Ketika Aku Mencintaimu

Ketika Aku Mencintaimu

Yulinda Li · Selesai · 181.3k Kata

686
Populer
892
Dilihat
33
Ditambahkan
Tambah ke Rak
Mulai Membaca
Bagikan:facebooktwitterpinterestwhatsappreddit

Pendahuluan

Cinta. Bolehkah seorang Shakila memperjuangkannya? Bertahan atas nama CINTA.
Bahagia. Meski terkadang, Shakila tahu untuk saat ini ia belum mendapatkan cinta.

Memperjuangkan cinta sepihaknya. Mengejar laki-laki yang telah memiliki seorang kekasih. Tapi, bukankah seseorang memiliki sebuah alasan ketika ia memutuskan untuk terus berjuang?

Shakila bukanlah seorang pelakor, namun tanpa sengaja sebuah peristiwa membuat dirinya dapat menikah dengan pria impiannya.
Tentu saja, hal tersebut merupakan sebuah keberuntungan baginya. Namun, berbanding terbalik dengan Delvin Arsalan Davendra. Bos Shakila itu menganggap jika pernikahannya adalah salah. Benar-benar salah. Tetapi, untuk saat ini ia tak mungkin menceraikan Shakila dengan cepatnya.

Lantas, bagaimana dengan saat yang akan datang? Apa Delvin masih menganggap jika pernikahannya adalah kesalahan? Atau malah sebaliknya?

Bab 1

"Saya terima nikah dan kawinnya Shakila Atmarini binti ...."

Ucapan akad tersebut kembali terngiang di telinga Delvin. Kejadian tadi berlangsung sekitar tiga puluh menit yang lalu di sebuah rumah sakit ternama di Jakarta.

Karena keadaan darurat, Delvin terpaksa melangsungkan pernikahan di tempat yang tak semestinya. Laki-laki yang seharusnya bangga dan bahagia akan kalimat sakral tersebut nyatanya sama sekali tidak dirasakan Delvin. Pria berpipi tirus itu kini tengah merenungkan nasib nahasnya. Sebab, wanita yang benar-benar akan dinikahinya menghilang bak ditelan bumi. Mungkin, lebih tepatnya menghilang ibarat tuyul yang usai mencuri uang sang pemilik.

Delvin, dengan terpaksa, harus menuruti keinginan aneh dari sang mama yang memintanya untuk segera memiliki gandengan detik itu juga. Padahal, pria tersebut hendak menunggu Tunisia sampai wanita yang dicintainya itu datang ke acara ijab kabul mereka.

Akan tetapi, hingga detik-detik acara sakral tersebut tiba, Tunisia tak kunjung menunjukkan batang hidungnya. Nomor ponselnya sulit untuk dihubungi. Begitu juga dengan apartemen miliknya, sama-sama mendadak tak berpenghuni.

Hingga, Delvin mau tidak mau menikahi Shakila demi mewujudkan cita-cita Nyonya Devandra. Karena, wanita tak berdaya itu berdalih jika umurnya mungkin bisa saja tak akan lama lagi. Menurutnya, Shakila adalah calon menantu yang tepat, wanita yang bisa dibilang cukup untuk memenuhi kriteria Delvin meski di bawah standar Tunisia. Namun, entah kenapa, Delvin tidak rela dan menganggap pernikahan ini salah. Benar-benar salah.

Delvin menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi panjang rumah sakit, tepat di depan kamar perawatan sang mama. Pria tersebut memilih untuk meninggalkan sejenak ruangan yang membuatnya terasa menyesakkan itu.

Terdengar suara langkah kaki wanita yang sepertinya akan mendekat ke arah Delvin berada. Namun, matanya yang terpejam seolah enggan untuk terbuka. Kursi tunggu rumah sakit yang sedikit bergoyang menandakan ada orang lain yang duduk tepat di sampingnya.

"Pak Delvin, ini aku belikan kopi," sahut seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah istrinya sekarang. Lebih tepatnya, istri yang tak dirindukan.

Delvin tahu, ini orang siapa. Wanita yang telah bekerja di perusahaannya sejak setahun yang lalu. Meski, dia tidak jelek-jelek amat. Tapi, hal yang paling membuatnya risi ketika Shakila menunjukkan rasa ketertarikannya. Terlalu absurd.

Padahal, Shakila bukanlah seorang petinggi di perusahaan. Hanya seorang sekretaris pribadi Delvin yang begitu akrab dengan seluruh rekan sejawatnya.

Seusai Delvin menerima uluran kopi dari tangan Shakila. Tiba-tiba, tercetus ide di benak wanita itu yang berniat ingin menggoda. "Cieee ... Bapak senang ya, bisa menikahi aku ...." Nah kan, seperti itulah Shakila. Melontarkan kalimatnya dengan begitu percaya diri.

Telinga Delvin pun seakan sakit kala mendengarnya. Rasa manis pada secangkir kopi langsung berubah menjadi teramat pahit di lidah Delvin kala suara cempreng Shakila menembus telinganya. Hingga, wajah cantik yang terbalut hijab tersebut terlumuri oleh hitamnya si kopi yang menyembur tanpa izin dari mulut Delvin.

Lirikan tajam sang suami, membuat Shakila tersenyum geli. Ia kemudian membersihkan lekukan wajahnya dengan beberapa lembar tisu yang ia keluarkan dari dalam tas selempangnya.

Tak ada gurat kemarahan yang terlukis dari raut muka Shakila. Mungkin, karena terbiasa, atau dirinya sudah kebal dengan perlakuan sang bos yang kelewat aneh.

Entah kenapa, wanita ini tak kenal lelah untuk mendapatkan cinta seorang Delvin. Padahal, ia tahu jika Delvin telah memiliki kekasih hati. Di samping hal itu, seseorang pasti memiliki alasan tersendiri tentang perjuangannya, bukan?

Dulu, wanita itu pernah berpesan, “Aku akan hadir di waktu yang tepat." Entah apa maksudnya, tapi sepertinya ramalannya benar. Seperti saat ini.

Tanpa permisi, Shakila merapatkan duduknya tepat berdampingan dengan Delvin yang hanya terhalang oleh tas berwarna putih yang menjadi sekat di antara keduanya. Delvin hanya membisu dengan kedua telapak tangan memegang cangkir kopi.

Dan sekali lagi, tanpa diminta mulut Shakila lantas mengoceh. "Aku bilang, juga apa, Pak. Nona Tunarungu itu—" Shakila membekap mulutnya seketika. "Ups! Maksudnya, Nona Tunisia itu bukanlah wanita baik-baik. Buktinya, dia tega meninggalkan Bapak dengan pak Penghulu yang tengah menunggu."

"Jangan sok pahlawan?!" Kedua kornea mata Delvin hampir saja lepas dari tempatnya. Saking melototnya dia.

"Lo, gue pastiin. Setelah Mama gue sembuh dari sakitnya, lo bakal terima pesangon lo sebagai istri gue. Dan, surat cerai akan segera gue urus. Dan, gue pastiin juga, meski lo tidur sekamar bareng gue. Gak akan gue sentuh lo meski barang secuil,” desisnya seolah mengancam.

Andai tahu saja, sebenarnya pernikahan ini terjadi akibat Mama Delvin terserang stroke. Berbicara pun terbata-bata. Dan yang ditakutkan mamanya Delvin ketika dirinya tak mampu lagi melihat anak semata wayangnya melangsungkan pernikahan. Ia takut akan menyusul papanya Delvin sebelum merasakan bagaimana senang hatinya saat menggendong cucu dari sang anak.

"Bapak mau ke mana?" Dengan sengaja, kedua tangan Shakila meraih lengan kiri milik Delvin yang dibalas dengan hunusan tajam dari pria berjas hitam itu.

"Lo, gak malu sama hijab lo?" sinisnya pada Shakila. "Pegang-pegang laki-laki yang bukan muhrimnya," ceramahnya panjang lebar. Sepertinya, Delvin lupa akan satu hal. Status dirinya dengan Shakila.

"Lah, Bapak kan udah sah jadi suami aku. Berarti kita muhrim, dong. Jadi, tidak ada dosa di antara kita." Dengan percaya diri tinggi Shakila melakukan hal gila itu.

Memang, Shakila itu orangnya ceplas-ceplos, semaunya, dan terkadang tak masuk di logika. Namun, dengan laki-laki ia selalu menjaga jarak. Tak pernah bersentuhan atau membaur tanpa aturan. Namun, hanya untuk kali ini saja. Apa ada yang keberatan?

Jujur saja, Shakila mengenal Delvin jauh sebelum itu. Jauh sebelum mereka bertemu saat ini. Dan jauh sebelum Delvin melanjutkan study-nya di Inggris. Mereka teman masa kecil yang terpisahkan karena Delvin harus ikut orang tuanya merantau ke Jakarta. Sebab itulah, mamanya Delvin tak memusingkan jika sang anak yang seorang direktur harus menikah dengan manusia bernama Shakila. Akan tetapi, Delvin sama sekali tak menyadari siapa Shakila sebenarnya.

Dan secara otomatis, hal itu juga yang mendasari kenapa Shakila begitu ngebetnya untuk bisa memiliki cinta monyetnya dulu. Ya, walaupun berbanding terbalik dengan Delvin.

Shakila yang menatap punggung Delvin mulai menjauhinya, ia lantas bertanya, “Bapak mau ke mana, sih? Biar aku ikut, ya, siapa tahu Bapak membutuhkan aku, kan ....” Shakila tersenyum polos sembari menyejajarkan langkahnya dengan Delvin.

Laki-laki itu melirik Shakila sinis. “Gue gak butuh lo!” tolaknya tegas. Pria itu menghentikan pijakan kakinya lalu menatap Shakila dengan tajam. “Lo itu hanya sebagai pengganggu dalam hidup gue. Keberadaan lo cuman sebatas benalu yang bisanya hanya merugikan gue!” tandas Delvin sambil berlalu pergi.

Mendengar penuturan Delvin, rasanya menurunkan semangat Shakila untuk terus mengejar atasannya itu. Ia membeku, sebelum akhirnya memutuskan untuk kembali duduk di tempat semula.

Beberapa menit terlewati, Shakila menghabiskan waktunya dengan melihat-lihat insta-story terbaru yang muncul di layar ponselnya.

Tak lama setelah itu, terdengar langkah kaki yang sepertinya mendekat ke arah Shakila. Wanita tersebut mengalihkan pandangannya ke arah pria yang kini sudah berdiri tegak di hadapannya.

“Eh, lo, dipanggil tuh sama Bos gue!” ujar Antara yang dikenal Shakila sebagai sopir pribadi Delvin.

Wanita itu celingukan seolah mencari-cari orang yang dimaksud Antara. Namun, hanya ada dirinya saja di sana. “Siapa? Gue?” tunjuknya pada diri sendiri.

Percayalah, Shakila itu berbicara sopan—khusus hanya untuk Delvin seorang. Termasuk panggilan ‘aku-kamu'. Sedangkan, pada orang lain, ya ... seperti yang kalian dengar barusan.

Antara mengernyit. “Emang, kelihatannya gue ngomong sama jin, apa?!” tanyanya diplomatis. Menatap Shakila yang hanya bergeming, Antara kembali mengingatkan, “Cepetan, Bos gue udah nunggu lo!” perintah lelaki beralis tebal itu.

Shakila segera beringsut dari tempatnya, ia membenarkan tasnya untuk dipakai kembali.

Sambil menyeret kakinya, wanita itu mengomel, “Katanya gak butuh, katanya gue hanya sebatas benalu. Eh, kenyataannya, Pak Delvin kangen juga sama gue!” celoteh Shakila di belakang Antara yang membuat lelaki di hadapannya seakan ingin muntah.

*Bersambung...

Selamat datang di ceritaku, semoga pada suka, ya:)

Bab Terakhir

Anda Mungkin Suka 😍

Boneka Iblis

Boneka Iblis

12.1k Dilihat · Selesai · Williane Kassia
Aku menambahkan satu jari lagi, merasakan ketegangannya meningkat saat jariku menjelajahi setiap inci vaginanya.

"Rileks, ya." Aku mencium bokong kirinya dan memutar jariku di dalamnya, lalu mendorongnya dengan keras.

"Ahh!"

Dia mengeluarkan erangan panas saat aku menyentuh titik sensitifnya, dan aku mendekati payudara kanannya, menandainya dengan gigitan dan hisapan. Aku ingin semua orang tahu besok bahwa dia sekarang punya seorang pria, pria yang akan menjadi satu-satunya pemiliknya. Setiap gerakannya akan kuketahui, hanya aku yang bisa memilikinya. Aku akan membunuh siapa pun yang berani mendekati boneka kecilku yang cantik ini.


Hidup Aurelia berubah drastis ketika dia dituduh salah membawa ganja di dalam ranselnya, dia dikirim ke Penjara Horizon yang terkenal, yang dikenal sebagai neraka di bumi. Di lingkungan di mana hukum dan ketertiban tampak seperti ilusi belaka, Aurelia mendapati dirinya dikelilingi oleh penjahat kejam dan bayangan menyeramkan yang mengintai di setiap sudut penjara.

Putus asa untuk bertahan hidup dan melarikan diri dari mimpi buruk ini, Aurelia menarik perhatian Iblis yang ditakuti, pemimpin tertinggi penjara itu. Dengan aura kekuasaan dan dominasi mutlaknya, Iblis melihatnya sebagai mangsa yang menggoda, bertekad untuk memilikinya sebagai miliknya. Saat dia berjuang untuk bertahan hidup di lingkungan di mana kekerasan merajalela, dia mendapati dirinya terlibat dalam permainan kucing dan tikus yang berbahaya dengan Iblis.

Di antara kegelapan penjara dan bayangan koridor, Aurelia berjuang untuk menjaga kemanusiaannya tetap utuh, bahkan saat dia mencoba mengubahnya menjadi boneka patuh. Di dunia di mana garis antara kebaikan dan kejahatan kabur, dia harus menemukan cara untuk menolak godaannya sebelum terlambat.

"Boneka Iblis" adalah kisah tentang keberanian, pengorbanan, dan penebusan di tempat di mana harapan adalah kemewahan langka dan bertahan hidup adalah perjuangan sehari-hari.
Kesayangan CEO

Kesayangan CEO

1.5k Dilihat · Selesai · PageProfit Studio
Dalam sebuah persekongkolan, Gu Mengmeng menikahi kakak perempuan tertuanya, dan calon kakak iparnya menjadi seorang suami. Sejak saat itu, ia memulai kehidupan pernikahan yang harmonis setiap malam.
Dia adalah kaisar gelap yang ditakuti semua orang, dikabarkan kejam dan kejam, dan tegas, tetapi dia hanya memanjakannya tanpa hukum.
Suatu hari, reporter bertanya: "Nyonya Lu, apakah Anda memiliki sesuatu yang perlu ditakuti?"
Gu Mengmeng tidak meneteskan air mata di wajahnya.
Dia hanya takut pada dua hal sekarang.
Pertama, cium suamimu!
Kedua, suami tercinta setelah mematikan lampu!
Mami, Papi Memintamu Kembali

Mami, Papi Memintamu Kembali

1.5k Dilihat · Selesai · I S M I
Binar Mentari menikah dengan Barra Atmadja,pria yang sangat berkuasa, namun hidupnya tidak bahagia karena suaminya selalu memandang rendah dirinya. Tiga tahun bersama membuat Binar meninggalkan suaminya dan bercerai darinya karena keberadaannya tak pernah dianggap dan dihina dihadapan semua orang. Binar memilih diam dan pergi.
Enam tahun kemudian, Binar kembali ke tanah air dengan dua anak kembar yang cerdas dan menggemaskan, sekarang dia telah menjadi dokter yang berbakat dan terkenal dan banyak pria hebat yang jatuh cinta padanya!
Mantan suaminya, Barra, sekarang menyesal dan ingin kembali pada pelukannya. Akankah Binar memaafkan sang mantan?
“Mami, Papi memintamu kembali? Apakah Mami masih mencintainya?”
Sang Profesor

Sang Profesor

16.8k Dilihat · Selesai · Mary Olajire
"Di tangan dan lututmu," dia memerintah.
Suaranya penuh dengan beban dan urgensi
dan aku segera menurut sebelum dia mengarahkan pinggulku.
Tubuh kami bertemu dengan irama yang keras dan marah.
Aku semakin basah dan panas saat mendengarkan suara kami bercinta.
"Sial, vaginamu gila."


Setelah satu malam panas dengan seorang pria asing yang dia temui di klub, Dalia Campbell tidak mengira akan bertemu Noah Anderson lagi. Kemudian Senin pagi tiba, dan orang yang masuk ke ruang kuliah sebagai dosen adalah pria asing dari klub itu. Ketegangan meningkat dan Dalia berusaha sekuat tenaga untuk menjauhinya karena dia tidak ingin terganggu oleh siapa pun atau apa pun - ada juga fakta bahwa dia benar-benar terlarang - tetapi ketika dia menjadi asisten dosennya, batasan hubungan dosen/mahasiswa mereka menjadi kabur.
Pelacur Kakakku

Pelacur Kakakku

12k Dilihat · Selesai · Melody Raine
"Ucapin, Payton! Minta aku buat kamu klimaks dan kamu akan klimaks seperti belum pernah sebelumnya." Dia berjanji padaku. Saat dia mengatakannya, jarinya menelusuri segitiga kecil celana dalamku.
"Tolong, Jake. Sekarang. Buat aku klimaks." Aku memohon.
Payton selalu menjadi gadis baik sepanjang hidupnya. Dia hanya ingin keluar dari rumah ibu dan ayah tirinya dan menjalani hidupnya sendiri. Yang tidak dia duga adalah saudara tiri yang sudah lama hilang tiba-tiba muncul dalam hidup mereka dan menjadi teman sekamarnya. Memang benar dia adalah mantan Marinir dengan perut berotot, tapi dia juga seorang mekanik motor yang suka bicara kotor padanya. Kata-katanya membuat Payton bergetar dalam antisipasi, dan tangannya membuat tubuhnya berkedut dan kejang.
Bapak Ryan

Bapak Ryan

131.5k Dilihat · Selesai · Mary D. Sant
"Apa yang tidak bisa kamu kendalikan malam ini?" Aku memberikan senyum terbaikku, bersandar di dinding.
Dia mendekat dengan ekspresi gelap dan lapar,
begitu dekat,
tangannya meraih wajahku, dan dia menekan tubuhnya ke tubuhku.
Mulutnya mengambil milikku dengan rakus, sedikit kasar.
Lidahnya membuatku terengah-engah.
"Kalau kamu tidak ikut denganku, aku akan meniduri kamu di sini." Dia berbisik.


Katherine menjaga keperawanannya selama bertahun-tahun bahkan setelah dia berusia 18 tahun. Tapi suatu hari, dia bertemu dengan seorang pria yang sangat seksual, Nathan Ryan, di klub. Dia memiliki mata biru paling menggoda yang pernah dia lihat, dagu yang tegas, rambut pirang keemasan, bibir penuh, sempurna, dan senyum yang luar biasa, dengan gigi yang sempurna dan lesung pipit yang sialan itu. Sangat seksi.

Dia dan dia memiliki malam yang indah dan panas...
Katherine berpikir dia mungkin tidak akan bertemu pria itu lagi.
Tapi takdir punya rencana lain.

Katherine akan mengambil pekerjaan sebagai asisten seorang miliarder yang memiliki salah satu perusahaan terbesar di negara ini dan dikenal sebagai pria yang menaklukkan, otoritatif, dan sangat menggoda. Dia adalah Nathan Ryan!

Apakah Kate bisa menahan pesona pria yang menarik, kuat, dan menggoda ini?
Baca untuk mengetahui hubungan yang terombang-ambing antara kemarahan dan hasrat yang tak terkendali.

Peringatan: R18+, Hanya untuk pembaca dewasa.
Anak Sambung? Sang Putri Palsu Kembali ke Pangkuan Konglomerat Triliunan

Anak Sambung? Sang Putri Palsu Kembali ke Pangkuan Konglomerat Triliunan

10.9k Dilihat · Sedang Diperbarui · Aji Pratama
[Ada male lead, alur romance 1 point, alur karier 9 point]
Pada kehidupan sebelumnya, Ayu Hartatiberjuang mati-matian untuk mempertahankan apa yang disebut 'ikatan keluarga'. Ia bersaing sengit dengan putri kandung yang bangkit kembali, berusaha mencengkeram segalanya justru berakhir dengan kehilangan segalanya, dan mati penuh dendam.

Setelah terlahir kembali, ia memutuskan untuk melepaskan.
Siapa peduli! Ia tidak akan melayani lagi!
Dengan gesit ia membereskan koper dan mengosongkan tempatnya, pergi mencari orang tua kandungnya.
Dengan persiapan hati untuk menerima takdirnya, tapi ternyata! Ini tidak seperti yang ia bayangkan!
Bukannya katanya keluarganya miskin melarat dan tak punya apa-apa?
Lalu, dinding bata emas yang berkilauan di sekeliling ini apa ini!?

Bukannya katanya ayahnya seorang penjudi yang menghabiskan semua harta keluarga dan lelaki tak berguna?
Pria yang memiliki setengah dari bisnis properti dengan beberapa blok jalan ini, benarkah itu dia?!
Bukannya katanya ibunya seorang perempuan pemarah dengan reputasi buruk di lingkungannya?
Seniman opera legendaris yang tiketnya sangat sulit didapat ini, benarkah itu dia?!
Bukannya katanya kakak laki-lakinya seorang lajang miskin yang mengayuh becak?
Bos tambang minyak yang kaya raya karena menggali sumur minyak ini, benarkah itu dia?!

Putri kandung yang telah dicari keluarga Hartati selama delapan belas tahun akhirnya kembali.
Titan bisnis, Jason Hartati, menyatakan: "Aku memang ditakdirkan memuja anak perempuan! Hatiku gelisah jika sehari saja tidak melihat putriku!"
Seniman legendaris, Shinta Widodo, berseru: "Kekasih hatiku! Buah jiwaku! Beli saja apa pun yang Ayu inginkan!"
Raja minyak, Keven Hartati, menggeram: "Adik perempuanku bukanlah sembarang orang yang bisa kalian incar! Siapapun yang berani menginginkan adikku, minggirlah!"
Mantan Istri yang Tak Terlupakan

Mantan Istri yang Tak Terlupakan

8.7k Dilihat · Sedang Diperbarui · Dewi Sartika
Momen paling memalukan dalam hidupku adalah ketika ayahku mengusir ibu dan aku keluar dari rumah. Setelah insiden itulah aku menerobos masuk ke dalam kehidupan Ari Limbong. Sejak saat itu, duniamu hancur berantakan, dan satu-satunya harapanku hanyalah menua bersamanya.

Dia melamarku, dan kuterima. Bagaimana mungkin aku menolak pria yang sudah lama kusukai? Dia menjelaskan dengan tegas bahwa hubungan kami hanya berdasarkan uang dan seks, dan aku tidak keberatan. Dalam pernikahan tanpa cinta itu, aku sudah puas hanya bisa berada di sampingnya.

Dia mengajukan gugatan cerai, dan kusetujui. Lima tahun pernikahan berakhir dalam satu hari. Aku merasa putus asa, dan hanya berharap untuk tidak pernah melihatnya lagi.

Setelahnya, dia berkata, "Sari, mari kita menikah lagi." Aku sama sekali tidak merasa apa-apa dan menjawab, "Pak Limbong, kurasa tidak ada yang perlu kita bicarakan selain urusan bisnis."

Dia meraih pinggangku dan berkata, "Kau yakin? Anak itu baru saja memanggilku Ayah!"
Cinta Manis dengan Suamiku Milyarder

Cinta Manis dengan Suamiku Milyarder

3.9k Dilihat · Sedang Diperbarui · Dewi Sartika
Setelah bertahun-tahun menghilang, Sari tiba-tiba mengumumkan comebacknya, membuat para penggemarnya menangis haru.
Dalam sebuah wawancara, Sari mengaku masih single, menyebabkan sensasi besar.
"Nyonya Limbong bercerai" langsung melesat ke puncak trending search.
Semua orang tahu Ari Limbong adalah taktisi yang kejam.
Persis ketika semua orang mengira dia akan menyikat habis Sari, sebuah akun baru terdaftar memberi komentar di profil pribadi Sari: "Bersimpuh di lantai atau di hadapanku, pilih!"
Gadis Gemerlap

Gadis Gemerlap

3.3k Dilihat · Sedang Diperbarui · Budi Santoso
Setelah bersatu kembali dengan orang tua kandungnya, Sari dikenal sebagai seorang pecundang. Di kuliahnya, dia menjilat, suka berkelahi, dan bolos setiap hari. Bahkan pertunangannya dengan keluarga Rahman putus akibat kehidupan pribadinya yang berantakan! Semua orang menanti kehancurannya.

Namun di luar dugaan, dia membalas dengan tamparan yang menyakitkan! Ternyata dia bergelar doktor dan adalah ilmuwan ternama. Dia juara catur nasional, investor jenius, legenda bela diri... Saat prestasi tak terbantahkan ini terungkap satu per satu, tak terhitung orang mengejarnya.

Sementara itu, Tuan Phillips, legenda bisnis yang dulu memandangnya dengan hina, kini panik: Itu istriku! Menyingkir kalian!
Cinta Terburu-buru Sang CEO

Cinta Terburu-buru Sang CEO

13.1k Dilihat · Sedang Diperbarui · Budi Santoso
Setelah pengantinnya kabur, dia terpaksa menikahi keluarga kaya raya dengan reputasi buruk, menjadi Nyonya Fajar. Saat hamil dua bulan, sang suami memberinya surat cerai dan pergi tanpa ampun. Bertahun-tahun kemudian, dia telah menjadi seorang selebriti yang bersinar, dikelilingi banyak pelamar. Melihat anak lelaki yang sangat tampan di dekatnya, pria itu tersenyum sinis: "Hei, putramu mirip sekali denganku!" "Kita sudah cerai!" hardik wanita itu, menahan amarah.
Ayah Sahabat Terbaikku

Ayah Sahabat Terbaikku

39.8k Dilihat · Sedang Diperbarui · P.L Waites
Elona, yang berusia delapan belas tahun, sedang berada di ambang babak baru dalam hidupnya—tahun terakhirnya di SMA. Dia memiliki impian untuk menjadi model. Namun, di balik penampilan percaya dirinya, ada rahasia yang ia simpan—perasaan suka pada seseorang yang tak terduga—Pak Crane, ayah dari sahabatnya.

Tiga tahun lalu, setelah kehilangan istrinya secara tragis, Pak Crane, seorang pria yang sangat tampan, kini menjadi seorang miliarder pekerja keras, simbol kesuksesan dan rasa sakit yang tak terucapkan. Dunianya bersinggungan dengan Elona melalui sahabatnya, jalan yang mereka tinggali, dan persahabatannya dengan ayah Elona.

Suatu hari yang menentukan, sebuah kesalahan kecil mengubah segalanya. Elona secara tidak sengaja mengirimkan serangkaian foto yang agak terbuka kepada Pak Crane, yang seharusnya dikirimkan kepada sahabatnya. Saat dia duduk di meja rapat, Pak Crane menerima gambar-gambar tak terduga tersebut. Pandangannya tertahan di layar, dia harus membuat pilihan.

Apakah dia akan menghadapi pesan yang tidak disengaja itu, mempertaruhkan persahabatan yang rapuh dan mungkin membangkitkan emosi yang tak terduga?

Ataukah dia akan bergulat dengan keinginannya sendiri dalam diam, mencari cara untuk menavigasi wilayah yang belum terpetakan ini tanpa mengganggu kehidupan di sekitarnya?