
Dia yang Tak Tercapai
Joko Susilo · Sedang Diperbarui · 126.7k Kata
Pendahuluan
Bab 1
"Jangan... jangan... mmmph..."
Di dalam kamar mandi yang mewah.
Gita Gunawan berlutut telanjang di dalam bak mandi. Kepalanya dicengkeram oleh tangan besar seorang pria, ditekan naik-turun secara berirama ke arah selangkangan pria itu.
Batang kejantanan pria itu yang besar dan berbau amis membuat rongga mulutnya nyeri. Secara refleks, Gita mencoba mendorong, tetapi gerakan pria itu malah semakin kasar.
"Jangan apa? Kamu tahu betul Clara menderita klaustrofobia, tapi kamu masih menjebaknya di dalam lift. Bukankah semua itu kamu lakukan agar bisa menggantikannya, memuaskan diri di bawahku? Sekarang aku sudah memuaskanmu, apa lagi yang kamu keluhkan?"
"Uhuk... uhuk-uhuk..."
Beberapa saat kemudian, cairan hangat dan kental itu menyembur ke dalam tenggorokannya. Gita tak sanggup lagi menahan diri, tubuhnya terkulai ke samping. Sisa cairan yang baru saja disemprotkan perlahan mengalir keluar dari sudut bibirnya.
Melihatnya dalam keadaan seperti itu, hasrat di mata pria itu justru semakin membara.
Dengan satu tangan, dia mencengkeram dagu Gita, sementara tangan lainnya menelusuri turun dari sudut bibirnya.
"Mulut yang ini sudah kenyang, kan? Selanjutnya... kamu mau pakai mulut yang mana lagi?"
Jari-jari pria itu dengan cepat meluncur ke perut bagian bawahnya, hendak melanjutkan lebih jauh.
"Adrian Hartono." Gita menahan tangan pria itu, air matanya tak terbendung lagi.
Pria di hadapannya ini adalah suaminya.
Suami yang telah dinikahinya selama lima tahun, tetapi tak pernah sekali pun menyentuhnya. Kini, demi wanita lain, Adrian tega menghinanya dengan cara yang begitu memalukan, berulang kali.
"Bukan aku. Bukan aku yang mengurungnya di lift. Waktu aku ke sana, dia sudah ada di dalam. Aku..." Gita mencoba menjelaskan.
"Bukan kamu?" Tangan Adrian yang berada di perutnya seketika berpindah mencekik lehernya.
"Saat itu hanya ada kamu dan Clara di seluruh vila ini. Kalau bukan kamu, siapa lagi? Jangan bilang Clara sengaja masuk ke lift, mematikan listrik, lalu mengurung dirinya sendiri hanya untuk menjebakmu. Clara tidak perlu mempertaruhkan nyawanya hanya untuk berurusan dengan orang yang tidak penting."
Orang yang tidak penting...
Selama lima tahun pernikahannya dengan Adrian, hati Gita sudah tak terhitung berapa kali terluka oleh sikap dingin dan kejamnya. Sering kali, dia sudah mati rasa.
Termasuk barusan, dia pikir penghinaan seperti itu adalah puncak dari rasa sakitnya.
Ternyata, Adrian masih bisa membuatnya lebih sakit lagi.
Air mata kembali mengalir deras dari pelupuk matanya.
Adrian Hartono.
Pria yang dicintainya selama sepuluh tahun, dan dinikahinya selama lima tahun.
Dan sekarang, pria itu mengatakan seorang wanita simpanan yang mati-matian ingin merusak pernikahan mereka tidak perlu repot-repot berurusan dengannya- istri sah yang dianggap "tidak penting".
Benarkah tidak penting?
Jika memang tidak penting, mengapa saat diselamatkan dan digendong oleh Adrian, Clara Setiawan harus "tidak sengaja" menendang dirinya yang "tidak penting" ini masuk ke dalam lift yang masih rusak?
Klaustrofobia...
Apa Adrian tidak tahu, kalau dirinya juga menderita klaustrofobia?
Enam tahun lalu, dia, Adrian Hartono, dan Clara Setiawan mengalami gempa bumi saat berada di luar kota.
Saat itu, dia kebetulan sedang berada di satu ruangan bersama Adrian.
Ketika bangunan itu runtuh, dia terperangkap di sudut ruangan, sementara Adrian pingsan tertimpa reruntuhan.
Demi membawa Adrian keluar bersamanya, dia terus menggali dengan kedua tangannya. Kesepuluh jarinya berdarah-darah hingga akhirnya berhasil membuat sebuah celah. Dia mendorong Adrian keluar terlebih dahulu.
Tepat saat Gita hendak merangkak keluar dari celah itu, gempa susulan terjadi. Dia kembali terkubur.
Saat berhasil diselamatkan, dua hari telah berlalu.
Selama dua hari itu, dia sendirian di bawah tanah yang gelap gulita. Tak ada waktu, tak ada cahaya, tak ada makanan dan air. Dia hampir gila.
Untungnya, sebelum Gita benar-benar kehilangan akal, tim penyelamat menemukannya. Namun sejak saat itu, dia tidak bisa lagi berada di dalam ruang tertutup.
Setelah keluar, hal pertama yang dia lakukan adalah mencari Adrian. Namun, Adrian justru mulai menghindarinya, menolak untuk bertemu.
Gita tidak mengerti mengapa. Padahal dia telah menyelamatkannya.
Dia ingin mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, tetapi Adrian tidak memberinya kesempatan.
Beberapa waktu kemudian, Adrian melamarnya.
Tidak ada yang tahu betapa bahagianya dia saat itu.
Hanya saja, setelah menikah, barulah Gita sadar bahwa Adrian terpaksa menikahinya karena desakan Nenek Hartono. Orang yang benar-benar ingin dinikahinya adalah Clara Setiawan.
Entah sejak kapan, pria yang saat SD pernah berkata pada orang tuanya ingin menikahinya itu, telah jatuh cinta pada sahabat baiknya sendiri, Clara Setiawan.
Kringgg...
Nada dering ponsel yang khas berbunyi.
Adrian, yang sedetik lalu masih menatapnya dengan wajah bengis seolah ingin membunuhnya, seketika berubah lembut.
"Clara, kamu sudah sadar? Jangan takut, ya. Aku segera ke sana menemanimu. Sepuluh menit. Aku janji pasti sampai dalam sepuluh menit."
Setelah menutup telepon, Adrian melempar Gita begitu saja ke dalam bak mandi. Tanpa menoleh sedikit pun, dia merapikan celananya dan bergegas pergi.
Melihat sikap lembut Adrian barusan, Gita teringat pada sosok Adrian yang dulu juga begitu lembut padanya, sebelum gempa itu terjadi.
Dia tahu ini mungkin hanya angan-angan kosong, tetapi dia masih ingin mencoba. Siapa tahu, hatinya bisa luluh kembali?
"Adrian, aku juga punya klaustrofobia. Aku juga sangat takut. Bisakah kamu tinggal di sini menemaniku?"
"Kamu?" Adrian menoleh padanya dengan senyum mengejek. "Penyakit mental sedang tren sekali ya sekarang? Atau kamu pikir, dengan meniru Clara, aku akan jadi tertarik padamu? Jangan mimpi, Gita Gunawan. Seumur hidupku, aku tidak akan pernah menyukaimu. Tidak akan pernah."
Tidak akan pernah...
Meski sedang terduduk lemas di dalam bak mandi, tubuhnya terasa berguncang.
"Adrian, selama lebih dari dua puluh tahun kita saling kenal sejak kecil, apa kamu benar-benar tidak pernah menyukaiku? Sedikit pun tidak?"
"Tidak."
"Lalu kenapa waktu kecil kamu bilang mau menikahiku?"
"Memangnya omongan anak kecil bisa dianggap serius? Lagi pula, pria mana yang akan menolak wanita yang terus mengejar-ngejarnya?"
Air mata Gita jatuh seketika.
Jadi begitu? Dia pikir Adrian benar-benar mencintainya, ingin bersamanya seumur hidup. Ternyata semua itu hanyalah permainan seorang pria terhadap wanita yang begitu peduli padanya?
Gita menggigit bibirnya kuat-kuat, lalu menyeka air mata di pipinya.
"Adrian Hartono, kita cerai saja. Sekarang... aku tidak mau lagi jadi wanita yang mengejar-ngejarmu."
Saat mencintai, dia bisa mencintai tanpa pamrih.
Saat cinta itu tak lagi berarti, dia juga bisa pergi dengan tegas.
Napas Adrian tiba-tiba tercekat, seolah ada tangan tak kasat mata yang merobek hatinya.
Dia mau meninggalkannya?
Tidak mungkin.
Wanita ini sudah bersusah payah untuk menikahinya. Demi mendapatkan perhatiannya, dia bahkan bersikap sangat baik di depan keluarganya, ramah pada para asisten rumah tangga, sesekali memberi mereka hadiah kecil, takut jika ada hal kecil yang tidak berkenan di hati Adrian.
Dia tidak akan rela meninggalkannya.
Mengatakan hal ini sekarang hanyalah taktik tarik-ulur untuk mendapatkan perhatiannya.
Heh, licik sekali.
Adrian tidak akan membiarkannya berhasil.
"Dengan senang hati. Gita Gunawan, sebaiknya kamu tepati ucapanmu."
Setelah berkata demikian, Adrian melangkah keluar dengan kaki jenjangnya, lalu membanting pintu kamar mandi hingga tertutup. BLAM!
Untuk ketiga kalinya, air mata Gita mengalir tak terkendali.
Dia baru saja memberitahunya bahwa dia menderita klaustrofobia, dan Adrian dengan santainya langsung menutup pintu kamar mandi.
Pria itu benar-benar tidak peduli padanya. Ya, sepertinya dia memang benar-benar ingin dirinya mati.
Gita meringkuk di dalam bak mandi. Tepat sebelum kewarasannya hilang, dia menekan sebuah nomor di ponselnya. Suaranya bergetar, "Ibu, aku mau pulang. Apa Ibu dan Ayah masih mau menerimaku?"
Bab Terakhir
#130 Bab [130] Kamu Bilang pada Gita Gunawan Bahwa Kita Pernah Tidur Bersama?
Terakhir Diperbarui: 4/14/2026#129 Bab [129] Gita, cincin berlian yang dibelikan Adrian untukku akan kuberikan padamu
Terakhir Diperbarui: 4/15/2026#128 Bab [128] Pria Brengsek dan Wanita Murahan
Terakhir Diperbarui: 4/14/2026#127 Bab [127] Tabib Ilahi
Terakhir Diperbarui: 4/14/2026#126 Bab [126] “Aku Suruh Cari Dokter, Bukan Cari Perempuan!”
Terakhir Diperbarui: 4/14/2026#125 Bab [125] Pria Brengsek Ini
Terakhir Diperbarui: 4/15/2026#124 Bab [124] Tadi malam, Kamu Kembali ke Rumah Pengantin Bersama Adrian Hartono?
Terakhir Diperbarui: 4/14/2026#123 Bab [123] Kepala Adrian Hartono Penuh dengan Gita Gunawan
Terakhir Diperbarui: 4/14/2026#122 Bab [122] Adrian Hartono dengan Sengaja
Terakhir Diperbarui: 4/14/2026#121 Bab [121] Kamu Mencuri Ciumanku?
Terakhir Diperbarui: 4/14/2026
Anda Mungkin Suka 😍
Trilogi Efek Carrero
Mantan Istri yang Tak Terlupakan
Dia melamarku, dan kuterima. Bagaimana mungkin aku menolak pria yang sudah lama kusukai? Dia menjelaskan dengan tegas bahwa hubungan kami hanya berdasarkan uang dan seks, dan aku tidak keberatan. Dalam pernikahan tanpa cinta itu, aku sudah puas hanya bisa berada di sampingnya.
Dia mengajukan gugatan cerai, dan kusetujui. Lima tahun pernikahan berakhir dalam satu hari. Aku merasa putus asa, dan hanya berharap untuk tidak pernah melihatnya lagi.
Setelahnya, dia berkata, "Sari, mari kita menikah lagi." Aku sama sekali tidak merasa apa-apa dan menjawab, "Pak Limbong, kurasa tidak ada yang perlu kita bicarakan selain urusan bisnis."
Dia meraih pinggangku dan berkata, "Kau yakin? Anak itu baru saja memanggilku Ayah!"
Anak Sambung? Sang Putri Palsu Kembali ke Pangkuan Konglomerat Triliunan
Pada kehidupan sebelumnya, Ayu Hartatiberjuang mati-matian untuk mempertahankan apa yang disebut 'ikatan keluarga'. Ia bersaing sengit dengan putri kandung yang bangkit kembali, berusaha mencengkeram segalanya justru berakhir dengan kehilangan segalanya, dan mati penuh dendam.
Setelah terlahir kembali, ia memutuskan untuk melepaskan.
Siapa peduli! Ia tidak akan melayani lagi!
Dengan gesit ia membereskan koper dan mengosongkan tempatnya, pergi mencari orang tua kandungnya.
Dengan persiapan hati untuk menerima takdirnya, tapi ternyata! Ini tidak seperti yang ia bayangkan!
Bukannya katanya keluarganya miskin melarat dan tak punya apa-apa?
Lalu, dinding bata emas yang berkilauan di sekeliling ini apa ini!?
Bukannya katanya ayahnya seorang penjudi yang menghabiskan semua harta keluarga dan lelaki tak berguna?
Pria yang memiliki setengah dari bisnis properti dengan beberapa blok jalan ini, benarkah itu dia?!
Bukannya katanya ibunya seorang perempuan pemarah dengan reputasi buruk di lingkungannya?
Seniman opera legendaris yang tiketnya sangat sulit didapat ini, benarkah itu dia?!
Bukannya katanya kakak laki-lakinya seorang lajang miskin yang mengayuh becak?
Bos tambang minyak yang kaya raya karena menggali sumur minyak ini, benarkah itu dia?!
Putri kandung yang telah dicari keluarga Hartati selama delapan belas tahun akhirnya kembali.
Titan bisnis, Jason Hartati, menyatakan: "Aku memang ditakdirkan memuja anak perempuan! Hatiku gelisah jika sehari saja tidak melihat putriku!"
Seniman legendaris, Shinta Widodo, berseru: "Kekasih hatiku! Buah jiwaku! Beli saja apa pun yang Ayu inginkan!"
Raja minyak, Keven Hartati, menggeram: "Adik perempuanku bukanlah sembarang orang yang bisa kalian incar! Siapapun yang berani menginginkan adikku, minggirlah!"
KEHAMILAN MANTAN ISTRI MILYARDER
Beberapa bulan kemudian Miselia mendapati dirinya hamil. Tiba-tiba Evan kembali datang dan mendeklarasikan jika Miselia adalah miliknya. Tetapi, Miselia yang kini menjadi ahli waris menolak kedatangan Evan, sang mantan suami.
Akankah CEO yang penuh teka-teki itu memenangkan cintanya kembali atau kebencian akan menang pada akhirnya?
Gadis Gemerlap
Namun di luar dugaan, dia membalas dengan tamparan yang menyakitkan! Ternyata dia bergelar doktor dan adalah ilmuwan ternama. Dia juara catur nasional, investor jenius, legenda bela diri... Saat prestasi tak terbantahkan ini terungkap satu per satu, tak terhitung orang mengejarnya.
Sementara itu, Tuan Phillips, legenda bisnis yang dulu memandangnya dengan hina, kini panik: Itu istriku! Menyingkir kalian!
Perangkap Ace
Hingga tujuh tahun kemudian, dia harus kembali ke kampung halamannya setelah menyelesaikan kuliahnya. Tempat di mana sekarang tinggal seorang miliarder berhati dingin, yang dulu hatinya yang mati pernah berdetak untuknya.
Terluka oleh masa lalunya, Achilles Valencian telah berubah menjadi pria yang ditakuti semua orang. Kehidupan yang membakar telah memenuhi hatinya dengan kegelapan tanpa dasar. Dan satu-satunya cahaya yang membuatnya tetap waras adalah Rosebud-nya. Seorang gadis dengan bintik-bintik dan mata pirus yang dia kagumi sepanjang hidupnya. Adik sahabatnya.
Setelah bertahun-tahun berjarak, ketika saatnya akhirnya tiba untuk menangkap cahayanya ke dalam wilayahnya, Achilles Valencian akan memainkan permainannya. Permainan untuk mengklaim apa yang menjadi miliknya.
Apakah Emerald akan mampu membedakan api cinta dan hasrat, serta pesona gelombang yang pernah membanjirinya untuk menjaga hatinya tetap aman? Atau dia akan membiarkan iblis itu memikatnya ke dalam perangkapnya? Karena tidak ada yang pernah bisa lolos dari permainannya. Dia mendapatkan apa yang dia inginkan. Dan permainan ini disebut...
Perangkap Ace.
Kesempatan Kedua Sang Miliarder
Jasmine Dupree, sahabat dan karyawan Dimitri, selalu mencintai Dimitri tanpa sepengetahuannya. Sahabat mereka, Grayson Paul dan Dimitri, tidak tahu bahwa kembalinya sahabat mereka akan mengakhiri pernikahannya. McKenzie dituduh mengkhianati Dimitri dan diusir, hanya untuk muncul kembali lima tahun kemudian sebagai dokter yang menyelamatkan nyawa sahabatnya, Grayson.
McKenzie mencoba menjauh, berjanji untuk menjauh dari Dimitri. Lima tahun berlalu dan dia masih membencinya karena mengkhianatinya, namun detail baru terungkap yang membuat Dimitri meragukan tuduhannya lima tahun lalu. Jasmine melihat kesempatan untuk mengacaukan McKenzie dan melakukannya, yang tidak diketahui Jasmine adalah bahwa Dimitri masih mencintai McKenzie dan dia masih istrinya. Dia tidak pernah menceraikannya meskipun McKenzie telah menandatangani surat cerai.
Ketika Dimitri mengetahui bahwa dia salah, dia merasa jijik dengan cara dia memperlakukannya dan mulai mencari jalan untuk kembali padanya. McKenzie Peirce di sisi lain tidak tahu bahwa dia akan diberi kesempatan kedua untuk cinta, dengan pria yang selalu dia cintai. Dengan sahabat dan keluarganya di sisinya, dia berniat untuk memenangkan kembali hati McKenzie, namun saat mereka mencoba membuat pernikahan kesempatan kedua mereka berhasil, masalah mulai muncul. Jasmine menolak untuk menyerah pada Dimitri.
Ayah Presiden, ayo segera
Dengan tubuh yang patah, tetapi dalam sedih mereka tidak berdaya ketika kecelakaan mobil ...
Empat tahun kemudian, dia memiliki putra yang cantik dan suami nominal.
Karena anaknya mengalami masalah, dia tidak sengaja bertemu dengan pria pengganggu bernama Li Shengtian, dan sejak saat itu, dia terjerat dengan itu.
Pria itu tidak hanya menciumnya pada kesempatan pertama, tetapi dia bahkan mengambil hati putranya se seakan-sesering itu.
Hidupnya benar-benar dalam kesulitan karena penampilannya.
Ketika orang-orang munafik suaminya mendirikan runtuh, kekejaman saudara perempuan terekspos, orang tua dan penggemar kehidupan sedikit tidak terwujud, ingatannya, juga mulai berangsur pulih.
Bekas luka dilucuti lapisan demi lapisan, dia menemukan bahwa dia telah terbiasa dengan keberadaan pria itu, bahkan jika semua orang meninggalkannya, hanya dia, masih ada untuk tidak meninggalkan ...
Sudah waktunya untuk menemukan suami untuk diri sendiri dan menemukan ayah kandungnya untuk anak anda!
Setelah Bercinta di Mobil dengan CEO
Cinta dan Nafsu: Skandal di Keluargaku
Ibuku meninggal sejak aku kecil, dan ayahku yang baik hati serta kuat telah mengambil peran untuk merawat anak-anakku di rumah. Segala upaya dan obat-obatan telah kucoba untuk mengembalikan fungsi ereksiku yang normal, namun semuanya sia-sia. Suatu hari, saat berselancar di internet, tanpa sengaja aku menemukan literatur dewasa yang melibatkan hubungan antara ayah mertua dan menantu, yang tanpa kusadari langsung membuatku terpikat dan terangsang.
Berbaring di samping istriku yang sedang tidur dengan tenang, aku mulai membayangkan wajahnya pada karakter menantu dalam cerita itu, yang membuatku terangsang sampai tingkat yang luar biasa. Aku bahkan menemukan bahwa membayangkan istriku bersama ayahku sendiri saat aku memuaskan diri sendiri, terasa lebih memuaskan daripada bercinta dengannya secara langsung. Menyadari bahwa aku tanpa sengaja telah membuka kotak Pandora, aku mengakui bahwa tidak ada jalan kembali dari kegembiraan baru yang tak terkendali ini...
Cinta Manis dengan Suamiku Milyarder
Dalam sebuah wawancara, Sari mengaku masih single, menyebabkan sensasi besar.
"Nyonya Limbong bercerai" langsung melesat ke puncak trending search.
Semua orang tahu Ari Limbong adalah taktisi yang kejam.
Persis ketika semua orang mengira dia akan menyikat habis Sari, sebuah akun baru terdaftar memberi komentar di profil pribadi Sari: "Bersimpuh di lantai atau di hadapanku, pilih!"
Kecintaan Satu Malam
Dia berkata: "Kasar, tidak profesional, melempar wanita. Tidak heran seorang pria seperti Anda akan merampok seorang wanita. "
Dia mencentang bibirnya: mata tersapu di atas tubuhnya, samar-samar: "kekanak-kanakan, bandara, masalah cinta, bahkan wanita tidak bisa dipanggil, saya enggan menerima Anda." "
Dia mencibir: Tidak, aku akan menemukan seorang pria yang bersedia menerimaku.
Dia menggendongnya: Saya tidak pergi ke neraka, yang pergi ke neraka
Setelah menikah.
"Apa tiga disiplin ilmu dan delapan catatan?" Seorang kolonel menatap wanita yang telah kembali terlambat dan menatap wajah merahnya karena minum.
"Eh- "Wanita minum di kepala, orang tua tidak tahu, tetapi juga kembali tiga disiplin ilmu delapan perhatian?"
"Sepertinya pendidikan kemarin tidak cukup mendalam. Hari ini kita harus melanjutkan pendidikan kita. "Seorang kolonel akan mabuk bahu wanita, dengan kekuatan fisik untuk memberitahunya, apa yang disebut tiga disiplin ilmu, delapan perhatian.
Segera setelah di kamar datang tangisan seorang wanita: "Brengsek, aku ingin bercerai." "
Suara seorang kolonel sangat tenang: "Maaf, tentara tidak bisa bercerai." "
"Aku akan protes, uh- "
Brengsek, selalu menggunakan trik ini, dia tidak bosan ah?












