
Pasangan Tak Terduga Sang Pangeran Alpha
oyindamola aduke · Selesai · 218.3k Kata
Pendahuluan
Terlahir sebagai omega tanpa serigala dan tanpa aroma, Liana bukan siapa-siapa—dicemooh, tak dianggap, hidupnya serupa bayang-bayang yang selalu diseret di bawah telapak tangan kejam ibu tirinya. Satu-satunya celah yang membuatnya bisa bernapas hanyalah Erick, pacar yang selama ini ia kira sempurna… sampai malam ulang tahunnya yang kedelapan belas, ketika ia memergoki lelaki itu di ranjang bersama saudari tirinya sendiri.
Patah hati dan tenggelam dalam mabuk, Liana mengambil satu keputusan nekat—sebuah langkah bodoh yang terasa seperti pelarian terakhir.
Ia terbangun di ranjang Cassian: Pangeran Alfa yang dingin, berbahaya, dan terlalu tampan untuk jadi nyata.
Ia mengira itu hanya semalam.
Ia mengira setelah itu mereka tak akan pernah bertemu lagi.
Sampai dua garis merah muda mengubah seluruh hidupnya.
Kini, hamil anak yang kelak menjadi pewaris, Liana dipaksa masuk ke pernikahan demi kepentingan dan dilempar ke dunia istana yang berkilau oleh kuasa, hasrat, dan pengkhianatan. Namun sentuhan Cassian membangunkan lebih dari sekadar gairah—ada sesuatu yang tua, purba, menggeliat di dalam darahnya. Seekor serigala. Sebuah warisan. Kekuatan yang tak pernah dilihat siapa pun akan muncul darinya.
Musuh-musuh ingin ia dibungkam.
Cassian ingin ia berada dalam kendalinya.
Tapi Liana? Ia sudah muak jadi orang yang tak punya kuasa.
Mungkin ia terlahir sebagai omega—namun ia akan bangkit sebagai ratu.
Di dunia tempat yang lemah bisa berubah menjadi tak terhentikan, akankah kekuatan tersembunyi Liana cukup untuk menyelamatkan dirinya, anaknya, dan kerajaan dari bayang-bayang yang menunggu saat untuk menerkam?
Bab 1
POV Liana
Aku tak pernah membayangkan akan terbangun tanpa sehelai benang pun di ranjang yang asing, dengan seorang pria—yang jelas-jelas terlalu tampan untuk disebut kebetulan—terbaring di dekatku. Tenggorokanku serasa mengering. Aku menelan ludah, memaksa otakku mengais-ngais ingatan tentang apa pun yang terjadi semalam.
Tapi kepalaku kosong.
Aku memejamkan mata rapat-rapat, berharap semua ini cuma mimpi buruk yang bisa hilang kalau aku buka mata lagi. Namun ketika kelopak mataku terangkat, sepasang mata biru sedingin es menatap balik.
Aku menjerit. Suaraku memantul di dinding-dinding kamar yang sunyi, menamparku dengan kenyataan betapa aku benar-benar tersesat.
Siapa pria ini? Bagaimana aku bisa sampai di sini?
Aku menoleh ke sekeliling dengan jantung berdegup tak karuan, mencari tanda sekecil apa pun—petunjuk, benda, apa saja—yang bisa membantuku memahami bagaimana aku berada di titik ini.
Tapi pikiranku cuma terpaku pada kemarin. Sehari sebelum semuanya berantakan.
Sehari Sebelumnya
Aku melangkah masuk ke kamar Eric dengan jantung yang berdebar menahan harap. Aku ingin menghabiskan ulang tahunku yang kedelapan belas bersama satu-satunya orang yang selama ini membuatku merasa dicintai dan benar-benar dilihat, di dunia yang sejak lama memperlakukanku seolah aku tak pernah ada. Aku sudah terbiasa menghadapi tatapan sinis dan bisik-bisik merendahkan dari semua orang di pack-ku—mereka memandangku tak lebih dari beban.
Tapi Eric berbeda. Dia selalu membuatku merasa istimewa, seakan aku sesuatu yang pantas dijaga. Dan karena itu, aku siap memberikan apa pun padanya.
Pagi itu sebenarnya dimulai dengan rasa optimis yang jarang mampir. Meski aku sering merasa seperti orang asing dalam hidupku sendiri, tetap ada nyala kecil yang membuatku bertahan. Bosku bahkan mengizinkanku pulang lebih cepat—mungkin dia bisa melihat betapa aku butuh jeda dari beban hari-hari yang melelahkan.
Dengan senyum yang kupaksakan tetap hidup, aku bergegas ke tempat Eric. Antusiasme menggelembung di dadaku. Aku tak sabar melihatnya, merayakan ulang tahunku bersama. Aku sudah menyiapkan hadiah untuknya—sesuatu yang personal, sesuatu yang bermakna.
Namun begitu aku sampai, rasa manis itu langsung berubah pahit.
Aku terpaku di ambang pintu, mataku membeku menatap pemandangan di depanku. Eric—pria yang kukira kucintai, pria yang paling kupercaya—terbelit di balik selimut bersama seorang perempuan lain. Mereka sama-sama telanjang, tubuh mereka bergerak serasi, ritme yang begitu nyata sampai menusukkan rasa sakit tajam ke dadaku.
Suara si perempuan meledak dalam protes pura-pura. “Eric, berhenti! Nanti ada yang dengar,” katanya sambil tertawa, jelas menikmati situasi itu.
Apa yang kulihat mustahil. Otakku menolak menerima. Eric selalu bilang dia mengerti aku, mendukungku dengan cara yang tak pernah orang lain lakukan. Namun sekarang… dia ada di sini, dengan orang lain.
“Biarin aja,” kata Eric, tangannya mengerat di pinggang perempuan itu ketika dia menekan lebih dalam. “Aku nggak bisa nolak kamu.”
Tawa mereka, desah puas mereka, terdengar seperti ejekan kejam atas semua yang kupikir kukenal tentang hubungan kami. Aku ingin berteriak, ingin memaki, ingin lari dan tak pernah menoleh lagi. Tapi tubuhku membatu—terkunci oleh syok dan pengkhianatan.
“Eric,” bisikku pelan, suaraku bergetar.
Aku bahkan tak yakin dia mendengarku. Dan aku tak yakin aku masih peduli.
Hatiku seperti pecah berkeping-keping saat aku berbalik dan lari. Langkah kakiku menggema dalam kesunyian lorong saat aku menjauh dari pria yang dulu pernah kutitipkan hatiku.
Seharusnya aku sudah tahu ini akan datang.
Hidupku selalu seperti rangkaian panjang kekecewaan. Ayahku—Alpha Raymond dari Blackhide Pack—tak pernah repot menyembunyikan rasa jijiknya padaku. Dia membenci kenyataan bahwa aku lahir sebagai perempuan. Ibuku, seorang omega biasa, cuma dijadikan rahim pengganti bagi Raymond dan istrinya yang terobsesi punya pewaris laki-laki. Raymond mengambilku dengan setengah hati setelah ibuku meninggal, tapi baginya aku hanya pengingat yang terus-menerus tentang kehilangan—dan tentang kegagalan yang tak ia maafkan.
Aku selalu dianggap lemah dan tak penting karena aku omega tanpa serigala. Setiap hari ayah bilang aku bukan pewaris yang dia harapkan. Ibu tiriku—istrinya—membenciku hanya karena aku masih ada di rumah itu. Aku dibesarkan seperti pembantu dan harus menelan ejekan serta hinaan tanpa henti. Sejak kecil aku diajari bertahan, menelan sakit, dan menyembunyikan penderitaan.
Pelukan Eric satu-satunya tempat yang pernah memberiku rasa aman. Cuma dia yang membuatku merasa berarti.
Aku ingin memberikan semuanya pada ulang tahunku yang kedelapan belas. Untuknya. Sayangku. Kepercayaanku. Keperawananku. Namun sekarang semuanya hancur. Semuanya hancur.
Aku menyeberang jalan dengan pipi basah. Aku tak punya siapa-siapa untuk kutuju, tak punya tempat untuk pulang. Sakit itu menindih, mencekik. Aku terus berjalan karena aku benar-benar tak tahu harus bagaimana, harus ke mana.
Saat itulah Veronica melihatku.
Kakak tiriku yang lebih tua tiba-tiba muncul, mata tajamnya menyapu wajahku yang penuh jejak air mata dan tatapan mataku yang pecah. Tanpa sepatah kata pun, dia menarikku ke dalam pelukannya. Cara menghiburnya memang selalu begitu—sunyi, tapi terasa.
Dengan caranya sendiri, Veronica selalu berada di pihakku. Meski dia tak mengalami hal yang sama persis, dia tahu kerasnya ayah dan tekanan keluarga yang menekan kami.
Dia tak menanyakan apa yang terjadi. Dia tak perlu. Dia mengerti.
“Ayo,” bisiknya pelan, lembut tapi tegas. “Kita keluar dari tempat ini.”
Aku tidak membantah. Setengah seperti melayang, tak tahu ke mana dia membawaku, aku membiarkan dia menuntun. Saat kami memotong gang, cahaya lampu mobil yang melaju cepat sempat menyambar pergelangan tangan Veronica.
Dan saat itu aku menangkap sesuatu yang aneh.
Dia memakai jam yang sama seperti yang dipakai perempuan di ranjang Eric.
Darahku serasa membeku. “Itu… jam yang sama, Veronica?”
Keraguan sekejap melintas di matanya. Tergesa, dia menurunkan lengannya, menyembunyikan jam itu. Dengan santai yang dibuat-buat, dia bertanya, “Maksud kamu apa?”
“Jam model begini bisa saja ada sejuta,” katanya cepat, seolah ingin menutup pembicaraan. “Nggak penting.”
Tapi rasa ganjil itu tak mau pergi. Aku tak bisa menunjuk penyebab pastinya, hanya… ada sesuatu yang menggores di dalam dada. Sebelum aku sempat mendesaknya lagi, Veronica tertawa kecil—tawa tipis yang terasa palsu.
“Udah, jangan dipikirin,” katanya, nadanya mendadak ceria. “Hari ini ulang tahun kamu. Kamu pantas bersenang-senang. Aku punya rencana buat bikin kamu lupa semuanya: girls’ night. Jangan mikirin Eric. Anggap aja nggak ada apa-apa.”
Aku membiarkan diri ditarik, mencoba mengabaikan kegelisahan yang terus menempel, meski aku sendiri tak yakin harus percaya apa. Namun rasa aneh yang menyeramkan itu justru makin kuat saat malam kian larut.
Diiringi dentuman musik, kami masuk ke sebuah klub di dekat situ. Dan di sudut ruangan, aku melihat wajah yang terasa… familiar.
Seorang pria berdiri di sana, bagian wajahnya tenggelam dalam bayangan. Tapi cara dia menatapku membuat bulu kudukku meremang. Aku berhenti mendadak.
“Itu… itu siapa?” suaraku nyaris hilang.
Wajah Veronica tak terbaca saat dia menoleh sekilas.
“Abaikan,” katanya singkat. “Kita senang-senang aja malam ini.”
Tapi aku punya firasat malam ini baru saja dimulai. Dan segala sesuatu akan berubah karena apa yang menungguku.
Bab Terakhir
#202 Bab 202: Epilog
Terakhir Diperbarui: 4/28/2026#201 Bab 201
Terakhir Diperbarui: 4/28/2026#200 Bab 200
Terakhir Diperbarui: 4/28/2026#199 Bab 199
Terakhir Diperbarui: 4/28/2026#198 Bab 198
Terakhir Diperbarui: 4/28/2026#197 Bab 197
Terakhir Diperbarui: 4/28/2026#196 Bab 196
Terakhir Diperbarui: 4/28/2026#195 Bab 195
Terakhir Diperbarui: 4/28/2026#194 Bab 194
Terakhir Diperbarui: 4/28/2026#193 Bab 193
Terakhir Diperbarui: 4/28/2026
Anda Mungkin Suka 😍
Sang Profesor
Suaranya penuh dengan beban dan urgensi
dan aku segera menurut sebelum dia mengarahkan pinggulku.
Tubuh kami bertemu dengan irama yang keras dan marah.
Aku semakin basah dan panas saat mendengarkan suara kami bercinta.
"Sial, vaginamu gila."
Setelah satu malam panas dengan seorang pria asing yang dia temui di klub, Dalia Campbell tidak mengira akan bertemu Noah Anderson lagi. Kemudian Senin pagi tiba, dan orang yang masuk ke ruang kuliah sebagai dosen adalah pria asing dari klub itu. Ketegangan meningkat dan Dalia berusaha sekuat tenaga untuk menjauhinya karena dia tidak ingin terganggu oleh siapa pun atau apa pun - ada juga fakta bahwa dia benar-benar terlarang - tetapi ketika dia menjadi asisten dosennya, batasan hubungan dosen/mahasiswa mereka menjadi kabur.
Gadis Gemerlap
Namun di luar dugaan, dia membalas dengan tamparan yang menyakitkan! Ternyata dia bergelar doktor dan adalah ilmuwan ternama. Dia juara catur nasional, investor jenius, legenda bela diri... Saat prestasi tak terbantahkan ini terungkap satu per satu, tak terhitung orang mengejarnya.
Sementara itu, Tuan Phillips, legenda bisnis yang dulu memandangnya dengan hina, kini panik: Itu istriku! Menyingkir kalian!
Ayah Presiden, ayo segera
Dengan tubuh yang patah, tetapi dalam sedih mereka tidak berdaya ketika kecelakaan mobil ...
Empat tahun kemudian, dia memiliki putra yang cantik dan suami nominal.
Karena anaknya mengalami masalah, dia tidak sengaja bertemu dengan pria pengganggu bernama Li Shengtian, dan sejak saat itu, dia terjerat dengan itu.
Pria itu tidak hanya menciumnya pada kesempatan pertama, tetapi dia bahkan mengambil hati putranya se seakan-sesering itu.
Hidupnya benar-benar dalam kesulitan karena penampilannya.
Ketika orang-orang munafik suaminya mendirikan runtuh, kekejaman saudara perempuan terekspos, orang tua dan penggemar kehidupan sedikit tidak terwujud, ingatannya, juga mulai berangsur pulih.
Bekas luka dilucuti lapisan demi lapisan, dia menemukan bahwa dia telah terbiasa dengan keberadaan pria itu, bahkan jika semua orang meninggalkannya, hanya dia, masih ada untuk tidak meninggalkan ...
Sudah waktunya untuk menemukan suami untuk diri sendiri dan menemukan ayah kandungnya untuk anak anda!
Kesayangan CEO
Dia adalah kaisar gelap yang ditakuti semua orang, dikabarkan kejam dan kejam, dan tegas, tetapi dia hanya memanjakannya tanpa hukum.
Suatu hari, reporter bertanya: "Nyonya Lu, apakah Anda memiliki sesuatu yang perlu ditakuti?"
Gu Mengmeng tidak meneteskan air mata di wajahnya.
Dia hanya takut pada dua hal sekarang.
Pertama, cium suamimu!
Kedua, suami tercinta setelah mematikan lampu!
Flavour Its Yours
"Kak Sean, walau kau tidak mencintaiku. Tapi, aku akan tetap berusaha menjadi istri yang terbaik untukmu."
-Anna-
"Kalau kau tau aku tidak mencintaimu, kenapa memilih untuk tetap menerima perjodohan ini?"
-Sean-
Sang Putri Hamil Kabur Usai Diceraikan
Ia bertahan dalam pernikahan tanpa cinta dan gairah selama tiga tahun, dengan keras kepala percaya bahwa suatu hari suaminya akan melihat nilainya. Namun, yang tidak pernah dia duga adalah malah menerima surat cerai darinya.
Akhirnya, dia mengambil keputusan: dia tidak menginginkan lelaki yang tidak mencintainya. Maka, di tengah malam yang pekat, dia pergi membawa serta janin dalam kandungannya.
Lima tahun kemudian, dia telah bertransformasi total. Ia kini adalah ahli bedah ortopedi terkemuka, seorang hacker tingkat atas, arsitek peraih medali emas di industri konstruksi, dan bahkan terungkap sebagai pewaris konglomerat triliunan rupiah. Semua identitas rahasianya berhasil terbongkar satu persatu.
Sampai suatu hari, seseorang membongkar fakta mengejutkan bahwa di sampingnya ada dua bocah berusia empat tahun yang wajahnya mirip sekali dengan bayi kembar naga-phoenix milik seorang CEO ternama.
Melihat sertifikat perceraian mereka, sang mantan suami tak bisa lagi duduk tenang. Dengan gegas dia memojokkan mantan istrinya, mendesaknya ke dinding, dan dengan suara bergetar penuh emosi dia bertanya, "Mantan istriku yang cantik, bukankah ini saatnya kau memberiku penjelasan?"
Putri Raja Judi: Kebangkitan Sang Putri
Anak Sambung? Sang Putri Palsu Kembali ke Pangkuan Konglomerat Triliunan
Pada kehidupan sebelumnya, Ayu Hartatiberjuang mati-matian untuk mempertahankan apa yang disebut 'ikatan keluarga'. Ia bersaing sengit dengan putri kandung yang bangkit kembali, berusaha mencengkeram segalanya justru berakhir dengan kehilangan segalanya, dan mati penuh dendam.
Setelah terlahir kembali, ia memutuskan untuk melepaskan.
Siapa peduli! Ia tidak akan melayani lagi!
Dengan gesit ia membereskan koper dan mengosongkan tempatnya, pergi mencari orang tua kandungnya.
Dengan persiapan hati untuk menerima takdirnya, tapi ternyata! Ini tidak seperti yang ia bayangkan!
Bukannya katanya keluarganya miskin melarat dan tak punya apa-apa?
Lalu, dinding bata emas yang berkilauan di sekeliling ini apa ini!?
Bukannya katanya ayahnya seorang penjudi yang menghabiskan semua harta keluarga dan lelaki tak berguna?
Pria yang memiliki setengah dari bisnis properti dengan beberapa blok jalan ini, benarkah itu dia?!
Bukannya katanya ibunya seorang perempuan pemarah dengan reputasi buruk di lingkungannya?
Seniman opera legendaris yang tiketnya sangat sulit didapat ini, benarkah itu dia?!
Bukannya katanya kakak laki-lakinya seorang lajang miskin yang mengayuh becak?
Bos tambang minyak yang kaya raya karena menggali sumur minyak ini, benarkah itu dia?!
Putri kandung yang telah dicari keluarga Hartati selama delapan belas tahun akhirnya kembali.
Titan bisnis, Jason Hartati, menyatakan: "Aku memang ditakdirkan memuja anak perempuan! Hatiku gelisah jika sehari saja tidak melihat putriku!"
Seniman legendaris, Shinta Widodo, berseru: "Kekasih hatiku! Buah jiwaku! Beli saja apa pun yang Ayu inginkan!"
Raja minyak, Keven Hartati, menggeram: "Adik perempuanku bukanlah sembarang orang yang bisa kalian incar! Siapapun yang berani menginginkan adikku, minggirlah!"
Bapak Forbes
Ya ampun! Kata-katanya membuatku terangsang sekaligus kesal. Dia masih sama seperti dulu, brengsek yang arogan dan bossy, selalu ingin segalanya sesuai keinginannya.
"Kenapa aku harus melakukan itu?" tanyaku, merasakan kakiku mulai lemas.
"Maaf kalau aku membuatmu berpikir kamu punya pilihan," katanya sebelum menarik rambutku dan mendorong tubuhku, memaksaku menunduk dan meletakkan tanganku di atas meja kerjanya.
Astaga. Itu membuatku tersenyum, dan membuatku semakin basah. Bryce Forbes jauh lebih kasar daripada yang kubayangkan.
Anneliese Starling bisa menggunakan setiap sinonim untuk kata kekejaman dalam kamus untuk menggambarkan bos brengseknya, dan itu masih belum cukup. Bryce Forbes adalah lambang kekejaman, tapi sayangnya juga lambang hasrat yang tak tertahankan.
Sementara ketegangan antara Anne dan Bryce mencapai tingkat yang tak terkendali, Anneliese harus berjuang untuk menahan godaan dan harus membuat pilihan sulit, antara mengikuti ambisi profesionalnya atau menyerah pada hasrat terdalamnya, karena batas antara kantor dan kamar hampir sepenuhnya hilang.
Bryce tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan untuk mengeluarkannya dari pikirannya. Untuk waktu yang lama, Anneliese Starling hanyalah gadis yang bekerja dengan ayahnya, dan kesayangan keluarganya. Tapi sayangnya bagi Bryce, dia telah menjadi wanita yang tak tergantikan dan provokatif yang bisa membuatnya gila. Bryce tidak tahu berapa lama lagi dia bisa menahan diri untuk tidak menyentuhnya.
Terlibat dalam permainan berbahaya, di mana bisnis dan kenikmatan terlarang saling terkait, Anne dan Bryce menghadapi garis tipis antara profesional dan pribadi, di mana setiap tatapan yang dipertukarkan, setiap provokasi, adalah undangan untuk menjelajahi wilayah berbahaya dan tak dikenal.
Pengantin Pengganti
Arga, laki-laki baik yang seharusnya adalah Kakak ipar kepada Mentari, tetapi justru menjadi suami. Seketika menjelma sebagai sosok dingin tak tersentuh. Dia tidak pernah ikhlas dengan kenyataan bahwa Samantha hilang dan digantikan oleh Mentari. Tak sehari pun waktu berlalu tanpa bayang mantan calon istrinya, tidak sekalipun memandang Mentari seperti sosok seharusnya. Tidak pernah ada cinta.
Ayah Sahabat Terbaikku
Tiga tahun lalu, setelah kehilangan istrinya secara tragis, Pak Crane, seorang pria yang sangat tampan, kini menjadi seorang miliarder pekerja keras, simbol kesuksesan dan rasa sakit yang tak terucapkan. Dunianya bersinggungan dengan Elona melalui sahabatnya, jalan yang mereka tinggali, dan persahabatannya dengan ayah Elona.
Suatu hari yang menentukan, sebuah kesalahan kecil mengubah segalanya. Elona secara tidak sengaja mengirimkan serangkaian foto yang agak terbuka kepada Pak Crane, yang seharusnya dikirimkan kepada sahabatnya. Saat dia duduk di meja rapat, Pak Crane menerima gambar-gambar tak terduga tersebut. Pandangannya tertahan di layar, dia harus membuat pilihan.
Apakah dia akan menghadapi pesan yang tidak disengaja itu, mempertaruhkan persahabatan yang rapuh dan mungkin membangkitkan emosi yang tak terduga?
Ataukah dia akan bergulat dengan keinginannya sendiri dalam diam, mencari cara untuk menavigasi wilayah yang belum terpetakan ini tanpa mengganggu kehidupan di sekitarnya?
Bermain Dengan Api
“Kita akan ngobrol sebentar lagi, oke?” Aku tidak bisa bicara, hanya bisa menatapnya dengan mata terbelalak sementara jantungku berdegup kencang. Aku hanya bisa berharap bukan aku yang dia incar.
Althaia bertemu dengan bos mafia berbahaya, Damiano, yang tertarik pada mata hijaunya yang besar dan polos, dan tidak bisa mengeluarkannya dari pikirannya. Althaia telah disembunyikan dari iblis berbahaya itu. Namun takdir membawanya kembali padanya. Kali ini, dia tidak akan pernah membiarkannya pergi lagi.












