
Dikejar CEO Dingin, Sang Mantan Istri Jadi Idama
Linda Handayani · Sedang Diperbarui · 112.0k Kata
Pendahuluan
Bercerai itu mudah, tetapi rujuk lagi tidak akan semudah itu.
Setelah bercerai, mantan suamiku baru tahu bahwa aku ternyata putri keluarga konglomerat. Ia pun jatuh cinta lagi padaku, bahkan sampai berlutut memohon untuk menikahinya kembali.
Untuk itu, aku hanya punya satu kata: "Pergi sana!"
Bab 1
PEMBERITAHUAN DARURAT! PEMBERITAHUAN DARURAT! SEORANG PRAJURIT PASUKAN PENJAGA PERDAMAIAN TERLUKA DI GARIS DEPAN. SITUASI KRITIS! MOHON BANTUAN!
Tanpa ragu, Putri Maharani segera mengenakan seragam tempurnya, menyambar tas medisnya, dan bergerak maju bersama timnya menuju titik koordinat yang telah ditentukan.
Medan perang diselimuti asap tebal. Mereka bergerak dengan sangat hati-hati, menghindari rentetan tembakan musuh. Saat mendekati posisi Rizky Wijaya, desingan peluru dan ledakan mortir masih terus bersahutan. Situasi sangat berbahaya.
Rizky Wijaya sudah di depan mata, tetapi api pertempuran yang tak kunjung reda membuat mereka mustahil untuk mendekat. Dengan tekad bulat, Putri Maharani mengambil keputusan nekat. Dia seorang diri merangkak maju dengan tas medis di punggungnya.
Akhirnya, Putri berhasil sampai di sisi Rizky Wijaya. Kakinya terluka parah, darah segar terus merembes keluar. Putri menarik napas dalam-dalam, menenangkan dirinya, lalu dengan sigap membersihkan luka, menghentikan pendarahan, dan membalutnya dengan cepat.
"Rizky Wijaya! Rizky Wijaya, jangan tidur! Tetap sadar, jangan pingsan!" Suara Putri yang tegas dan kuat menembus telinga Rizky.
Di tengah rasa sakit yang menyiksa dan panasnya mesiu yang membakar, melalui kabut asap yang samar, Rizky justru merasakan kesejukan yang menenangkan meresap hingga ke paru-parunya.
Suara itu seolah memiliki kekuatan penyembuh. Rasa sakitnya terasa sedikit berkurang. Dia berusaha keras untuk melihat wajah dokter militer wanita itu, tetapi pandangannya kabur tertutup lapisan darah. Semuanya buram sehingga dia tidak bisa melihat apa pun dengan jelas.
Dia hanya merasakan tubuhnya diguncang, dipindahkan, lalu semuanya menjadi gelap.
"Pak Wijaya, Pak Wijaya, bangun, Pak." Sebuah suara pria yang tegas dan jelas terdengar di telinganya, diikuti guncangan pada tubuhnya. Secara refleks, Rizky Wijaya langsung membanting pria di sampingnya ke atas meja kerja dan menguncinya.
"Pak Wijaya, ini saya." Handi, sekretarisnya, hanya memberontak sesaat sebelum kembali bersikap pasrah. Dia sudah terbiasa. Bosnya ini adalah mantan prajurit penjaga perdamaian yang pernah bertugas di medan perang. Tingkat kewaspadaannya luar biasa tinggi, dan beberapa reaksi stres pascatrauma masih tersisa. Beruntung Handi sudah sangat akrab dengannya, jadi dia hanya dilumpuhkan. Jika orang asing, mungkin lehernya sudah terkunci.
"Ada apa?" Rizky sudah sadar sepenuhnya dan segera melepaskan Handi. Dia menatap pemandangan di luar jendela kaca besar, lalu tanpa sadar menggelengkan kepalanya.
Sudah jelas dia telah kembali ke kota metropolitan yang ramai, kenapa lagi-lagi dia teringat hari-harinya di medan perang?
Dokter militer wanita itu, apakah dia masih hidup?
"Apa yang saya suruh sudah kamu kerjakan?"
"Sudah, Pak." Handi mengambil sebuah map dari atas meja dan menyerahkannya kepada Rizky. Melalui sampul plastik transparan, tulisan "Surat Perjanjian Cerai" tercetak jelas.
"Sesuai permintaan Bapak, kompensasi untuk Nyonya berupa satu unit vila dan uang tunai empat puluh miliar rupiah. Setelah ditandatangani, kita bisa langsung mengurusnya ke Kantor Catatan Sipil." Handi berpikir sejenak, lalu memberanikan diri untuk menasihati, "Pak Wijaya, sebenarnya Nyonya itu orang yang sangat baik. Kami semua bisa lihat, perasaannya pada Bapak ...."
"Cukup!" potong Rizky dengan suara tajam. Dia menyambar surat cerai itu dan berbalik pergi. Handi tak punya pilihan selain berlari kecil untuk mengikutinya.
Malam telah larut. Lampu-lampu kota berkelip redup, dan jalanan yang sesekali diselingi suara klakson mobil terasa begitu sunyi. Rizky melangkah masuk melalui pintu yang sudah sangat dikenalnya.
Cahaya lembut dari ruang keluarga menerangi sofa yang hangat. Saat itu, pandangan Rizky tanpa sadar terpaku pada sosok di atas sofa. Putri Maharani meringkuk di sana, tertidur dengan ekspresi damai di wajahnya. Jelas sekali dia menunggunya hingga terlelap. Suara napasnya yang teratur terdengar begitu merdu di keheningan malam.
Rizky tiba-tiba teringat suara Putri. Rasanya mirip dengan suara dokter militer itu.
Memikirkan hal itu, Rizky tersenyum sinis pada dirinya sendiri. Putri hanyalah seorang gadis desa biasa. Kalau bukan karena kakeknya menyukainya, mereka berdua tidak akan pernah bertemu seumur hidup. Bagaimana mungkin orang seperti dia adalah dokter militer yang cekatan dan tegas di medan perang?
Di atas meja makan, hidangan lezat tersaji rapi. Uap tipis masih mengepul, menebarkan aroma harum yang seolah menyiratkan ketulusan hati Putri.
Perasaan rumit yang tak terlukiskan menjalari hati Rizky. Dia membenci Putri, tetapi karena kakeknya, dia terpaksa menikahinya. Kini, setelah tiga tahun berlalu, janjinya pada sang kakek telah terpenuhi. Dia akhirnya bisa menceraikannya dan menikahi Kirana.
Mengenai wanita ini, Rizky tidak akan berbuat kejam. Sebuah vila dan empat puluh miliar rupiah sudah lebih dari cukup untuk menjamin sisa hidupnya dalam kemewahan.
Karena sudah memutuskan untuk bercerai, lebih baik tidak ada ikatan apa pun lagi.
Rizky tidak ingin menyentuh Putri, jadi dia membiarkannya tidur di sofa.
Tepat saat Rizky mendorong pintu kamar tidur, suara itu mungkin sedikit terlalu keras dan membangunkan Putri. Dia mengucek matanya, mengangkat kepala, dan saat melihat Rizky, matanya berbinar kaget bercampur lega. "Kamu sudah pulang. Aku kira kamu akan lembur lagi malam ini..."
"Kamu tidak perlu menungguku," kata Rizky dingin.
"Tidak apa-apa." Suara Putri lembut tetapi tegas. Dia bangkit dengan tubuh yang terasa lemas dan tersenyum hangat. "Aku suka menunggumu."
"Putri, perjanjian kita sudah berakhir," ujar Rizky, tidak lagi berbasa-basi dan langsung ke pokok permasalahan. "Ayo, kita bercerai."
Putri seakan disambar petir. Jantungnya terasa jatuh ke dasar jurang. "Apa ... Kakek tahu kamu mau menceraikanku?"
"Memangnya kenapa kalau dia tidak tahu?"
Hati Putri terasa seperti diremas. Air mata mulai menggenang di pelupuk matanya. Dia tidak mau percaya bahwa semua ini nyata, rasanya seperti mimpi buruk.
"Rizky Wijaya, apa kamu benar-benar yakin ingin menceraikanku?" Suara Putri bergetar. Meskipun dia berusaha keras untuk tetap tenang, isak tangisnya telah mengkhianati perasaannya. Dia tidak percaya pengorbanan tulusnya selama tiga tahun ini tidak mampu meluluhkan sedikit pun hati pria ini.
"Aku sudah muak, Putri," kata Rizky sambil melambaikan tangan, bahkan tidak sabar untuk mendengarkan lebih lanjut. "Pernikahanmu denganku sejak awal adalah sebuah kesalahan. Kamu tahu betul aku sedang berselisih dengan Kakek, kamu juga tahu aku punya orang yang kucintai, kami hanya tidak bisa bersama karena beberapa alasan. Sekarang, tiga tahun telah berlalu, Kirana juga sudah kembali dari Malaysia. Aku akan menikahinya. Jadi, kamu harus menyerahkan posisimu sebagai Nyonya Wijaya."
"Kirana." Nama itu bagaikan duri yang menusuk dalam ke hati Putri. "Benar juga, Kirana teman masa kecilmu itu. Dibandingkan dengannya, aku memang bukan apa-apa."
"Bagus kalau kamu sadar diri," jawab Rizky dingin dan tegas, tanpa sedikit pun keraguan.
"Aku tidak mau bercerai, Rizky! Apa masa lalu kita begitu mudahnya kamu buang?" Putri melompat ke depan, menghalangi langkah Rizky. Air mata akhirnya tumpah membasahi wajahnya. Suaranya dipenuhi permohonan dan keputusasaan. "Aku mencintaimu, Rizky. Aku masih ingin menjadi istrimu... meskipun kamu tidak punya perasaan apa pun padaku .... "
"Aku tidak mau pernikahan tanpa cinta." Suara Rizky terdengar lelah. Dia meletakkan surat perjanjian cerai di atas meja. "Aku sudah tanda tangan. Kamu juga segeralah urus. Sebelum Kirana kembali, aku mau semua proses hukum kita selesai."
Setelah berkata demikian, Rizky berbalik menuju kamar tidur tanpa menoleh sedikit pun, hanya menyisakan kalimat terakhirnya. "Sebagai kompensasi, aku akan memberimu empat puluh miliar rupiah ditambah satu vila di Jakarta Barat. Bagaimanapun, kamu datang tanpa membawa apa-apa. Aku akan sulit menjelaskannya pada kakek."
Kalimat yang membelah keheningan malam itu bagaikan pisau tajam yang memutus ikatan di antara mereka. Hati Putri terasa terkoyak, air matanya tak terbendung. Dia memalingkan wajah, tak sanggup lagi menatap pria itu, hatinya dipenuhi keputusasaan.
Setelah pintu kamar tertutup rapat, tubuh kurus Putri seakan kehilangan tumpuan. Dia hanya bisa berpegangan erat pada tepi meja, berbisik pada dirinya sendiri dengan suara yang sangat lirih dan berlinang air mata.
"Rizky, apa kita bisa ... tidak bercerai?"
Namun, bisikan lirih Putri tenggelam oleh dering ponsel dari dalam kamar. Tak ada seorang pun yang mendengarnya.
Malam berlalu dalam keheningan.
Sinar mentari pagi menyelinap melalui celah tirai, menyelimuti ruangan dengan cahaya keemasan. Namun, saat Rizky keluar dari kamar, yang menyambutnya adalah rumah yang kosong. Tak ada lagi sosok Putri yang familier, tak ada lagi aroma sarapan yang hangat. Hanya beberapa piring berisi makanan dingin dan sebuah mangkuk sarapan kosong di atas meja, yang dengan kejam mengingatkannya bahwa rumah ini telah kehilangan kehangatannya.
Rizky sedikit mengernyit, perasaan tidak nyaman mulai menjalari hatinya. Tanpa sadar dia berjalan ke dapur, ingin melihat apakah ada sesuatu yang ditinggalkan wanita itu. Namun, di dalam kulkas hanya ada beberapa jenis buah dan sayuran seadanya. Sarapan mewah yang biasa disiapkan Putri untuknya kini terasa begitu menusuk mata. Kekosongan mulai menyergap hatinya. Pada saat itulah dia sadar, yang hilang bukanlah makanan lezat itu, melainkan wanita yang telah berkorban dan merawatnya.
"Selamat pagi, Pak Wijaya." Suara Handi membuyarkan lamunannya. Sekretarisnya itu memasang senyum profesional, tetapi senyum itu justru terasa menyakitkan bagi Rizky saat ini.
"Pagi," jawabnya acuh tak acuh. Perasaan rumit di hatinya membuatnya tak punya waktu untuk basa-basi. Tepat pada saat itu, ucapan Handi bagai petir di siang bolong, menghantam telak jantungnya.
"Nyonya ... beliau sudah pergi," kata Handi dengan suara pelan.
Ekspresi Rizky meredup. Kenangan-kenangan kecil antara dirinya dan Putri seketika membanjiri benaknya. Wanita yang selalu patuh merawatnya tanpa pernah mengeluh itu telah pergi.
"Apa dia sesabar itu?" Hati Rizky terasa sesak. Seharusnya dia merasa lega, tetapi kenyataannya, dia tidak bisa menutupi penyesalan yang merayap di dasar hatinya. Dia teringat mata Putri yang memerah, teringat keputusasaannya.
Tiba-tiba Rizky ingat, dia tidak mendengar suara apa pun dari kamarnya semalaman. Apa Putri pergi begitu saja tanpa mengemasi barang-barangnya? Apa wanita itu pikir dia masih bisa kembali lagi nanti?
Handi sepertinya mengerti keraguan Rizky dan berinisiatif menjelaskan, "Nyonya tidak membawa apa-apa, Pak. Beliau hanya meninggalkan sebuah buku catatan kecil untuk saya, lalu dijemput oleh sebuah sedan hitam."
Rizky mengedarkan pandangan ke seluruh ruang keluarga. Surat perjanjian cerai yang telah ditandatangani tergeletak diam di atas meja, dengan bekas noda air mata di atasnya.
Tadi malam menangis tersedu-sedu, paginya sudah tidak sabar untuk pergi?!
Rizky merasa seperti sedang dipermainkan. Dengan kesal, dia bertanya pada sekretarisnya.
"Handi, cepat cari tahu mobil siapa itu!"
"Baik, Pak Wijaya."
Lima menit kemudian.
"Pak Wijaya, sudah ketemu. Itu mobil dinas Presiden Direktur Grup KS!"
KS ... Tuan Muda Keluarga Kesuma?!
Putri, seorang gadis desa tanpa uang dan latar belakang, yang selama tiga tahun bersamanya bahkan tidak punya lingkaran pertemanan, ternyata punya kemampuan untuk menggaet Tuan Muda Keluarga Kesuma?
Langsung dapat pengganti, ya? Hebat sekali!
"Pak Wijaya, apa hari ini ... Bapak benar-benar sudah mengajukan cerai pada Nyonya?" tanya sekretarisnya hati-hati.
Bab Terakhir
#100 Bab [100] Plagiarisme Karya
Terakhir Diperbarui: 5/6/2026#99 Bab [99] Berpura-pura Lemah
Terakhir Diperbarui: 5/7/2026#98 Bab [98] Rizky Wijaya Menjadi Pelakor
Terakhir Diperbarui: 5/6/2026#97 Bab [97] Kamu adalah Pengecualian Saya
Terakhir Diperbarui: 5/7/2026#96 Bab [96] Latar Belakang Rizky Wijaya
Terakhir Diperbarui: 5/6/2026#95 Bab [95] Vas Bunga Tak Berguna
Terakhir Diperbarui: 5/6/2026#94 Bab [94] Pertunangan Anak-Anak
Terakhir Diperbarui: 5/7/2026#93 Bab [93] Rizky Wijaya yang Tidak Biasa
Terakhir Diperbarui: 5/6/2026#92 Bab [92] Dukungan Penggemar
Terakhir Diperbarui: 5/6/2026#91 Bab [91] Penggemar Fanatik
Terakhir Diperbarui: 5/6/2026
Anda Mungkin Suka 😍
Foxy Wife
Cinta bukanlah perioritas hidup Deby. Satu hal yang ditekankan, ia bukan perempuan nakal, orang terjepit hidup ataupun menjual diri.
Hanya melihat 'peruntungan' hubungan bersama seorang presdir Alzero Corp. Terikat penuh ke balas dendam.
Hidup sederhana cukup, Deby tak mengharapkan hal lain.
Menjadi istri diatas kertas adalah sebab ia mau. Sementara licik, licin dan perempuan ular bukanlah pilihan terakhir.
Deby sendiri yang memposisikan diri sendiri. So..., hit with that do. Done.
Zenit Alzero pun bukan orang yang terjebak, ia yang menawarkan. Tak ada dusta antara mereka.
Deby seorang anak dari mafia yang punya dendam ke keluarga Arnais, sepupu Zenit Alzero. Deby menikah ke Zen adalah untuk akses balas dendamnya.
Bagaimana jadinya Devil bertemu evil?
Akankah hubungan mereka berjalan baik?
Semua adalah kisah cinta dan balas dendam. bisakah cinta sejati mempersatukan mereka?
Cinta Manis dengan Suamiku Milyarder
Dalam sebuah wawancara, Sari mengaku masih single, menyebabkan sensasi besar.
"Nyonya Limbong bercerai" langsung melesat ke puncak trending search.
Semua orang tahu Ari Limbong adalah taktisi yang kejam.
Persis ketika semua orang mengira dia akan menyikat habis Sari, sebuah akun baru terdaftar memberi komentar di profil pribadi Sari: "Bersimpuh di lantai atau di hadapanku, pilih!"
Boneka Iblis
"Rileks, ya." Aku mencium bokong kirinya dan memutar jariku di dalamnya, lalu mendorongnya dengan keras.
"Ahh!"
Dia mengeluarkan erangan panas saat aku menyentuh titik sensitifnya, dan aku mendekati payudara kanannya, menandainya dengan gigitan dan hisapan. Aku ingin semua orang tahu besok bahwa dia sekarang punya seorang pria, pria yang akan menjadi satu-satunya pemiliknya. Setiap gerakannya akan kuketahui, hanya aku yang bisa memilikinya. Aku akan membunuh siapa pun yang berani mendekati boneka kecilku yang cantik ini.
Hidup Aurelia berubah drastis ketika dia dituduh salah membawa ganja di dalam ranselnya, dia dikirim ke Penjara Horizon yang terkenal, yang dikenal sebagai neraka di bumi. Di lingkungan di mana hukum dan ketertiban tampak seperti ilusi belaka, Aurelia mendapati dirinya dikelilingi oleh penjahat kejam dan bayangan menyeramkan yang mengintai di setiap sudut penjara.
Putus asa untuk bertahan hidup dan melarikan diri dari mimpi buruk ini, Aurelia menarik perhatian Iblis yang ditakuti, pemimpin tertinggi penjara itu. Dengan aura kekuasaan dan dominasi mutlaknya, Iblis melihatnya sebagai mangsa yang menggoda, bertekad untuk memilikinya sebagai miliknya. Saat dia berjuang untuk bertahan hidup di lingkungan di mana kekerasan merajalela, dia mendapati dirinya terlibat dalam permainan kucing dan tikus yang berbahaya dengan Iblis.
Di antara kegelapan penjara dan bayangan koridor, Aurelia berjuang untuk menjaga kemanusiaannya tetap utuh, bahkan saat dia mencoba mengubahnya menjadi boneka patuh. Di dunia di mana garis antara kebaikan dan kejahatan kabur, dia harus menemukan cara untuk menolak godaannya sebelum terlambat.
"Boneka Iblis" adalah kisah tentang keberanian, pengorbanan, dan penebusan di tempat di mana harapan adalah kemewahan langka dan bertahan hidup adalah perjuangan sehari-hari.
Perangkap Ace
Hingga tujuh tahun kemudian, dia harus kembali ke kampung halamannya setelah menyelesaikan kuliahnya. Tempat di mana sekarang tinggal seorang miliarder berhati dingin, yang dulu hatinya yang mati pernah berdetak untuknya.
Terluka oleh masa lalunya, Achilles Valencian telah berubah menjadi pria yang ditakuti semua orang. Kehidupan yang membakar telah memenuhi hatinya dengan kegelapan tanpa dasar. Dan satu-satunya cahaya yang membuatnya tetap waras adalah Rosebud-nya. Seorang gadis dengan bintik-bintik dan mata pirus yang dia kagumi sepanjang hidupnya. Adik sahabatnya.
Setelah bertahun-tahun berjarak, ketika saatnya akhirnya tiba untuk menangkap cahayanya ke dalam wilayahnya, Achilles Valencian akan memainkan permainannya. Permainan untuk mengklaim apa yang menjadi miliknya.
Apakah Emerald akan mampu membedakan api cinta dan hasrat, serta pesona gelombang yang pernah membanjirinya untuk menjaga hatinya tetap aman? Atau dia akan membiarkan iblis itu memikatnya ke dalam perangkapnya? Karena tidak ada yang pernah bisa lolos dari permainannya. Dia mendapatkan apa yang dia inginkan. Dan permainan ini disebut...
Perangkap Ace.
Pengantin Mafia-Nya
"Lepasin aku!" aku menggeram.
"Kalau aku mau sekarang juga," dia mendekat, bibirnya menyentuh lembut daun telingaku.
"Aku bisa memaksamu dan melihatmu berteriak dengan nada indahmu di bawahku," bisiknya dengan suara serak.
Aku terkejut dan mencoba melepaskan tangannya dari pinggangku.
"Kamu kan istriku, bukan?" dia menggoda, giginya menggigit lembut kulitku.
Aku merasakan panas aneh yang mulai membara di dalam diriku dan aku berusaha mengendalikannya.
"Dante, lepaskan aku!" aku mendesis.
Perlahan, kepalanya naik dari leherku dan menatapku.
Dia menggerakkan jarinya di sepanjang bibirku dan senyum iblis muncul di wajahnya.
Cinta. Kejahatan. Gairah. Tokoh wanita yang kuat.
Alina Fedorov, putri yang berani dan penuh semangat dari Don mafia Rusia, dipaksa menikah melawan kehendaknya oleh ayahnya. Dan pengantinnya tak lain adalah Dante Morelli yang ditakuti, capo dei capi dari mafia Italia-Amerika yang paling kuat dan berbahaya.
Dia memiliki markas yang tersebar di seluruh Eropa dan Amerika dengan banyak capo dan underboss yang siap melayani perintahnya. Mengelola dunia bawahnya tanpa hati, dia cepat menyingkirkan siapa pun yang melawan perintahnya dan bertahun-tahun pelatihannya membuatnya siap untuk kehidupan kejahatan yang berbahaya.
Namun, semua itu tidak akan berarti ketika dia bertemu dengan Alina Fedorov yang impulsif dan mandiri.
Bisakah cinta tumbuh di antara mereka terutama ketika Dante menginginkan balas dendam pada Alina atas dosa-dosa ayahnya? Ataukah Alina mampu meruntuhkan tembok dinginnya dan membuatnya bertekuk lutut untuknya?
Trilogi Efek Carrero
Putri Sang Kesatria
Saat ia berusaha mempertahankan hubungan mereka, pria itu membalasnya dengan tuduhan pedas — menyebutnya sebagai pencari untung yang tak peduli pada tanggung jawab dan kehormatan yang lebih besar.
Kini, tekadnya bulat. Dengan pedang terhunus dan hati yang teguh, ia menaiki kudanya dan pergi meninggalkan segalanya.
Sebagai putri seorang legenda, ia akan membuktikan pada dunia: seorang perempuan pun mampu memikul tanggung jawab keluarganya, dan menjadi seorang kesatria sejati — sekaligus pemimpin yang tangguh.
PUTRI SANG KESATRIA
Kecintaan Satu Malam
Dia berkata: "Kasar, tidak profesional, melempar wanita. Tidak heran seorang pria seperti Anda akan merampok seorang wanita. "
Dia mencentang bibirnya: mata tersapu di atas tubuhnya, samar-samar: "kekanak-kanakan, bandara, masalah cinta, bahkan wanita tidak bisa dipanggil, saya enggan menerima Anda." "
Dia mencibir: Tidak, aku akan menemukan seorang pria yang bersedia menerimaku.
Dia menggendongnya: Saya tidak pergi ke neraka, yang pergi ke neraka
Setelah menikah.
"Apa tiga disiplin ilmu dan delapan catatan?" Seorang kolonel menatap wanita yang telah kembali terlambat dan menatap wajah merahnya karena minum.
"Eh- "Wanita minum di kepala, orang tua tidak tahu, tetapi juga kembali tiga disiplin ilmu delapan perhatian?"
"Sepertinya pendidikan kemarin tidak cukup mendalam. Hari ini kita harus melanjutkan pendidikan kita. "Seorang kolonel akan mabuk bahu wanita, dengan kekuatan fisik untuk memberitahunya, apa yang disebut tiga disiplin ilmu, delapan perhatian.
Segera setelah di kamar datang tangisan seorang wanita: "Brengsek, aku ingin bercerai." "
Suara seorang kolonel sangat tenang: "Maaf, tentara tidak bisa bercerai." "
"Aku akan protes, uh- "
Brengsek, selalu menggunakan trik ini, dia tidak bosan ah?
Gadis Gemerlap
Namun di luar dugaan, dia membalas dengan tamparan yang menyakitkan! Ternyata dia bergelar doktor dan adalah ilmuwan ternama. Dia juara catur nasional, investor jenius, legenda bela diri... Saat prestasi tak terbantahkan ini terungkap satu per satu, tak terhitung orang mengejarnya.
Sementara itu, Tuan Phillips, legenda bisnis yang dulu memandangnya dengan hina, kini panik: Itu istriku! Menyingkir kalian!
Cinta Terlarang Dengan Istriku
Tak disangka atau oleh pria kulit hitam yang ketahuan tertangkap kembali, menjadi kekasih kontraknya.
Empat tahun kemudian, dia kembali dengan mengbao yang luar biasa, tetapi menunggu berjam-jam dalam lingkaran kedok pria itu di lengannya.
"Apakah Anda membutuhkan pekerjaan?" Aku menawarkannya. "
"Apakah Anda membutuhkan seorang pria?" Saya bisa. "
"Apakah Anda membutuhkan ayah susu?" Saya. "
Dia Wei tidak tahan: "Keluar dari sini!" "
Bayi dengan lengannya bersenandung membuka mulutnya, ingin mengejar kaleng ibuku, kesulitan untuk menandatangani laris terjual terlebih dahulu! "
Seseorang penuh dengan garis hitam, apakah itu disebut koran?
Mantan Istri yang Tak Terlupakan
Dia melamarku, dan kuterima. Bagaimana mungkin aku menolak pria yang sudah lama kusukai? Dia menjelaskan dengan tegas bahwa hubungan kami hanya berdasarkan uang dan seks, dan aku tidak keberatan. Dalam pernikahan tanpa cinta itu, aku sudah puas hanya bisa berada di sampingnya.
Dia mengajukan gugatan cerai, dan kusetujui. Lima tahun pernikahan berakhir dalam satu hari. Aku merasa putus asa, dan hanya berharap untuk tidak pernah melihatnya lagi.
Setelahnya, dia berkata, "Sari, mari kita menikah lagi." Aku sama sekali tidak merasa apa-apa dan menjawab, "Pak Limbong, kurasa tidak ada yang perlu kita bicarakan selain urusan bisnis."
Dia meraih pinggangku dan berkata, "Kau yakin? Anak itu baru saja memanggilku Ayah!"
Ayah Presiden, ayo segera
Dengan tubuh yang patah, tetapi dalam sedih mereka tidak berdaya ketika kecelakaan mobil ...
Empat tahun kemudian, dia memiliki putra yang cantik dan suami nominal.
Karena anaknya mengalami masalah, dia tidak sengaja bertemu dengan pria pengganggu bernama Li Shengtian, dan sejak saat itu, dia terjerat dengan itu.
Pria itu tidak hanya menciumnya pada kesempatan pertama, tetapi dia bahkan mengambil hati putranya se seakan-sesering itu.
Hidupnya benar-benar dalam kesulitan karena penampilannya.
Ketika orang-orang munafik suaminya mendirikan runtuh, kekejaman saudara perempuan terekspos, orang tua dan penggemar kehidupan sedikit tidak terwujud, ingatannya, juga mulai berangsur pulih.
Bekas luka dilucuti lapisan demi lapisan, dia menemukan bahwa dia telah terbiasa dengan keberadaan pria itu, bahkan jika semua orang meninggalkannya, hanya dia, masih ada untuk tidak meninggalkan ...
Sudah waktunya untuk menemukan suami untuk diri sendiri dan menemukan ayah kandungnya untuk anak anda!












