
Terjual kepada Don Beruang Grizzly
Tatienne Richard · Selesai · 179.5k Kata
Pendahuluan
Menjual kesuciannya secara daring adalah cara paling ampuh untuk memastikan Si Beruang membatalkan perjanjian tersebut. Ketika ia memberi tahu ayahnya bahwa ia telah menjualnya kepada penawar tertinggi tanpa pernah mengetahui nama asli pria itu, kontrak perjodohan pun berakhir. Namun, begitu pula
Bab 1
Alya terbangun tersentak dan langsung memegangi dadanya saat suara keras perabotan yang terbanting memaksanya duduk tegak.
Teriakan dari ruangan sebelah dibarengi dengan suara baku hantam, membuatnya buru-buru merangkak turun dari ranjang. Sambil mengais-ngais pakaian dan mantel panjang yang ia kenakan saat datang ke kamar hotel ini, ia menyadari bahwa pakaiannya kembali membalut tubuhnya jauh lebih cepat ketimbang saat pria yang bersamanya semalam melucutinya.
Suara seorang pria yang memohon agar tidak dibunuh membuat bulu kuduknya berdiri. Sambil melihat sekeliling dengan panik, dia tahu hanya ada satu pintu dari kamar tidur menuju pintu utama hotel. Namun, saat menatap pintu kaca geser yang mengarah ke luar, dia menimbang-nimbang apakah balkon itu terhubung dengan ruangan lain yang ia lewati semalam.
Sambil menyambar ponsel, tas tangan, dan sepatunya, dia berjinjit pelan ke balkon, lalu tersentak kaget ketika suara tembakan dari pistol berperedam terdengar jelas. Dia sangat mengenali suara letupan itu, seyakin nama belakangnya adalah Maharani.
"Sial, sial, sial, Alya bodoh!" rintihnya pada diri sendiri saat melangkah ke teras. Matahari baru saja mengintip di ufuk timur, dan pemandangannya pasti akan sangat memukau andai saja dia tidak baru saja mendengar seseorang dibunuh di kamar sebelah. "Tolong, jangan sampai mereka anak buah Ayah."
Dengan putus asa, dia mencondongkan tubuh ke luar balkon, menyadari betapa tingginya kamar tempatnya berada, dan merutuki dirinya sendiri dalam hati karena ketiduran. Berbalik untuk beringsut menyusuri dinding beton balkon yang dingin, dia mengintip melalui celah tirai ke dalam ruangan. Di sana, ia melihat pria yang menghabiskan malam bersamanya sedang melepas peredam dari pistol di tangannya, menatap tajam ke arah mayat yang terkapar di lantai.
Dia sama sekali tidak mengenali pria itu. Dan saat dia mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan, dia harus mengakui bahwa tiga pria lain yang sedang berlutut di depan kekasih semalamnya, serta dua pria berbadan besar yang berdiri menjulang mengawasi mereka, juga tidak ia kenal. Bukan berarti dia mengenal semua anak buah ayahnya, tetapi jika ada yang datang untuk menyeretnya pulang, ayahnya pasti akan mengirim orang yang ia kenal.
Itu artinya, dia sedang berada di kamar hotel bersama seorang pria yang baru saja melakukan pembunuhan beberapa menit lalu. Dia adalah saksi mata. Jika ayahnya tahu, pria tua itu pasti akan memerintahkan pembantaian bersih terhadap seluruh kelompok ini. Belum tentu juga dia masih hidup untuk menyaksikannya jika ayahnya tahu apa yang telah ia lakukan sebelum melarikan diri. Atau yang lebih parah, bagaimana jika pria di kamar sebelah itu memutuskan untuk melenyapkan saksi mata yang baru saja ditidurinya semalam?
Dia melihat sekeliling lagi dan meringis saat menatap ke atas. Mereka berada di penthouse. Pria yang telah membeli keperawanannya seharga lima belas miliar Rupiah semalam itu benar-benar hidup bergelimang harta. Alya menjatuhkan mantelnya, menyadari bahwa jika dia harus memanjat ke atap balkon dan mencoba mencapai atap hotel, dia tidak akan bisa melakukannya dengan pakaian panjang yang ribet. Kemudian matanya kembali menatap jurang di bawah sana, dan dia tahu, tidak ada jalan keluar dari balkon ini.
Dia harus mencari cara lain. Dia ini cuma kutu buku, bukan atlet. Memanjat turun dari balkon gedung tinggi ini sama saja dengan cari mati. Lagipula, dia tidak dengan nekat menentang ayah dan kakeknya—menyerahkan keperawanannya pada pria asing alih-alih pada laki-laki yang dijodohkan dengannya sejak remaja—hanya untuk mati konyol jatuh dari gedung.
"Hebat banget lo, Alya," rutuknya pelan. "Bisa-bisanya lo berhasil kabur dari cengkeraman keluarga Martadinata, tapi malah bodohnya berakhir di ranjang seorang pembunuh. Sialan."
Ia menendang sebuah kursi, lalu meringis ngeri saat kaki besi kursi itu bergesekan dengan lantai beton balkon dan membentur pintu kaca.
Ketika pintu kaca itu bergeser terbuka dan kekasih satu malamnya melongokkan kepala ke luar, Alya refleks meringkuk di kursi yang lain. Bima itu tampan bukan main, sekaligus bertubuh sangat raksasa. Tingginya nyaris dua meter dengan bahu selebar atlet binaraga, dan telapak kakinya dua kali lipat lebih panjang dari kaki Alya. Tubuhnya menegang saat teringat bagian tubuh pria itu yang juga berukuran raksasa, dan ia pun bergidik. Kalau saja saat ini dia tidak sedang ketakutan setengah mati, dia pasti sudah membuka kedua pahanya lebar-lebar layaknya Nabi Musa membelah lautan.
"Ngapain kamu di luar sini?"
"Lagi lihat matahari terbit," Alya membalas tatapan pria itu dengan takut-takut, menelan bulat-bulat kengerian yang menggelegak bagai adonan ragi di dalam perutnya. "Tadinya aku mau pulang, tapi sepertinya kamu lagi ada tamu." Kedua tangannya tampak jelas gemetar.
"Aya," Bima menyebut nama samaran perempuan itu dengan lembut. Ia melangkah maju dan berlutut di hadapannya, tangannya menyeka ikal rambut gelap dari dahi Alya sebelum menggenggam jemarinya. "Harusnya kamu masih tidur. Apa semalam aku kurang bikin kamu kelelahan?"
Alya menggeleng, tak sanggup menatap mata pria itu. "Itu, eum... tadi ada suara orang teriak-teriak. Aku nggak suka keributan, jadi aku keluar ke sini sampai teriakannya berhenti."
"Kamu ngintip dari jendela?" Bima menunjuk ke arah pintu tempatnya baru saja keluar.
"Nggak. Aku langsung keluar waktu teriakannya makin kencang, dan cuma duduk di sini." Alya menumpukan dagu di atas lututnya, berdoa dalam hati semoga pria itu memercayai alasannya.
"Pintar," Bima mencondongkan tubuh dan mengecup dahi Alya. "Aku masih pengin banget kita bisa ketemu lagi, tapi aku nggak bisa ngelakuin itu kalau kamu mulai ikut campur urusan yang bukan tempatmu."
"Aku ngerti, Bima," bisiknya seraya menggigit bibir.
"Sumpah, kamu cantik banget," bisik Bima seraya mencondongkan tubuh lebih dekat, mengusap pipi Alya. Matanya yang berwarna cokelat madu nan hangat dengan bintik-bintik keemasan menatap lurus ke mata Alya, seolah pria itu sedang menembus langsung ke dalam jiwanya.
Bau mesiu menguar dari jemari pria itu, membuat jantung Alya berdebar kencang karena panik. Namun, ia berpura-pura tidak tahu apa-apa dan memejamkan mata saat bibir Bima menempel pada bibirnya.
Bab Terakhir
#188 Dua Puluh Tahun Kemudian - Bagian II
Terakhir Diperbarui: 4/23/2026#187 Dua Puluh Tahun Kemudian - Bagian I
Terakhir Diperbarui: 4/23/2026#186 Bab Bonus - Bagian II
Terakhir Diperbarui: 4/23/2026#185 Bab Bonus - Bagian I
Terakhir Diperbarui: 4/23/2026#184 Epilog - Bagian II
Terakhir Diperbarui: 4/23/2026#183 Epilog - Bagian I
Terakhir Diperbarui: 4/23/2026#182 Permintaan Maaf dan Hadiah - Bagian II
Terakhir Diperbarui: 4/23/2026#181 Permintaan Maaf dan Hadiah - Bagian I
Terakhir Diperbarui: 4/23/2026#180 Malam Pernikahan - Bagian II
Terakhir Diperbarui: 4/23/2026#179 Malam Pernikahan - Bagian I
Terakhir Diperbarui: 4/23/2026
Anda Mungkin Suka 😍
Putri Sang Kesatria
Saat ia berusaha mempertahankan hubungan mereka, pria itu membalasnya dengan tuduhan pedas — menyebutnya sebagai pencari untung yang tak peduli pada tanggung jawab dan kehormatan yang lebih besar.
Kini, tekadnya bulat. Dengan pedang terhunus dan hati yang teguh, ia menaiki kudanya dan pergi meninggalkan segalanya.
Sebagai putri seorang legenda, ia akan membuktikan pada dunia: seorang perempuan pun mampu memikul tanggung jawab keluarganya, dan menjadi seorang kesatria sejati — sekaligus pemimpin yang tangguh.
PUTRI SANG KESATRIA
Lahir Kembali Dengan Tangan Master
Cinta Manis dengan Suamiku Milyarder
Dalam sebuah wawancara, Sari mengaku masih single, menyebabkan sensasi besar.
"Nyonya Limbong bercerai" langsung melesat ke puncak trending search.
Semua orang tahu Ari Limbong adalah taktisi yang kejam.
Persis ketika semua orang mengira dia akan menyikat habis Sari, sebuah akun baru terdaftar memberi komentar di profil pribadi Sari: "Bersimpuh di lantai atau di hadapanku, pilih!"
Boneka Iblis
"Rileks, ya." Aku mencium bokong kirinya dan memutar jariku di dalamnya, lalu mendorongnya dengan keras.
"Ahh!"
Dia mengeluarkan erangan panas saat aku menyentuh titik sensitifnya, dan aku mendekati payudara kanannya, menandainya dengan gigitan dan hisapan. Aku ingin semua orang tahu besok bahwa dia sekarang punya seorang pria, pria yang akan menjadi satu-satunya pemiliknya. Setiap gerakannya akan kuketahui, hanya aku yang bisa memilikinya. Aku akan membunuh siapa pun yang berani mendekati boneka kecilku yang cantik ini.
Hidup Aurelia berubah drastis ketika dia dituduh salah membawa ganja di dalam ranselnya, dia dikirim ke Penjara Horizon yang terkenal, yang dikenal sebagai neraka di bumi. Di lingkungan di mana hukum dan ketertiban tampak seperti ilusi belaka, Aurelia mendapati dirinya dikelilingi oleh penjahat kejam dan bayangan menyeramkan yang mengintai di setiap sudut penjara.
Putus asa untuk bertahan hidup dan melarikan diri dari mimpi buruk ini, Aurelia menarik perhatian Iblis yang ditakuti, pemimpin tertinggi penjara itu. Dengan aura kekuasaan dan dominasi mutlaknya, Iblis melihatnya sebagai mangsa yang menggoda, bertekad untuk memilikinya sebagai miliknya. Saat dia berjuang untuk bertahan hidup di lingkungan di mana kekerasan merajalela, dia mendapati dirinya terlibat dalam permainan kucing dan tikus yang berbahaya dengan Iblis.
Di antara kegelapan penjara dan bayangan koridor, Aurelia berjuang untuk menjaga kemanusiaannya tetap utuh, bahkan saat dia mencoba mengubahnya menjadi boneka patuh. Di dunia di mana garis antara kebaikan dan kejahatan kabur, dia harus menemukan cara untuk menolak godaannya sebelum terlambat.
"Boneka Iblis" adalah kisah tentang keberanian, pengorbanan, dan penebusan di tempat di mana harapan adalah kemewahan langka dan bertahan hidup adalah perjuangan sehari-hari.
Pak Limbong, Nyonya telah meninggal. Kami turut berdukacita.
Dia pernah menjadi istrinya selama tiga tahun, namun takkan pernah bisa menyaingi cintanya selama sepuluh tahun terhadap wanita lain.
Anak Sambung? Sang Putri Palsu Kembali ke Pangkuan Konglomerat Triliunan
Pada kehidupan sebelumnya, Ayu Hartatiberjuang mati-matian untuk mempertahankan apa yang disebut 'ikatan keluarga'. Ia bersaing sengit dengan putri kandung yang bangkit kembali, berusaha mencengkeram segalanya justru berakhir dengan kehilangan segalanya, dan mati penuh dendam.
Setelah terlahir kembali, ia memutuskan untuk melepaskan.
Siapa peduli! Ia tidak akan melayani lagi!
Dengan gesit ia membereskan koper dan mengosongkan tempatnya, pergi mencari orang tua kandungnya.
Dengan persiapan hati untuk menerima takdirnya, tapi ternyata! Ini tidak seperti yang ia bayangkan!
Bukannya katanya keluarganya miskin melarat dan tak punya apa-apa?
Lalu, dinding bata emas yang berkilauan di sekeliling ini apa ini!?
Bukannya katanya ayahnya seorang penjudi yang menghabiskan semua harta keluarga dan lelaki tak berguna?
Pria yang memiliki setengah dari bisnis properti dengan beberapa blok jalan ini, benarkah itu dia?!
Bukannya katanya ibunya seorang perempuan pemarah dengan reputasi buruk di lingkungannya?
Seniman opera legendaris yang tiketnya sangat sulit didapat ini, benarkah itu dia?!
Bukannya katanya kakak laki-lakinya seorang lajang miskin yang mengayuh becak?
Bos tambang minyak yang kaya raya karena menggali sumur minyak ini, benarkah itu dia?!
Putri kandung yang telah dicari keluarga Hartati selama delapan belas tahun akhirnya kembali.
Titan bisnis, Jason Hartati, menyatakan: "Aku memang ditakdirkan memuja anak perempuan! Hatiku gelisah jika sehari saja tidak melihat putriku!"
Seniman legendaris, Shinta Widodo, berseru: "Kekasih hatiku! Buah jiwaku! Beli saja apa pun yang Ayu inginkan!"
Raja minyak, Keven Hartati, menggeram: "Adik perempuanku bukanlah sembarang orang yang bisa kalian incar! Siapapun yang berani menginginkan adikku, minggirlah!"
Ayo! Mas Leng!
Dia berkata: "Garis hidup Anda begitu lama, itu berarti bahwa sumpah Anda dapat dilakukan untuk waktu yang lama, wanita yang Anda cintai akan sangat bahagia dan bahagia ..."
"Apakah Anda ingin menjadi wanita bahagia itu?" tanyanya. "
Dia pikir dia mencintainya, tapi itu masih konspirasi.
Pada hari pernikahan, cinta lama datang dan pergi, dan melihat dinginnya pria itu sendiri dalam sekejap, dan dia tahu bahwa cinta itu berakhir lagi.
Untuk melupakan rasa sakit, lupakan dia, dia mengeluarkan jam saku menghipnotis dirinya sendiri, menghapus semua kenangan tentang dia,
Tapi pria itu tidak membiarkannya pergi, "Wanita! Tidak peduli berapa kali kau melupakanku! Aku akan memanggil kembali cintamu untukku!
Dimanjakan oleh Miliarder setelah Dikhianati
Emily dan suaminya yang miliarder berada dalam pernikahan kontrak; dia berharap bisa memenangkan cintanya melalui usaha. Namun, ketika suaminya muncul dengan seorang wanita hamil, dia putus asa. Setelah diusir, Emily yang tunawisma diambil oleh seorang miliarder misterius. Siapa dia? Bagaimana dia mengenal Emily? Yang lebih penting, Emily hamil.
Cinta dan Nafsu: Skandal di Keluargaku
Ibuku meninggal sejak aku kecil, dan ayahku yang baik hati serta kuat telah mengambil peran untuk merawat anak-anakku di rumah. Segala upaya dan obat-obatan telah kucoba untuk mengembalikan fungsi ereksiku yang normal, namun semuanya sia-sia. Suatu hari, saat berselancar di internet, tanpa sengaja aku menemukan literatur dewasa yang melibatkan hubungan antara ayah mertua dan menantu, yang tanpa kusadari langsung membuatku terpikat dan terangsang.
Berbaring di samping istriku yang sedang tidur dengan tenang, aku mulai membayangkan wajahnya pada karakter menantu dalam cerita itu, yang membuatku terangsang sampai tingkat yang luar biasa. Aku bahkan menemukan bahwa membayangkan istriku bersama ayahku sendiri saat aku memuaskan diri sendiri, terasa lebih memuaskan daripada bercinta dengannya secara langsung. Menyadari bahwa aku tanpa sengaja telah membuka kotak Pandora, aku mengakui bahwa tidak ada jalan kembali dari kegembiraan baru yang tak terkendali ini...
Gadis Gemerlap
Namun di luar dugaan, dia membalas dengan tamparan yang menyakitkan! Ternyata dia bergelar doktor dan adalah ilmuwan ternama. Dia juara catur nasional, investor jenius, legenda bela diri... Saat prestasi tak terbantahkan ini terungkap satu per satu, tak terhitung orang mengejarnya.
Sementara itu, Tuan Phillips, legenda bisnis yang dulu memandangnya dengan hina, kini panik: Itu istriku! Menyingkir kalian!
Ayah Sahabat Terbaikku
Tiga tahun lalu, setelah kehilangan istrinya secara tragis, Pak Crane, seorang pria yang sangat tampan, kini menjadi seorang miliarder pekerja keras, simbol kesuksesan dan rasa sakit yang tak terucapkan. Dunianya bersinggungan dengan Elona melalui sahabatnya, jalan yang mereka tinggali, dan persahabatannya dengan ayah Elona.
Suatu hari yang menentukan, sebuah kesalahan kecil mengubah segalanya. Elona secara tidak sengaja mengirimkan serangkaian foto yang agak terbuka kepada Pak Crane, yang seharusnya dikirimkan kepada sahabatnya. Saat dia duduk di meja rapat, Pak Crane menerima gambar-gambar tak terduga tersebut. Pandangannya tertahan di layar, dia harus membuat pilihan.
Apakah dia akan menghadapi pesan yang tidak disengaja itu, mempertaruhkan persahabatan yang rapuh dan mungkin membangkitkan emosi yang tak terduga?
Ataukah dia akan bergulat dengan keinginannya sendiri dalam diam, mencari cara untuk menavigasi wilayah yang belum terpetakan ini tanpa mengganggu kehidupan di sekitarnya?












