Kelahiran Kembali Pasangan Raja Lycan

Kelahiran Kembali Pasangan Raja Lycan

Elk Entertainment · Sedang Diperbarui · 255.4k Kata

541
Populer
541
Dilihat
0
Ditambahkan
Tambah ke Rak
Mulai Membaca
Bagikan:facebooktwitterpinterestwhatsappreddit

Pendahuluan

“Aku nemu pasangan sejatiku, Vy.”

“Dari kapan kamu nyembunyiin dia?”

“Sebulan.”

“Sebulan? Dan kamu nggak kepikiran buat ngasih tahu aku sama sekali!”

“Aku ngerasa kamu nggak bakal suka sama ideku. Aku tahu kamu pasti nolak habis-habisan, tapi aku udah nggak bisa nyembunyiin dia lebih lama. Dia nggak punya tempat buat pergi atau tinggal, jadi aku harus jagain dia dari apa pun yang bisa nyakitin dia.”

Avyanna Windsor adalah Luna Wales. Saat suaminya membawa pasangan sejatinya, Jessica, ke rumah pack, Avyanna melawan sekuat tenaga, tapi tak ada yang berhasil. Dalam setahun, gelarnya dilucuti, ia ditolak, ditinggalkan oleh suaminya, dicueki para anggota pack—dan akhirnya dibunuh oleh Jessica, tepat setelah Jessica hamil anak sang Alpha.

Namun Avyanna diberi kesempatan kedua oleh Dewi Bulan, setelah ia kehilangan nyawanya dan kerajaannya. Avyanna cuma tahu satu hal: ia harus mengubah takdirnya dan menyelamatkan orang-orang yang ia cintai—dan tentu saja dirinya sendiri.

Baron adalah raja Lycan yang disegani, terkenal kejam, pemimpin kawanan makhluk-makhluk buas yang nyaris tak bisa dihancurkan, tinggal di dalam kerajaan yang tak tertembus siapa pun.

Saat mendengar permintaan Avyanna untuk menjalin kerja sama, Baron menyetujuinya. Dari sanalah kisah baru dimulai—tentang cinta, benci, hasrat, dan kebingungan—terutama ketika Baron mengungkapkan sebuah rahasia yang selama ini menghantuinya.

“Aku minta maaf, Avyanna. Kayaknya aku nggak bisa ngelepasin kamu gitu aja.”

“Dan kenapa?”

“Karena, Avyanna… kamu pasangan sejatiku.”

Bab 1

Bab Satu

Avyanne mencengkeram lehernya sambil sempoyongan mendekati perempuan tinggi berambut pirang yang mengenakan jaket kulit.

“Dasar binatang busuk!” semburnya. Suaranya pecah, tapi penuh bisa. Matanya berkelip dari kuning sawi ke hijau saat ia berusaha memanggil serigalanya—dan gagal. Pandangannya buram, detak jantungnya kacau, kakinya gemetar ketika ia memaksa diri melangkah lebih dekat pada perempuan yang memasang senyum jahat di wajahnya. Di kepalanya hanya ada satu hal: membunuh. Ia ingin merobek senyum itu dari muka menjijikkan itu.

Tangannya terulur ke leher perempuan itu, nyaris meraih—namun terlambat. Kakinya yang limbung memilih saat itu untuk menyerah. Tepat ketika jemarinya melingkar di leher perempuan itu, Avyanne ambruk ke lutut di detik terakhir.

Perempuan itu menatap Avyanne yang berlutut dengan senyum dendam. Matanya menari-nari, menikmati racun yang sedang bekerja. Ada sesuatu yang mirip dahaga darah di sana.

“Nancy, kau monster!” Avyanne berteriak, masih mencengkeram lehernya dengan satu tangan. Setiap detik yang berlalu membuat bernapas semakin sulit. Tubuhnya menggigil menahan sakit.

Aconite, pikirnya. Ia diracuni aconite.

Urat-uratnya seperti terbakar di bawah kulit. Ia bisa merasakan organ-organnya mengerut dari dalam… serigalanya melolong kesakitan, memunculkan denging mengerikan di telinganya. Nancy yang meracuninya.

“Ouh! Galak juga.” Nancy mendengus geli. “Harus kuakui, aku suka tampilanmu begini, Avyanne—berlutut di depanku. Rasanya seperti kamu sedang memberi upeti. Wah, cepat sekali keadaan berbalik, ya.”

Avyanne meludah ke arahnya. Itu satu-satunya hal yang masih bisa ia lakukan; tangannya terasa terlalu berat untuk digerakkan. Ia ingin membungkam mulut kotor yang berani bicara padanya, mencungkil mata yang berani menatapnya dari atas. Nancy pikir dia siapa?

“Ck, ck, ck… jangan begitu kalau jadi kamu, Avy,” ujar Nancy sambil menyeringai.

“Kau punya kurang dari dua puluh detik sebelum benar-benar lumpuh. Sebaiknya pakai sisa waktumu untuk berdoa—meski itu pun percuma—tapi aku yakin kamu lebih suka mati tanpa rasa sakit, kan?”

“Kau mengancamku?” Avyanne menggeretakkan kata-katanya.

“Mengancammu?” Nancy mendengus meremehkan. “Sayang, aku nggak perlu mengancammu. Hidupmu sudah ada di tanganku.”

Darah Avyanne mendidih di pembuluhnya. Ia benci rasa tak berdaya ini. Ia ingin mencabik perempuan itu, tapi tidak bisa—ia terlalu lemah bahkan untuk menggerakkan satu otot pun.

“Kau akan menyesali hari ini. Aku bersumpah!”

“Orang mati nggak seharusnya bikin janji, apalagi janji manis,” balas Nancy, tertawa cekikikan pada ekspresi Avyanne yang tersiksa.

Avyanne menatapnya tajam dengan sisa tenaga yang ada. Kalau tatapan bisa membunuh, Nancy sudah terkubur sedalam enam kaki, dikerubuti belatung yang menggerogoti dagingnya—begitu ganas cara Avyanne menatapnya.

“Oh, ayolah, Sayang. Tatapanmu nggak akan mempan buat aku. Nah… ada pesan terakhir, Yang Mulia?”

Nancy pura-pura membungkuk di hadapan Avyanne, seolah mengejek betapa tak berdayanya ia sekarang. Seorang ratu yang dulu begitu perkasa, kini tinggal menunggu jadi mayat di bawah kakinya. Dari balik bulu mata pirangnya yang panjang, Nancy menatapnya dengan senyum miring yang dingin.

Ia kembali berdiri tegak, senyum gelap itu tak bergeser, lalu mulai memainkan kuku-kukunya yang panjang, runcing, tajam.

Avyanne tak menjawab apa-apa. Ia hanya menatap tajam.

“Kenapa, Luna? Lidahmu kelu?” Nancy mendekat selangkah lagi. Matanya berkilat jahil.

Avyanne menatap Nancy dengan kebencian sekuat yang masih sanggup dikumpulkan tubuhnya yang lemah. Ia punya kata-kata untuk perempuan itu—kata-kata yang ingin ia pastikan menjadi suara terakhir yang Nancy dengar sebelum semua yang telah dirampas darinya berbalik menggigit.

“Aku bersumpah… demi jasadku,” Avyanne terbatuk, air liur menetes dari bibirnya. “Aku akan menghantui seluruh hidupmu. Kau tak akan pernah mengenal damai selama aku masih hidup dalam ingatan semua orang di sini!”

Batuknya pecah keras, membuat dadanya nyeri. Mata Avyanne berubah jadi kuning menusuk, padahal tubuhnya sudah dicekoki aconite dan ia seharusnya tak bisa memanggil serigalanya. Lututnya ambruk, tubuhnya jatuh menghantam lantai dengan bunyi berat—terlalu lemah bahkan untuk menyangga dirinya sendiri.

Terbaring tak berdaya di lantai ruang takhta, pikirannya dihantam pertanyaan yang sama: bagaimana ia bisa sampai di titik ini?

Avyanne tak percaya, setelah ia membantu suaminya naik, bahkan memberinya kuasa atas Kerajaan Wales yang seharusnya menjadi miliknya, ia tetap dikhianati. Ia pernah menjaga apa yang mereka punya seolah itu satu-satunya hal yang berarti, namun Ericson rela mempertaruhkan semuanya hanya demi menghibur seorang omega rendahan yang ternyata iblis berwajah manusia. Ia ingin menjerit, menertawakan kebodohannya sendiri karena pernah mempercayai Ericson—suaminya.

Tak pernah terlintas sedikit pun di kepalanya ia akan ditikam dari belakang oleh lelaki yang ia cintai setengah mati. Hidup indah yang ia kira ia miliki ternyata hanya ilusi, kebohongan. Dan kebohongan itu hancur begitu saja oleh seorang omega lemah.

Sejak ia membiarkan si penyamar itu berada dalam kawanan, hidupnya bukan lagi miliknya—dan bahkan Ericson pun tak mampu melihat apa yang Avyanne lihat.

Kilas balik saat Nancy pertama kali dibawa ke istana menerjang benaknya: tubuhnya lebam, tanpa busana, terlihat seperti korban yang malang. Avyanne sudah bodoh karena membiarkannya masuk ke kawanannya, meski nalurinya sejak awal menolak. Ia tak sanggup membiarkan seorang perempuan menderita saat ia bisa memberi perlindungan. Itulah kesalahannya. Seharusnya ia membiarkan Nancy mati. Tapi sekarang sudah terlambat—karena justru Avyanne yang dibiarkan mati.

“Banyak juga omongan pedas dari calon mayat,” Nancy menyeringai menatap ke bawah.

Ada aura mengancam yang memancar dari dirinya; ia sama sekali tak mirip perempuan compang-camping yang tampak polos yang dulu dibawa pulang suaminya. Avyanne bertanya-tanya kenapa ia baru menyadarinya sekarang. Ia terlalu sibuk menjadi ratu yang baik bagi negerinya, sampai tak sadar ia sendiri yang mengundang iblis masuk ke rumahnya—iblis yang tak punya niat apa pun selain menghancurkannya. Nancy menyembunyikan maksudnya, berpura-pura tak berdaya, sementara diam-diam menenun rencana untuk menjatuhkannya.

Senyum Nancy melebar ketika ia menatap Avyanne yang megap-megap, berjuang menarik napas. Rencananya akhirnya sampai di ujung. Ucapan Luna tak berarti apa-apa baginya. Berbulan-bulan menyusun langkah, menahan diri, menunggu waktu yang tepat, dan menelan mentah-mentah perintah-perintah perempuan itu—semuanya kini terbayar lunas. Sang Master pasti bangga.

“Aku mungkin yang menderita, tapi hari-harimu sudah dihitung, Nancy!”

Nancy terkekeh—lebih tepatnya, tertawa cekikikan seperti orang gila.

“Oleh siapa, kamu?… Sayang, jangan bikin aku ketawa. Kamu bakal mati di sini, dan sebentar lagi rakyatmu bakal lupa sama kamu. Ini bukan urusan pribadi.”

Nancy merenggangkan jemarinya, niat jahat mengilat di matanya. Ia melangkah mendekat ke arah Avyanne yang tergeletak, lumpuh, tak berdaya.

“Tenang aja, aku akan pastikan suamimu terurus setelah kamu pergi…” Nancy menundukkan kepala sedikit, mengejek dengan manis yang kejam. “Yang Mulia.”

Avyanne tak bisa melakukan apa-apa selain menatapnya dengan amarah yang tertahan. Nancy tersenyum bengis.

“Bobo ya.”

Dalam satu gerakan cepat, Nancy menghunjamkan kuku-kukunya ke leher Avyanne. Kukunya menembus dalam, mencengkeram trakea Avyanne seperti capit besi.

“Begini caramu mati.”

Nancy tertawa maniak, memeras dan memutar cengkeramannya pada trakea Avy, lalu merobeknya keluar dari lehernya.

Avyanne mengerik, menggelepar mencari hidup, sementara darah memancar dari sesuatu yang tadinya adalah lehernya. Nancy berdiri di atas tubuh Luna yang berlumur darah, memandangi kemenangannya seakan sedang berjemur di bawah cahaya.

“Aku sudah lama sekali menunggu momen ini.”

Nancy menjilat darah di kukunya, matanya berkilat euforia.

“Dasar jalang bodoh. Akhirnya kamu nggak menghalangi lagi.”

Terbaring di lantai dalam keadaan sehina itu, Avyanne tidak merasakan sakit—hanya sensasi kasar seperti tenggelam; tenggelam dalam lautan gelap yang tak bertepi, jatuh ke jurang lenyap, berusaha melawan arus yang mendorongnya makin dalam ke bawah, menuju sesuatu yang tak ia kenal. Menuju kegelapan…

Gelap. Pekat. Sebegitu gelap sampai-sampai ia bahkan tak bisa merasakan berat tubuhnya sendiri. Hampir seperti ia berubah jadi sehelai bulu, diangkut angin murka.

Perasaan apa ini?

Ia bertanya dalam hati, tak mampu memahami apa yang terjadi pada tubuhnya.

Di pusat kegelapan itu, sebuah tirai seakan muncul—lalu tersibak, memperlihatkan bulan darah yang menebarkan sulur-sulurnya ke sebuah kastel hitam asing, membuat bangunannya tampak seram, ganjil, dan tak wajar. Avyanne menggigil ketakutan karena hawa mencekam tempat yang tiba-tiba ia pijak—atau mungkin, tempat yang menelannya.

Patung gargoyle menggantung di atas enam pilar pintu masuk kastel itu, seolah penjaga yang menatap dengan kewajiban dan ancaman sekaligus. Mata mereka menyala merah tua, menyorot Avyanne tanpa berkedip.

Hembusan angin kencang tiba-tiba menerjang, membuka pintu kastel dengan tenaga yang seharusnya membelahnya jadi dua—namun pintu itu tetap utuh.

Di dalam kastel itu terbentang sebuah meja panjang, gelap, seperti menyerap cahaya. Di ujung kepala meja muncul bayangan seekor serigala—serigala yang sama sekali tak ia kenali. Tapi serigala itu tidak sendirian; di sampingnya berdiri sesosok figur berupa siluet, bentuknya menyerupai serigala juga, hanya jauh lebih kelam, seolah-olah gelap itu sendiri punya wujud.

Sepasang mata kuningnya menembus, setajam aura yang memancar dari siluet tersebut.

Ia tak tahu apa yang sedang ia lihat—apa itu, di mana ia berada—yang ia tahu hanya satu: ia takut pada hawa jahat yang merembes dari siluet itu. Bulu kuduknya berdiri, merambat jadi merinding di sekujur kulit. Sesuatu yang mirip cengkeraman ketakutan menggigit jantungnya.

Apa ini neraka?

Perut sang mitos bergemuruh pelan saat ia menusuk Avyanna dengan tatapan tajamnya—satu-satunya bagian yang terlihat jelas darinya. Akhirnya, ia berhadapan langsung dengan sumber kejanggalan yang merusak keberadaannya. Ia mengulurkan cakar ke dalam kegelapan, mencari-cari daya hidup Avyanna, hendak meraihnya.

Namun tak ada di dalam genggamannya.

Avyanna tak tahu apa yang ia niatkan, tapi ia merasakan kehadirannya.

Siapa dia?

Apa yang sedang terjadi padaku?

Apa ini alam setelah mati? Kok dingin… kosong begini. Jangan-jangan itu iblis?

Pertanyaan demi pertanyaan menyesaki kepalanya sementara ia tetap berada dalam belas kasihan kegelapan, jatuh semakin dalam, semakin dalam, menuju dunia yang sama sekali asing baginya.

Tiba-tiba, kegelapan menelan kastel itu. Seketika ia kembali tenggelam di dalam hitam, menjauh dari jangkauan sang mitos. Tubuhnya seperti terseret turun lagi, terus jatuh ke kedalaman yang tak bertepi, sampai sebuah cahaya redup muncul di ujung ketidakpastian.

Cahaya itu kian terang seiring ia jatuh makin jauh ke jurang.

Lalu datanglah sinar menyilaukan yang membungkusnya, memutihkan pandangannya. Tubuhnya serasa ikut menyala ketika ia berhadapan dengan sosok lain—namun kali ini, bukan aura berbahaya yang mengancam seperti sebelumnya. Yang ia tangkap justru ketenangan, sesuatu yang menyejukkan, menenangkan degup panik di dadanya.

Ia bisa merasakan kekuatan entitas baru itu meski tak dapat melihatnya jelas.

Avyanne menyaksikan sebuah bentuk—seperti tangan—dibalut cahaya tembus pandang, bergerak mendekatinya dan menyentuh keningnya.

Apa ini surga? Apa jiwaku akan dibawa ke langit?

Begitu pikirnya, tubuhnya mulai melayang naik—mula-mula pelan, lalu sedikit lebih cepat, lalu semakin cepat. Ia menjerit ketika daya tarik dan kecepatan yang mendorongnya ke atas mendadak melonjak tajam, seolah-olah ada sesuatu yang menyedotnya seperti mesin penyedot raksasa.

Makin cepat. Makin cepat.

Sampai tiba-tiba semuanya berhenti.

Avyanne terengah, lalu membuka mata lebar-lebar. Suara-suara dunia nyata yang tadi memudar kembali menyerbu telinganya; sensasi tersedot itu lenyap seketika. Ketakutan yang tadi menempel di kulitnya seperti lem pun tak ada lagi.

Matanya menyesuaikan diri dengan terang suatu tempat—tempat yang terasa akrab, tapi sekaligus asing. Ia mendapati dirinya berada di sebuah padang yang seolah pernah ia kenal dari masa yang jauh, namun di saat yang sama, ia tak ingat kapan dan bagaimana.

Semuanya terasa tidak nyata.

Aku di mana?

Aku bisa sampai sini bagaimana?

Ia termenung.

Bab Terakhir

Anda Mungkin Suka 😍

Kesempatan Kedua Sang Miliarder

Kesempatan Kedua Sang Miliarder

15.3k Dilihat · Selesai · Nia Kas
McKenzie Peirce menyembunyikan masa lalunya dengan alasan tertentu. Dia malu dengan masa lalunya dan tidak ingin hal itu terbuka. Penyelamatnya adalah seseorang dari keluarga terkaya di Ardwell. Dia setuju untuk menikahi cucu penyelamatnya yang dingin dan jauh. Sedikit demi sedikit, Dimitri mulai terbuka, begitu juga dengan McKenzie. Ketika dia berpikir dia bisa mempercayainya, pihak ketiga masuk ke dalam kehidupan mereka dan membuat McKenzie tidak nyaman.

Jasmine Dupree, sahabat dan karyawan Dimitri, selalu mencintai Dimitri tanpa sepengetahuannya. Sahabat mereka, Grayson Paul dan Dimitri, tidak tahu bahwa kembalinya sahabat mereka akan mengakhiri pernikahannya. McKenzie dituduh mengkhianati Dimitri dan diusir, hanya untuk muncul kembali lima tahun kemudian sebagai dokter yang menyelamatkan nyawa sahabatnya, Grayson.

McKenzie mencoba menjauh, berjanji untuk menjauh dari Dimitri. Lima tahun berlalu dan dia masih membencinya karena mengkhianatinya, namun detail baru terungkap yang membuat Dimitri meragukan tuduhannya lima tahun lalu. Jasmine melihat kesempatan untuk mengacaukan McKenzie dan melakukannya, yang tidak diketahui Jasmine adalah bahwa Dimitri masih mencintai McKenzie dan dia masih istrinya. Dia tidak pernah menceraikannya meskipun McKenzie telah menandatangani surat cerai.

Ketika Dimitri mengetahui bahwa dia salah, dia merasa jijik dengan cara dia memperlakukannya dan mulai mencari jalan untuk kembali padanya. McKenzie Peirce di sisi lain tidak tahu bahwa dia akan diberi kesempatan kedua untuk cinta, dengan pria yang selalu dia cintai. Dengan sahabat dan keluarganya di sisinya, dia berniat untuk memenangkan kembali hati McKenzie, namun saat mereka mencoba membuat pernikahan kesempatan kedua mereka berhasil, masalah mulai muncul. Jasmine menolak untuk menyerah pada Dimitri.
Ketika Aku Mencintaimu

Ketika Aku Mencintaimu

727 Dilihat · Selesai · Yulinda Li
Cinta. Bolehkah seorang Shakila memperjuangkannya? Bertahan atas nama CINTA.
Bahagia. Meski terkadang, Shakila tahu untuk saat ini ia belum mendapatkan cinta.

Memperjuangkan cinta sepihaknya. Mengejar laki-laki yang telah memiliki seorang kekasih. Tapi, bukankah seseorang memiliki sebuah alasan ketika ia memutuskan untuk terus berjuang?

Shakila bukanlah seorang pelakor, namun tanpa sengaja sebuah peristiwa membuat dirinya dapat menikah dengan pria impiannya.
Tentu saja, hal tersebut merupakan sebuah keberuntungan baginya. Namun, berbanding terbalik dengan Delvin Arsalan Davendra. Bos Shakila itu menganggap jika pernikahannya adalah salah. Benar-benar salah. Tetapi, untuk saat ini ia tak mungkin menceraikan Shakila dengan cepatnya.

Lantas, bagaimana dengan saat yang akan datang? Apa Delvin masih menganggap jika pernikahannya adalah kesalahan? Atau malah sebaliknya?
Cinta Terburu-buru Sang CEO

Cinta Terburu-buru Sang CEO

12.4k Dilihat · Sedang Diperbarui · Budi Santoso
Setelah pengantinnya kabur, dia terpaksa menikahi keluarga kaya raya dengan reputasi buruk, menjadi Nyonya Fajar. Saat hamil dua bulan, sang suami memberinya surat cerai dan pergi tanpa ampun. Bertahun-tahun kemudian, dia telah menjadi seorang selebriti yang bersinar, dikelilingi banyak pelamar. Melihat anak lelaki yang sangat tampan di dekatnya, pria itu tersenyum sinis: "Hei, putramu mirip sekali denganku!" "Kita sudah cerai!" hardik wanita itu, menahan amarah.
Sang Profesor

Sang Profesor

16.1k Dilihat · Selesai · Mary Olajire
"Di tangan dan lututmu," dia memerintah.
Suaranya penuh dengan beban dan urgensi
dan aku segera menurut sebelum dia mengarahkan pinggulku.
Tubuh kami bertemu dengan irama yang keras dan marah.
Aku semakin basah dan panas saat mendengarkan suara kami bercinta.
"Sial, vaginamu gila."


Setelah satu malam panas dengan seorang pria asing yang dia temui di klub, Dalia Campbell tidak mengira akan bertemu Noah Anderson lagi. Kemudian Senin pagi tiba, dan orang yang masuk ke ruang kuliah sebagai dosen adalah pria asing dari klub itu. Ketegangan meningkat dan Dalia berusaha sekuat tenaga untuk menjauhinya karena dia tidak ingin terganggu oleh siapa pun atau apa pun - ada juga fakta bahwa dia benar-benar terlarang - tetapi ketika dia menjadi asisten dosennya, batasan hubungan dosen/mahasiswa mereka menjadi kabur.
Ayah Sahabat Terbaikku

Ayah Sahabat Terbaikku

39.4k Dilihat · Sedang Diperbarui · P.L Waites
Elona, yang berusia delapan belas tahun, sedang berada di ambang babak baru dalam hidupnya—tahun terakhirnya di SMA. Dia memiliki impian untuk menjadi model. Namun, di balik penampilan percaya dirinya, ada rahasia yang ia simpan—perasaan suka pada seseorang yang tak terduga—Pak Crane, ayah dari sahabatnya.

Tiga tahun lalu, setelah kehilangan istrinya secara tragis, Pak Crane, seorang pria yang sangat tampan, kini menjadi seorang miliarder pekerja keras, simbol kesuksesan dan rasa sakit yang tak terucapkan. Dunianya bersinggungan dengan Elona melalui sahabatnya, jalan yang mereka tinggali, dan persahabatannya dengan ayah Elona.

Suatu hari yang menentukan, sebuah kesalahan kecil mengubah segalanya. Elona secara tidak sengaja mengirimkan serangkaian foto yang agak terbuka kepada Pak Crane, yang seharusnya dikirimkan kepada sahabatnya. Saat dia duduk di meja rapat, Pak Crane menerima gambar-gambar tak terduga tersebut. Pandangannya tertahan di layar, dia harus membuat pilihan.

Apakah dia akan menghadapi pesan yang tidak disengaja itu, mempertaruhkan persahabatan yang rapuh dan mungkin membangkitkan emosi yang tak terduga?

Ataukah dia akan bergulat dengan keinginannya sendiri dalam diam, mencari cara untuk menavigasi wilayah yang belum terpetakan ini tanpa mengganggu kehidupan di sekitarnya?
7 Malam dengan Tuan Black

7 Malam dengan Tuan Black

59.6k Dilihat · Selesai · ALMOST PSYCHO
PERINGATAN: Buku ini mengandung adegan seks eksplisit yang sangat detail... sekitar 10-12 bab. Tidak cocok untuk pembaca muda!

"Apa yang kamu lakukan?" Dakota mencengkeram pergelangan tanganku sebelum mereka menyentuh tubuhnya.

"Menyentuhmu." Bisikan keluar dari bibirku dan aku melihat matanya menyipit padaku seolah aku telah menghinanya.

"Emara. Kamu tidak akan menyentuhku. Hari ini atau kapan pun."

Jari-jarinya yang kuat meraih tanganku dan menempatkannya dengan tegas di atas kepalaku.

"Aku di sini bukan untuk bercinta denganmu. Kita hanya akan bercinta."

Peringatan: Buku Dewasa 🔞
. . ......................................................................................................

Dakota Black adalah pria yang diselimuti karisma dan kekuasaan.
Tapi aku membuatnya menjadi monster.
Tiga tahun lalu, aku mengirimnya ke penjara. Secara tidak sengaja.
Dan sekarang dia kembali untuk membalas dendam padaku.
"Tujuh malam." Katanya. "Aku menghabiskan tujuh malam di penjara busuk itu. Aku memberimu tujuh malam untuk tinggal bersamaku. Tidur denganku. Dan aku akan membebaskanmu dari dosamu."
Dia berjanji untuk menghancurkan hidupku demi pemandangan yang bagus jika aku tidak mengikuti perintahnya.

Pelacur pribadinya, begitu dia memanggilku.

🔻KONTEN DEWASA🔻
Dimanjakan oleh Miliarder setelah Dikhianati

Dimanjakan oleh Miliarder setelah Dikhianati

366.7k Dilihat · Sedang Diperbarui · FancyZ
Menikah selama empat tahun, Emily tetap tidak memiliki anak. Diagnosis rumah sakit membuat hidupnya terjun ke neraka. Tidak bisa hamil? Tapi suaminya jarang di rumah selama empat tahun ini, jadi bagaimana dia bisa hamil?
Emily dan suaminya yang miliarder berada dalam pernikahan kontrak; dia berharap bisa memenangkan cintanya melalui usaha. Namun, ketika suaminya muncul dengan seorang wanita hamil, dia putus asa. Setelah diusir, Emily yang tunawisma diambil oleh seorang miliarder misterius. Siapa dia? Bagaimana dia mengenal Emily? Yang lebih penting, Emily hamil.
Trilogi Efek Carrero

Trilogi Efek Carrero

2.1k Dilihat · Sedang Diperbarui · Leanne Marshall
Emma Anderson memiliki segalanya dalam hidupnya yang sudah terencana dengan baik. Dia memiliki pekerjaan sempurna di sebuah perusahaan besar di Manhattan yang memungkinkannya menjalani kehidupan yang tenang dan teratur. Hal ini sangat penting baginya, setelah masa kecil yang penuh dengan kenangan buruk, pelecehan, dan seorang ibu yang tidak berguna. Namun, ada satu masalah yang bisa menggagalkan semua yang dia pikir dia butuhkan dalam hidupnya. Promosinya membawanya langsung ke dalam pekerjaan dekat dengan Jacob Carrero, seorang miliarder muda, tampan, dan playboy dengan reputasi yang menakutkan sebagai pemain. Terjebak sebagai tangan kanannya, setiap saat dalam setiap hari, dia menyadari bahwa Jacob adalah tipe orang yang bisa membuatnya gila, dan bukan dalam arti yang baik. Seperti langit dan bumi, dia adalah segalanya yang bukan Emma. Impulsif, percaya diri, santai, dominan, dan menyenangkan, dengan sikap yang sangat santai terhadap seks kasual dan kencan. Jake adalah satu-satunya yang mampu menghancurkan eksterior dingin dan teratur Emma, yang tidak terpengaruh oleh sikap tertutup dan sopan santunnya, tetapi meskipun dia ingin, membiarkannya masuk adalah hal yang sangat berbeda. Masa lalu yang membuatnya waspada terhadap pria dan tidak ada keinginan untuk membiarkan satu pun cukup dekat untuk menyakitinya lagi, Jacob Carrero memiliki pekerjaan yang sulit. Dia bukan seseorang yang menerima jawaban TIDAK dan harus belajar bagaimana menembus jika dia menginginkan lebih dari topeng yang dia tunjukkan kepada dunia. Jake perlu menunjukkan padanya bahwa bahkan seseorang seperti dia bisa berubah ketika gadis yang penting itu berhasil menembus. Karakter yang seksi dan menyenangkan serta topik emosional yang mendalam. Mengandung beberapa konten dewasa dan bahasa yang matang.
Bapak Ryan

Bapak Ryan

131.1k Dilihat · Selesai · Mary D. Sant
"Apa yang tidak bisa kamu kendalikan malam ini?" Aku memberikan senyum terbaikku, bersandar di dinding.
Dia mendekat dengan ekspresi gelap dan lapar,
begitu dekat,
tangannya meraih wajahku, dan dia menekan tubuhnya ke tubuhku.
Mulutnya mengambil milikku dengan rakus, sedikit kasar.
Lidahnya membuatku terengah-engah.
"Kalau kamu tidak ikut denganku, aku akan meniduri kamu di sini." Dia berbisik.


Katherine menjaga keperawanannya selama bertahun-tahun bahkan setelah dia berusia 18 tahun. Tapi suatu hari, dia bertemu dengan seorang pria yang sangat seksual, Nathan Ryan, di klub. Dia memiliki mata biru paling menggoda yang pernah dia lihat, dagu yang tegas, rambut pirang keemasan, bibir penuh, sempurna, dan senyum yang luar biasa, dengan gigi yang sempurna dan lesung pipit yang sialan itu. Sangat seksi.

Dia dan dia memiliki malam yang indah dan panas...
Katherine berpikir dia mungkin tidak akan bertemu pria itu lagi.
Tapi takdir punya rencana lain.

Katherine akan mengambil pekerjaan sebagai asisten seorang miliarder yang memiliki salah satu perusahaan terbesar di negara ini dan dikenal sebagai pria yang menaklukkan, otoritatif, dan sangat menggoda. Dia adalah Nathan Ryan!

Apakah Kate bisa menahan pesona pria yang menarik, kuat, dan menggoda ini?
Baca untuk mengetahui hubungan yang terombang-ambing antara kemarahan dan hasrat yang tak terkendali.

Peringatan: R18+, Hanya untuk pembaca dewasa.
Pak Limbong, Nyonya telah meninggal. Kami turut berdukacita.

Pak Limbong, Nyonya telah meninggal. Kami turut berdukacita.

7.1k Dilihat · Sedang Diperbarui · Aji Pratama
Setelah kematiannya yang tragis, didorong oleh keputusasaan dan pengkhianatan, miliader yang dulu memburu balas dendam kini hanya bisa bersujud memohon ampun.
Dia pernah menjadi istrinya selama tiga tahun, namun takkan pernah bisa menyaingi cintanya selama sepuluh tahun terhadap wanita lain.
Gadis Gemerlap

Gadis Gemerlap

3.1k Dilihat · Sedang Diperbarui · Budi Santoso
Setelah bersatu kembali dengan orang tua kandungnya, Sari dikenal sebagai seorang pecundang. Di kuliahnya, dia menjilat, suka berkelahi, dan bolos setiap hari. Bahkan pertunangannya dengan keluarga Rahman putus akibat kehidupan pribadinya yang berantakan! Semua orang menanti kehancurannya.

Namun di luar dugaan, dia membalas dengan tamparan yang menyakitkan! Ternyata dia bergelar doktor dan adalah ilmuwan ternama. Dia juara catur nasional, investor jenius, legenda bela diri... Saat prestasi tak terbantahkan ini terungkap satu per satu, tak terhitung orang mengejarnya.

Sementara itu, Tuan Phillips, legenda bisnis yang dulu memandangnya dengan hina, kini panik: Itu istriku! Menyingkir kalian!
Perangkap Ace

Perangkap Ace

30.4k Dilihat · Selesai · Eva Zahan
Tujuh tahun yang lalu, Emerald Hutton meninggalkan keluarga dan teman-temannya untuk bersekolah di New York City, sambil memeluk hatinya yang hancur, demi melarikan diri dari satu orang saja. Sahabat kakaknya, yang telah ia cintai sejak hari dia menyelamatkannya dari para pengganggu saat berusia tujuh tahun. Hancur oleh anak laki-laki impiannya dan dikhianati oleh orang-orang yang dicintainya, Emerald belajar untuk mengubur kepingan hatinya di sudut terdalam ingatannya.

Hingga tujuh tahun kemudian, dia harus kembali ke kampung halamannya setelah menyelesaikan kuliahnya. Tempat di mana sekarang tinggal seorang miliarder berhati dingin, yang dulu hatinya yang mati pernah berdetak untuknya.

Terluka oleh masa lalunya, Achilles Valencian telah berubah menjadi pria yang ditakuti semua orang. Kehidupan yang membakar telah memenuhi hatinya dengan kegelapan tanpa dasar. Dan satu-satunya cahaya yang membuatnya tetap waras adalah Rosebud-nya. Seorang gadis dengan bintik-bintik dan mata pirus yang dia kagumi sepanjang hidupnya. Adik sahabatnya.

Setelah bertahun-tahun berjarak, ketika saatnya akhirnya tiba untuk menangkap cahayanya ke dalam wilayahnya, Achilles Valencian akan memainkan permainannya. Permainan untuk mengklaim apa yang menjadi miliknya.

Apakah Emerald akan mampu membedakan api cinta dan hasrat, serta pesona gelombang yang pernah membanjirinya untuk menjaga hatinya tetap aman? Atau dia akan membiarkan iblis itu memikatnya ke dalam perangkapnya? Karena tidak ada yang pernah bisa lolos dari permainannya. Dia mendapatkan apa yang dia inginkan. Dan permainan ini disebut...

Perangkap Ace.