadap pria dan tidak ada keinginan untuk membiarkan satu pun cukup dekat untuk menyakitinya lagi, Jacob Carrero memiliki pekerjaan yang sulit. Dia bukan seseorang yang menerima jawaban TIDAK dan harus belajar bagaimana menembus jika dia menginginkan lebih dari topeng yang dia tunjukkan kepada dunia. Jake perlu menunjukkan padanya bahwa bahkan seseorang seperti dia bisa berubah ketika gadis yang penting itu berhasil menembus. Karakter yang seksi dan menyenangkan serta topik emosional yang mendalam. Mengandung beberapa konten dewasa dan bahasa yang matang.
Cinta Terburu-buru Sang CEO

Cinta Terburu-buru Sang CEO

13.7k Dilihat · Sedang Diperbarui · Budi Santoso
Setelah pengantinnya kabur, dia terpaksa menikahi keluarga kaya raya dengan reputasi buruk, menjadi Nyonya Fajar. Saat hamil dua bulan, sang suami memberinya surat cerai dan pergi tanpa ampun. Bertahun-tahun kemudian, dia telah menjadi seorang selebriti yang bersinar, dikelilingi banyak pelamar. Melihat anak lelaki yang sangat tampan di dekatnya, pria itu tersenyum sinis: "Hei, putramu mirip sekali denganku!" "Kita sudah cerai!" hardik wanita itu, menahan amarah.
Gadis Gemerlap

Gadis Gemerlap

3.7k Dilihat · Sedang Diperbarui · Budi Santoso
Setelah bersatu kembali dengan orang tua kandungnya, Sari dikenal sebagai seorang pecundang. Di kuliahnya, dia menjilat, suka berkelahi, dan bolos setiap hari. Bahkan pertunangannya dengan keluarga Rahman putus akibat kehidupan pribadinya yang berantakan! Semua orang menanti kehancurannya.

Namun di luar dugaan, dia membalas dengan tamparan yang menyakitkan! Ternyata dia bergelar doktor dan adalah ilmuwan ternama. Dia juara catur nasional, investor jenius, legenda bela diri... Saat prestasi tak terbantahkan ini terungkap satu per satu, tak terhitung orang mengejarnya.

Sementara itu, Tuan Phillips, legenda bisnis yang dulu memandangnya dengan hina, kini panik: Itu istriku! Menyingkir kalian!
Setelah Bercinta di Mobil dengan CEO

Setelah Bercinta di Mobil dengan CEO

88.9k Dilihat · Selesai · Robert
Setelah dikhianati oleh pacarku, aku langsung beralih ke temannya, seorang CEO tampan dan kaya, dan tidur dengannya. Awalnya aku pikir itu hanya tindakan impulsif semalam saja, tapi aku tidak pernah menyangka bahwa CEO ini sudah lama tergila-gila padaku. Dia mendekati pacarku hanya karena aku...
Ketika Aku Mencintaimu

Ketika Aku Mencintaimu

1k Dilihat · Selesai · Yulinda Li
Cinta. Bolehkah seorang Shakila memperjuangkannya? Bertahan atas nama CINTA.
Bahagia. Meski terkadang, Shakila tahu untuk saat ini ia belum mendapatkan cinta.

Memperjuangkan cinta sepihaknya. Mengejar laki-laki yang telah memiliki seorang kekasih. Tapi, bukankah seseorang memiliki sebuah alasan ketika ia memutuskan untuk terus berjuang?

Shakila bukanlah seorang pelakor, namun tanpa sengaja sebuah peristiwa membuat dirinya dapat menikah dengan pria impiannya.
Tentu saja, hal tersebut merupakan sebuah keberuntungan baginya. Namun, berbanding terbalik dengan Delvin Arsalan Davendra. Bos Shakila itu menganggap jika pernikahannya adalah salah. Benar-benar salah. Tetapi, untuk saat ini ia tak mungkin menceraikan Shakila dengan cepatnya.

Lantas, bagaimana dengan saat yang akan datang? Apa Delvin masih menganggap jika pernikahannya adalah kesalahan? Atau malah sebaliknya?
Bapak Ryan

Bapak Ryan

132.4k Dilihat · Selesai · Mary D. Sant
"Apa yang tidak bisa kamu kendalikan malam ini?" Aku memberikan senyum terbaikku, bersandar di dinding.
Dia mendekat dengan ekspresi gelap dan lapar,
begitu dekat,
tangannya meraih wajahku, dan dia menekan tubuhnya ke tubuhku.
Mulutnya mengambil milikku dengan rakus, sedikit kasar.
Lidahnya membuatku terengah-engah.
"Kalau kamu tidak ikut denganku, aku akan meniduri kamu di sini." Dia berbisik.


Katherine menjaga keperawanannya selama bertahun-tahun bahkan setelah dia berusia 18 tahun. Tapi suatu hari, dia bertemu dengan seorang pria yang sangat seksual, Nathan Ryan, di klub. Dia memiliki mata biru paling menggoda yang pernah dia lihat, dagu yang tegas, rambut pirang keemasan, bibir penuh, sempurna, dan senyum yang luar biasa, dengan gigi yang sempurna dan lesung pipit yang sialan itu. Sangat seksi.

Dia dan dia memiliki malam yang indah dan panas...
Katherine berpikir dia mungkin tidak akan bertemu pria itu lagi.
Tapi takdir punya rencana lain.

Katherine akan mengambil pekerjaan sebagai asisten seorang miliarder yang memiliki salah satu perusahaan terbesar di negara ini dan dikenal sebagai pria yang menaklukkan, otoritatif, dan sangat menggoda. Dia adalah Nathan Ryan!

Apakah Kate bisa menahan pesona pria yang menarik, kuat, dan menggoda ini?
Baca untuk mengetahui hubungan yang terombang-ambing antara kemarahan dan hasrat yang tak terkendali.

Peringatan: R18+, Hanya untuk pembaca dewasa.
Boneka Iblis

Boneka Iblis

12.5k Dilihat · Selesai · Williane Kassia
Aku menambahkan satu jari lagi, merasakan ketegangannya meningkat saat jariku menjelajahi setiap inci vaginanya.

"Rileks, ya." Aku mencium bokong kirinya dan memutar jariku di dalamnya, lalu mendorongnya dengan keras.

"Ahh!"

Dia mengeluarkan erangan panas saat aku menyentuh titik sensitifnya, dan aku mendekati payudara kanannya, menandainya dengan gigitan dan hisapan. Aku ingin semua orang tahu besok bahwa dia sekarang punya seorang pria, pria yang akan menjadi satu-satunya pemiliknya. Setiap gerakannya akan kuketahui, hanya aku yang bisa memilikinya. Aku akan membunuh siapa pun yang berani mendekati boneka kecilku yang cantik ini.


Hidup Aurelia berubah drastis ketika dia dituduh salah membawa ganja di dalam ranselnya, dia dikirim ke Penjara Horizon yang terkenal, yang dikenal sebagai neraka di bumi. Di lingkungan di mana hukum dan ketertiban tampak seperti ilusi belaka, Aurelia mendapati dirinya dikelilingi oleh penjahat kejam dan bayangan menyeramkan yang mengintai di setiap sudut penjara.

Putus asa untuk bertahan hidup dan melarikan diri dari mimpi buruk ini, Aurelia menarik perhatian Iblis yang ditakuti, pemimpin tertinggi penjara itu. Dengan aura kekuasaan dan dominasi mutlaknya, Iblis melihatnya sebagai mangsa yang menggoda, bertekad untuk memilikinya sebagai miliknya. Saat dia berjuang untuk bertahan hidup di lingkungan di mana kekerasan merajalela, dia mendapati dirinya terlibat dalam permainan kucing dan tikus yang berbahaya dengan Iblis.

Di antara kegelapan penjara dan bayangan koridor, Aurelia berjuang untuk menjaga kemanusiaannya tetap utuh, bahkan saat dia mencoba mengubahnya menjadi boneka patuh. Di dunia di mana garis antara kebaikan dan kejahatan kabur, dia harus menemukan cara untuk menolak godaannya sebelum terlambat.

"Boneka Iblis" adalah kisah tentang keberanian, pengorbanan, dan penebusan di tempat di mana harapan adalah kemewahan langka dan bertahan hidup adalah perjuangan sehari-hari.
Pak Limbong, Nyonya telah meninggal. Kami turut berdukacita.

Pak Limbong, Nyonya telah meninggal. Kami turut berdukacita.

8.6k Dilihat · Sedang Diperbarui · Aji Pratama
Setelah kematiannya yang tragis, didorong oleh keputusasaan dan pengkhianatan, miliader yang dulu memburu balas dendam kini hanya bisa bersujud memohon ampun.
Dia pernah menjadi istrinya selama tiga tahun, namun takkan pernah bisa menyaingi cintanya selama sepuluh tahun terhadap wanita lain.
Kecintaan Satu Malam

Kecintaan Satu Malam

745 Dilihat · Selesai · PageProfit Studio
Sebelum menikah.
Dia berkata: "Kasar, tidak profesional, melempar wanita. Tidak heran seorang pria seperti Anda akan merampok seorang wanita. "
Dia mencentang bibirnya: mata tersapu di atas tubuhnya, samar-samar: "kekanak-kanakan, bandara, masalah cinta, bahkan wanita tidak bisa dipanggil, saya enggan menerima Anda." "
Dia mencibir: Tidak, aku akan menemukan seorang pria yang bersedia menerimaku.
Dia menggendongnya: Saya tidak pergi ke neraka, yang pergi ke neraka
Setelah menikah.
"Apa tiga disiplin ilmu dan delapan catatan?" Seorang kolonel menatap wanita yang telah kembali terlambat dan menatap wajah merahnya karena minum.
"Eh- "Wanita minum di kepala, orang tua tidak tahu, tetapi juga kembali tiga disiplin ilmu delapan perhatian?"
"Sepertinya pendidikan kemarin tidak cukup mendalam. Hari ini kita harus melanjutkan pendidikan kita. "Seorang kolonel akan mabuk bahu wanita, dengan kekuatan fisik untuk memberitahunya, apa yang disebut tiga disiplin ilmu, delapan perhatian.
Segera setelah di kamar datang tangisan seorang wanita: "Brengsek, aku ingin bercerai." "
Suara seorang kolonel sangat tenang: "Maaf, tentara tidak bisa bercerai." "
"Aku akan protes, uh- "
Brengsek, selalu menggunakan trik ini, dia tidak bosan ah?
Perangkap Ace

Perangkap Ace

31.4k Dilihat · Selesai · Eva Zahan
Tujuh tahun yang lalu, Emerald Hutton meninggalkan keluarga dan teman-temannya untuk bersekolah di New York City, sambil memeluk hatinya yang hancur, demi melarikan diri dari satu orang saja. Sahabat kakaknya, yang telah ia cintai sejak hari dia menyelamatkannya dari para pengganggu saat berusia tujuh tahun. Hancur oleh anak laki-laki impiannya dan dikhianati oleh orang-orang yang dicintainya, Emerald belajar untuk mengubur kepingan hatinya di sudut terdalam ingatannya.

Hingga tujuh tahun kemudian, dia harus kembali ke kampung halamannya setelah menyelesaikan kuliahnya. Tempat di mana sekarang tinggal seorang miliarder berhati dingin, yang dulu hatinya yang mati pernah berdetak untuknya.

Terluka oleh masa lalunya, Achilles Valencian telah berubah menjadi pria yang ditakuti semua orang. Kehidupan yang membakar telah memenuhi hatinya dengan kegelapan tanpa dasar. Dan satu-satunya cahaya yang membuatnya tetap waras adalah Rosebud-nya. Seorang gadis dengan bintik-bintik dan mata pirus yang dia kagumi sepanjang hidupnya. Adik sahabatnya.

Setelah bertahun-tahun berjarak, ketika saatnya akhirnya tiba untuk menangkap cahayanya ke dalam wilayahnya, Achilles Valencian akan memainkan permainannya. Permainan untuk mengklaim apa yang menjadi miliknya.

Apakah Emerald akan mampu membedakan api cinta dan hasrat, serta pesona gelombang yang pernah membanjirinya untuk menjaga hatinya tetap aman? Atau dia akan membiarkan iblis itu memikatnya ke dalam perangkapnya? Karena tidak ada yang pernah bisa lolos dari permainannya. Dia mendapatkan apa yang dia inginkan. Dan permainan ini disebut...

Perangkap Ace.