3 Book(s) Related to novela cuba car rental

Cinta yang Rendah Hati

Cinta yang Rendah Hati

1.1k Dilihat · Sedang Diperbarui · Aria Sinclair
Apakah kamu tahu seberapa rendah hati seseorang bisa saat mencintai seseorang?
Biar aku kasih tahu, bisa serendah debu, semurah barang paling murah di dunia!
Apakah kamu tahu seberapa sakitnya mencintai seseorang yang tidak mencintaimu kembali?
Biar aku kasih tahu, rasanya seperti memegang pisau tajam di tanganmu; semakin erat kamu menggenggamnya, semakin tajam pisaunya mengiris, meninggalkanmu berdarah dan terluka...
Rantai Sutra dan Sorotan Lampu

Rantai Sutra dan Sorotan Lampu

807 Dilihat · Sedang Diperbarui · Diana Matthew
Kelopak mataku bergetar lalu menutup. Pikiran dan kepalaku seperti saling berkejaran, saling mendahului, saat gigi Xerxes menggesek bibir bawahku. Desahan kaget lolos begitu saja—dan dia memanfaatkannya tanpa ragu, menyusupkan lidahnya ke dalam mulutku, menjelajah dan mengecap hangat yang tersimpan di sana.

Untuk pertama kalinya, aku kewalahan mengikuti liar dan panasnya ciuman itu.

Xerxes menciumku seperti orang yang berniat memiliki. Murni, telanjang, tanpa memberi ruang untuk apa pun selain dirinya. Dia menarikku dengan tenaga yang tak kutolak. Tubuhku jatuh ke pangkuannya. Aku menempatkan lututku di kedua sisi pinggulnya, menindihnya, merangkul lehernya, dan membiarkan diriku dikuasai oleh lelaki yang mendominasi itu.


Ciel Reid bukan orang asing bagi skandal. Sebagai aktor pemberontak dengan reputasi bad boy, ia merangkak menuju puncak ketenaran dengan kuku-kuku berdarah, meninggalkan jejak kekacauan di belakangnya. Namun ketika kariernya mulai oleng dan nyaris jatuh ke jurang, sebuah tali penyelamat muncul—Xerxes Laurent, seorang CEO tanpa ampun dengan rahasia yang segelap setelan jasnya.

Xerxes menawarinya kesempatan untuk merebut kembali sorotan, mengembalikan namanya ke puncak. Tapi selalu ada harga: sebuah kontrak pertunangan palsu yang akan menjadikan Ciel pionnya.

Apa yang semula tampak seperti kesepakatan bisnis yang bengkok segera berubah menjadi permainan berisiko tinggi—tentang kuasa, hasrat, dan pengkhianatan.

Dalam Rantai Sutra dan Sorot Lampu, gairah menyala, kesetiaan retak, dan tak ada satu pun yang benar-benar seperti kelihatannya.
DITOLAK OLEH PASANGANKU

DITOLAK OLEH PASANGANKU

231 Dilihat · Sedang Diperbarui · Renata Santos
Dia menarik napas dalam-dalam, lalu kembali menatap mataku seolah ingin menancapkan sesuatu di sana. Menahan tatapan setajam itu, tenggorokanku kering. Aku menelan ludah lagi.

“Aku, Jaka Wiratama, menolakmu, Omega Santi Basuki.”

Tubuhku gemetar. Rasanya seperti sedang didorong pelan-pelan ke tepi jurang—ke titik ambruk yang tinggal menunggu waktu. Aku tahu dia menungguku membalas. Menungguku mengatakan kata itu.

Di dalam kepalaku, Ming melolong lagi—kali ini lebih keras—memohon agar aku tidak menjawabnya, memohon agar aku melawan, agar aku tidak menerima penolakannya. Tapi siapa aku sampai harus melawan kemauannya dan memaksanya, kalau dari awal sudah jelas dia nggak menginginkanku?


Di dunia kaum serigala, tempat posisi dalam kawanan menentukan nasib, hidup Santi berbelok tajam dengan cara yang menyayat. Tanpa diduga, ia diturunkan dari Beta menjadi Omega—jatuh dari tempat yang selama ini ia pegang dengan susah payah.

Penolakan datang bertubi-tubi: dari kawanannya sendiri, dari orang-orang yang dulu memanggil namanya dengan hormat, bahkan dari pasangan yang selama ini ia tunggu seumur hidup. Sendirian, Santi harus menapaki jalan yang rumit dan penuh luka, sambil belajar bernapas di tengah rasa malu dan sakit yang menempel di kulit.

Sementara itu, Jaka—putra sang Alfa—tumbuh dengan pesona dan kuasa yang membuat siapa pun menoleh. Dia jenis laki-laki yang gampang membuat orang jatuh, lalu meninggalkan mereka patah tanpa menoleh ke belakang. Tak pernah sekali pun ia membayangkan takdir akan mempertemukannya dengan Santi, seekor serigala betina yang ia anggap lemah dan tidak layak berdiri di sisinya.

Ketika dunia mereka bertabrakan, Santi justru terjerat semakin dalam. Cintanya pada Jaka tumbuh seperti akar yang nekat mencari air di tanah kering. Jaka, sebaliknya, mati-matian menahan rasa yang mulai merembes—tercabik antara martabat, aturan kawanan, dan ikatan ganjil yang tak bisa ia jelaskan, tapi juga tak bisa ia putuskan begitu saja.

Sampai tibalah satu momen yang mengubah segalanya.

Jaka mengucapkan kalimat yang meremukkan dunia Santi, memutus ikatan yang seharusnya bisa mereka miliki. Jantung Santi bergetar—terbelah antara cinta yang masih bertahan dan perih yang menamparnya mentah-mentah.

Akankah cinta Santi cukup untuk melunakkan hati Jaka, membuatnya menantang kebiasaan demi ikatan mereka?

Dan bisakah Santi menemukan kekuatan untuk bangkit—melewati penolakan dan pengkhianatan yang memaksanya jatuh hingga serendah-rendahnya?
1