
Ibu Tunggal yang Terjebak Cinta Miliarder
Agus Salim · Sedang Diperbarui · 200.2k Kata
Pendahuluan
"Mami, kami bawa Papa pulang!" seru ketiga bocah itu.
Pak Ari, menatap tiga versi mini dari dirinya sendiri, dengan penuh keyakinan mendeklarasikan, "Tiga belum cukup. Aku ingin kita punya satu tim sepak bola penuh!"
Sari membalas dingin, "Lupakan. Aku bahkan tidak suka padamu. Untuk apa punya lebih banyak anak denganmu?"
Dengan percaya diri yang tak tergoyahkan, Ari menjawab, "Aku akan buat kau jatuh cinta padaku, tunggu dan lihat saja!"
Bab 1
Sari Fenanto terbaring telanjang di atas ranjang, tangannya tak henti membelai tubuhnya yang menggoda. Bara gairah menyala-nyala liar di dalam dirinya, menyisakan kehampaan dan kegelisahan yang tak berujung.
Di luar jendela, badai mengamuk, kilat menyambar disusul gemuruh guntur. Ditemani suara angin dan hujan yang ganas, wanita itu terus menggeliatkan tubuhnya, semakin tenggelam dalam kenikmatan. Putingnya menegang dan mengeras karena rangsangan yang berulang kali dia berikan pada dirinya sendiri.
"Mmmhh..."
Desahan sensual yang tak tertahankan itu keluar dari bibirnya, berpadu dengan suara guntur di luar.
Kesadaran Sari Fenanto mulai kabur, matanya sayu dan berkabut.
Satu hal yang dia tahu pasti, dia telah diberi obat perangsang oleh adik tirinya sendiri.
Obat perangsang seksual!
Anak haram sialan itu!
Di dalam kamar yang remang-remang, kilat sesekali menerangi ruangan, memantulkan siluet lekuk tubuhnya yang indah di dinding, terus bergerak gelisah.
Kedua kaki Sari Fenanto saling bergesekan tak terkendali, sementara tangannya merayap di sepanjang kulitnya hingga mencapai dadanya.
Dia sangat menginginkan kehadiran seorang pria untuk mengisi kekosongan jiwanya.
Dalam kabut gairahnya, dia merasakan langkah kaki mendekat. Aroma segar yang samar tercium darinya, sangat menyenangkan.
Dia membuka matanya yang sayu, samar-samar melihat sosok pria jangkung.
Tepat pada saat itu, napas yang berat dan terengah-engah terdengar di telinganya, membuat jantungnya berdebar kencang.
DUAARR!
Kilat menyambar di langit malam, membawa seberkas cahaya sesaat.
Sebuah wajah yang luar biasa tampan terpantul di pupil matanya. Kesadarannya yang kabur mengunci sosok itu di bagian terdalam ingatannya, tanpa jejak yang bisa dilacak.
Dia merasakan tubuh yang panas memeluknya erat. Hembusan napas pria itu terasa hangat di telinganya.
"Tidak, jangan!"
Bawah sadarnya ingin melawan, mendorong pria yang kini berada di atasnya. Namun, tubuhnya seolah tak mau menurut. Alih-alih mendorong, tangannya justru memeluk pria itu dengan erat.
Desahan sensual kembali terdengar.
DUAARR!
Bayangan mereka terpantul di dinding, dua tubuh menyatu dengan intim.
Tetesan hujan menghantam jendela dengan deras, seolah menjadi jeritan minta tolong.
Di luar, angin menderu-deru, dahan-dahan pohon bergoyang hebat, menimbulkan suara gemerisik.
Napas yang berat berpadu dengan suara badai, Sari Fenanto merasa seolah melayang di awan.
"Jangan sentuh aku!"
Kesadarannya menjerit, memberontak sekuat tenaga.
Namun, dia tak bisa berbuat apa-apa. Tubuhnya justru terus menyambut pria itu.
Sensasi geli yang menjalar dari area sensitifnya membuatnya memeluk pria itu semakin erat. Dengan napas tersengal, dia berbisik tak terkendali, "Lebih cepat lagi, aku mau lagi!"
"Nona, apa kau begitu bernafsu?"
Napas pria itu semakin berat. Di bawah gempurannya, perlawanan Sari Fenanto semakin melemah.
"Aku... aku mau lagi."
Gairah itu perlahan mencapai puncaknya.
Pria itu terus menghantam tubuh Sari Fenanto tanpa henti, menghantam jiwanya.
Kesadaran Sari Fenanto akhirnya padam. Rasa lelah yang luar biasa menyelimutinya, seolah dia terperangkap dalam mimpi tanpa akhir.
Hingga suara yang familier dari luar pintu menyentakkannya dari tidur. Dia membuka mata dan melihat tubuhnya yang telanjang, menyadari bahwa semua yang terjadi semalam bukanlah mimpi.
"Ayah, jangan salahkan Kakak, dia tidak sengaja. Aku hanya kebetulan melihatnya bersama seorang pria di sini. Apa yang sebenarnya terjadi, kita semua belum tahu."
"Berani-beraninya dia!"
Pintu ditendang hingga terbuka.
Sari Fenanto menatap dua orang yang masuk. Pria di depan dengan rambut yang mulai menipis adalah ayahnya, Darma Fenanto!
Dan di belakang Darma Fenanto, adalah adik tiri kesayangannya yang memberinya obat semalam, Melati Fenanto!
Dengan bukti yang terpampang di depan mata, wajah Darma Fenanto menjadi gelap. "Sari Fenanto! Kau akan segera menikah dengan Adrian Kusuma, bagaimana bisa kau melakukan hal serendah ini? Muka apa yang harus kutunjukkan pada keluarga Kusuma?"
"Ayah, bukan seperti itu, Melati yang menjebakku," jelas Sari Fenanto panik.
"DIAM! Melati itu adikmu, dia selalu bersikap baik. Mana mungkin dia melakukan hal seperti itu?"
"Kakak, aku tahu Kakak selalu meremehkanku karena statusku sebagai anak haram. Kalau dengan menyalahkanku bisa membuat Kakak merasa lebih baik, aku tidak keberatan. Aku hanya takut pria itu akan menyakiti Kakak, makanya aku memanggil Ayah untuk menolongmu."
Air mata Melati Fenanto mengalir, kata-katanya terdengar begitu tulus dan meyakinkan.
"Diam kau, perempuan munafik! Kau yang merancang semua ini untuk menjebakku, aku..."
Ucapan Sari Fenanto terpotong oleh tamparan keras dari Darma Fenanto.
Wanita itu menahan air matanya dengan keras kepala, menahan rasa sakit dan penghinaan.
"CUKUP! Adikmu begitu peduli padamu, bahkan sampai sekarang dia masih membelamu. Dan kau? Setelah melakukan perbuatan memalukan ini, kau tidak hanya tidak mengaku, tapi juga berusaha memutarbalikkan fakta dan memfitnah adikmu sendiri!"
Darma Fenanto menunjuk wajahnya dengan marah. "Moralmu rendah, kelakuanmu bejat! Keluarga Fenanto tidak punya anak perempuan sepertimu. Pergi kau dari Keluarga Fenanto!"
Setelah berkata demikian, Darma Fenanto berbalik dan pergi dengan amarah yang meluap-luap.
"Ayah, dengarkan penjelasanku..."
Sari Fenanto, yang saat itu hanya terbungkus selimut, hanya bisa berteriak memohon.
Tak peduli seberapa keras dia memanggil, ayahnya tidak berhenti, hingga sosoknya benar-benar hilang dari pandangan.
"Kenapa kau menjebakku?"
"Kakak bicara apa? Aku tidak mengerti."
Sari Fenanto menatap Melati Fenanto dengan jijik.
"Cukup, Ayah sudah pergi, apa masih ada gunanya kau berpura-pura? Sejak kau datang ke rumah ini, tidak pernah ada satu hari pun yang tenang. Hadiah ulang tahun yang kusiapkan dengan susah payah untuk Ayah, kau ganti dengan bangkai tikus. Seluruh keluarga keracunan makanan, dan hanya aku yang baik-baik saja, membuat semua orang salah paham dan mengira akulah pelakunya. Dulu, aku pikir semua ini ulah musuh Ayah! Sekarang aku sadar, semua ini adalah rencana licikmu!"
Mengingat semua kejadian di masa lalu, Sari Fenanto baru menyadari betapa liciknya adiknya ini. Sejak awal, dia sudah merencanakan segalanya untuk melawannya.
Menghadapi tuduhan Sari Fenanto, Melati Fenanto tersenyum santai, dengan sedikit rasa puas di wajahnya. "Benar, memang aku yang melakukannya. Lalu kenapa? Waktu insiden keracunan itu, demi berhasil menjebakmu, aku bahkan menelan racun dua kali lebih banyak dari yang lain. Kalau saja terlambat dibawa ke rumah sakit, nyawaku bisa melayang."
"Kau benar-benar kejam!"
Justru setelah insiden keracunan itulah, toleransi ayahnya terhadapnya menurun drastis. Sikapnya berubah total, sebaliknya, dia semakin menyayangi anak haram ini, Melati Fenanto.
"Kakak, tahu tidak? Sejak hari pertama aku masuk ke keluarga Fenanto, saat kau menatapku dengan pandangan hina itu! Sejak saat itu aku bersumpah, aku akan merebut semua yang menjadi milikmu."
Melati Fenanto menatap Sari Fenanto dari atas, seolah dia yang berkuasa. Saat ini, dia akhirnya bisa merasakan apa yang dirasakan kakaknya dulu.
Rasa superioritas yang angkuh dan alami!
Tanpa perlu melakukan apa-apa, hanya dengan satu tatapan merendahkan, sudah cukup membuat dirinya yang dulu merasa ciut dan tak berdaya.
"Kau lebih pintar dariku, bakatmu lebih tinggi dariku, bahkan calon suamimu ratusan kali lebih baik dari pacar-pacarku."
Saat mengatakan ini, wajah Melati Fenanto menjadi gelap, suaranya sangat tertahan, dan matanya dipenuhi kegilaan.
"Kenapa? Kenapa kau lebih baik dariku dalam segala hal? Kenapa semua sumber daya dilimpahkan padamu? Kenapa kau memiliki segalanya?"
Melati Fenanto dengan emosi mencekik leher Sari Fenanto, berteriak histeris.
Setelah melampiaskan amarahnya, dia menatap wajah kakaknya yang tegar dan tersenyum puas.
Entah kenapa, Sari Fenanto melihat kepahitan di balik senyum puas itu.
"Memangnya kenapa kalau aku anak haram? Memangnya kenapa kalau aku tidak lebih baik darimu dalam segala hal?"
"Kakak, kau yang selalu merasa paling suci dan terhormat, pada akhirnya bukankah kau tetap saja dihancurkan sampai tidak punya apa-apa olehku, si anak haram ini?"
Sari Fenanto menatap Melati Fenanto dengan penuh kebencian. Dia benci! Dia benci karena terlambat menyadarinya, benci karena tidak pernah menyelidiki semua kejadian di masa lalu sampai tuntas.
"Ya, ekspresi seperti inilah yang aku suka. Ekspresi di mana kau ingin sekali membunuhku, tapi tidak berdaya."
Melati Fenanto tertawa terbahak-bahak. Dia melepaskan dagu Sari Fenanto dengan kasar, seolah membuang sampah.
"Aku sudah menunggu hari ini begitu lama. Sekarang kau pasti sangat iri padaku, kan? Aku sudah merebut semua milikmu!"
Melati Fenanto menatapnya dengan kasihan. "Kakak, lebih baik kau mati saja diam-diam di sudut yang terlupakan, seperti seekor tikus."
Mendadak, Melati Fenanto teringat sesuatu yang menarik dan memutuskan untuk membaginya dengan Sari Fenanto.
"Oh iya, ada satu hal lagi yang lupa kukatakan pada Kakak. Baju Kakak terlalu kotor, jadi dengan baik hati aku membuangnya ke tempat sampah. Lagi pula, Keluarga Fenanto tidak boleh menyimpan barang kotor yang tidak berguna, iya kan, Kakak?"
Sari Fenanto menatap tajam ke arah Melati Fenanto. Dia harus mengingat wajah ini baik-baik karena dia pasti akan membalas dendam!
Semakin besar kebencian Sari Fenanto, semakin puas perasaan Melati Fenanto. Setelah puas bermain-main, dia berkata dengan nada lelah, "Masih belum mau pergi?"
Sari Fenanto tidak mengatakan sepatah kata pun. Dia bangkit, membungkus tubuhnya dengan selimut, dan menyeret tubuh serta jiwanya yang lelah untuk pergi.
Namun, pada saat itu, Melati Fenanto kembali bersuara.
"Berhenti!"
Sari Fenanto menoleh dengan kaget.
Melati Fenanto berkata, "Selimut ini juga milik keluarga Fenanto!"
Sari Fenanto menatap adiknya yang terasa begitu asing dengan marah. Dia tidak menyangka bahkan satu-satunya selimut yang menutupi tubuhnya pun akan direbut!
"Karena Kakak tidak mau memberikannya, biar aku yang bantu!"
Bab Terakhir
#161 Bab [161] Interogasi
Terakhir Diperbarui: 3/3/2026#160 Bab [160] Di Dalam Pistolmu Tidak Ada Peluru!
Terakhir Diperbarui: 3/3/2026#159 Bab [159] Aku Datang Menjadi Sandera
Terakhir Diperbarui: 3/3/2026#158 Bab [158] Lari!
Terakhir Diperbarui: 3/3/2026#157 Bab [157] Anak Panah Tersembunyi
Terakhir Diperbarui: 3/3/2026#156 Bab [156] Serangan Balik Luna Lianto
Terakhir Diperbarui: 3/3/2026#155 Bab [155] Stimulasi
Terakhir Diperbarui: 3/3/2026#154 Bab [154] Musuh Bebuyutan Arya Fenanto
Terakhir Diperbarui: 3/3/2026#153 Bab [153] Teh Hitam Premium dari Pegunungan Jawa Barat
Terakhir Diperbarui: 3/3/2026#152 Bab [152] Memaafkan Ayah
Terakhir Diperbarui: 3/3/2026
Anda Mungkin Suka 😍
KEHAMILAN MANTAN ISTRI MILYARDER
Beberapa bulan kemudian Miselia mendapati dirinya hamil. Tiba-tiba Evan kembali datang dan mendeklarasikan jika Miselia adalah miliknya. Tetapi, Miselia yang kini menjadi ahli waris menolak kedatangan Evan, sang mantan suami.
Akankah CEO yang penuh teka-teki itu memenangkan cintanya kembali atau kebencian akan menang pada akhirnya?
Cinta Terburu-buru Sang CEO
Rayuan untuk Kakak Tiriku si Mafia
Ketika aku kembali ke Bali dan melanjutkan karierku sebagai dokter, aku dipaksa untuk menghadiri pernikahan ibu angkatku — dan di sanalah dia berada. Kakak tiriku ternyata adalah partner satu malamku!
Jantungku hampir berhenti berdetak.
Keluarga ayah tiriku adalah dinasti yang sangat kaya dan berkuasa di Bali, terlibat dalam jaringan bisnis yang kompleks dan diselubungi misteri, termasuk nuansa gelap serta kekerasan.
Aku ingin menjauh dari siapa pun dari keluarga mafia tradisional Indonesia ini.
Tapi kakak tiriku tidak mau melepaskanku!
Dan sekarang, dia kembali ke Bali, mengelola bisnis keluarganya dengan efisiensi yang kejam. Dia adalah perpaduan berbahaya dari kalkulasi dingin dan daya tarik yang tak terbantahkan, menarikku ke dalam jalinan takdir yang tidak bisa kuhindari.
Secara naluri aku ingin menjauhi bahaya, menjauh darinya, tetapi takdir terus mendorongku kepadanya lagi dan lagi, dan aku kecanduan padanya di luar kendaliku. Seperti apa masa depan kami?
Bacalah bukunya.
Sang Putri Hamil Kabur Usai Diceraikan
Ia bertahan dalam pernikahan tanpa cinta dan gairah selama tiga tahun, dengan keras kepala percaya bahwa suatu hari suaminya akan melihat nilainya. Namun, yang tidak pernah dia duga adalah malah menerima surat cerai darinya.
Akhirnya, dia mengambil keputusan: dia tidak menginginkan lelaki yang tidak mencintainya. Maka, di tengah malam yang pekat, dia pergi membawa serta janin dalam kandungannya.
Lima tahun kemudian, dia telah bertransformasi total. Ia kini adalah ahli bedah ortopedi terkemuka, seorang hacker tingkat atas, arsitek peraih medali emas di industri konstruksi, dan bahkan terungkap sebagai pewaris konglomerat triliunan rupiah. Semua identitas rahasianya berhasil terbongkar satu persatu.
Sampai suatu hari, seseorang membongkar fakta mengejutkan bahwa di sampingnya ada dua bocah berusia empat tahun yang wajahnya mirip sekali dengan bayi kembar naga-phoenix milik seorang CEO ternama.
Melihat sertifikat perceraian mereka, sang mantan suami tak bisa lagi duduk tenang. Dengan gegas dia memojokkan mantan istrinya, mendesaknya ke dinding, dan dengan suara bergetar penuh emosi dia bertanya, "Mantan istriku yang cantik, bukankah ini saatnya kau memberiku penjelasan?"
Pak Limbong, Nyonya telah meninggal. Kami turut berdukacita.
Dia pernah menjadi istrinya selama tiga tahun, namun takkan pernah bisa menyaingi cintanya selama sepuluh tahun terhadap wanita lain.
Ayah Presiden, ayo segera
Dengan tubuh yang patah, tetapi dalam sedih mereka tidak berdaya ketika kecelakaan mobil ...
Empat tahun kemudian, dia memiliki putra yang cantik dan suami nominal.
Karena anaknya mengalami masalah, dia tidak sengaja bertemu dengan pria pengganggu bernama Li Shengtian, dan sejak saat itu, dia terjerat dengan itu.
Pria itu tidak hanya menciumnya pada kesempatan pertama, tetapi dia bahkan mengambil hati putranya se seakan-sesering itu.
Hidupnya benar-benar dalam kesulitan karena penampilannya.
Ketika orang-orang munafik suaminya mendirikan runtuh, kekejaman saudara perempuan terekspos, orang tua dan penggemar kehidupan sedikit tidak terwujud, ingatannya, juga mulai berangsur pulih.
Bekas luka dilucuti lapisan demi lapisan, dia menemukan bahwa dia telah terbiasa dengan keberadaan pria itu, bahkan jika semua orang meninggalkannya, hanya dia, masih ada untuk tidak meninggalkan ...
Sudah waktunya untuk menemukan suami untuk diri sendiri dan menemukan ayah kandungnya untuk anak anda!
Trilogi Efek Carrero
Mami, Papi Memintamu Kembali
Enam tahun kemudian, Binar kembali ke tanah air dengan dua anak kembar yang cerdas dan menggemaskan, sekarang dia telah menjadi dokter yang berbakat dan terkenal dan banyak pria hebat yang jatuh cinta padanya!
Mantan suaminya, Barra, sekarang menyesal dan ingin kembali pada pelukannya. Akankah Binar memaafkan sang mantan?
“Mami, Papi memintamu kembali? Apakah Mami masih mencintainya?”
Kesayangan CEO
Dia adalah kaisar gelap yang ditakuti semua orang, dikabarkan kejam dan kejam, dan tegas, tetapi dia hanya memanjakannya tanpa hukum.
Suatu hari, reporter bertanya: "Nyonya Lu, apakah Anda memiliki sesuatu yang perlu ditakuti?"
Gu Mengmeng tidak meneteskan air mata di wajahnya.
Dia hanya takut pada dua hal sekarang.
Pertama, cium suamimu!
Kedua, suami tercinta setelah mematikan lampu!
Perangkap Ace
Hingga tujuh tahun kemudian, dia harus kembali ke kampung halamannya setelah menyelesaikan kuliahnya. Tempat di mana sekarang tinggal seorang miliarder berhati dingin, yang dulu hatinya yang mati pernah berdetak untuknya.
Terluka oleh masa lalunya, Achilles Valencian telah berubah menjadi pria yang ditakuti semua orang. Kehidupan yang membakar telah memenuhi hatinya dengan kegelapan tanpa dasar. Dan satu-satunya cahaya yang membuatnya tetap waras adalah Rosebud-nya. Seorang gadis dengan bintik-bintik dan mata pirus yang dia kagumi sepanjang hidupnya. Adik sahabatnya.
Setelah bertahun-tahun berjarak, ketika saatnya akhirnya tiba untuk menangkap cahayanya ke dalam wilayahnya, Achilles Valencian akan memainkan permainannya. Permainan untuk mengklaim apa yang menjadi miliknya.
Apakah Emerald akan mampu membedakan api cinta dan hasrat, serta pesona gelombang yang pernah membanjirinya untuk menjaga hatinya tetap aman? Atau dia akan membiarkan iblis itu memikatnya ke dalam perangkapnya? Karena tidak ada yang pernah bisa lolos dari permainannya. Dia mendapatkan apa yang dia inginkan. Dan permainan ini disebut...
Perangkap Ace.
Pengantin Mafia-Nya
"Lepasin aku!" aku menggeram.
"Kalau aku mau sekarang juga," dia mendekat, bibirnya menyentuh lembut daun telingaku.
"Aku bisa memaksamu dan melihatmu berteriak dengan nada indahmu di bawahku," bisiknya dengan suara serak.
Aku terkejut dan mencoba melepaskan tangannya dari pinggangku.
"Kamu kan istriku, bukan?" dia menggoda, giginya menggigit lembut kulitku.
Aku merasakan panas aneh yang mulai membara di dalam diriku dan aku berusaha mengendalikannya.
"Dante, lepaskan aku!" aku mendesis.
Perlahan, kepalanya naik dari leherku dan menatapku.
Dia menggerakkan jarinya di sepanjang bibirku dan senyum iblis muncul di wajahnya.
Cinta. Kejahatan. Gairah. Tokoh wanita yang kuat.
Alina Fedorov, putri yang berani dan penuh semangat dari Don mafia Rusia, dipaksa menikah melawan kehendaknya oleh ayahnya. Dan pengantinnya tak lain adalah Dante Morelli yang ditakuti, capo dei capi dari mafia Italia-Amerika yang paling kuat dan berbahaya.
Dia memiliki markas yang tersebar di seluruh Eropa dan Amerika dengan banyak capo dan underboss yang siap melayani perintahnya. Mengelola dunia bawahnya tanpa hati, dia cepat menyingkirkan siapa pun yang melawan perintahnya dan bertahun-tahun pelatihannya membuatnya siap untuk kehidupan kejahatan yang berbahaya.
Namun, semua itu tidak akan berarti ketika dia bertemu dengan Alina Fedorov yang impulsif dan mandiri.
Bisakah cinta tumbuh di antara mereka terutama ketika Dante menginginkan balas dendam pada Alina atas dosa-dosa ayahnya? Ataukah Alina mampu meruntuhkan tembok dinginnya dan membuatnya bertekuk lutut untuknya?












